Pengorbananku untuk selalu mempertahankan cinta kita berakhir hancur,karena hilangnya sebuah kepercayaan mu padaku,hanya karena sebuah kesalahpahaman kamu memilih meninggalkanku .
Namun aku tidak sebodoh itu untuk meratapi kepergian mu,jika kamu meninggalkanku aku tidak akan bertindak bodoh untuk tetep bertahan menunggumu dengan cinta yang masih tersimpan di hati.
Aku akan membalas rasa sakit di hatiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sudah tidak dipercayai lagi.
Bagaimana kisah selanjutnya..........
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Keesokan harinya .....
Damara telah sampai di kota tempatnya bekerja,damara turun dari busnya dengan wajah lelah ,"Ya ampun padahal aku baru merasakan udara kebebasan kemarin ,tapi tidak papa lah demi masa depan yang cerah" ucap damara menyemangati dirinya sendiri.Damara mengambil koper yang berada di bagasi bus lalu menariknya keluar dari terminal .
Di luar terminal ternyata tomy sudah menunggu damara . Tomy yang melihat damara pun melambaikan tangannya,"Damara di sini "teriak Tomy sambil melambai lambaikan tangannya .
Damara langsung berjalan mendekat pada Tomy."Kenapa kamu menjemputku ,aku bisa cari taksi ,kamu pasti sangat sibuk di cafe" ucap damara pada Tomy.
Tomy tersenyum "Aku tidak sibuk kok,banyak anak anak di cafe yang bisa menghandle nya , oh iya ayo aku akan membantumu mengangkat kopermu " ucap Tomy sambil mengambil koper milik damara dan mengangkatnya ke bagasi mobilnya.
"Nah selesai deh,ayo masuk kamu tunggu apa lagi,anak anak di cafe pasti sedang membutuhkan bantuan sekarang" ucap Tomy.Damara mengangguk "Baiklah ,terima kasih maaf karena sudah sangat merepotkan" ucap damara.
Tomy mengelengkan kepalanya ,"Sangat tidak merepotkan ,bukankah aku temanmu jadi jangan sungkan padaku ,sudah ayo masuk" ucap Tomy sambil membukakan pintu mobil untuk damara .
Damara tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.Tony yang melihat damara sudah masuk ke dalam mobilnya langsung menutup pintu itu dan Tomy langsung berlari kecil ke arah pintu pengemudi.Tomy langsung mengendarai mobilnya.
Beberapa saat kemudian damara dan Tomy telah sampai di cafe.Damara langsung keluar dari mobil Tomy dan melihat ke arah cafe yang sangat ramai oleh pengunjung.
"Wahh cafenya sangat ramai sekali,pantas saja tomy menyuruhku kembali bekerja ,pasti teman temanku kewalahan " batin damara.Tomy yang baru selesai menurunkan koper milik damara melihat ke arah damara yang melihat ke dalam cafe.
"Lihat sangat ramai bukan,aku tidak mungkin berbohong padamu temanku" ucap Tomy.Damara mengangguk ,damara melihat ke arah jendela cafe terlihat teman temannya yang sangat kegirangan melihat kehadirannya . Damara tersenyum melihat teman temannya.
Tomy tersenyum ,"Ayo masuk " ucap Tomy sambil menarik koper milik damara.Damara yang melihat kopernya dibawa oleh Tomy langsung menghentikan Tomy,"Tomy tunggu ,biar aku sendiri saja yang membawa koperku" ucap damara langsung merebut kopernya dari Tomy.
"Padahal aku ingin membantumu Lo" ucap Tomy, "Aku bisa sendiri Tomy,lagipula tidak enak dilihat oleh teman temanku ,masa bos membawa koper milik karyawannya " jawab damara.Tomy tertawa "Baiklah baiklah ,ayo kita masuk " ucap Tomy sambil berjalan ke dalam cafe diikuti damara di belakangnya.
Di dalam cafe damara berjalan perlahan ke pintu khusus karyawan mengikuti Tomy.Setelah damara masuk ke dalam pintu khusus karyawan damara langsung diserbu oleh teman temannya.
"Damaraaaaa" teriak meyla salah satu temannya . Damara tersenyum "Hai semua ,maaf ya aku tidak tahu kalau cafe seramai ini andai aku tahu jika cafenya akan seramai ini aku tidak akan mengambil jatah cutiku" ucap damara pada semua.
"Hey kenapa kamu berpikir seperti itu,itu bukan salah kamu ,kita sebagai karyawan memang berhak mengambil jatah libur entah cafe kita sedang sepi atau ramai itu bukan urusan kita" ucap Wulan pada danara.
