Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?
Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 17
TRANG—!
Ujung pedang baja spiritual milik pemimpin pengawal Klan Wei menghantam tirai cahaya biru keemasan tepat satu jengkal di belakang punggung Qin Mu.
Gelombang kejut yang memekakkan telinga meledak dari titik benturan. Alih-alih menembus masuk, pedang pengawal itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan besi, sementara tubuh sang pengawal terpental mundur sepuluh tombak dan memuntahkan darah segar di atas batu alun-alun.
Qin Mu berhenti melangkah.
Ia berdiri tepat di balik garis ambang batas, napasnya teratur di balik tudung hitamnya. Ia menoleh perlahan, menatap menembus tirai cahaya transparan yang beriak tenang seperti permukaan danau.
Hanya berjarak lima langkah di luar tirai itu, Wei Canglan berdiri dengan dada naik turun secara liar. Sebelah mata kanannya yang tidak tertutup topeng besi membelalak merah, menatap Qin Mu dengan kebencian yang begitu pekat hingga seolah ingin menguliti pemuda itu hidup-hidup.
"Kau...!" suara Wei Canglan berderak parau, jarinya menunjuk lurus ke arah wajah Qin Mu. "Kau bocah dari selokan itu! Jadi kau yang membawa barang-barang dua anjing tua itu?!"
Qin Mu tidak menjawab. Ia bahkan tidak tersenyum mengejek.
Di balik tudungnya, mata hitam Qin Mu hanya menatap luka bakar membusuk yang menyembul dari balik topeng besi Wei Canglan dengan tatapan datar, tatapan seseorang yang sedang mengingat letak urat nadi yang belum sempat ia putuskan. Tanpa sepatah kata pun, Qin Mu membalikkan badan dan melangkah masuk ke pelataran dalam bersama Han Lie.
Sikap acuh tak acuh itu membuat darah Wei Canglan mendidih hingga ke ubun-ubun.
"Tuan Muda, formasi Gerbang Luar telah dikunci oleh Penatua Akademi," bisik kepala pelayan Klan Wei dengan wajah pucat sambil menahan lengan majikannya. "Jika kita menyerang formasi ini lagi, pasukan penegak hukum akademi akan menganggapnya sebagai pemberontakan terhadap kekaisaran!"
Wei Canglan mencengkeram kerah baju kepala pelayannya hingga pria tua itu tercekik.
"Panggil pengurus luar yang kita suap tadi!" desis Wei Canglan seperti ular berbisa. "Dan kirimkan pesan suara kepada Su Heng dari Cabang Pertama Keluarga Su yang ada di dalam pelataran ujian! Katakan padanya... siapa pun yang membawa keluar kepala bocah berjubah hitam pemegang lencana Su Ruyan itu dari dalam ujian, Klan Wei akan memberinya seratus keping Batu Roh dan sebutir Pil Pembentuk Fondasi!"
Di luar gerbang, tepat di dekat kereta Keluarga Su, Su Ruyan yang mendengar raungan Wei Canglan menyipitkan matanya yang jernih. Jari-jarinya yang lentik mengepal pelan di balik lengan baju hijaunya.
"Wei Canglan mengenalinya," gumam Su Ruyan pelan, kilatan keterkejutan melintas di matanya. "Luka bakar mengerikan di wajah Wei Canglan yang menggemparkan Kota Linlang tiga hari lalu... jangan-jangan ada hubungannya dengan pemuda itu?"
Di balik tirai formasi, suasana berubah seratus delapan puluh derajat.
Keriuhan alun-alun luar lenyap seketika, digantikan oleh keheningan yang menekan dada. Qin Mu dan Han Lie kini berdiri di sebuah lembah batu buatan yang dikelilingi oleh tebing-tebing curam. Di sana, sekitar tiga ratus pemuda dan pemudi yang lolos pemeriksaan awal telah berkumpul dengan wajah tegang.
Di ujung lembah itu, membentang sebuah tangga batu hitam raksasa yang menanjak curam menuju sebuah paviliun megah di puncak bukit Gerbang Dalam Akademi Kekaisaran. Tangga itu terdiri dari seribu anak tangga yang permukaannya dipenuhi noda gelap kecokelatan: noda darah yang telah mengering selama puluhan tahun.
