NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:174.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Panggil Aku 'Ibu'

Mireya tersenyum. “Belum tentu. Kalau kita tanam sendiri, kamu pasti akan sangat menyukainya.”

Elden menggeleng. “Tidak mungkin.”

“Kita lihat saja nanti.”

Mereka terus berjalan. Mireya memperhatikan tanah di sekelilingnya. Semakin jauh dari rumah utama, semakin jelas terlihat beberapa bagian perkebunan yang kurang terawat.

Banyak tanaman tumbuh tidak beraturan. Sebagian lahan bahkan tampak kosong.

Mireya berhenti. Ia mencoba berjongkok untuk memeriksa kondisi tanah di sana.

Namun baru setengah turun, gerakannya melambat.

“Ah…” Mireya mengernyit.

Ternyata posisi sesederhana itu tidak semudah yang ia bayangkan. Ia akhirnya berhasil berjongkok, meskipun harus menahan napas sejenak.

“Entah sejak kapan jongkok saja jadi sesulit ini,” gumamnya.

Elden memperhatikannya dari samping. Kepalanya miring. Kemudian ia menatap boneka gajah kecil yang tadi dibawanya.

Boneka itu ia dudukkan di tanah. Elden menatap bonekanya.

Kemudian menatap Mireya. Lalu membandingkan keduanya. Matanya membesar.

“Mireya…”

“Hm?”

“Kamu lucu.”

Mireya menoleh. “Kenapa?”

Elden menunjuk boneka gajahnya. “Kamu mirip dia kalau duduk.”

Mireya terdiam. Kemudian wajahnya langsung berubah. “Elden!”

Anak itu tertawa. “Hahaha!”

“Kamu tidak boleh menertawakan orang yang sedang bekerja!”

“Tapi kamu sangat lucu! Mirip sekali dengan Bona gajah kecilku.”

Mireya mendengus. “Biar saja. Yang penting aku tetap bisa mendapatkan uang.”

Namun, Elden tidak memahami yang dibicarakan kembaran Bona itu.

Ia akhirnya fokus kembali pada tanah di depannya. Tangannya menyentuh permukaan tanah.

'Masih terasa lembap.'

Mireya mengambil sedikit tanah, lalu meremasnya di antara jari. Ia mengamati teksturnya beberapa saat. Matanya perlahan berbinar.

“Hmm…”

Elden yang tadi tertawa langsung mendekat. “Kenapa?”

Mireya menunjukkan tanah di tangannya. “Bagus.”

"Apanya?" tanya Elden bingung. Tangannya ikut mengaduk-aduk tanah yang ada dalam genggaman Mireya.

“Tanahnya ...” ucap Mireya singkat.

“Oooo...” Bibir Elden membulat. “Memangnya tanah bisa bagus?”

Mireya tersenyum. “Bisa. Tanah yang baik itu penting kalau kita mau mendapatkan tanaman yang bagus.”

Elden mengangguk-angguk meskipun tampaknya belum benar-benar mengerti.

Mireya menatap lahan di sekelilingnya. “Sayang sekali…”

“Kenapa?”

“Tanah sebagus ini dibiarkan.”

Elden memiringkan kepala. “Mireya bisa memperbaikinya?”

Mireya tersenyum. “Tentu.”

“Kalau begitu, perbaiki ya ...”

Mireya tertawa. “Memangnya kamu pemilik kebunnya?”

Elden mengangkat dagu. “Ini semua milik ayahku.”

Mireya langsung terdiam. Ia perlahan berdiri dan menatap perkebunan yang terbentang luas di hadapannya. Kemudian pandangannya beralih ke rumah besar di kejauhan.

'Berarti semua ini benar-benar milik Tuan Arven?'

Mireya belum tahu seberapa luas sebenarnya tanah yang dimiliki pria itu.

Namun satu hal langsung muncul dalam pikirannya. Kalau ia benar-benar akan tinggal di sini… ia tidak mungkin membiarkan tanah sebagus ini terus terbengkalai.

