NovelToon NovelToon
Kesalahanku Menyakitimu

Kesalahanku Menyakitimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Divty Hardyfani

Namaku Aliqa Mardika, setelah lulus SMA orangtuaku menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya, yang bernama Davin Aryasatya dia berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis di Rumah Sakit Swasta.

Dengan berat hati aku menerima perjodohan ini, dengan harapan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya.

Ternyata aku memasuki hubungan yang salah, pria yang di jodohkan dengan ku telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan kah pernikahan ini berjalan dengan semestinya?

Ini adalah novel pertama ku, mohon maaf jika mengalami kesalahan dalam penulisan, mohon koreksinya.

Ditunggu like, komen & vote nya ya reader.. terimakasih 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Divty Hardyfani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirumah Papa Mertua

"Sepertinya aku akan membuat kan nasi goreng untuk makan malam, semoga saja Papa suka dengan masakan buatan ku," gumam ku.

Cukup lama aku berkutat di dapur hingga akhirnya nasi goreng pun sudah siap untuk di hidangkan, ku masukan nasi goreng yang berada dalam wajan ke dalam mangkok besar kemudian segera ku taruh di atas meja makan tak lupa telur mata sapi yang telah ku goreng ku hidangkan di atas meja.

"Cepatlah menantu, Papa sudah tidak sabar ingin mencoba masakan mu."

"Sini biar Aliqa yang ambilkan nasi gorengnya pah, tambah goreng telur mata sapi di atasnya, pasti lebih enak," tutur ku dengan memuji masakan ku sendiri.

Aku mengambil kan nasi untuk Papa dan juga Mas Davin. Telihat Papa sudah mulai memakan nasi goreng buatan ku, sementara Mas Davin hanya terdiam menatap nasi goreng yang berada dalam piring di hadapannya, entah apa yang sedang dia pikirkan.

"Vin ko malah bengong? Enak loh masakan istri mu, Papa aja suka,"

"Iya pah Davin makan." Mas Davin mulai memasukan makanan kedalam mulutnya, tak ada penolakan, mungkin dia merasa tak enak jika marah-marah di hadapan Papanya.

"Menantu kau harus sering-sering menginap disini agar Papa bisa selalu merasakan masakan buatan mu, jangan Davin aja yang tiap hari makan masakan mu!"

"Uhuk.. uhuk.." Mas Davin tersedak mendengar ucapan Papa.

"Kalau gak enak, mending jangan di paksain buat terus di makan Mas, jadinya kan tersedak, ini di minum airnya" ucap ku dengan menyodorkan segelas air.

"Siapa bilang masakan mu gak enak menantu?"

Mas Davin segera menjawab pertanyaan Papa yang di tujukan padaku. "Masakan Aliqa enak Pah aku sering memakan nya, iya kan sayang," ucapnya dengan menggenggam tangan ku.

"Iya sayang, masakan ku pasti enak kan buatnya pake cinta," ucap ku dengan mengkerlingkan mata ke arahnya.

Mas Davin selalu berakting di depan Papanya agar kita terlihat seperti baik-baik saja. Semoga saja hubungan ku dengannya segera membaik, aku harus berhasil mendapatkan cinta suamiku.

"Papa sudah kenyang dan akan segera beristitahat. Terimakasih menantu nasi goreng buatan mu sangat enak," ucap Papa yang beranjak dari duduknya dan berlalu menuju kamar.

"Selamat beristirahat Pah," ucap Mas Davin

Hanya tinggal aku dan Mas Davin yang berada di ruang makan, sesekali aku melirik Mas Davin yang masih fokus memasukan sendok demi sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.

"Mas Papa sudah pergi apakah kau masih ingin berpura-pura?"

"Apa maksud mu?"

"Apakah kau masih mau memakan nasi goreng buatan ku? Bukan kah kau tak menyukai masakan ku!" Aku tersenyum mengejek ke arah Mas Davin.

Mas Davin mendelik ke arah ku, "Tak apa meski aku tak menyukainya, aku akan tetepa menghabiskan nya. Mubazir kan kalau sampai di buang."

"Habiskanlah, tiap hari selama disini aku akan memasak untuk Papa dan mau tidak mau kau harus memakan nya tapi aku akan memasukan racun di dalam makanan mu!"

"Kau ingin membunuh ku?"

"Ya! Tak ada guna nya kau hidup hanya untuk memarahi ku." Aku beranjak dari duduk ku, dan berlalu menuju kamar Mas Davin.

***

Aku merebahkan diriku di kasur empuk milik suamiku, selimutnya sangat wangi dan lembut. Ku pejamkan mataku bersiap untuk merajut mimpi hingga akhirnya aku terperanjat karena seseorang merebut selimut yang telah menutp tubuh ku.

"Sedang apa kau disini?"

"Tidur!" jawab ku singkat.

"Maksud ku, kenapa kau tidur di atas ranjang ku?"

"Ranjang mu, ranjang ku juga. Karena aku adalah istrimu."

"Aku tidak ingin tidur satu ranjang dengan mu!"

"Jika tidak ingin tidur satu ranjang bersama ku, silahkan kau bisa tidur di sebelah sana. Di atas sofa," ucapku seraya menujuk sofa yang berada di sudut kamar.

"Wanita yang sangat menjengkelkan," ucapnya lalu merebahkan tubuhnya di sebelah ku.

"Apa yang terjadi pada mu?" ucap ku, dengan perasaan menyelidik.

