NovelToon NovelToon
Kesatria Merah

Kesatria Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Mati di medan perang modern, Alvaro sang prajurit pasukan khusus elit terlahir kembali di Aetheria—dunia yang dikuasai oleh sihir dan aura. Sialnya, ia terjebak dalam raga "Arya Denwick" Anak bangsawan 17 tahun berpenyakitan pewaris desa rawa miskin, yang baru saja didorong ke jurang kematian oleh Musuh yg tidak diketahui.
Tanpa "sistem" ajaib layaknya kisah pahlawan lain, Arya menolak takdir pecundangnya. Memadukan pernapasan yang ia ketahui di militer untuk memanipulasi energi aura dan mematikannya seni pedang dari Bumi, ia merakit ulang tubuh rusaknya.
dan menjadi penguasa sejati di kerajaan bahkan dunia tersebut!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Beban Kesetiaan

"Dorong! Satu... dua... dorong!" raung Josh.

Otot punggung Josh dan Erson menjerit saat mereka menancapkan sepatu bot ke lumpur, mendorong rahang masif Ironscale Basilisk itu hingga tergeser dari tubuh Arya. Begitu beban ratusan kilogram itu berguling ke samping, pemandangan di bawahnya membuat jantung mereka seakan berhenti berdetak.

Arya tidak bergerak. Wajahnya sepucat mayat. Bibir dan hidungnya berlumuran darah pekat akibat pembuluh darah yang pecah dari dalam. Zirah kulitnya robek, dan uap kemerahan sisa Lion Breathing berangsur menghilang ke udara dingin Hutan Kuno.

"Tuan Muda tidak bernapas!" Erson panik, tangannya bergetar hebat saat menyentuh dada Arya yang sedingin es.

Willi meluncur berlutut di lumpur, membuang pedangnya. Tangannya merogoh kasar ke dalam kantong sabuk kulitnya, menarik keluar dua botol kaca kecil berisi cairan hijau bening. Itu adalah ramuan penyembuh—ekstrak tanaman herbal khusus yang diracik oleh alkemis. Benda ini adalah bagian dari persiapan mahal yang dibeli Arya melalui Vane sebelum mereka memasuki hutan.

"Buka rahangnya! Cepat!" bentak Willi.

Josh menahan kepala Arya dan memaksa rahang pemuda itu terbuka. Willi menuangkan isi botol pertama ke dalam mulut Arya. Cairan hijau yang memancarkan aroma daun mint tajam dan getah pinus murni itu mengalir melewati tenggorokannya.

Selama beberapa detik, tidak terjadi apa-apa. Lalu, tubuh Arya tersentak pelan. Obat herbal alkimia itu bekerja agresif memicu regenerasi sel. Batuk kecil keluar dari bibirnya, menyemburkan sisa darah kotor dari paru-paru. Dada Arya kembali naik turun, napasnya yang tadi nyaris hilang kini terdengar lebih teratur dan stabil. Luka bakar asam di kakinya berhenti melepuh. Namun, kelopak mata pemuda itu tetap tertutup rapat. Ia pingsan. Tubuhnya menolak bangun setelah siksaan overheat tadi.

"Dia hidup... Tuan Muda masih hidup," isak Willi, mengusap wajahnya yang kotor oleh lumpur dan air mata kepanikan.

Kin menyambar botol kedua dari tangan Willi dan berlari ke arah Max yang terkapar di bawah lereng tanah. Max masih sadar, namun matanya membelalak menahan penderitaan luar biasa dari tulang lengannya yang hancur.

Kin langsung mencekokkan ramuan penyembuh itu ke mulut Max. Cairan hijau itu bereaksi instan. Urat-urat di sekitar lengan Max yang patah menonjol, otot yang robek merajut dirinya secara paksa untuk menghentikan pendarahan dalam. Rasa sakit yang menyiksa perlahan memudar, warna wajah Max mulai kembali, napasnya tak lagi tersengal.

