Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Ketika sedang menscroll sosial media milik nya, Naila terkejut melihat ada banyak foto - foto diri nya bersama laki - laki yang tidak di kenal nya. Wajah laki - laki itu di tutup dengan stiker, sehingga tidak di kenali oleh orang lain.
Di sana tertulis jelas bahwa Naila berselingkuh di belakang suami nya, Naila laku menelusuri akun yang menyebarkan foto - foto berisi fitnah tersebut. Tapi dia tidak mengenali siapa pemilik akun - akun itu.
"Kurang ajar, aku yakin ini pasti ulah mas Rivan dan keluarga nya. Mereka membayar orang lain untuk mengedit foto - foto tersebut, karena Naila menolak memberikan uang hasil penjualan ruma pada mereka. Selain itu Naila juga menolak untuk kembali menampung Rivan dan keluarga nya untuk tinggal di apartemen nya.
"Ini tidak bisa di biarkan, dia yang selingkuh malah balik menuduk ku!" Guman Naila dengan geram.
Dreetttt, dreeett, dreeett
Ponsel Naila berdering, dan dia melihat nama Vina tertera di sana. Naila lalu menggeser lambang telepon berwarna hijau ke atas.
"Hallo Vin!" Sapa Naila saat menempel kan benda pipih tersebut di telinga nya.
"Hallo Nai, kamu udah lihat belum berita Viral tentang diri mu?" Tanya Vina dari seberang sana.
"Iya Vin, aku baru saja melihat nya. Aku yakin ini adalah ulah mas Rivan, mereka tidak ada kapok - kapok nya!" Jawab Naila.
"Iya, aku dan mas Pras mikir nya juga begitu. Apa yanh akan kau lakukan selanjut nya, Nai?" Tanya Vina lagi.
"Vin, sampaikan sama mas Pras, aku ingin ketemu sama dia secepat nya. Aku punya bukti- bukti yang bisa memberatkan Mas Rivan!" Naila berkata pada Vina.
"Baik lah, besok kita akan bertemu di tempat biasa. Aku dan mas Pras akan datang besok!" Jawab Vina lagi.
"Makasih banyak ya Vin, kau dan mas Pras mau membantu ku!" Ucap Naila dengan penuh haru.
"Santai aja Nai, kamu yang tenang ya. Jangan sampai terpancing emosi!" Vina memperingatkan Naila.
"Iya Vin!" Jawab Naila lagi.
Klik.
Sambungan telepon pun terputus, Naila meremas ponsel nya dengan geram. Kali ini dia tidak akan membiarkan Rivan terus - terusan mengganggu nya, Naila akan membalas semua nya sehingga Rivan dan keluarga nya hancur.
Saat ini Rivan telah tiba di sekitar apartemen Naila, dia berniat mempermalukan Naila kembali. Apalagi dia telah berhasil membayar sesorang agar mengedit foto Naila, dan membuat seolah - olah Naila memang selingkuh.
"Naila, kini tidak ada pilihan lain. Kau harus kembali pada ku, karena jika tidak aku akan membuat mu semakin malu!" Guman Rivan sambil tersenyum licik.
Tapi baru saja kaki nya akan melangkah masuk, tiba - tiba ponsel yang ada di saku celana nya berdering. Rivan mengurungkan niat nya, dia mengambil ponsel nya dan melihat nama sang ibu yang tengah memanggil nya.
"Ibu, ada apa lagi?" Tanya Irfan sambil mengernyitkan dahi nya.
Irfan langsung menggeser ikon biru di ponsel nya, dia lalu menempelkan benda pipih tersebut ke telinga nya.
"Hallo bu, ada apa?" Tanya Rivan.
"Rivan, kamu cepat pulang nak. Di rumah sedang ada masalah, kamu pulang segera ya!" Terdengar suara sang ibu dari seberang sana.
"Ada masalah apa, bu?" Tanya Rivan heran.
"Ini masalah mbak mu dan suami nya, kamu cepetan pulang ya, ibu tunggu di rumah!" Kembali bu Rima berkata.
