NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: tamat
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:479.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Teng teng teng!

Bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring di seluruh area Sekolah Internasional Royal Star.

Luna merapikan buku-buku pelajarannya dan memasukkannya ke dalam tas putri duyung kesayangannya.

"Luna, besok kamu bawa bekal apa?" tanya Kenzo berdiri di samping meja Luna.

"Aku belum tahu Kenzo, mungkin ayam goreng atau sosis sapi," jawab Luna tersenyum sambil menyandang tasnya.

"Kalau begitu besok aku akan bawa ayam katsu, biar kita bisa bertukar bekal lagi ya?" tawar Kenzo merapikan kacamata tebalnya.

Luna mengangguk antusias menyetujui tawaran teman barunya itu.

"Tentu saja boleh! Sampai jumpa besok Kenzo!" pamit Luna melambaikan tangan kecilnya dan berjalan keluar kelas.

Di pelataran lobi sekolah, limusin hitam panjang milik keluarga Wegan sudah menunggu tepat di depan karpet merah.

Leon sengaja meluangkan waktunya di tengah jam kerja yang sibuk hanya untuk menjemput putri kesayangannya pulang sekolah.

Klek.

Pintu limusin terbuka dan Luna langsung melompat masuk ke dalam pelukan hangat ayahnya.

"Halo Princess Papa! Bagaimana hari pertamamu di sekolah?" sapa Leon mencium aroma keringat anak kecil bercampur bedak dari tubuh putrinya.

"Sekolah itu menyenangkan sekali Papa! Luna punya teman baru namanya Kenzo!" lapor Luna dengan wajah sangat ceria.

Leon merasa sangat lega melihat senyum lebar putrinya yang menandakan tidak ada hal buruk yang terjadi.

"Syukurlah kalau kamu senang sayang. Apa gurunya ada yang jahat?" tanya Leon memastikan keamanan anaknya sekali lagi.

Luna menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Gurunya sangat baik Papa, tapi ada satu anak perempuan yang nakal di kelasku tadi pagi," adu Luna teringat kejadian dengan Chloe.

Mendengar ada anak yang nakal pada putrinya, raut wajah Leon seketika berubah menjadi serius dan dingin.

"Siapa anak itu? Apa dia memukulmu atau menarik rambutmu?" tanya Leon memeriksa seluruh tubuh putrinya dengan teliti.

"Tidak Papa, dia cuma menyuruhku pindah tempat duduk dan menghina tas putri duyungku," jelas Luna menceritakan kronologinya.

"Tapi Luna tidak menangis dan Luna sudah menjawabnya seperti yang Papa ajarkan semalam," tambah gadis kecil itu dengan bangga.

Leon menaikkan sebelah alisnya merasa tertarik dengan kelanjutan cerita dari mulut anaknya.

"Oh ya? Coba beritahu Papa, apa yang kamu katakan pada anak nakal itu?" pancing Leon tersenyum tipis.

"Luna bilang, Papaku namanya Leon Wegan dan bisa membeli seluruh sekolah ini," jawab Luna menirukan intonasi suaranya tadi pagi.

Mendengar jawaban yang sangat persis dengan gaya bicaranya saat mengancam lawan bisnis, Leon langsung tertawa lepas.

Hahaha!

"Pintar sekali putri Papa ini! Itulah darah Wegan yang mengalir di tubuhmu," puji Leon mengacak-acak rambut Luna.

"Asisten Budi," panggil Leon pada asistennya yang duduk di kursi penumpang depan.

"Iya, Tuan Besar," jawab Asisten Budi menoleh ke belakang.

"Cari tahu siapa nama anak perempuan yang mencari masalah dengan putriku tadi pagi," perintah Leon dengan nada suara yang kembali menjadi sedingin es.

"Saya sudah menerima laporannya dari kepala sekolah tiga jam yang lalu, Tuan Besar," jawab Asisten Budi sangat profesional.

"Nama anak itu Chloe, putri tunggal dari Direktur Utama Perusahaan Kosmetik Viona, Tuan Anton," lapor pria berjas hitam itu membacakan data di tabletnya.

Leon mendengus meremehkan saat mendengar nama perusahaan yang sangat tidak asing di telinganya.