"Qin Mu, kita berada di dalam kandang yang sama dengan serigala-serigala itu," bisik Han Lie sambil menggeser gagang martil besinya. Ia melirik ke arah sekelompok peserta ujian berbaju sutra mewah di sisi kanan mereka.
Di tengah kelompok itu, seorang pemuda bertubuh tinggi besar dengan sulaman benang emas Sempoa Awan di dadanya baru saja menerima bisikan dari seorang pengurus tua akademi pengurus yang sama yang tadi menerima kantung Batu Roh dari Klan Wei di meja rekomendasi.
Pemuda mewah itu, Su Heng, menoleh tajam. Matanya langsung mengunci Lencana Kayu Cendana di pinggang Qin Mu dan Han Lie, lalu bibirnya melengkung membentuk seringai kejam saat ia memberi isyarat kepada lima petarung kekar di sekelilingnya.
"Mereka sudah menerima pesanan dari Wei Canglan," ucap Qin Mu tenang. Tangan kirinya meraba saku di balik jubahnya, memastikan botol porselen kecil berisi Cairan Peredam Darah yang ia racik dari catatan Penatua Luo kemarin malam berada di posisi yang mudah dijangkau.
DONG!
Suara lonceng kembali bergema. Di atas balkon paviliun puncak tangga, sesosok pria paruh baya berjubah hitam dengan bekas luka pedang yang membelah alis kirinya melangkah maju. Tekanan aura Core Formation yang memancar dari tubuhnya turun menyelimuti lembah bagaikan gunung yang runtuh, membuat ratusan peserta ujian menahan napas dengan wajah pucat.
"Aku adalah Instruktur Yan, Pengawas Utama Ujian Gerbang Pertama!" suara pria itu menggelegar tanpa bantuan alat apa pun, langsung menggetarkan tulang pendengaran setiap orang di bawah.
"Di hadapan kalian adalah Tangga Penekan Tulang! Begitu formasi diaktifkan, setiap anak tangga akan memberikan tekanan gravitasi berlipat ganda terhadap daging dan meridian kalian. Hanya seratus orang pertama yang mencapai puncak sebelum dupa habis yang berhak menjadi murid Akademi Kekaisaran!"
Instruktur Yan menyapu pandangannya yang sedingin besi ke arah para peserta. "Di atas tangga ini, tidak ada gelar bangsawan dan tidak ada aturan perdamaian! Kalian boleh merebut lencana peserta lain untuk meringankan beban formasi kalian. Patah tulang atau kehilangan nyawa di atas tangga adalah bukti bahwa kalian terlalu lemah untuk hidup! Sekarang... mulai!"
ZING—!
Ukiran formasi kuno di sepanjang seribu anak tangga batu hitam itu menyala merah gelap.
Begitu Qin Mu menginjakkan kakinya di anak tangga pertama bersama ratusan peserta lainnya, udara di sekelilingnya mendadak berubah seberat timah cair. Bahunya serasa dihantam oleh batu seberat dua ratus kati!
Di sekelilingnya, puluhan pelamar yang hanya memiliki fisik biasa langsung menjerit tertahan dan jatuh berlutut, hidung mereka mengeluarkan darah akibat tekanan gravitasi yang menghimpit organ dalam.
"Maju terus! Jangan berhenti!" geram Han Lie. Otot-otot tubuh pemuda pandai besi itu menggembung keras. Berkat kebiasaannya mengayunkan martil empat puluh kati setiap hari di depan tungku panas, Han Lie mampu menahan tekanan itu dan melangkah mantap mendampingi Qin Mu.
Namun, saat mereka berdua mencapai anak tangga ketiga ratus di mana kabut merah formasi mulai menghalangi pandangan dari bawah dan tekanan gravitasi telah meningkat menjadi lima ratus kati langkah mereka dihadang.
Enam sosok telah berdiri melintang di atas anak tangga yang lebar, menutup jalan naik sementara dua orang lainnya menyusul dari belakang, mengunci jalur mundur.
