NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:653
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyuman di atas Luka

Tanpa mereka sadari, sedari tadi gadis bermata coklat tua berambut hitam legam dan berseragam dengan seragam yang sama dengan Dion, memperhatikan dengan jelas adegan percintaan di mobil itu.

Ia tersenyum tipis, setitik air mata bening terjatuh ketanah, buru buru gadis itu menatap ke Langit, memejamkan mata agar air matanya tidak tumpah ruah dan terjatuh lagi.

"Cherry bangun" Ucapnya pada dirinya sendiri "Cherry sadar."

Ia menarik nafas panjang, menghembuskan perlahan dikuatkannya kaki kecilnya untuk melangkah, bibirnya bergetar, waktu dengan Arin tidak sesakit ini, tapi kali ini rasanya sangat sakit.

"Cherry" Panggil suara lelaki dari arah belakangnya.

Cherry membalik badan dilihatnya Bumi dengan senyum yang tersungging di bibirnya.

"Hallo kak" Ucapnya tak bersemangat.

"Kenapa?" Bumi menyadari ada yang tidak beres dengan Cherry.

Cherry menggeleng namun air matanya kembali menetes tanpa bisa disembunyikannya.

"Aih kok nangis de?" Tanya Bumi dengan panik.

Cherry menggeleng lagi, "Cup cup jangan nangis dong Cher" Pinta Bumi sambil mengusap air mata Cherry dengan tangannya.

"Sini duduk" Ajaknya duduk di sebuah bangku tunggu di parkiran sekolah mereka.

"Jangan bilang Kavin ya Kak." Ujar gadis cantik itu sambil masih terisak.

Bumi menepuk nepuk halus bahu Cherry "Lagi sedih gini masih bisa inget si Kevin, sekarang Cherry kalau mau nangis nangis aja, Kak Bumi temenin."

Cherry mengangguk pelan, entah mengapa berada disisi Bumi seakan terasa nyaman dan aman, sama seperti berada disisi Kevin.

"Tunggu sebentar ya Kak Bumi beliin minum dulu di kantin, jangan kemana mana." Lelaki berambut hitam legam dan berbola mata coklat tua itu berlari dengan secepat kilat menuju ke kantin.

Ia kembali dengan sebuah teh kemasan "Ini diminum dulu ya" Ia menusuk sedotan ke minuman itu agar Cherry bisa langsung meminumnya.

"Teh Kotak" Ucap Cherry pelan.

"Iya kamu kan suka Teh ini dari dulu." Ujar Bumi dengan mata berbinar.

Cherry menerima minuman itu lalu meminumnya, hatinya mulai melega. "Dari mana kakak tau Cherry suka Teh ini?." Tanyanya penasaran.

Bumi terlihat kikuk Dan salah tingkah. "Dari Kevin." Ucapnya asal.

Cherry menatap Bumi keheranan, tak ada yang tahu ia suka minuman ini, bahkan Kevin pun tidak tahu, dikeluarga mereka tak ada yang boleh minum minuman kemasan apalagi yang menggunakan pemanis.

Cherry pura pura percaya, saat ini ia tak ada waktu memikirkan hal hal lain selain hatinya yang terluka dan nyeri.

"Udah baikan?" Tanya Bumi khawatir.

"Udah kak, makasih ya."

"Sama sama, jangan nangis lagi dong, masa cewek cantik nangis disiang bolong gini."

"Kalau malem nanti disangka kuntilanak" Ucap seorang yang tiba tiba datang menghampiri mereka.

Lelaki berpostur tinggi dengan penampilan casual itu berdiri di hadapan mereka, hari itu ia memakai cargo pants dengan kaos putih oversize, juga jaket berwarna hijau Army yang tak di kancingnya, sepasang sepatu kets dan topi bisbol melengkapi penampilannya. Terlihat sangat edgy dan santai.

"Udah nyampe Lo berandal" Ujar Bumi menyadari keberadaan adiknya itu.

"Lo apain cewek gue hah?" Tanya Langit pura pura marah pada Bumi.

Bumi menggelengkan kepalanya, sambil menghela nafas, ia sangat ingin menjitak adiknya itu.

"Cherry Lo kenapa Sayangku, Tuan Putriku?" Tanyanya dengan nada jahil.

Cherry cemberut kesal "Langit kebiasaan ah, kalau gue lagi sedih malah sukanya godain terus."

"Iya lo ini, bukannya dihibur anak orang malah di bercandain terus." Sahut Bumi menimpali dan menjitaknya.

"Aw sakit kampret, lo gak tau harga kepala gue ini lebih mahal dari kepala tenggiri tau."

Cherry tak kuasa menahan tawanya, disaat seperti itu ia malah tertawa geli. "Langit sialan bisa bisanya gue jadi ketawa" batinnya sambil tersipu.

"Nah gitu dong, cewek cantik harus senyum biar harganya mahal."

"Terus harga gue murah gitu?" Cherry menghentakan kakinya kesal, bibirnya mengerucut.

"Udah gausah dengerin dia Cher, maaf ya adek Kakak yang satu ini emang agak lain kelakuannya." Kata Bumi sambil memelototi adiknya.

Langit nyengir "Cherry sayang mending jalan sama Kakak Langit aja, kita makan es krim yuk di depan." Langit menyindir Bumi yang tadi ia dengar terus memanggil dirinya dengan Kakak di depan Cherry.

Bumi melongo mendapat sindiran itu "Perasaan lo biasanya gak bisa ngomong dan kaku banget, apalagi di depan cewek, ini ngoceh terus, salah minum obat apa sih lo." Katanya agak keras. Langit yang dikenalnya itu sebenarnya sangat introvert dan dingin.

