NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah

Ketiga temannya langsung saling berpandangan, kemudian ikut tersenyum lebar. Sonia bahkan segera mendekati salah satu kotak yang masih terbuka dan matanya langsung berbinar melihat barang di dalamnya.

“Ya ampun, Shan! Lihat ini!” seru Sonia dengan penuh kekaguman. “Bukankah ini yang edisi terbatas itu? Aku pernah melihatnya di majalah, katanya cuma ada tiga di seluruh dunia!”

Shania langsung tersenyum semakin lebar. Ia melirik Kirana sekilas, seolah sengaja ingin menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih disayangi dan diperhatikan daripada kakaknya.

Aura kemudian menunjuk sebuah kotak panjang yang berisi sepasang sepatu mewah. “Yang ini juga luar biasa! Aku pernah dengar harganya mencapai ratusan juta.”

Rosa tidak mau kalah, ia menunjuk sebuah kotak beludru yang terbuka dan memperlihatkan kalung berlian berkilauan di dalamnya.

“Kalung ini bahkan katanya hanya ada satu di dunia!” seru Rosa dengan mata berbinar. “Shania, kau benar-benar beruntung.”

Sonia mengangguk berkali-kali. “Pantas saja Julian begitu tergila-gila padamu. Dia benar-benar tahu cara memanjakan calon tunangannya.”

“Benar,” sahut Aura sambil tertawa. “Kalau aku jadi kau, mungkin aku sudah pamer ke seluruh kota.”

Shania semakin besar kepala mendengar pujian tersebut. Ia sengaja berjalan mendekati Kirana, kemudian dengan santai menggeser tubuh kakaknya menjauh dari meja tempat hadiah-hadiah itu diletakkan.

“Maaf, ya, Kak,” ujar Shania dengan senyum manis yang justru terdengar menyindir. “Ini hadiah mahal dari calon tunanganku. Aku takut kalau Kakak menyentuhnya, nanti malah rusak.”

Kirana menatap Shania beberapa detik. Ia tidak membantah ataupun menunjukkan kemarahan, hanya mengangkat sebelah alis sebelum kembali melirik para pelayan yang tampak kebingungan.

Keempat gadis itu kembali sibuk mengagumi barang-barang tersebut.

Shania bahkan sudah membayangkan bagaimana dirinya akan membawa semua hadiah itu ke kamarnya dan memamerkannya kepada Julian.

“Shan, kau harus mengucapkan terima kasih yang manis kepada Julian,” ujar Sonia. “Pria seperti dia memang pantas mendapatkan pasangan sepertimu.”

Shania tersenyum puas. “Tentu saja. Aku tahu dia sangat menyayangiku.”

Tapi kegembiraan mereka tiba-tiba terhenti ketika suara langkah kaki terdengar dari arah pintu utama.

Seorang pria berpakaian rapi masuk ke ruang tamu, dan begitu melihat tumpukan hadiah yang sedang dikerumuni Shania beserta teman-temannya, keningnya langsung berkerut.

“Minggir semua,” ujar pria itu dengan suara dingin.

Keempat gadis tersebut menoleh bersamaan.

Pria itu adalah Marco, asisten pribadi Kendra Wu. Tatapannya berpindah dari Shania, Sonia, Aura, dan Rosa, lalu berhenti pada hadiah-hadiah yang seharusnya diberikan kepada Kirana.

Tanpa banyak bicara, Marco melangkah maju dan meminta mereka menyingkir dari meja. “Tolong jangan menyentuh barang-barang itu.”

Shania yang merasa terusik langsung mengerutkan kening. “Apa yang Anda lakukan?”

Marco tetap tenang. “Saya yang seharusnya menanyakan hal itu. Kenapa kalian mengerumuni hadiah milik orang lain?”

Shania mendengus. “Milik orang lain? Ini hadiah dari calon tunanganku untukku!”

Sonia langsung mengangguk mendukung. “Benar. Kami hanya melihat-lihat sebentar.”

Marco menatap mereka dengan ekspresi datar. “Calon tunangan Anda?”

Shania mengangkat dagu dengan bangga. “Ya. Dari Julian.”

Marco terdiam sesaat, kemudian mengalihkan pandangan kepada Kirana yang berdiri tidak jauh dari sana. Setelah itu, ia kembali menatap Shania dan berkata dengan suara dingin.

“Sayangnya, Anda salah.”

Senyum Shania perlahan menghilang. “Apa maksud Anda?”

Marco memberi isyarat kepada para pelayan untuk berdiri di samping hadiah-hadiah tersebut. “Hadiah-hadiah ini dikirim khusus untuk Nona Kirana.”

Ruang tamu seketika sunyi.

Marco kemudian melanjutkan dengan tegas, “Semua barang ini dikirim atas perintah Tuan Muda Kendra Wu.”

Senyum Sonia, Aura, dan Rosa langsung membeku.

Shania bahkan sampai tidak mampu berkata-kata selama beberapa detik. “Tidak mungkin!”