"Baik lah bu, aku akan segera pulang!" Jawab Rivan pada akhir nya.
Rivan akhir nya mengurungkan niat nya untuk mempermalukan Naila, dia bergegas kembali ke rumah nya. Nada suara sang ibu penuh dengan kecemasan, Rivan takut terjadi hal buruk pada keluarga nya.
Rivan tiba di halaman rumah nya, dia melihat ada banyak orang berkumpul di sana. Di heran apa yang terjadi di rumah nya. Rivan bergegas masuk ke dalam rumah nya, dan di sana dia terkejut melihat seorang wanita hamil sedang duduk di samping Alan.
"Ada apa ini?" Tanya Rivan heran.
Di sana sudah ada pak Rt, bahkan ada bayak warga komplek yang berkumpul di sana.
"Pak Rivan, suami nya mbak Yuni menghamili wanita ini. Wanita ini minta pertanggung jawaban dari pak Alan!" Pak Rt menjelaskan duduk permasalahan nya.
"Kurang ajar, berani nya kau mengkhianati kakak ku!" Rivan sangat geram dengan perbuatan Alan.
Rivan langsung melayangkan kepalan tangan nya pada Alan, sehingga membuat Alan terhuyung. Sudut bibir Alan mengeluarkan darah segar, pak Rt dan yang lain nya berusaha memegang dan menenangkan Rivan.
"Pak Rivan, hentikan pak. Bapak bisa di tuntut karena menganiaya pak Alan!" Pak Rt mengingatkan Rivan.
"Laki - laki bajingan ini tidak pantas untuk di ampuni!" Ujar Rivan dengan geram.
"Lalu apa bedanya antara kau dan aku?" Kau juga selingkuh di belakang istri mu?" Alan berkata dengn senyuman yang penuh dengan ejekan.
"Tutup mulut mu!" Bentak Rivan yang semakin terpancing emosi.
"Sudah, sudah sekarang kita selesai kam masalah ini. Bagai man dengan Ana, pak Alan harus menikahi nya!" Pak Rt menenangkan semua orang.
"Yuni, maafkan aku Yuni. Aku tahu aku sudah bersalah pada mu!" Alan kembali memohon pada Yuni.
"Nikahi Ana malam ini, setelah itu keluar dari rumah ini dan bawa istri mu!" Yuni berkata dengan tegas.
"Tidak Yun, aku tidak mau pergi. Bagai mana dengan Aira jika aku pergi!" Alan membujuk Yuni.
"Apakah selama ini kau pernah perduli dengan Aira? Bahkan kau tidak pernah perduli dengan Aira, kau tidak pernah memenuhi kewajiban mu pada nya!" Yuni berkata dengan geram.
"Pak Rt, nikahkan mereka malam ini. Biar mereka bisa pergi malam ini juga!" Yuni berkata pada pak Rt.
Bu Rima sangat malu malam ini, tidak hanya menantu nya yang ketahuan selingkuh. Tapi putra nya juga ketahuan selingkuh, aib keluarga nya kini di ketahui oleh orang banyak.
"Lihat lah keluarga ini, semua nya tidak ada yang benar nya. Anak nya selingkuh, menantu nya juga selingkuh!" Terdengar bisik - bisik para tetangga.
"Itu karma untuk mereka, mereka sudah zalim sama menantu nya. Dan kini Tuhan membalas nya dengan memberikan hal yang sama pada anak perempuan nya!" Jawab ibu yang lain nya.
"Iya, kalau aku jadi Naila, sudah lama aku buang orang - orang toxic seperti mereka!" Timpal yang lain nya.
Bu Rima dan Yuni semakin malu dengan semua ucapan tetangga nya, tapi mereka tidak bisa membela diri. Karena kini Rivan pun sudah ketahuan selingkuh, di depan banyak orang Alan telah membuka rahasia yang selama ini di tutup rapat oleh keluarga ini.
'Oh Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi pada anak - anak ku? Apa salah ku Tuhan?' Jerit bu Rima di dalam hati.