NovelToon NovelToon
Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Yoselin berharap jika Edward akan mencintainya setelah pernikahan mereka berjalan selama dua tahun, tetapi sore itu Yoselin sadar sesuatu jika sampai kapanpun Edward tidak akan pernah meliriknya sedikitpun.

Sebuah pemandangan menyakitkan tertangkap mata Yoselin, Yoselin melihat Edward dan mantan kekasihnya Angela tengah berciuman diparkiran restoran, sejak saat itu juga hati Yoselin hancur, rasa percaya dirinya runtuh, saat itu juga Yoselin melepaskan Edward. Yoselin menyerah, disaat Yoselin mulai sibuk dengan dunianya, Edward merasa kehilangan, Edward mencoba memperbaiki tetapi dia sudah telat.

Di lain sisi seorang CEO bernama Javier Vernand Romero sangat tertarik dengan Yoselin, dia mengagumi Yoselin dari setiap sisi, Javier bertekad dalam hati jika dia akan memiliki Yoselin seutuhnya, tidak peduli Yoselin sudah menikah atau tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Temani Aku Ke Pesta Yoselin!

Keesokan harinya, sorak-sorai heboh mendadak pecah di ruangan Divisi Pemasaran Satu. Wajah-wajah lelah yang selama beberapa hari ini diselimuti kecemasan seketika berubah menjadi jauh lebih cerah. Tugas menakutkan yang sempat mengancam masa depan karier mereka akhirnya berhasil diselesaikan tepat sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

​Melihat hasil akhir kerja keras mereka di layar monitor, Yoselin hampir saja meneteskan air mata haru. Ia menatap kelima anggota timnya dengan pandangan sarat akan rasa bangga.

​"Kalian luar biasa," ucap Yoselin dengan suara bergetar menahan haru.

"Terima kasih banyak atas kerja keras dan dedikasi kalian yang tanpa batas. Tanpa kalian, kita tidak akan pernah sampai di titik ini."

​"Ini semua berkat kepemimpinan Bu Yoselin yang hebat!" sahut Rian antusias.

​Tanpa komando, mereka semua bergerak saling berpelukan erat di tengah ruangan, sebuah pelukan hangat sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan atas kekompakan tim mereka.

​Siang harinya, Yoselin sudah tiba kembali di gedung megah V. Corp. Langkah kakinya begitu mantap dan penuh percaya diri. Menginap di kantor selama tiga hari dua malam memang membuat Yoselin tidak sempat melakukan perawatan wajah atau tubuh secara maksimal. Ia hanya membersihkan diri secukupnya di fasilitas tempat istirahat yang disediakan kantornya untuk situasi darurat.

​Namun, penampilan Yoselin siang ini tetap memikat. Ia mengenakan kemeja satin berwarna soft pink dengan lengan yang digulung rapi hingga siku, dipadukan dengan celana kain putih panjang yang membalut indah tubuhnya yang bertinggi sekitar 160 cm. Sederhana, sopan, namun memancarkan keanggunan yang alami.

​Karena sudah membuat janji temu sebelumnya, pihak resepsionis langsung memberinya akses penuh menuju lantai teratas. Meskipun terlihat tenang dari luar, telapak tangan Yoselin sebenarnya cukup berkeringat. Ia harus bersiap menghadapi sosok Javier Vernand Romero, CEO berdarah dingin yang terkenal bertekad baja, bermulut pedas, dan tak ragu melakukan body shaming.

​Kini, Yoselin telah berdiri anggun di dalam ruang kerja Javier yang luas dan elegan. Di samping meja kerja Javier, berdiri sang asisten pribadi bernama Sergio yang berparas tak kalah tampan dari atasannya.

​Javier menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, menyunggingkan senyum remeh yang begitu kentara saat menatap Yoselin. Pria itu sangat yakin bahwa kedatangan wanita di depannya ini hanya untuk berlutut dan mengemis tambahan waktu.

​"Selamat siang, Pak Vernand," sapa Yoselin ramah seraya membungkuk sopan.

"Sesuai kesepakatan kita tiga hari yang lalu, saya datang untuk menyerahkan dan mempresentasikan hasil revisi keseluruhan proyek Beauty Habits."

