"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"
Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.
"Menunggumu? Hmmph!
"Kau tidak pantas!"
Kalimat itu menghantam arena seperti petir.
"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.
"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"
"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?
"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"
"Dasar sampah!"
Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.
Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: Tamu Istimewa Akademi Tianyan
"Kalau memang ingin mati, maju saja!"
Feng Zhengxiong berdiri di depan putranya.
Qi Sejati di tubuhnya bergolak hebat, membuat udara di sekitar panggung terasa berat.
Yang Qingyun juga tidak mundur.
Tiga generasi muda terbaik Keluarga Yang telah dilumpuhkan oleh Feng Wuchen. Amarah yang menumpuk di dadanya sudah hampir menghapus akal sehat.
Namun tepat ketika keduanya hendak bergerak—
"Hentikan!"
Sebuah suara tegas menggema dari kejauhan.
Bersamaan dengan itu, tekanan yang jauh lebih besar turun di atas arena.
Wajah para kultivator di sekitar panggung berubah.
"Alam Inti Asal!"
Sebuah bayangan melesat dari atap bangunan.
Dalam sekejap, seorang pria berjubah abu-abu sudah berdiri di antara Feng Zhengxiong dan Yang Qingyun.
Usianya sekitar tiga puluhan.
Tatapannya tajam, tetapi wajahnya tetap tenang.
Feng Zhengxiong langsung mengenalinya.
"Mentor Li."
Yang Qingyun juga menahan auranya.
"Mentor Li, mengapa Anda berada di Kota Wushuang?"
Li Feng tersenyum tipis.
"Tetua Su mengutusku untuk menjemput Feng Wuchen."
Ia melirik panggung yang retak akibat duel sebelumnya.
"Kebetulan aku datang tepat waktu dan sempat melihat pertarungan yang cukup menarik."
Yang Qingyun mengepalkan tangan.
Kehadiran Akademi Tianyan membuatnya tidak lagi bisa bertindak sembarangan.
Li Feng memang hanya seorang Mentor.
Namun di belakangnya berdiri seluruh Akademi Tianyan.
"Hmph!"
Yang Qingyun hanya mampu mendengus dan mundur.
Keluarga Yang segera membawa Yang Tiansen pergi.
Feng Zhengxiong tidak mengejar.
Ia berbalik kepada Feng Wuchen.
"Chen'er."
"Karena Tetua Su sudah mengirim orang menjemputmu, pergilah."
"Jangan lupa urusan racun dinginnya."
Feng Wuchen mengangguk.
"Aku ingat."
Sorakan langsung terdengar dari pihak Keluarga Feng.
"Tuan Muda Ketiga!"
"Tuan Muda Ketiga!"
Setelah kemenangan Feng Wuchen atas Yang Tiansen, pandangan warga Kota Wushuang terhadapnya benar-benar berubah.
Sebulan lalu, mereka masih menyebutnya sampah.
Sekarang?
Seorang pemuda Tingkat Delapan Alam Tempa Tubuh baru saja menjatuhkan praktisi Alam Pemurnian Qi dengan satu pukulan.
"Empat tingkat dalam satu bulan..."
"Sekarang siapa yang masih berani menyebut Feng Wuchen sampah?"
"Jiwa Bertarung Tingkat Dua macam apa yang bisa berkembang secepat itu?"
"Tidak heran Tetua Su sangat menghargainya."
Feng Wuchen tidak memedulikan pembicaraan tersebut.
Ia sudah terlalu sering mendengar pendapat orang berubah hanya karena kekuatan.
Ling Xiaoxiao mendekat.
"Kakak Feng."
"Aku ikut."
Feng Wuchen menatapnya.
"Ke Akademi Tianyan?"
Ling Xiaoxiao langsung mengangguk.
"Kalau begitu ikutlah."
Ia tersenyum.
"Pergi sendirian memang membosankan."
Ling Xiaoxiao langsung terlihat senang.
Xiao Qingqing justru mendekat dengan ekspresi khawatir.
"Chen'er."
Ini adalah pertama kalinya Feng Wuchen akan meninggalkan Kota Wushuang selama hidupnya.
Meskipun hanya menuju Akademi Tianyan, hati seorang ibu tetap sulit tenang.
"Jaga dirimu."
"Jangan sembarangan mencari masalah."
Feng Wuchen tersenyum kecut.
"Ibu, kenapa terdengar seolah aku yang suka mencari masalah?"
