NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Panggil Aku 'Ibu'

Mireya tersenyum. “Belum tentu. Kalau kita tanam sendiri, kamu pasti akan sangat menyukainya.”

Elden menggeleng. “Tidak mungkin.”

“Kita lihat saja nanti.”

Mereka terus berjalan. Mireya memperhatikan tanah di sekelilingnya. Semakin jauh dari rumah utama, semakin jelas terlihat beberapa bagian perkebunan yang kurang terawat.

Banyak tanaman tumbuh tidak beraturan. Sebagian lahan bahkan tampak kosong.

Mireya berhenti. Ia mencoba berjongkok untuk memeriksa kondisi tanah di sana.

Namun baru setengah turun, gerakannya melambat.

“Ah…” Mireya mengernyit.

Ternyata posisi sesederhana itu tidak semudah yang ia bayangkan. Ia akhirnya berhasil berjongkok, meskipun harus menahan napas sejenak.

“Entah sejak kapan jongkok saja jadi sesulit ini,” gumamnya.

Elden memperhatikannya dari samping. Kepalanya miring. Kemudian ia menatap boneka gajah kecil yang tadi dibawanya.

Boneka itu ia dudukkan di tanah. Elden menatap bonekanya.

Kemudian menatap Mireya. Lalu membandingkan keduanya. Matanya membesar.

“Mireya…”

“Hm?”

“Kamu lucu.”

Mireya menoleh. “Kenapa?”

Elden menunjuk boneka gajahnya. “Kamu mirip dia kalau duduk.”

Mireya terdiam. Kemudian wajahnya langsung berubah. “Elden!”

Anak itu tertawa. “Hahaha!”

“Kamu tidak boleh menertawakan orang yang sedang bekerja!”

“Tapi kamu sangat lucu! Mirip sekali dengan Bona gajah kecilku.”

Mireya mendengus. “Biar saja. Yang penting aku tetap bisa mendapatkan uang.”

Namun, Elden tidak memahami yang dibicarakan kembaran Bona itu.

Ia akhirnya fokus kembali pada tanah di depannya. Tangannya menyentuh permukaan tanah.

'Masih terasa lembap.'

Mireya mengambil sedikit tanah, lalu meremasnya di antara jari. Ia mengamati teksturnya beberapa saat. Matanya perlahan berbinar.

“Hmm…”

Elden yang tadi tertawa langsung mendekat. “Kenapa?”

Mireya menunjukkan tanah di tangannya. “Bagus.”

"Apanya?" tanya Elden bingung. Tangannya ikut mengaduk-aduk tanah yang ada dalam genggaman Mireya.

“Tanahnya ...” ucap Mireya singkat.

“Oooo...” Bibir Elden membulat. “Memangnya tanah bisa bagus?”

Mireya tersenyum. “Bisa. Tanah yang baik itu penting kalau kita mau mendapatkan tanaman yang bagus.”

Elden mengangguk-angguk meskipun tampaknya belum benar-benar mengerti.

Mireya menatap lahan di sekelilingnya. “Sayang sekali…”

“Kenapa?”

“Tanah sebagus ini dibiarkan.”

Elden memiringkan kepala. “Mireya bisa memperbaikinya?”

Mireya tersenyum. “Tentu.”

“Kalau begitu, perbaiki ya ...”

Mireya tertawa. “Memangnya kamu pemilik kebunnya?”

Elden mengangkat dagu. “Ini semua milik ayahku.”

Mireya langsung terdiam. Ia perlahan berdiri dan menatap perkebunan yang terbentang luas di hadapannya. Kemudian pandangannya beralih ke rumah besar di kejauhan.

'Berarti semua ini benar-benar milik Tuan Arven?'

Mireya belum tahu seberapa luas sebenarnya tanah yang dimiliki pria itu.

Namun satu hal langsung muncul dalam pikirannya. Kalau ia benar-benar akan tinggal di sini… ia tidak mungkin membiarkan tanah sebagus ini terus terbengkalai.

Mireya menepuk-nepuk tangannya. Begitu juga tangan Elden yang sempat ikut memainkan tanah. “Elden.”

“Hm?”

“Besok kita mulai.”

“Mulai apa?”

“Berkebun.”

Elden tersenyum. “Baik ... Nanti kita akan tanam semua ya? Bona juga mau aku tanam. Biar bisa tumbuh kayak Mireya.”

Mireya menatap Elden. Matanya sedikit menyipit. "Bocah, kamu tak boleh memanggil namaku seperti itu."

Elden tampak sedikit terkejut. "Lalu aku panggil apa?"

"Aku ke sini untuk menjadi ibu. Jadi, kamu harus memanggilku dengan 'Ibu.' Coba panggil aku 'Ibu'!" perintahnya.

"Ibu," ucap Elden.

Mireya menahan senyumnya. Lima tahun pernikahan dengan Syahzan, tak pernah memiliki kesempatan untuk dipanggil 'ibu.'

Yang ada hanya lah hinaan dari Syahzan dan ibunya, yang menyebutnya 'Si Gendut Mandul.'

Mendengar Elden memanggilnya dengan “Ibu” ternyata membuat dadanya terasa hangat.

"Besok Elden dan Ibu akan berkebun," ucap Mireya kembali.

Kemudian Elden mengulurkan kelingking. “Janji?”

Mireya tersenyum lalu mengaitkan kelingkingnya. “Janji.”

Elden bersorak kecil. “Besok kita tanam bayam!”