"Apa maksdu mu?"

"Kenapa kau terus-menerus menjauhi ku? Kesalahan apa yang telah aku lakukan, sehingga kau kembali menjauhi ku? Cepat katakan! Aku ingin mengetahui apa penyebabnya."

"Pertanyaan mu sungguh banyak! Baiklah aku akan memberikan jawaban atas pertanyaan mu. Aku membenci mu!"

"Aku tau kau mencintai ku!"

"Omong kosong!" Teriak pria di hadapanku.

"Tak mungkin tanpa alasan, tiba-tiba membenci seseorang bukan!"

"Beristirahatlah." ucap nya dengan nada yang bicara yang melembut.

"Apa karena wanita itu! Apa kau masih mencintai mantan mu? Apakah tidak bisa kau mencoba untuk mencintaiku? Aku istri mu!"

"Aku ingin tidur."

Mas Davin tak menjawab pertanyaan ku, dia membalikan badannya dan memunggungiku. Meski dia belum mencintaiku, setidaknya aku sudah sangat berusaha untuk menjadi istri yang baik. Hanya tinggal menunggu keajaiban datang untuk membuat hatinya benar-benar milik ku.

***

Pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan masakan di meja makan, tinggal menunggu Papa dan Mas Davin untuk melaksanakan sarapan bersama.

"Masak apa menantu? Wanginya sangat menggugah selera."

"Masak soto ayam Pah, mau sarapan sekarang Pah? Biar aku ambilkan."

"Nanti saja menantu, tunggu Davin biar sarapan bareng."

"Biar aku panggilkan Mas Davin nya Pah," Saat aku hendak beranjak dari duduk ku, ternyata Mas Davin sudah menuruni anak tangga.

"Tuh Davin sudah turun," ucap Papa seraya menunjuk Mas Davin. "Sini nak kita sarapan bersama."

Mas Davin menghenyakan tubuhnya di atas kursi di sampingku. Aku mengambilkan Soto Ayam untuk suamiku dan juga Papa.

"Dari mana kau belajar memasak menantu? Masakan mu enak, ternyata kamu berbakat. Tak salah Papa menjodohkan mu dengan Davin."

"Aku sering melihat Bunda memasak Pah, selebihnya aku belajar sendiri melihat cara memasak di yutub."

Mas Davin tidak banyak berbicara ketika berada di meja makan, pria itu fokus dengan makananya, setelah selesai menghabiskan makanannya Mas Davin berpamitan untuk pergi bekerja. Aku mengantarkan Mas Davin sampai teras mecium punggung tangannya dengan khidmat dan Mas Davin mencium keningku. Ini adalah kali kedua aku mencium punggung tangan Mas Davin setelah pernikahan ku, biasanya Mas Davin akan berlalu begitu saja tanpa berpamitan kepada ku.

Aku tahu Mas Davin melakukan itu karena sedang berada di rumah Papanya, mungkin dia merasa sungkan jika memperlakukan ku dengan tidak baik di hadapan Papanya.

Setelah mobil Mas Davin sudah terlihat menjauh, aku kembali memasuki rumah. Aku mengobrolkan banyak hal dengan Papa mertua tapi tidak dengan kedaan ku dan Mas Davin tak mungkin aku mengatakan nya. Karena itu merupakan aib rumah tangga.

"Pah, aku ijin mau beli stock makanan ya, karena aku lihat isi kulkas sudah mulai habis."

"Biar nanti supir yang mengantar mu."

"Baiklah."

1
Oktavia Ratuliu
haaa balikan??? Ogaaaaahhh
Oktavia Ratuliu
satu kata untuk Davin sukurin
Yulia Rongkang
iya Thor aliga ama Bima aja setujuu
Yulia Rongkang
cerai aja laa aliqa
Yulia Rongkang
sayang banget kok cepet kali udah kumpul harusnya jangan dl Thor jual mahal dl laaa jangan sampe nyesel
Buncit
Kayanya authour lagi lupa sama novel yg ini ya makanya uda setahun gak update bab
Buncit
Pokoknya biarkan saja davin sama mila dan agila sama Bima. Di dunia nyata aja mana ada istri yg mau balik sama suami yg kaya davin 😂😂😂 ya kan Thour
Buncit
Agila sama Bima aja thour🙏🏻🙏🏻
Memyr 67
hiih, cowok bego. mengikuti istri egois, tersiksa sendiri.
Rena Agustina
kalau aku sih daripada dimadu mending nyelamatin hatiku agar tak terlalu sakit
Rena Agustina
dengar sendiri kan Al ..makanya buka mata Lo dan hati Lo lebar lebar jgn oon
Rena Agustina
makanya punya otak di pake ngapain lu yg berjuang bertahan sedangkan suami lu lebih cinta madu lu oon bangeett
Rena Agustina
si Mila pintar dan si aliqa bodoh
Rena Agustina
makan tuh otak tololl mu Aqila.
Lany Lan
kak ini ceritanya berhenti ya dilanjut dong kak ceritanya bagus
Sartika Bertha
mila2 kasih kamu😒😒
Mariatul Qibtiah
Bima aja
Ani Nurlia
ini cerita udh lama ga up apa ada lanjutan nya ga sih
Woro Kenthir
sayangnya author terus menghilang tanpa menyelesaikan 😭😭😭
Yani mulyani
aku mau bima aja sama aliqa.....jngn balikan lg ah sama davin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!