Feng Zhengxiong tertawa.
"Yang perlu dikhawatirkan justru orang-orang yang mencari masalah dengannya."
Xiao Qingqing memelototi suaminya.
Namun beberapa anggota keluarga malah tertawa.
Li Feng memperhatikan Feng Wuchen dari samping.
Setelah melihat duel barusan, ia mulai memahami alasan Tetua Su memberikan perhatian begitu besar kepada pemuda ini.
Jiwa Bertarung Tingkat Dua?
Kalau hanya melihat pertarungannya, tidak ada seorang pun yang akan percaya.
"Sudah siap?"
"Ya."
Li Feng mengangkat dua jari ke mulut.
Siuuut!
Siulan tajam menembus langit.
Beberapa saat kemudian, pekikan burung terdengar dari balik pegunungan.
Semua orang mendongak.
Seekor burung raksasa berwarna merah menyala muncul di cakrawala.
Sayapnya membentang lebar.
Setiap kepakan menghasilkan hembusan angin kuat.
"Burung Darah Merah!"
"Binatang Buas Tingkat Dua milik Akademi Tianyan!"
Burung tersebut turun perlahan ke tengah arena.
Tubuhnya cukup besar untuk membawa beberapa orang sekaligus.
Li Feng melompat lebih dulu.
Feng Wuchen dan Ling Xiaoxiao menyusul.
Banyak pemuda memandang iri.
Bahkan ketika Mo Ling'er dan Lin You masuk Akademi Tianyan, mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus seperti dijemput langsung menggunakan Burung Darah Merah.
"Berangkat."
Li Feng menepuk leher burung tersebut.
Kraaak!
Burung Darah Merah mengepakkan sayap.
Angin kencang langsung menerbangkan debu di sekitar panggung.
Kemudian tubuhnya melesat ke udara.
Kota Wushuang semakin kecil di bawah mereka.
Feng Wuchen yang baru pertama kali terbang sempat mengernyit ketika angin kencang menghantam wajahnya.
Ling Xiaoxiao justru terlihat sangat terbiasa.
Li Feng memperhatikannya sebentar sebelum beralih kepada Feng Wuchen.
"Feng Wuchen."
"Hm?"
"Kau benar-benar hanya membangkitkan Jiwa Bertarung Tingkat Dua?"
Feng Wuchen tertawa.
"Seluruh Kota Wushuang menyaksikannya."
Li Feng menggeleng.
"Kalau begitu, kau benar-benar aneh."
Ia tidak bermaksud mengejek.
Justru sebaliknya.
"Naik empat tingkat dalam sebulan. Bahkan di Akademi Tianyan, aku belum pernah melihat murid dengan kecepatan seperti itu."
Ia terdiam sejenak.
"Dan pertarunganmu tadi..."
"Kau tidak bertarung seperti pemuda berusia enam belas tahun."
Feng Wuchen hanya tersenyum.
"Aku hanya beruntung."
Li Feng jelas tidak percaya.
Namun ia tidak bertanya lebih jauh.
Setiap orang memiliki rahasia.
Pandangannya kemudian beralih kepada Ling Xiaoxiao.
Ia mencoba merasakan kultivasi gadis tersebut.
Alam Pemurnian Qi Tingkat Enam.
Dengan usia sekitar lima belas atau enam belas tahun.
Li Feng hampir mengira dirinya salah menilai.
"Dari kekuatan mana gadis ini berasal?"
Akademi Tianyan mengumpulkan banyak jenius dari seluruh Kekaisaran Api.
Namun bahkan di sana, bakat seperti Ling Xiaoxiao sangat jarang.
Dan anehnya...
gadis itu terus berada di samping Feng Wuchen.
Tiga jam kemudian, sebuah kompleks bangunan besar mulai terlihat di kejauhan.
Akademi Tianyan.
Bangunan-bangunan megah berdiri berlapis di antara pegunungan.
Lapangan luas, menara tinggi, aula latihan, dan berbagai kediaman murid tersusun seperti sebuah kota kecil.
Burung Darah Merah perlahan turun.
Setelah mendarat, Li Feng membawa keduanya melewati gerbang utama.
"Mentor Li!"
Para murid yang berpapasan segera memberi hormat.
Namun setelah itu, hampir semua tatapan beralih kepada dua orang di belakangnya.
Terutama Ling Xiaoxiao.
"Gadis itu siapa?"
"Cantik sekali..."
"Murid baru?"