Mireya menepuk-nepuk tangannya. Begitu juga tangan Elden yang sempat ikut memainkan tanah. “Elden.”

“Hm?”

“Besok kita mulai.”

“Mulai apa?”

“Berkebun.”

Elden tersenyum. “Baik ... Nanti kita akan tanam semua ya? Bona juga mau aku tanam. Biar bisa tumbuh kayak Mireya.”

Mireya menatap Elden. Matanya sedikit menyipit. "Bocah, kamu tak boleh memanggil namaku seperti itu."

Elden tampak sedikit terkejut. "Lalu aku panggil apa?"

"Aku ke sini untuk menjadi ibu. Jadi, kamu harus memanggilku dengan 'Ibu.' Coba panggil aku 'Ibu'!" perintahnya.

"Ibu," ucap Elden.

Mireya menahan senyumnya. Lima tahun pernikahan dengan Syahzan, tak pernah memiliki kesempatan untuk dipanggil 'ibu.'

Yang ada hanya lah hinaan dari Syahzan dan ibunya, yang menyebutnya 'Si Gendut Mandul.'

Mendengar Elden memanggilnya dengan “Ibu” ternyata membuat dadanya terasa hangat.

"Besok Elden dan Ibu akan berkebun," ucap Mireya kembali.

Kemudian Elden mengulurkan kelingking. “Janji?”

Mireya tersenyum lalu mengaitkan kelingkingnya. “Janji.”

Elden bersorak kecil. “Besok kita tanam bayam!”

Mireya tertawa. “Boleh. Tapi saat panen, kamu harus mau makannya ya.”

Elden langsung menggeleng. “Tidak mau.”

“Katanya mau menanam.”

“Menanam boleh. Makan tidak.”

Mireya memegang dahinya. “Anak ini…”

Dari kejauhan, tanpa mereka sadari, Arven sedang berdiri di teras rumah. Tatapannya tertuju kepada keduanya.

Perempuan itu baru datang beberapa jam. Namun sudah berhasil membuat Elden tersenyum. Sekarang dia bahkan ingin mengurus perkebunan.

Arven menghela napas pelan. “Perempuan aneh.”

Namun sudut bibirnya terangkat sangat tipis. Hanya sesaat. Sebelum kembali datar seperti biasa.

Tidak ada yang menyadari bahwa sejak hari itu, kehidupan rumah Zarreti tidak akan pernah sama lagi.

Perempuan yang awalnya datang hanya untuk mencari pekerjaan… perlahan akan menjadi satu-satunya perempuan yang ada di rumah itu.

Dan bagi Elden, Mireya bukan lagi sekadar pengasuh.

Mireya adalah ibu yang ia pilih.

*bersambung*

1
Erna Masliana
tamat... bagus ceritanya
Erna Masliana
ya tujuanmu apa .. awalnya kan anak.. kenapa tiba-tiba serakah.. balik lagi cuman anak aja jangan ganggu rumah tangga orang gak baik
Erna Masliana
Pendem terus sampe bisulan
Erna Masliana
kamu pernah menikah juga bedanya kamu beneran putus hubungan dg mantan.. yang ini mantan serakah ingin merebut posisimu.. jadi kamu harus lebih pintar
Erna Masliana
baguslah Mireya mulai pinter
Erna Masliana
s serakahnya
Erna Masliana
Nindy pengangguran apa lagi cuti
Erna Masliana
kamu jebak Arven biar sampe hamil punya anak berharap jadi nyonya tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi mu gitu... kenapa tidak move on..
Erna Masliana
dari sekian banyak murid..aneh banget bisa semuanya terpengaruh.. padahal anak anak tuh biasanya ngeyel loh
Erna Masliana
mamvus... kalo mau bertemu anak ..ya baik baik bertamu dg benar.. ini mah niatnya udah bukan anak lagi tapi keserakahan
Erna Masliana
maksa.. inti na mah..teu bogoh..teu hayang..bogohna ka Mireya
Erna Masliana
ganggu bae s Mireya
Erna Masliana
heh..jauh y
Erna Masliana
Pak Can bijak 👍
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!