Di paling depan, Su Heng berdiri sambil melipat tangan di dada. Tubuhnya berpendar tipis oleh aliran Qi seorang kultivator yang telah menyentuh tahap Awal Qi Gathering! Sedangkan lima orang di sampingnya seluruhnya berada di tahap Akhir Penempaan Tubuh.
"Sepupuku yang malang benar-benar sudah kehabisan akal sampai memungut dua tikus untuk mewakili Cabang Ketiga," cibir Su Heng sambil memutar pergelangan tangannya. "Tuan Muda Wei menitipkan salam dari luar gerbang. Dia bilang... potong kedua kaki dan tangan bocah berjubah hitam itu, lalu seret dia keluar hidup-hidup jika masih bernapas!"
"Kalian terlalu banyak bicara untuk sekadar anjing suruhan!"
Han Lie tidak menunggu mereka menyerang. Dengan raungan keras yang membelah kabut, pemuda itu memutar martil godamnya dan menghantamkannya langsung ke arah dua petarung di sisi kiri!
BOOM!
Anak tangga batu bergetar hebat. Dua petarung tahap Akhir Penempaan Tubuh itu terpaksa menyilangkan senjata mereka untuk menahan amukan Han Lie, memisahkan pemuda pandai besi itu dari sisi Qin Mu.
"Habisi yang satunya!" perintah Su Heng dingin.
Tiga petarung bersenjata golok panjang menerjang Qin Mu secara bersamaan dari tiga sudut, sementara Su Heng melesat di belakang mereka dengan jari-jari yang dilapisi Qi tajam, mengincar tenggorokan Qin Mu!
Di bawah tekanan gravitasi lima ratus kati, gerakan Qin Mu terasa jauh lebih lambat dari biasanya.
Sring! Trang!
Qin Mu mencabut Bilah Kembar dan menangkis dua tebasan golok pertama. Bunga api memercik hebat. Namun karena perbedaan ranah yang cukup jauh tahap Awal melawan tahap Akhir Penempaan Tubuh ditambah tekanan formasi tangga lengan Qin Mu bergetar hebat dan tulang pergelangan tangannya berderak nyeri.
Sebelum ia sempat memulihkan kuda-kudanya, tendangan berlapis Qi dari Su Heng menghantam tepat di ulu hati Qin Mu!
Bugh!
Qin Mu terlempar mundur sepuluh anak tangga, punggungnya menghantam batu hitam yang keras hingga jubah dan tudungnya robek. Darah segar menyembur dari mulutnya.
Rasa sakit yang luar biasa meledak di dadanya. Tulang rusuknya yang baru sembuh kembali retak, dan beban gravitasi lima ratus kati dari formasi tangga langsung menekan tubuhnya yang rebah, berusaha meremukkan sumsum tulangnya ke permukaan batu!
"Hanya segini kemampuan orang yang membuat Tuan Muda Wei cacat?!" Su Heng tertawa sinis, melangkah turun perlahan sambil menghunus pedang tipis dari pinggangnya. "Sepertinya kau hanya beruntung karena bersembunyi di balik orang tua!"
Di atas batu tangga yang dingin, Qin Mu menahan napasnya yang berdarah. Pandangannya sempat mengabur, namun di tengah rasa sakit yang menghancurkan itu, telinganya mendengar suara gemeretak yang sangat ia kenal dari dalam tubuhnya sendiri.
Tekanan gravitasi formasi akademi yang menghimpit dari atas... dan pukulan Qi Su Heng yang meremukkan dari dalam...
Keduanya kembali bertindak sebagai martil raksasa yang memicu putaran Sutra Penempaan Tulang Kehampaan!
Tulang yang tidak hancur oleh beban langit, akan menjadi pilar yang menopang kehampaan!
Bukannya menyerah pada rasa sakit, mata Qin Mu yang kini terekspos tanpa tudung justru menyala dengan kegilaan yang dingin. Dengan gerakan cepat, tangan kirinya menyambar botol porselen kecil dari balik jubahnya, menggigit sumbat kayunya hingga hancur, dan menenggak habis Cairan Peredam Darah racikan Penatua Luo!