​Javier menaikkan sebelah alisnya. "Oh? Kamu serius sudah menyelesaikannya? Atau kamu hanya membawa draf asal-asalan demi menghindari ancaman hukuman?"

​"Silakan Bapak nilai sendiri," balas Yoselin tenang sembari menyerahkan tablet dan dokumen cetak kepada Sergio.

​Yoselin mulai melangkah ke depan layar presentasi. Saat ia mulai berbicara, setiap kata yang keluar dari bibirnya terdengar begitu jelas, lugas, terstruktur, dan sangat menguasai materi. Tidak ada nada ragu atau ketakutan sedikit pun dari suaranya.

​Sergio yang ikut menyimak dengan cermat mulai melayangkan beberapa pertanyaan teknis yang tergolong rumit dan menjebak.

​"Nona Yoselin, bagaimana tim Anda menjamin bahwa modul pembaruan ini tidak akan mengganggu data klien lama di sistem kami?" tanya Sergio tegas.

​Tanpa jeda, Yoselin menjawab dengan sigap dan tenang. "Kami telah menerapkan sistem sandbox testing dengan melakukan data mirroring malam kemarin, Pak Sergio. Seluruh integrasi telah melewati simulasi tanpa cacat sedikit pun, sehingga keamanan data klien V. Corp dijamin seratus persen."

​Javier yang menyaksikan interaksi itu mendadak tertegun. Sepasang mata abu-abunya menatap tajam ke arah Yoselin.

"​Bagaimana bisa?" batin Javier terperanjat.

"Wanita mungil ini benar-benar mampu merombak ulang seluruh proyek raksasa ini hanya dalam waktu tiga hari? Ini tidak masuk akal!"

​Padahal Javier sudah membayangkan skenario Yoselin akan menangis terisak sambil memohon belas kasihan padanya hari ini. Namun yang ada di depannya sekarang adalah seorang wanita yang begitu percaya diri, cerdas, dan memesona dalam profesionalismenya.

​Pandangan mata abu-abu Javier perlahan menelusuri paras cantik nan teduh milik Yoselin. Dari jarak yang cukup dekat ini, Javier bisa melihat dengan jelas lingkaran hitam samar di bawah mata Yoselin, bukti otentik bahwa wanita ini telah bertarung habis-habisan dan mengorbankan waktu tidurnya demi membuktikan kemampuannya. Ada desakan rasa kagum yang asing dan samar menyusup ke dalam dada sang CEO.

​Dia tidak hanya berparas teduh, tapi juga memiliki ketahanan mental yang luar biasa, puji Javier dalam hatinya, meski wajahnya tetap dipasang setenang mungkin.

​Setelah sesi tanya jawab yang intens selesai, Yoselin mematikan layar presentasi lalu menatap Javier penuh harap.

​"Bagaimana, Pak Vernand? Apakah Bapak puas dengan hasil revisi yang kami bawakan hari ini?" tanya Yoselin dengan senyum tipis yang tulus.

​Javier sengaja berdehem pelan untuk menguasai kembali ekspresi wajahnya yang sempat terkagum-kagum. Ia mengambil dokumen di mejanya, berpura-pura memeriksa detail kecil.

​"Ehem... Secara keseluruhan, presentasimu cukup dapat diterima," ucap Javier dengan nada ketus yang dibuat-buat, mencoba menyembunyikan rasa impresifnya.

"Tapi ada dua titik korelasi warna pada packaging dan penempatan logo yang menurutku masih kurang presisi. Sergio, catat itu."

​Yoselin dengan cepat mengeluarkan catatan kecilnya. "Baik, Pak Vernand. Saya mencatatnya. Titik warna dan presisi logo akan kami koreksi sore ini juga."

​Javier memajukan tubuhnya, menopang dagunya dengan kedua tangan yang saling bertaut. Matanya menatap lurus ke arah Yoselin.

​"Harus aku akui, hasil kerjamu tidak seburuk yang aku bayangkan," ujar Javier tajam.

"Aku memutuskan untuk tetap menerima proyek ini dan melanjutkan kerja sama kita."

​Yoselin menghembuskan napas lega yang sangat panjang, binar kebahagiaan terpancar jelas dari matanya.

