NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Lucas

Deru mesin jet pribadi memecah kegelapan dini hari di bandara Sydney. Tepat pukul tiga subuh, pesawat mewah itu bergerak meluncur di landasan pacu sebelum akhirnya mengangkasa membelah langit malam.

​Di dalam kabin penumpang yang luas dan sunyi, Lucas Damarion Clinton duduk terpaku di kursi kulitnya. Pandangan mata abu-abu gelapnya menatap lurus keluar jendela, menyaksikan kerlip lampu kota Sydney yang perlahan mengecil dan menghilang di balik awan.

​Penerbangan menuju London ini akan memakan waktu belasan jam. Jika sesuai jadwal dan pergerakan cuaca di atas Eropa tidak memburuk, jet tersebut diperkirakan mendarat di London sekitar pukul tiga atau empat sore.

​Seorang pramugari mendekat dengan langkah sangat pelan, membungkuk sopan. "Tuan Clinton, apakah Anda membutuhkan hidangan hangat atau minuman sebelum istirahat?"

​"Kopi hitam. Tanpa gula," jawab Lucas singkat tanpa memalingkan wajahnya.

​"Baik, Tuan. Segera saya bawakan."

​Lucas merogoh saku jasnya, mengambil ponsel satelit dan mendial nomor asisten pribadinya di London. Sambungan terhubung pada deringan pertama.

​"Selamat malam, Tuan Lucas. Atau selamat subuh di Sydney," sapa suara Ben yang tenang di seberang telepon.

​"Ben," panggil Lucas dengan suara berat yang menahan ketegangan.

"Bagaimana situasi di sana?"

​"Nyonya Alexa berada di kamarnya, Tuan. Beliau mengabarkan pihak rumah sakit bahwa beliau akan datang untuk pemeriksaan besok pagi pukul sembilan."

​Rahang Lucas mengetat seketika. "Tahan dia, Ben. Jangan biarkan dia melangkah ke rumah sakit sebelum aku mendarat di London."

​Ben terdengar tertegun sejenak di seberang sana. "Tuan... Anda benar-benar terbang kembali ke London sekarang? Bagaimana dengan penandatanganan kontrak kerja sama proyek Sydney pagi nanti?"

​"Batalkan," pangkas Lucas dingin tanpa ada keraguan sedikit pun.

​"Tapi Tuan, nilai investasi proyek itu mencapai puluhan miliar dolar—"

​"Aku tidak peduli dengan puluhan miliar dolar itu, Ben!" potong Lucas dengan intonasi yang meninggi, membuat pramugari yang baru saja meletakkan cangkir kopi di mejanya sedikit terperanjat dan buru-buru mundur.

​Lucas menetralkan napasnya yang memburu, lalu melanjutkan dengan suara rendah yang menuntut.

"Kondisikan pihak rumah sakit. Geser jadwal dokternya menjadi pukul empat sore. Katakan ada kendala administrasi atau apa pun. Yang penting, pastikan Alexa tidak mendaftar sendirian."

​"Baik, Tuan Lucas. Saya akan mengurusnya sekarang juga," jawab Ben patuh.

​"Laporkan setiap pergerakannya padaku," pangkas Lucas sebelum mematikan sambungan secara sepihak.

​Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, memejamkan mata rapat-rapat. Pikirannya kacau balau. Kalimat Alexa di telepon beberapa jam lalu terus bergaung di kepalanya seperti mimpi buruk.

​“Aku bisa mengisi formulir pendaftaran nanti sebagai orang tua tunggal.”

​Kalimat itu sederhana, namun sanggup membakar emosi dan membantai ego Lucas hingga berkeping-keping. Bagaimana bisa wanita itu berpikir untuk mencoret namanya dari dokumen anak mereka? Apakah Alexa benar-benar berniat menghapus keberadaannya dari hidup wanita itu?.

​Lucas mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Rasa marah dan gelisah menyatu, membuatnya tidak bisa duduk tenang. Di dalam hatinya yang biasa dingin dan rasional, sebuah doa asing terselip, ia berharap waktu bisa berputar lebih cepat dan penerbangan ini tidak tertahan cuaca buruk, agar ia bisa menahan Alexa sebelum wanita itu melangkah terlalu jauh.