Cairan sewarna es biru itu mengalir turun ke kerongkongannya, langsung meledak menjadi hawa dingin yang ekstrem di dalam pembuluh darahnya yang sedang mendidih.
KRAK! KRAK! KRAK!
Suara retakan tulang dari dalam tubuh Qin Mu terdengar begitu keras hingga membuat Su Heng yang sedang melangkah mendekat mendadak berhenti dengan kening berkerut.
Di dalam tubuh Qin Mu, sumsum tulangnya yang tertekan oleh gravitasi tangga dan dilindungi oleh cairan alkimia Penatua Luo mengalami pemadatan ekstrem dalam sekejap mata. Seluruh kerangka tubuhnya menyerap energi liar yang tersisa di ototnya, merombak struktur fisiknya secara paksa!
Batas tahap Awal Penempaan Tubuh hancur berkeping-keping.
Qin Mu resmi menembus ke Tahap Menengah Penempaan Tubuh!
Saat Su Heng berada dua langkah di depannya dan mengayunkan pedangnya untuk memotong leher Qin Mu, beban lima ratus kati di bahu Qin Mu mendadak terasa seringan bulu angsa.
Qin Mu tidak menghindar. Ia mencengkeram lantai batu dengan jari-jari tangan kirinya hingga batu tangga itu retak, lalu melontarkan tubuhnya ke atas dengan kecepatan yang meninggalkan bayangan kabur di udara!
"Apa—?!"
Pupil mata Su Heng mengecil drastis. Pemuda yang sedetik lalu terbaring sekarat itu tiba-tiba sudah berada tepat di depan dadanya, menembus jangkauan pedang panjangnya!
Sring! Sring!
Dua kilatan hitam kemerahan dari Bilah Kembar Taring Hantu berkelebat menyilang dalam keheningan yang mematikan.
Qin Mu tidak lagi bertarung dengan kekuatan otot biasa; setiap sabetannya kini didukung oleh kerangka tulang yang sepadat besi tempa. Bilah kirinya menebas putus pedang Su Heng yang berkualitas biasa, sementara bilah kanannya langsung berputar memotong urat di kedua bahu dan lutut Su Heng dalam empat sabetan kilat yang tak sempat diikuti mata!
"AAAARGH!!"
Jeritan Su Heng menggema memilukan di seluruh lembah. Tubuh pemuda bangsawan dari Cabang Pertama Keluarga Su itu ambruk ke atas tangga seperti boneka yang talinya diputus, keempat anggota tubuhnya lumpuh bersimbah darah!
Tiga petarung di belakang Su Heng membeku ngeri melihat pemimpin mereka dilumpuhkan dalam satu tarikan napas. Namun Qin Mu tidak memberi mereka waktu untuk bernapas.
Bagai hantu yang keluar dari neraka darah, Qin Mu menerjang ketiganya. Dengan kekuatan tahap Menengah Penempaan Tubuh dan ketajaman Batu Bintang pada bilah kembarnya, pertahanan ketiganya hancur lebur. Dalam sepuluh tarikan napas yang brutal, ketiganya terkapar dengan tulang selangka dan tempurung lutut yang hancur, menggelinding jatuh menuruni ratusan anak tangga sambil menjerit kesakitan!
"Giliran kita, Han Lie!"
Qin Mu berbalik dengan wajah terciprat darah hangat, membantu Han Lie menghabisi dua pengeroyok terakhir hingga tak seorang pun di sekitar anak tangga ketiga ratus itu berani mendekati mereka berdua dalam radius sepuluh tombak!
Para peserta ujian lainnya menyingkir dengan wajah pucat pasi, memberi jalan kosong yang lebar saat Qin Mu dan Han Lie melangkah naik menembus kabut, mencapai puncak seribu anak tangga sebagai dua orang pertama yang menyelesaikan ujian!
Namun, tepat ketika kaki Qin Mu menginjak ubin pelataran puncak Gerbang Dalam, sesosok pria tua berjubah pengurus luar melompat turun menghadang mereka.
Itu adalah Pengurus Zhao pengurus meja rekomendasi yang tadi menerima kantung Batu Roh dari Wei Canglan!