"Tulangmu masih patah, tapi kau tidak akan mati kehabisan darah," ucap Kin terengah-engah, merobek kain jubahnya untuk mengikat lengan Max kuat-kuat ke dadanya sebagai bidai darurat. Max mengangguk lemah, memaksa dirinya duduk meski belum bisa berdiri tegak.

Keheningan hutan tiba-tiba terasa mencekam. Bau belerang, darah Basilisk, dan belasan mayat manusia menggenang di udara, mengirimkan sinyal bahaya ke seluruh penjuru hutan.

Josh bangkit berdiri. Ia menatap tiga rekannya yang tersisa dan Max yang bersandar tak berdaya. Komandan mereka tumbang, petarung terkuat kedua mereka cacat. Kini, nyawa kelompok ini ada di tangan mereka berempat.

"Erson, Kin. Pindahkan tubuh Tuan Muda ke atas sisa gulungan kulit babi hutan, kita jadikan tandu darurat," perintah Josh, suaranya tiba-tiba berubah tegas, membuang semua keraguannya. "Willi, bantu aku. Kita tidak bisa pulang dengan tangan kosong setelah Tuan Muda mengorbankan nyawanya."

Willi mengangguk, mencabut belatinya. Keduanya melompat ke atas leher bangkai Basilisk raksasa itu.

Menguliti Basilisk sama sulitnya dengan memecahkan batu menggunakan pisau. Mereka membuang waktu nyaris satu jam penuh hanya untuk mencongkel enam lembar sisik kelabu sebesar tameng dari punggung monster itu, dan membongkar tenggorokannya untuk mencari inti sihir.

Tangan Josh berlumuran darah hijau yang lengket saat ia akhirnya menarik keluar sebongkah Kristal Mana seukuran kepalan tangan orang dewasa. Kristal itu memancarkan pendar cahaya hijau tua yang pekat. Harta karun sejati dari zona transisi.

"Kita bergerak sekarang!" bentak Josh, membungkus kristal itu dengan kain.

Matahari mulai tenggelam. Josh dan Erson mengangkat ujung tandu kulit di bagian depan, sementara Willi dan Kin mengangkat bagian belakang. Max berjalan terseok di tengah barisan, membawa sisa perbekalan air dengan tangannya yang masih utuh.

Malam ketiga di Hutan Kuno jatuh dengan cepat.

Mereka tidak berani menyalakan api. Mereka terus berjalan membelah kegelapan berjam-jam lamanya, meraba-raba jalur kembali ke zona luar, hingga otot kaki mereka mati rasa. Ketika mereka akhirnya menemukan celah tebing batu berlumut untuk bersembunyi, tak satu pun dari keempat prajurit muda itu yang memejamkan mata.

Setiap kali terdengar lolongan dari kejauhan, Josh dan kawan-kawannya mencengkeram pedang mereka erat-erat, membentuk perisai daging mengelilingi tubuh Arya yang masih tidak sadarkan diri.

Pemuda bangsawan yang terbaring pingsan di tengah mereka itu telah melompat ke dalam rahang kematian demi menyelamatkan nyawa prajurit biasa seperti Max. Di tengah dinginnya malam Hutan Kuno, kesetiaan Max, Josh, Willi, Erson, dan Kin ditempa menjadi sesuatu yang jauh lebih keras dari baja. Mereka bersumpah dalam diam—siapa pun yang mencoba menyentuh tuan muda mereka, harus melangkahi mayat mereka berlima lebih dulu.

1
palupi
semangat thor👍🥰
palupi
semakin seru...👍🥰
palupi
❤️
PrinceArslan: halo kak' Jika kaka suka karya ku.. aku akan merekomendasikan karya ku yang lain yaitu "Goblin Emperor" barangkali kaka tertarik terimakasih
total 1 replies
palupi
semakin seru 👍
palupi
👍
palupi
langsung tertarik ceritanya 🥰
👍
PrinceArslan: terima kasih 👍
total 1 replies
marsabat hindom
sangat bagus
PrinceArslan: terima kasih 🙏
total 1 replies
Sung Jin Woo
bagus
Akagami Shanks
suka cerita yg seperti ini 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!