"Terima kasih banyak, Pak Vernand! Kami sangat menghargai—"

​"Tapi ada satu syarat," potong Javier cepat.

​Yoselin terhenti. "Syarat, Pak?"

​Javier tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sulit diartikan. "Malam ini V. Corp mengadakan pesta perayaan ulang tahun perusahaan di Hotel Grand Palace. Dan kamu, Yoselin... Harus menjadi pendampingku untuk menghadiri pesta nanti malam."

​"Apa?!" pekik Yoselin pelan karena terlalu terkejut.

​Bukan hanya Yoselin, Sergio yang berdiri di sebelah meja kerja Javier pun ikut melotot kaget. Sepanjang sejarah bekerja dengan Javier Vernand Romero, bosnya itu tidak pernah sekali pun membawa wanita sembarangan, apalagi perwakilan dari klien sebagai pendamping di acara resmi.

​Yoselin meringis ragu. "Maaf Pak Vernand, tapi apakah hal itu ada hubungannya dengan pekerjaan profesional kita? Saya rasa saya tidak—"

​Belum sempat Yoselin menolak, dari arah belakang tubuh Javier, Sergio dengan cepat menggerakkan tangannya, menggelengkan kepala secara samar dan memberikan kode isyarat tubuh yang seolah berpesan.

"Jangan membantah! Turuti saja jika tidak ingin proyek ini dibatalkan!"

​Yoselin menangkap sinyal darurat dari Sergio tersebut. Ia menelan ludah, berusaha menetralkan rasa terkejutnya. Menolak permintaan CEO angkuh ini saat ini sama saja dengan membuang seluruh kerja keras timnya yang telah berdarah-darah selama tiga hari terakhir.

​Yoselin menarik napas dalam-dalam, lalu kembali memoles wajahnya dengan senyuman ramah profesional.

​"Baik, Pak Vernand," jawab Yoselin pada akhirnya.

"Saya menerima syarat tersebut. Pukul berapa saya harus bersiap?"

​Javier menyunggingkan senyum puas, tak mampu menutupi rasa ketertarikannya yang kian membara pada wanita tangguh di hadapannya itu.

"Supirku akan menjemputmu jam tujuh malam. Jangan sampai terlambat, Yoselin."

Bersambung...

1
falea sezi
mampus lu daniel
falea sezi
Daniel Daniel oon🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Luna
ingat jika ada orang yg belum selesai dengan masa lalu nya jangan coba coba jadi pahlawan yg ada kamu cuma dianggap sekedar ada,,, apalagi kalo keduanya masih sama sama cinta ,jadi GK usah seperti korban drama,GK perlu nunggu 2 tahun ,5 bulan menikah kalo masih tak Sudi melihat mending pergi,
Luna
kenapa kamu mau yg menjadi pahlawan padahal sudah jelas dari awal,,,kamu berharap bisa dicintai,disini kamu bukan korban kamu sendiri yg cari penyakit, untuk apa mengobati luka orang lain tapi kamu sendiri tak ada yg ngobatin ,,,
Halimatun Saadiah
lanjut
Ruryn Amanda
ayo lanjut Thor,,😄
Ruryn Amanda
🤣🤣🤣dasar laki2 manipulatif,,licik,,penuh akal bulus tp q suka,,,,🤭
Ruryn Amanda
🤣🤣javierrr gue bius yaaaa,,,,
Ruryn Amanda
ayo Javier,,hancurkan si ed itu,,pebinor yg kudukung,,🤭
It's me Ri🥕: No no yaa🤣
total 1 replies
falea sezi
lanjut🤭
Sribundanya Gifran
lanjutthor
merry yuliana
crazy up yq kak💪💪💪🙏🙏🙏😍😍😍
Potatoes 🥔
Cerai ajalah🥺
Potatoes 🥔
Kurangajar emang Edward!
Sribundanya Gifran
lanjut
Mia Camelia
makin membara nih javier🤭
Gustinur Arofah
ceraikan Thor, terus kasih liat Edward klo angela tidak sebaik yg dia kira. biar menyesalnya double😁
hayasna
next
It's me Ri🥕
Hmm... ntahlah ya? Tunggu aja🤭🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!