NovelToon NovelToon
Najin

Najin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Penyelamat
Popularitas:323
Nilai: 5
Nama Author: Van pen.

​Pada tahun 1940-an di Jayakarta, Bella Anastasya, seorang pemburu jejak (tracker) tangguh, bertaruh nyawa demi mencari ibunya yang hilang secara misterius selama sepuluh tahun.

​Demi melacak petunjuk, Bella terpaksa bekerja sama dengan Gilang Fahrezi, pengusaha kaya pemilik jaringan informan terbesar di kota. Penelusuran berdarah ini membawa mereka menyusup ke fasilitas militer rahasia, tempat eksperimen parasit ilegal yang mengubah manusia menjadi monster mengerikan. Di sana, Bella harus berjuang melawan ancaman monster sekaligus menghadapi kenyataan pahit tentang takdir sang ibu.

akankah Bella menemukan sang Ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van pen., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Malam hari di atas atap rumah sakit, Bella, ayahnya, dan petugas kebersihan berjalan membungkukkan badan agar tidak ketahuan. Dari balik tembok pembatas, mereka menatap mengawasi ke bawah. Terlihat para tentara Jepang berjalan di bawah. Beberapa tentara ada yang sedang menarik gerobak, tak jauh dari situ ada juga tentara yang berjalan beriringan.

Ayah membungkukkan badannya, ia menatap petugas kebersihan. “Kau bilang bangsal militer menampung tentara Jepang yang terluka?” tanya ayah Bella dengan nada pelan.

“Tentara dirawat di lantai dua dan tiga, di lantai satu kantor umum, ruang komunikasi, dan juga kantor penghubung,” bisik petugas kebersihan.

Mereka bertiga kembali mengawasi dari balik tembok.

“Lebih seperti fasilitas militer daripada bangsal,” gumam Bella.

“Keamanannya sangat ketat hingga aku sangat takut untuk mendekat. Aku hanya masuk dua hari sekali untuk membersihkan bangsal,” ucap petugas kebersihan itu.

Ayah Bella mengangkat teropongnya, ia melihat ada ruang di menara timur yang tidak ada penjaganya. Mereka bisa menggunakan jalur itu.

“Kenapa menara pengawas timur itu kosong?” tanya ayah Bella sambil memegangi teropong di matanya.

“Karena menaranya rapuh. Ada yang jatuh, lalu tewas. Katanya mau direnovasi, tapi justru malah terbengkalai,” ujar petugas kebersihan.

Ayah Bella melirik putri cantiknya. “Kau bisa pergi ke menara itu?” tanyanya penuh keyakinan.

Bella melongok ke bawah. Di bawah tampak sekumpulan tumpukan karung, tumpukan kotak, kayu, dan beberapa tong yang usang.

“Sepertinya tidak akan mudah. Tapi aku bisa. Aku akan kembali,” ucap Bella meyakinkan dirinya.

“Tunggu dulu…” ucap petugas kebersihan, ia tampak tidak yakin.

Tanpa rasa takut sedikit pun, Bella melompat dan bergelantungan di tembok. Ayahnya tidak takut sama sekali putri cantiknya jatuh, ia tahu Bella benar-benar sudah lihai. Ayahnya dan petugas kebersihan memperhatikan dari atas, tetapi petugas kebersihan itu sedikit cemas.

Di dinding itu terdapat pipa besi. Ia memegang pipa itu dan berpindah, meluncur turun dengan berpegangan pada pipa. Rambutnya sedikit terhempas angin saat turun, pakaiannya tidak robek.

Puk!!

Bella melompat ke tanah dengan mulus tanpa sedikit pun terluka, mendarat dengan tubuh berjongkok. Ia menengok-nengok mengawasi sekitar.

Di depannya ia melihat mobil tentara yang melintas. Ia berjalan mengendap-endap. Bella berbelok ke lorong lalu bersembunyi di balik tumpukan kotak karena ada tentara yang lewat di depannya.

Ia melihat-lihat sekitar lalu berjalan kembali tanpa sedikit pun rasa takut. Wajahnya terlihat serius, matanya menajam.

Di depan ada dua tentara yang hendak lewat lagi. Dengan cepat ia langsung bersembunyi di balik tumpukan kotak yang gelap. Setelah itu, dua tentara lain berjalan tanpa sadar melewati Bella.

Bella yang sedang bersembunyi kembali memeriksa keadaan sekitar. Dari atas, ayahnya memberikan isyarat kepada putri cantiknya kalau situasi sudah aman, sang putri bisa melanjutkan penyusupan.

Dengan sangat cepat Bella berlari menaiki sebuah bangunan seolah-olah dia adalah ninja. Ia berlari di atas atap bangunan. Di bawahnya kebetulan ada mobil yang hendak melintas, ia melompat ke mobil itu sebagai pendaratan. Ia bergulir di atas jalanan lalu berlari dengan sangat cepat hingga petugas kebersihan itu tidak melihatnya lagi.

Dari atas, petugas kebersihan itu menggerakkan tangannya menyentuh ayah Bella, raut wajahnya terlihat takut. “Ke mana dia pergi?” tanyanya.

Kemudian ayah Bella memberikan teropongnya kepada petugas kebersihan itu. Melalui teropongnya, petugas kebersihan melihat Bella sedang menaiki menara kayu itu. Ia kaget menganga, menoleh ke ayah Bella tak percaya putri cantiknya sudah ada di menara begitu cepat.

Di menara kayu itu, Bella berjongkok dan mengawasi dari atas. Bella mulai berdiri perlahan tanpa rasa takut.

Krek!!

Suara kayu rapuh terdengar. Kaki Bella terjeblos kayu yang rapuh itu. Ia segera menarik kakinya, takut ada orang yang mendengar suara tersebut.

Ia mengawasi sekitar lagi, mengedarkan pandangannya. Ia melihat papan-papan dengan huruf Kanji besar berjejer di atas atap. Papan-papan itu bertuliskan: Delapan Penjuru Dunia di Bawah Satu Atap.

Di bawah, para tentara bersenjata bergegas menuruni tangga. Barisan tentara lengkap dengan senjata berlari ke jalan.

“Cepat! Jalan!”

“Siap, Pak!”

Mobil militer tentara melintas, beberapa tentara sibuk memindahkan barang dari satu tenda ke tenda lainnya. Tentara sibuk dengan tugasnya masing-masing, sementara di sisi lain beberapa tentara berlalu-lalang dengan sibuk.

Bella masih mengawasi dari atas menara. Ia mengeluarkan teropong satu lensanya. Melalui lensa itu, ia melihat tentara sibuk mengangkut tumpukan mayat ke mobil bak. Tumpukan mayat itu penuh dengan luka dan darah. Bella masih tidak tahu apa penyebabnya. Apakah terkena penyakit?

Bella menurunkan teropongnya sembari terus memperhatikan. Matanya terbuka lebar, terperanjat menatap sesuatu yang mengerikan di balik tumpukan mayat itu.

1
Tri Rahayu Amoorea
jos
Coco: Terima kasih kakak 🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!