Bumi bangkit dan meninju adiknya itu namun berhasil ditangkis oleh Langit. Mereka bertengkar dan adu mulut di hadapan Cherry seperti anak kecil.

Melihat tingkah kedua kakak beradik itu Cherry jadi terhibur dan melupakan kesedihannya.

"Cherry hari ini pulang sama kita aja ya." Ujar Bumi menawarkan tumpangan.

"Enggak usah kak, Cherry nunggu Kavin aja, biasanya bentar lagi dia nongol." Tolaknya halus.

"Udah ikut aja, tadi Kakak lo nelpon gue, suruh lo pulang sama kita." Ujar Langit.

"Yang bener kok bisa?" Tanya Cherry tak langsung percaya. Ini seperti bukan style Kevin.

Bumi tersenyum "Bisa aja kalau sama kita, tenang kita berdua cowok baik baik kok."

Langit terkekeh "Gak salah nih, Lo aja tadi bilang gue berandal, sekarang malah bilang kita cowok baik baik."

Cherry tak kuasa menahan tawanya, begitupun Bumi, pada akhirnya mereka bertiga tertawa bersama.

Lang emang Kevin kemana?" Tanya Cherry di perjalanan pulang.

"Katanya sih Syuting." Jawab Langit seadanya.

"Syuting?"

Bumi menimpali "Ituloh Syuting dokumenter, kelas kita lagi ada projek film dokumenter gitu."

"Oh gitu, tapi kok Kak Bumi gak ikutan? Kalian kan sekelas"

Bumi menggaruk rambutnya yang tak gatal ia tersenyum malu seperti menyembunyikan aib. "Hehehe aku gak pede kalau liat kamera malah tremor gitu, jadi nolak buat jadi cast"

"Ah bilang aja Lo gak pede soalnya jelek." Ujar Langit dengan nada mengejek.

"Sembarangan aja lo, muka gue ganteng maximal gini lo bilang jelek, kalau iri bilang bos." Sambar Bumi kesal.

"Iri ngapain, kemana mana aja gantengan gue iya kan Cherry?" Tanya Langit tengil.

Cherry hanya tersenyum geli tak menjawabnya.

"Tuh dia aja gak jawab, tandanya lo lebih jelek dari gue." Sungut Bumi sambil fokus menyetir.

"Dia gak jawab tuh karena gak enak sama lo bro." Kata Langit yang masih posisi selonjoran di bangku belakang mobil itu.

"Udah udah, ganteng semua kok, jangan ribut aja ih udah kayak Tom and Jerry aja." Cherry saat ini seakan mendadak jadi wasit.

Memang kedua cowok ini benar benar sangat tampan, kalau disuruh memilih Cherry akan pilih dua duanya. Kalau bisa dua kenapa harus satu batinnya nakal.

Bumi tersenyum puas, sementara Langit cemberut di belakang tak puas dengan jawaban gadis cantik itu.

Mereka sampai di rumah Cherry. Pak Doni dengan sigap membukakan gerbang, Bumi menyetir dengan sangat hati hati untuk berbelok memasuki halaman.

"Apapun yang terjadi tadi, jangan sedih lagi ya de, nanti cantiknya ilang." Ucap Bumi sesaat sebelum Cherry turun dari mobil.

Dari Kaca terlihat Langit mengikuti gerakan mulut Bumi mengejek seperti anak kecil, membuat Cherry gemas.

Bumi pun melihatnya, Cherry menahan tawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.

"Maaf ya Cher, takutnya kamu risih, percaya sama Kakak, dia tuh aslinya gak gitu sebenernya, gak tau kesurupan apa, biasanya kalau gak ditanya tahan puasa ngomong berhari hari." Kata Bumi tak enak hati takut takut Cherry jadi risih.

"Aslinya gue emang seasik ini Bum, jangan fitnah." Timpal Langit tak terima.

Cherry tersenyum "Kak makasih ya, gak risih sama sekali, malah kalian tuh lucu banget, Cherry suka." Puji Cherry tulus.

Langit tersenyum lebar, tanpa berkata apa apa lagi, ia memejamkan matanya lalu pura pura tidur.

"Syukurlah kalau gitu, yaudah istirahat ya jangan lupa makan siang." Kata Bumi lega.

Cherry mengangguk "Iya kak, Kakak sama Langit juga ya hati hati di jalan, sekali lagi makasih udah anter Cherry".

"Iya sama sama " Balas Bumi tulus.

*Penggambaran Langit kalau tersenyum

1
Yanti Mulyaningsih
Cantika gemoy😍
Yanti Mulyaningsih
Nah nah ketauan sama kakak posesif🤭
Yurmanitya Fadilah
Aamin
Yurmanitya Fadilah
Wkkkk akhirnya dia ngalah 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aamiin... Moga ketemu sama laki-laki yang nggak punya riwayat katalog kayak Dion ya Cherr... 😍
Yurmanitya Fadilah: Aamin
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kebayang Cherry nyobain air laut, Wkwkwkwk... 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ehem!! Aroma-aroma buaya darat tercium... Wkwkwk...
Yurmanitya Fadilah: Iya gombal teruuuus
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Laaah... Lu aja punya katalog selingkuhan 12 orang, Dion!!! VANGKEEE... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Vangkeee syekaliiii
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wkwkwk... Kalo saya jadi Cherry, bakalan nyahutin: "Ya elah Bang, ngalah napa sama cewek!" 🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Yurmanitya Fadilah: Thanks kak supportnya 😍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Lagi dicomblangin ceritanya... 🤭
Yurmanitya Fadilah: Hahaha iya kak 😃🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduuuh... Setahun 12 kali diselingkuhin?
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!

Ya Salaam... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Iya kaka privilege orang ganteng 😃🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!