​Perubahan Alexa selama tiga hari terakhir ini benar-benar menyiksanya. Lucas merasa seperti orang gila. Selama tiga hari di Sydney, ponselnya tak pernah lepas dari genggaman. Ia sengaja menunggu, mengharapkan rentetan pesan singkat atau panggilan telepon dari Alexa seperti yang biasa wanita itu lakukan jika ditinggal pergi. Dulu, ia akan merasa risih dengan kelakuan manja Alexa. Namun saat wanita itu mendadak bungkam tanpa kabar, hampa yang aneh mendadak menggerogoti dadanya.

​Dan ketika nama Alexa akhirnya muncul di layar ponselnya tadi malam, ada setitik rasa lega dan harapan yang muncul di hati Lucas. Ia mengira akan mendengar sapaan manja atau rengekan menuntut perhatian dari istrinya. Namun yang ia dapatkan justru suara dingin, tenang, dan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya merasa seperti seorang penjahat yang tak punya hati.

​Lucas mengecap rasa pahit di lidahnya saat mengingat kehadiran Catherine di kamar hotelnya tadi malam.

​Wanita itu tiba-tiba datang mengetuk pintu suite room-nya tanpa diundang, memohon bantuan karena ada masalah teknis pada tim produksi pemotretannya di Sydney. Lucas yang merasa terganggu memilih masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan berganti pakaian, berniat menyuruh sekretarisnya mengurus masalah Catherine.

​Siapa sangka Catherine justru bersikap begitu lancang dengan mengangkat panggilan telepon di ponsel pribadinya saat ia berada di kamar mandi?.

​Lucas sangat membenci privasinya diganggu oleh siapa pun. Tindakan Catherine yang berpura-pura seolah mereka sedang memiliki hubungan dekat di kamar hotel benar-benar menyulut kemarahannya. Itulah mengapa ia membentak Catherine dan mengusirnya malam itu juga.

​Namun nasi sudah menjadi bubur. Alexa sudah terlanjur salah paham, dan parahnya lagi, Alexa bahkan tidak terlihat cemburu atau marah. Wanita itu justru menerima fakta tersebut dengan kepasrahan yang dingin.

...***...

​Pukul empat lewat lima belas menit sore, langit kota London tampak mendung dan tertutup awan tebal. Roda jet pribadi Lucas akhirnya menyentuh landasan bandara setelah sempat tertahan arus cuaca di atas dataran Eropa.

​Begitu pintu pesawat terbuka, Lucas melangkah cepat turun dari tangga. Udara dingin London menyapa wajahnya, namun tidak sanggup mendinginkan hatinya yang membara.

​Di ujung bangunan, sebuah sedan Maybach hitam sudah bersiaga dengan pintu belakang yang dibuka oleh Ben.

​"Tuan," sapa Ben singkat seraya menunduk.

​Lucas langsung masuk ke dalam mobil. "Bagaimana dengan Alexa?"

​Ben menutup pintu dan segera duduk di kursi pengemudi, menjalankan mobil melaju keluar dari area bandara menuju rumah sakit pusat kota.

​"Nyonya Alexa sempat mempertanyakan perubahan jadwal dokter yang mendadak, Tuan," lapor Ben seraya menatap spion tengah.

"Beliau sedikit bingung kenapa jadwalnya diubah dari pagi menjadi pukul lima sore, tetapi akhirnya beliau menyetujuinya."

​"Apakah dia curiga?" tanya Lucas kaku, merapikan jasnya yang sedikit kusut.

​"Tidak, Tuan. Nyonya Alexa mengira jadwal dokter memang sedang padat," jawab Ben kaku namun sopan.

"Saat ini Nyonya Alexa masih berada di rumah, baru saja bersiap-siap untuk berangkat."

​Lucas bernapas lega, meski raut wajahnya tetap mengeras. "Bagus."

​Keheningan melingkupi kabin mobil selama beberapa menit. Ben mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil.