"Mustahil. Penerimaan murid sudah selesai sebulan lalu."
Beberapa murid laki-laki bahkan terus menoleh sampai hampir menabrak temannya sendiri.
Feng Wuchen mulai merasa keputusan membawa Ling Xiaoxiao mungkin akan mendatangkan banyak masalah.
"Kakak Feng!"
Sebuah suara gembira terdengar dari depan.
Lin You berlari menghampiri.
Feng Wuchen tersenyum.
"Lin You."
Namun setelah memperhatikannya lebih dekat, matanya sedikit menyipit.
"Tingkat Satu Alam Pemurnian Qi?"
Lin You tertawa bangga.
"Bagaimana?"
"Cepat juga."
"Semua berkat lingkungan akademi."
Lin You kemudian menyadari Ling Xiaoxiao.
Wajahnya langsung berubah.
"Tunggu..."
Ia menatap gadis itu.
"Tingkat Enam Alam Pemurnian Qi?!"
Ling Xiaoxiao hanya tersenyum.
Feng Wuchen memperkenalkan,
"Dia Ling Xiaoxiao."
"Temanku."
Lin You segera memberi hormat.
"Nona Ling."
Ling Xiaoxiao mengangguk ringan.
Namun pada saat yang sama, dari antara kerumunan murid, sepasang mata sedang menatap mereka tanpa berkedip.
Mo Ling'er.
Ia sudah melihat Feng Wuchen sejak pertama kali pemuda itu memasuki lapangan.
Namun yang membuatnya benar-benar tidak nyaman adalah gadis di sampingnya.
Cantik.
Bahkan jauh lebih cantik daripada kebanyakan wanita yang pernah ia lihat.
Dan kultivasinya...
jauh di atas dirinya.
Mo Ling'er tanpa sadar mengepalkan tangan.
Feng Wuchen juga melihatnya.
Tatapan mereka bertemu.
Namun hanya sesaat.
Feng Wuchen kemudian mengalihkan pandangan seolah melihat orang asing.
Tidak ada kerinduan.
Tidak ada rasa sakit.
Tidak ada kemarahan.
Justru sikap itulah yang membuat hati Mo Ling'er semakin sesak.
"Dia benar-benar mengabaikanku?"
Ling Xiaoxiao juga menyadari keberadaan Mo Ling'er.
Ia tidak perlu bertanya untuk mengetahui siapa perempuan itu.
Tatapan tersebut sudah menjelaskan segalanya.
"Jadi dia Mo Ling'er."
Ling Xiaoxiao tersenyum tipis.
Lalu, tanpa mengatakan apa pun, tangannya merangkul lengan Feng Wuchen.
Lebih erat dari biasanya.
Feng Wuchen menoleh.
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa."
Ling Xiaoxiao tersenyum polos.
Namun dari kejauhan, wajah Mo Ling'er langsung membeku.
Di sampingnya berdiri seorang pemuda dari Keluarga Huangfu.
Pemuda yang dulu pernah mengalahkan Feng Wuchen.
Tatapannya sendiri sempat terpaku pada Ling Xiaoxiao.
"Dia memang cukup cantik..."
Mo Ling'er langsung menoleh tajam.
"Kalau menurutmu dia cantik, kenapa tidak kau kejar saja?"
Pemuda Huangfu tersentak.
"Ling'er, aku bukan bermaksud—"
Mo Ling'er sudah berbalik pergi.
"Ling'er!"
Ia buru-buru mengejar.
Sementara berjalan menjauh, wajah Mo Ling'er semakin dingin.
Bayangan Ling Xiaoxiao merangkul Feng Wuchen terus muncul di pikirannya.
Yang lebih membuatnya marah adalah satu kenyataan yang tidak bisa ia bantah.
Baik kecantikan maupun bakat...
Ling Xiaoxiao berada di atas dirinya.
"Siapa sebenarnya gadis itu?"
Mo Ling'er menggertakkan gigi.
Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Feng Wuchen...
ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Mungkin orang yang ia buang dahulu...
benar-benar sudah mulai berjalan menuju dunia yang tidak lagi mampu ia jangkau.
......................
Bersambung...
Tolong share ke teman-temanmu 🙏
Dan biar aku tambah semangat nulisnya...
# Like 🙏
# Komen 🙏
# Share 🙏
# Hadiah 🙏
# Ulasan ⭐⭐⭐⭐⭐ 🙏
# Vote 🙏