Melihat kondisi Su Heng yang lumpuh berdarah di tangga bawah, wajah Pengurus Zhao berubah gelap. Ia tahu jika bocah ini lolos masuk dan dicatat di buku induk akademi, Wei Canglan akan menuntut balik uang suapnya, atau bahkan membunuhnya.
"Berhenti!" bentak Pengurus Zhao sambil melepaskan tekanan Qi tahap Foundation Establishment Awal miliknya untuk mengunci tubuh Qin Mu! "Ujian ini untuk menguji bakat, bukan tempat bagi iblis haus darah untuk melumpuhkan keturunan keluarga bangsawan secara kejam! Aku curiga kau adalah mata-mata aliran hitam yang menyelinap masuk! Berlutut dan serahkan dirimu untuk dieksekusi di tempat!"
Tangan Pengurus Zhao terangkat, membentuk cakar Qi berwarna kuning tanah yang siap menghancurkan batok kepala Qin Mu sebelum nama pemuda itu sempat dicatat ke dalam daftar murid!
"Tua bangka tak tahu malu!" Han Lie meraung marah, berusaha mengangkat martilnya, namun tekanan Foundation Establishment membuat tubuhnya terkunci kaku di atas lantai.
Di bawah tekanan Qi yang membuat lututnya berderak dan darah kembali merembes dari sudut bibirnya, Qin Mu menolak untuk berlutut.
Dengan punggung yang tetap tegak lurus bagaikan tombak yang menolak patah, tangan kanan Qin Mu yang berlumuran darah merogoh ke dalam dadanya, menarik keluar sebuah lempengan berat dari besi bintang dan giok putih, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi tepat di hadapan wajah Pengurus Zhao!
"Pengurus luar sepertimu... sejak kapan punya hak untuk mengeksekusi pemegang Plakat Naga Kekaisaran tanpa persetujuan Gerbang Dalam?!" suara Qin Mu menggema dingin dan tajam, menembus keheningan puncak bukit.
Pengurus Zhao terpaku, cakar Qi di tangannya terhenti setengah jalan saat melihat ukiran naga kekaisaran di tangan Qin Mu. "Kau... dari mana gembel sepertimu mencuri plakat itu?!"
BOOM!
Sebelum Pengurus Zhao sempat menurunkan tangannya kembali, hembusan angin dahsyat menyapu pelataran puncak.
Sosok Instruktur Yan Pengawas Utama berjubah hitam dengan bekas luka di alisnya mendarat tepat di antara Qin Mu dan Pengurus Zhao. Hanya dengan satu kibasan lengan bajunya, tekanan Qi milik Pengurus Zhao langsung hancur berantakan hingga membuat pria tua korup itu terhuyung mundur tiga langkah dengan wajah pucat!
Instruktur Yan tidak memedulikan Pengurus Zhao sama sekali. Mata tajam sang ahli Core Formation itu terkunci rapat pada plakat besi bintang di tangan Qin Mu.
Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Instruktur Yan mengambil plakat tersebut dan membaliknya. Di bagian sudut bawah giok putih itu, terdapat sebuah goresan kecil berbentuk daun tungku obat yang terbakar tanda rahasia milik seseorang yang sangat ia kenal.
Pupil mata Instruktur Yan bergetar hebat. Tekanan dingin yang mengerikan mendadak meledak dari tubuhnya, membuat langit di atas pelataran Gerbang Dalam seakan meredup.
Instruktur Yan perlahan mengangkat kepalanya, menatap wajah Qin Mu yang bersimbah darah dengan sorot mata yang belum pernah dilihat siapa pun di akademi itu sebelumnya.
"Plakat pribadi milik Tabib Iblis Luo Tua..." suara Instruktur Yan terdengar sangat rendah dan bergetar menahan gejolak emosi. "Katakan padaku sekarang juga, Anak Muda... di mana orang tua keras kepala itu sekarang, dan kenapa plakat nyawanya berbau abu pembakaran jiwa?!"
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.
Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.
TERIMA KASIH.... ✌️
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.
Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.
TERIMA KASIH.... ✌️