Marco menatapnya tanpa ekspresi. “Saya tidak punya alasan untuk berbohong mengenai hal tersebut, Nona.”

Shania masih menatap tumpukan hadiah itu dengan wajah tidak percaya. Rasa malu yang baru saja dirasakannya perlahan berubah menjadi kemarahan, apalagi ketika ia melihat Kirana berdiri dengan tenang seolah semua barang mewah tersebut memang sudah menjadi miliknya.

“Tidak adil!” seru Shania tiba-tiba. Ia menunjuk ke arah hadiah-hadiah itu dengan wajah kesal. “Kak Kirana tidak pantas mendapatkan semua ini hanya karena dia calon istri Tuan Kendra.”

Marco menatapnya datar. “Kenapa tidak pantas?”

“Dia berasal dari desa!” jawab Shania tanpa ragu. “Dia bahkan tidak tahu apa-apa tentang kehidupan keluarga seperti kami. Apa haknya mendapatkan barang-barang semahal ini?”

Sonia langsung mengangguk. “Benar, Tuan. Shania sudah lama tinggal di keluarga Lin, sedangkan Kirana baru saja kembali.”

Aura ikut menyahut, “Lagipula, barang-barang seperti ini seharusnya diberikan kepada orang yang benar-benar bisa menghargainya.”

Rosa mengangguk setuju. “Kalau hanya karena pernikahan, kenapa harus sebanyak ini?”

Marco memandangi mereka satu per satu. Tatapannya semakin dingin dan jijik karena menurutnya mereka sudah terlalu jauh mencampuri urusan tuannya.

“Pantas atau tidak pantas, bukan kalian yang menentukan,” katanya tegas. “Yang berhak menentukan adalah Tuan Kendra sendiri.”

Shania terdiam, tetapi Marco belum selesai. “Kalau kalian merasa hadiah seperti ini seharusnya menjadi milik kalian, silakan minta calon tunangan kalian membelinya, jangan merebut milik orang lain.”

Wajah Shania langsung berubah.

Marco kemudian melirik barang-barang yang sejak tadi mereka banggakan. “Lagipula, meskipun kalian mengenakan barang mahal, itu tidak otomatis membuat kalian terlihat berkelas.”

Sonia, Aura, dan Rosa langsung terdiam.

Marco melanjutkan dengan nada datar, “Sesuatu yang palsu tetaplah palsu, seberapa mahal pun harganya. Sedangkan berlian asli, mau kalian sembunyikan seperti apa pun, tetap akan menjadi berlian asli.”

“Ka–kau ....” Shania mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

Ia tidak menyangka seorang asisten berani mempermalukannya di depan teman-temannya. Terlebih lagi, tidak ada satu pun dari ketiga sahabatnya yang berani membantah perkataan Marco.

Di tengah suasana yang semakin tegang, terdengar suara kecil dari arah Kirana.

“Heheh3hli.”

Semua orang menoleh.

Kirana ternyata sedang menahan tawa kecil sambil menatap Shania. Ekspresi wajahnya terlihat santai, seolah ia baru saja menyaksikan pertunjukan yang cukup menghibur.

Shania langsung menatap tajam. “Apa yang kau tertawakan?”

Kirana tidak menjawab. Ia justru berjalan mendekati Shania yang masih berdiri di depan meja hadiah.

Tanpa basa-basi, Kirana menggeser tubuh Shania ke samping agar tidak menghalangi jalannya. Gerakannya sederhana, tetapi cukup membuat Shania terhuyung satu langkah dan menatap kakaknya dengan wajah terkejut.

“Kau!” seru Shania kesal.

Kirana sama sekali tidak peduli.

Ia mengambil buku kecil yang selalu dibawanya, kemudian menulis beberapa kata dengan cepat. Setelah selesai, ia mengangkat kertas tersebut ke arah Marco.

“Tolong bawa semuanya ke kamarku.”

Marco membaca tulisan itu, lalu langsung mengangguk. “Baik, Nona Kirana.”

Ia kemudian memberi isyarat kepada para pelayan. “Kalian dengar sendiri. Bawa semua hadiah ini ke kamar Nona Kirana dan pastikan tidak ada yang tertinggal.”

“Baik, Tuan,” jawab para pelayan serempak.

Satu per satu mereka mulai mengangkat kotak-kotak hadiah tersebut. Sonia, Aura, dan Rosa hanya bisa berdiri terpaku melihat barang-barang yang tadi mereka kagumi dibawa pergi dari hadapan mereka.

Shania semakin mengepalkan tangannya ketika melihat hadiah-hadiah itu meninggalkan ruang tamu. Namun, yang paling membuatnya kesal adalah sikap Kirana yang sama sekali tidak terlihat peduli terhadap kemarahannya

lkKirana hanya berbalik dan berjalan menuju tangga. Sebelum naik, ia sempat menoleh sebentar kepada Shania dengan tatapan mengejek.

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!