"Perusahaan Viona? Perusahaan pemasok bahan baku kosmetik rendahan yang bulan lalu baru saja memohon perpanjangan kontrak pada perusahaanku?" tanya Leon mengingat-ingat.

"Benar sekali, Tuan. Perusahaan mereka sangat bergantung pada pasokan bahan kimia dari anak perusahaan Wegan Group," jawab Asisten Budi membenarkan.

"Putus semua kontrak pasokan mereka hari ini juga," perintah Leon dengan kejam tanpa memikirkan kerugian perusahaan tersebut.

"Biar pria bernama Anton itu tahu diri dan belajar cara mendidik anaknya yang sombong itu," lanjut Leon bersandar di kursi mobil.

"Siap laksanakan, Tuan Besar," jawab Asisten Budi langsung mengetikkan perintah pemutusan kontrak kerja sama di tabletnya.

Di saat limusin hitam itu melaju tenang kembali ke kediaman Wegan, badai kepanikan sedang melanda kantor pusat Perusahaan Kosmetik Viona.

Anton, Direktur Utama perusahaan tersebut, sedang duduk santai di ruangannya sambil merokok cerutu mahal.

Brak!

Pintu ruangannya didorong terbuka dengan sangat kasar oleh sekretaris pribadinya yang berwajah pucat pasi.

"Tuan Anton! Gawat Tuan! Ini gawat besar!" teriak sekretaris wanita itu dengan napas tersengal-sengal.

Anton mengerutkan keningnya merasa terganggu dengan teriakan seketarisnya itu.

"Ada apa sih teriak-teriak? Tidak sopan sekali masuk ruanganku tanpa mengetuk pintu," tegur Anton mematikan cerutunya di asbak.

"Wegan Group, Tuan! Perusahaan anak cabang Wegan Group baru saja mengirimkan email pemutusan kontrak pasokan bahan baku secara sepihak!" lapor sekretaris itu menyerahkan dokumen cetak.

Mata Anton seketika membelalak lebar seolah mau melompat keluar dari kelopaknya.

"Apa kau bilang?! Pemutusan kontrak?! Kenapa tiba-tiba begini?!" jerit Anton merebut kertas itu dan membacanya dengan tangan gemetar.

"Saya juga tidak tahu alasannya Tuan, email itu datang langsung dari departemen hukum kantor pusat Wegan Group," jawab sekretaris itu ikut panik.

"Kalau bahan baku dari mereka berhenti masuk besok pagi, ketiga pabrik produksi kita akan lumpuh total Tuan!" tambahnya menyebutkan konsekuensi terburuk.

Anton menyeka keringat dingin yang mulai bercucuran sebesar biji jagung di dahinya.

"Pasti ada kesalahpahaman di sini! Aku tidak pernah mencari masalah dengan Tuan Leon Wegan!" racau Anton kebingungan mencari penyebabnya.

Tiba-tiba ponsel di atas meja kerja Anton berbunyi nyaring menampilkan panggilan dari wali kelas Chloe di sekolah Royal Star.

Anton mengangkat telepon itu dengan perasaan firasat buruk yang mulai menjalar di hatinya.

"Halo, dengan Bapak Anton? Maaf mengganggu waktu kerja Bapak," sapa guru perempuan itu dari seberang telepon.

"Iya benar, ada apa dengan anakku? Apa Chloe membuat masalah lagi di sekolah?" tanya Anton memijat keningnya yang berdenyut pusing.

"Bukan masalah besar Pak, Chloe hanya sedikit bersitegang dengan teman sekelasnya tadi pagi soal tempat duduk," jelas guru itu dengan nada hati-hati.

"Cuma masalah tempat duduk kan? Ibu hukum saja anak yang berani melawan anakku itu! Aku kan donatur besar di sekolah itu!" bentak Anton melampiaskan kepanikannya pada guru tersebut.

"Maaf Pak Anton, tapi anak yang ditantang oleh Chloe tadi pagi adalah Nona Luna Wegan," jawab guru itu memberikan bom waktu di telinga Anton.

"Putri tunggal dari Tuan Leon Wegan, pemilik dari Wegan Group," lanjut guru itu memberikan penegasan yang sangat mematikan.

Jantung Anton seolah berhenti berdetak detik itu juga saat mendengar nama keluarga anak yang diganggu oleh putrinya.