Mireya tertawa. “Boleh. Tapi saat panen, kamu harus mau makannya ya.”

Elden langsung menggeleng. “Tidak mau.”

“Katanya mau menanam.”

“Menanam boleh. Makan tidak.”

Mireya memegang dahinya. “Anak ini…”

Dari kejauhan, tanpa mereka sadari, Arven sedang berdiri di teras rumah. Tatapannya tertuju kepada keduanya.

Perempuan itu baru datang beberapa jam. Namun sudah berhasil membuat Elden tersenyum. Sekarang dia bahkan ingin mengurus perkebunan.

Arven menghela napas pelan. “Perempuan aneh.”

Namun sudut bibirnya terangkat sangat tipis. Hanya sesaat. Sebelum kembali datar seperti biasa.

Tidak ada yang menyadari bahwa sejak hari itu, kehidupan rumah Zarreti tidak akan pernah sama lagi.

Perempuan yang awalnya datang hanya untuk mencari pekerjaan… perlahan akan menjadi satu-satunya perempuan yang ada di rumah itu.

Dan bagi Elden, Mireya bukan lagi sekadar pengasuh.

Mireya adalah ibu yang ia pilih.

*bersambung*

1
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kontrak oh kontrak🤔
Aidil Kenzie Zie
astaga Mireya tinggal bilang kita menikah setelah 2hri aku cerai itu aja masih berbelit-belit 🤣🤣🤣🤣
mending jujur daripada mantan mertua yang mengacaukan semua greget sama Mire
mimief
kau tau ven
trauma diselingkuhi itu kyk kangker dufalam tubuh,ga keliatan tapi sakitnya nyata. merasuk Ampe kedalam aliran darah dan otak kita tanpa kita sadari
selalu mempertanyakan apakah kita cukup baik
apakah ini semua karena salah kita?
apakah ada g kurang dr kita?
sampai mati pasti kebawa🥹🥹
Mau nya lupa
maunya ga dipikirin
tapi...🫣🥹🥹
Esther
Mireya trauma dgn pernikahan sblmnya.
Dia takut nasib pernikahannya akan sama dgn sebelumnya
mimief: selalu semangat y ka
ga ada yg salah dr kita
mang mereka aja yg punya penyakit selingkuh 🥹
total 1 replies
mimief
ya ..ga ada selamanya ven
bahkan sekelas artis sebelah aj yg lagi rame
ketemu yg baru,setengah mampus nyerein istrinya 🤣🤣.
katanya yg baru dipilih karena lemah lembut.
hei...kami juga awalnya kembang desa
pas lama nikah jadi kembang api🤣🤣🤣
apalagi pengalaman mireya yg paket komplit...🥹
Esther
Terus terang saja sama Arven, jangan main rahasia2an Mireya.
mimief
jgnkan rumah nya
hatinya aja ga ada gerbang nya di KK
ga ada yg jagain🤣🤣🤣
mimief: insecure dia kk
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
kok nggak ada penjaga yang menghentikan dia🤔🤔🤔
mimief
ngomongin masalah Iddah kali y?
Iddah itu berlaku pas suami ngucapin talak kan?
nah...si b4ngs4t itukan nalak nya udah lama...lebih dr 3 bulan kali
di pengadilan mah tinggal ketik pali doank
wahhhh....begini orang yg ga ngerti agama sok sok an mau pake dalili agama
Dini Anggraini
Mireya kamu sebaiknya terus terang saja sama arven rahasia besarmu daripada nanti arven tahu dari Nanda dan dilebihkan banyak rahasiamu mending dari kamu saja meskipun ujungnya kamu akan di usir dari rumah itu yang penting rahasiamu sudah terungkap sendiri. Kan kamu sudah punya uang gajimu itu bisa buat kamu buka usaha di dekat rumah ortumu di kampung bila arven mengusikmu nanti.
Sri Widiyarti
penasaran rahasia apa sih mireya...
mimief: tapi kan...Iddah diitung pas suami nalak KA
kyknya diliat kasus mireya
mantannya udah lama,atau emang selalu ngomong cerai tanpa sadar...
kan geblek masih ngituu masa Iddah yg harusnya udah selesai dr kapan tau.
di pengadilan mah...cuman proses administrasi nya aja
total 2 replies
Dewi kunti
ayo lawan mireya
Aidil Kenzie Zie
masih berharap Mireya mau balik lagi sama kalian 🤭🤭 jangan mimpi 😝😝😝
Sri Widiyarti
lanjut kak semangat up-nya...
mimief
tambah penasaran, sebenarnya apa yg disembunyikan..
tapi bener Lo
kita yg terbiasa di sajikan pisau didepan mata,tetibaan dikasih bunga
pasti bingung kan ya🫣🥹🥹
mimief: tapi bener kan? ...🤣🤣
orang biasa nya disakiti tiba tiba di treatment kyk princess
antara takut, bingung,atau malah insecure.
orang yg terbiasa diperlakukan ga manusiawi
tetibaan di treatment ok
jujur takut lah
sama aku juga,heii..
di dunia ini ga ada yg namaymakan siang gratis 🤣🤣🫣
total 2 replies
Esther
👍👍 ceritanya bagus
SoVay: makasi kaka
total 1 replies
Esther
Kamu senyum apa nyengir Arven🤭😁
SoVay: seringai kak 🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
jujur saja ngapa
Esther
ada apa dgnmu Mireya
Sri Widiyarti
lanjut kak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!