"Aku tidak akan memanggil damara kembali jika bukan dalam keadaan darurat ya,hanya saja hampir semua pelanggan mencari damara kata mereka ingin mendengar suara damara kembali " ucap Tomy membela dirinya sendiri.
"Tapi bukankah suara vira juga sangat merdu ,suaranya bahkan hampir menyerupai suaraku" ucap damara .
"Memang sih ,tapi kata salah satu pelangganku suara vira memang menyerupai suaramu namun mereka terlihat tidak cocok saja ,kata mereka suara vira tidak alami dan hanya bersikeras agar suaranya mirip sepertimu saja " jawab Nirmala.
"Udah jangan pada ngerumpi di pojokan sini bantuin ,pelanggan sudah menumpuk ini" teriak kepala koki . Nirmala,Wulan dan meyla pun mengangguk dan berlari ke arah kepala koki untuk membantunya ,"nanti kita lanjutkan ceritanya damara" teriak meyla.
Damara melihat kepergian teman temannya,lalu menarik kopernya ke arah tangga menuju kamar mess nya ,Tomy yang melihat damara yang sedikit kesusahan membawa kopernya ke atas pun membantu damara , "Sini biar aku yang bawa ke atas" ucap Tomy."Tapi" ucap damara dipotong Tomy."Tidak ada siapa siapa di sini,semua sibuk dengan pelanggan" ucap Tomy langsung mengangkat koper milik damara.
Hingga beberapa saat kemudian Tomy dan damara telah sampai di depan pintu kamar mess damara."Terima kasih ya Tomy ,maaf membuatmu repot lagi" ucap damara.
"Tidak apa apa ,justru aku sangat senang bisa membantumu ,oh iya kamu bisa istirahat dulu ,masalah pelanggan jangan kamu pikirkan biar aku tangani dulu" ucap Tomy.
"Baiklah ,terima kasih Tomy" ucap damara.Tomy mengangguk ,"Kamu bisa bekerja nanti malam ,untuk pagi hingga sore ini kamu istirahat aja ,biar Vira saja yang menghandle nya ok" ucap Tomy.Damara mengangguk "Siap pak bos" jawab damara sambil bergaya hormat pada Tomy.
Tomy tersenyum lebar ,"Baiklah istirahatlah ,aku akan kebawah dulu ,selamat beristirahat " ucap Tomy sambil berjalan meninggalkan damara.
Damara melihat kepergian Tomy ,lalu damara membuka pintu kamar mess nya .
"Akhirnya aku bisa beristirahat,tidur dulu aja lah ,beres beresnya nanti saja" ucap damara sendiri ,damara langsung menutup pintu dan berjalan ke arah kasurnya dan menghempaskan tubuhnya langsung tidur.
Sore harinya...........
"Aduh badanku pegal banget " ucap meyla pada Wulan dan Nirmala."Emang kamu sendiri yang merasakan pegal ,kita semua merasakan pegal juga" jawab Nirmala.
"Eh iya damara kan sudah kembali ya tadi,ayo cepat kita temui damara" ucap meyla semangat dan langsung berlari ke arah pintu kamar mess .
Sampainya meyla ,Nirmala dan Wulan di depan pintu kamar mess ,meyla langsung membuka pintu kamar itu dengan kencang.Damara yang sedang merapikan pakaiannya langsung terperanjat kaget hingga menjatuhkan pakaian yang telah damara lipat,"Ya ampun kalian ,aku kira siapa ,sampai kaget aku" ucap damara sambil mengambil pakaiannya yang jatuh .
Wulan menjitak dahi meyla ,"Jangan ulangi lagi " ucap Wulan.Meyla tersenyum lalu berlari ke arah damara dan langsung memeluk damara."Aku sangat rindu padamu damara " ucap meyla.
Wulan dan Nirmala yang melihat kelebaian meyla pun mengelengkan kepalanya."Astaga meyla padahal aku baru libur 2 hari Lo masa kamu bilang sudah rindu saja,coba kalau aku libur panjang kamu mau bilang apa padaku " ucap damara sambil menatap bajunya di rak baju.
Meyla merengut kesal "Aku kan benar benar sangat rindu,nanti jika kamu libur panjang aku ikut kamu pokonya ,jangan kamu tinggal lagi aku" ucap meyla.Damara tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.
"Damara kamu mulai bekerja Jam berapa nanti?" tanya Wulan."Aku mulai bekerja nanti malam paling jam 20.00 nanti " jawab damara . Wulan mengangguk "Tapi kamu tadi sudah istirahat kan?" tanya Nirmala."Sudah aku sudah istirahat setengah hari full aku tidur tadi" ucap damara.