​"Tuan Lucas," panggil Ben pelan, memecah kesunyian.

​"Bicara," sahut Lucas pendek.

​"Apakah Anda benar-benar berniat menemani Nyonya Alexa ke dokter kandungan?" tanya Ben kaku.

"Ini pertama kalinya Anda membatalkan urusan bisnis penting hanya untuk mendampingi beliau."

​Lucas mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menyaksikan bangunan-bangunan tua London yang terbias sinar sore yang redup.

​"Aku adalah ayah dari bayi itu, Ben," balas Lucas dengan nada suara rendah namun tegas.

"Aku tidak akan membiarkan dia menuliskan namanya sebagai orang tua tunggal di dokumen mana pun."

​Ben terdiam di balik kemudi. Ia dapat menangkap ketakutan yang tersirat di balik nada dingin tuannya. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun bekerja pada Lucas Damarion Clinton, Ben melihat pria perkasa itu tampak panik dan tidak berdaya hanya karena seorang wanita berusia 21 tahun yang mulai berpaling darinya.

​"Percepat kecepatannya, Ben," perintah Lucas kaku.

"Jangan sampai kita terlambat satu menit pun."

​"Baik, Tuan," sahut Ben, menekan pedal gas lebih dalam, membelah jalanan London menuju tempat di mana wanita itu berada.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.🥰

1
ina
sedihnya alexa
Sribundanya Gifran
thor kpn pernikahannya diresmikan,setidaknya ada catatan buku nikah secara sah walau belum pesta, kasian anakny nanti mau sekolah susah
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
It's me Ri🥕: Sabar ya kak🙏
total 1 replies
Dila Dilabeladila
ko jadi curiga sm chatherine ya??????.🤔🤔🤔🤔
It's me Ri🥕: Waduhhh... bisa jadi
total 1 replies
Dewi Anggraeni
keluarga Lucas udah tau keburukan keluarga Cathrine
Sumawita
apa sih rencana keluarga nya lucas pada Alexa
Isma Nayla
mungkinkah Alexa di jebak bibinya sendiri?🤔
lanjut thor
It's me Ri🥕: Hmmm... bisa jadi
total 1 replies
Shuttttttttttt
ayoo up lagi
Kusii Yaati
tapi tidak ada salahnya juga kan kalau Lucas mau memperbaiki rumah tangga mereka.kecuali Lucas sendiri yang menginginkan perceraian itu
Dewi Anggraeni
Aduh Lucasss ... yg gak jelas itu sikap /Hammer/, bukannya diumumkan pembatalan pertunangan dgn Catherine
Dewi Anggraeni
Pasti yg menjebak Alexa sm Lucas ortunya 🤭,mungkin ortunya Lucas udah tau sifat aslinya Catherin /CoolGuy/
Kusii Yaati
alexa bukan anak kandung mungkin 🤭
Ita Putri
tapi kyknya keluarga clinton semua sayang sama alexa
Ita Putri
🤣aturan dr mana orang lain gk boleh nyakitin istrinya tp malah dia sendiri yg buat istrinya nangis ketakutan 😭
Ita Putri
jangan " yg njebak Alexa & Lucas malam itu Orlando sama Esmeralda 🤣
It's me Ri🥕: Wkwkwkwk... Entahlah 🤭 Sepertinya bukan sihh
total 1 replies
mery harwati
Masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang masa lalu Alexa
JasmineA
kek nya keluarga Lucas maunya Alexa yg jadi mantu mereka bukan Catherine
It's me Ri🥕: Jeng... Jeng... Jeng... Rahasia 😁
total 1 replies
Wulan
pasti dalang dr pernikahan Lucas dan Alexa ,, Mami n papi ny lucas
Bela Viona: nunggu reaksi lucas 🤭
total 3 replies
Susi Nugroho
Semoga keluarga lucas mau menerima Alexa.... Di tunggu lanjutannya....
Potatoes 🥔
Bagus banget.🥰
mery harwati
Aq baca dulu Alexa sampai tamat ah, kuatir malah gak keburu baca kisah novel yang baru karena aq bisa nyantai baca klo udah beres bekerja 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!