NovelToon NovelToon
Abi Baik, Abi Gak Jahat

Abi Baik, Abi Gak Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: Eritasyofia

Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip Tentang Pasangan Beda Usia.

Baru saja Winta ingin bersiap siap ingin mengganti pakaiannya untuk menjumpai Rangga, tiba tiba mobil Dinda muncul di halaman rumah.

Jantung Winta berdegup kencang, seolah hendak melompat keluar dari dadanya. Tangannya yang memegang kancing baju mendadak gemetar. Ia berusaha menetralkan raut wajahnya agar Dinda tidak curiga.

" Ma, tadi ada gosip di kantor. Kawan Dinda pulang makan siang ketemu pasangan romantis di restoran, ceweknya udah berumur tapi cantik jadi tidak kelihatan tua, cowoknya gagah dengan rambut plontos dan brewok baru dicukur nampak menghijau, sayang kawan Dinda gak sempat ambil fotonya."

​"Rambut plontos... brewok tipis?"

bisik Winta pelan, suaranya nyaris tertahan di tenggorokan.

​Dinda yang menyender lemas di sofa mengangguk, lalu memijat pelipisnya.

"Iya, Ma . Kata temanku, si cowok kelihatan perhatian banget, menyuapi ceweknya di meja pojok restoran. Ceweknya padahal sudah agak berumur, tapi modis. Masalahnya..."

Dinda menggantung kalimatnya, membuat napas Winta makin memburu.

​"Masalahnya apa, Din?"

tanya Winta, berusaha keras menjaga nadanya agar tetap biasa dan anaknya gak curiga.

​"Masalahnya, temanku itu kenal sama si cowok. Katanya mirip banget sama Pak Rangga, bos di divisi sebelah. Tapi setahu dia, istri Pak Rangga itu masih muda dan modisnya beda gaya. Jadi heboh deh di kantor tadi."

​Deg!

​Darah Winta serasa berhenti mengalir. Keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya.

Jadi... Rangga gak membalas chatnya bukan hanya karena busy dengan istrinya, tapi juga makan siang romantis dengan wanita lain? Atau jangan-jangan... itu cerita tentang dirinya dan Rangga di masa lalu yang baru tersebar? Tidak, tidak mungkin. Yang diceritakan Dinda adalah kejadian baru-baru ini.

​Di tengah kecemasan yang membakar dada, layar ponsel Winta yang tergeletak di atas kasur menyala. Nama "Abi Rangga" muncul di layar, disertai getaran panjang.

​Winta dengan cepat menyambar ponselnya dan mematikan suaranya sebelum Dinda sempat melihat.

​"Mama kok kelihatannya panik gitu? Mau pergi ya?"

Dinda menatapnya curiga, matanya menyipit memperhatikan pakaian mamanya yang sudah setengah rapi.

​Winta menelan ludah, berusaha menyusun kata-kata.

​"Eh... enggak, Din. Mama cuma... mau ke apotek sebentar, beli obat buat kamu. Kamu kan lagi gak enak badan,"

alibi Winta cepat, meski hatinya menjerit ketakutan.

​Ponsel di genggamannya kembali bergetar. Pesan singkat dari Rangga masuk.

"Umi, Abi sudah sampai di kamar hotel. Abi tunggu ya sayang, jangan lama-lama."

​Membaca pesan itu, rasa mual dan panik makin berkecamuk di dada Winta. Di satu sisi, ia sangat merindukan Rangga dan sudah berjanji untuk bertemu. Di sisi lain, kedatangan Dinda yang mendadak serta cerita tentang pria berambut plontos dan brewok tipis itu membuat kepalanya mau pecah.

​Apakah Rangga benar-benar tulus padanya? Atau Rangga hanya memanfaatkan kebodohannya sementara di luar sana Rangga punya wanita lain selain dirinya dan Viona? Dan bagaimana kalau Dinda sampai curiga?

Perasaan cemburu mulai mengganggu pikiran Winta, dia tidak tahu bahwa gosip yang diceritakan Dinda adalah tentang dirinya dan Rangga waktu makan siang di restoran.

​"Nggak usah, Ma. Aku udah minum obat kok," sahut Dinda sambil memiringkan posisinya. "Tapi Ma... kalau Pak Rangga beneran selingkuh sama wanita yang lebih tua, jahat banget ya? Kasihan istrinya, kasihan juga wanita tua itu, cuma dijadiin mainan paling."

​Kata-kata Dinda menyengat ulu hati Winta. Air mata yang sejak tadi ditahannya mulai mendesak keluar. Winta berbalik membelakangi Dinda, menggenggam ponselnya erat-erat, bingung harus melangkah ke hotel menemui Rangga atau membatalkan semuanya detik ini juga.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!