Telepon di tangannya terlepas dan jatuh membentur meja kerjanya dengan bunyi benturan yang cukup keras.

Prak!

"Luna... Luna Wegan? Putri kandung Leon Wegan si iblis pencabut nyawa itu?" gumam Anton dengan wajah pucat seperti mayat hidup.

Semua teka-teki pemutusan kontrak secara mendadak tadi akhirnya terjawab sudah dengan sangat jelas dan masuk akal.

1
Lusianna Barus
Leon setelah luna masuk SD ( sekolah dasar ) berikan luna guru pelatih beladiri . Anak perempuan harus bisa jaga diri saat dewasa nanti
Ragil Saputri
segera Leon, jgn buang-buang waktu lgi, bawa Luna segera, n cari Siska, dia hrs bayar mahal dh bikin putrimu sengsara
Ragil Saputri
bawa Luna berobat, n tes DNA sekalian biar lebih jelas klo Luna anakmu Nabila
Lusianna Barus
Yahh..semoga nanti luna menjadi anak cerdas dn pintar , sopan ,dn Semoga nabila hamil supaya luna punya teman adik lelaki ❤❤❤
Lusianna Barus
Kedatangan sinta pasti ada yg nyuruh dia mendatangi pesta itu untuk membuat onar
Lusianna Barus
Leon dn Nabila jangan biarkan sinta masuk kerumahmu ? Sinta licik sama kayak siska dn rakus dia berniat jahat pd luna ingin menhambil kalug luna .
Lusianna Barus
❤❤❤❤❤❤ 👍👍👍👍
Lusianna Barus
Semoga nanti kelakuan bianca yg sombong , angkuh , berubah menjadi baik . Kalo sifatnya yg angkuh itu slalu dipeliharanya dia tidak punya teman hanya kesusahan yg slalu menimpanya .
Lusianna Barus
/Drool//Drool//Drool//Good//Good//Good//Good//Good/
Lusianna Barus
Semoga mereka bertiga slalu dilimpahi kebahagian sampai slama lamanya ❤❤❤❤
Lusianna Barus
Terima pekyiksaan yg diberikan leon itu rosalina 😡
Lusianna Barus
Rosalina sudah menerima mimpinya 😄 siap siaplah rosalina ..
Lusianna Barus
Kehadiran luna suasana rumah leon menjadi hidup kembali . Semoga kehadiran luna menambah berkah , rejrki pada perusahaan leon . Nabila masukkan luna sekolah TK , potong rambut luna supaya kesislan nya yg dibuat siska hilang semua . Luna dibuat les privat belajar hurup dn angka ❤❤❤
Lusianna Barus
Bagus leon siapapun yg ikut campur tangan menyiksa dn menukar putrimu hancurkan semua sampai habis . Walaupun salah satu penghancur itu keluargamu jangan berikan ampun karena penderitaan yg dirasakan luna sangat tragis dn menyakutkan . Jangan buat mereka cepat mati itu terlalu enak baginya buat siksaan pelan pelan 😡
Lusianna Barus
Semoga leon dn nabila menyuruh asistennya menitipkan bianca ke panti asuhan . Supaya bianca bisa dinasehati dn didiksn , bianca masih terlalu kecil hidup dijalanan
Lusianna Barus
Orang tua bianca itu sangat kejam yaitu siska dn herman mau aja disuruh orang menukar bayi nabila dengan bayi siska mereka bekerja sama dengan suster rini dn tante wegan mak coblangnya 😡😡😡
Lusianna Barus
Leon berikan kado istimewa pada tantemu rosalina itu ..jangan biarkan tante itu merusak rumah tanggamu , prusahaanmu , dn dua bidadarimu yg cantik dn lembut ❤❤❤
Lusianna Barus
Leon dn nabila ..bianca tidak tahu soal penukaran bayi itu hanya orang tuanya , suster iitu yg tahu bianca hanya korban sm dengan luna tp setidaknya leon dn nabila menempatkan bianca ke panti asuhan supaya bianca tidak kelaparan , punya tempat tinggal , dn diberikan pendidikan , tata krama . Supaya suatu saat nanti bianca tidak punya dendam tp dia bisa mengerti .
Khay Wati
sedih sekali. liat nasib luna
Khay Wati
samapi ikut nangis. saking terharu nya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!