NovelToon NovelToon
Nona Muda Jatuh Miskin

Nona Muda Jatuh Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:484
Nilai: 5
Nama Author: BUNGA LYONA

Valeska Aurelia punya tiga prinsip hidup: habiskan uang, tabrak aturan, dan jangan pernah dengarkan orang lain.

Sebagai putri tunggal konglomerat ternama, Valeska terbiasa hidup bak ratu yang tak tersentuh hukum. Pesta malam, mobil sport, dan deretan kartu kredit tanpa limit adalah makanan sehari-harinya.

Sampai dalam semalam, sebuah skandal besar menghancurkan bisnis keluarganya. Ayahnya dipenjara, aset disita, dan semua kartu kreditnya diblokir. Valeska yang kemarin dipuja-puja kini terdepak dari istananya dan terpaksa angkat kaki hanya dengan membawa satu koper berisi barang-barang tak berguna.

Dari kamar seluas lapangan basket ke kontrakan sempit yang airnya sering mati, Valeska dipaksa menghadapi kenyataan pahit: dia tidak tahu cara menyapu, kaget melihat harga mi instan, dan harus mencari uang sendiri.

Mampukah si Nona Muda yang ugal-ugalan ini bertahan hidup tanpa uang sepeser pun, atau gengsi setinggi langitnya justru bikin hidupnya makin berantakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUNGA LYONA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. Valeska Pingsan

Pak Bambang akhirnya sampai di depan gerbang, napasnya terengah-engah dengan wajah yang memerah padam. Beliau memegang kunci master di tangannya, menatap dua murid di balik besi pagar dengan pandangan menusuk.

KLEK!

Gerbang digeser lebar-lebar. Pak Bambang berkacak pinggang tepat di depan Valeska dan Elang.

"Kalian berdua lagi! Jam berapa ini, hah?!" bentak Pak Bambang, suaranya menggelegar sampai membuat Pak Udin di pos refleks menegakkan posisi duduknya. "Valeska! Kemarin kaos kaki leopard, sekarang malah telat hampir satu jam! Mau jadi apa kamu di sekolah ini?!"

Valeska memutar bola matanya malas, mengibas-ibaskan tangannya santai. "Aduh, Pak Bambang, tenang dulu napasnya. Tadi mobil saya mogok di jalan, macet parah. Nih, Pak, ambil aja uang denda kayak biasa—"

"Tutup mulut kamu, Valeska!" potong Pak Bambang murka, menepis pelan tangan Valeska yang mau meraih tasnya. "Uang bapak kamu nggak bisa dipakai buat beli jam masuk sekolah! Jangan pikir kamu bisa seenaknya di sini!"

Pak Bambang lalu mengalihkan pandangannya ke arah Elang yang berdiri tegap di samping Valeska dengan raut wajah tenang.

"Dan kamu, Elang! Kamu itu ketua tim basket, langganan juara, kenapa bisa telat begini?!"

Elang menundukkan kepalanya sedikit, memasang raut wajah penuh penyesalan yang sangat meyakinkan.

"Maaf banget, Pak Bambang," ujar Elang dengan nada suara sopan dan tenang. "Tadi pagi pas saya jalan ke sekolah, ada nenek-nenek penyeberang jalan yang barang dagangannya jatuh berserakan di lampu merah. Saya nggak tega tinggalin, jadi saya bantu beresin dan anternya sampai ke seberang dulu. Saya siap terima konsekuensi kalau salah, Pak."

Valeska yang mendengar alasan itu langsung melotot tak percaya. "Hah?! Nenek-nenek?! Pak, bohong itu Pak! Dia tadi malam—"

"Valeska, diam!" bentak Pak Bambang tegas. Beliau lalu menatap Elang dengan wajah yang mendadak melunak.

"Bagus, Elang. Alasan kamu sangat berbudi pekerti dan berjiwa sosial tinggi," puji Pak Bambang sambil menepuk-nepuk bahu Elang. "Karena alasan kamu jelas dan masuk akal, kali ini Saya maklumi. Kamu boleh langsung masuk ke kelas!"

"Terima kasih banyak, Pak Bambang," jawab Elang sopan. Sebelum melangkah pergi, Elang sempat menoleh ke arah Valeska dan melemparkan senyum kemenangan yang sangat tipis dan mengejek.

Darah Valeska langsung mendidih sampai ke puncak kepala.

"Pak! Nggak bisa gitu dong!" pekik Valeska histeris, menunjuk punggung Elang yang makin menjauh. "Dia bohong, Pak! Mana ada nenek-nenek?! Dia itu telat gara-gara keluyuran di kelab malam sampai subuh!"

"VALESKA AURELIA!" suara Pak Bambang makin naik dua oktaf, membuat Valeska tersentak. "Sudah telat, bukannya sadar diri, malah memfitnah teman sendiri! Kamu pikir Saya bodoh bisa kamu bohongi pakai alasan mobil mogok?! Mobil Porsche keluaran terbaru bisa mogok begitu saja?!"

"Tapi Pak, Elang itu emang—"

"Tidak ada tapi-tapi!" potong Pak Bambang tanpa ampun, menunjuk ke arah tengah lapangan basket yang terik. "Karena kelakuan kamu yang makin melunjak, tidak ada sopan santun, dan suka mengambinghitamkan orang lain, kamu Hormat Bendera sampai jam istirahat kedua nanti! Tanpa bantahan!"

"Hah?! Sampai istirahat kedua?! Pak, kulit saya bisa rusak!" protes Valeska dengan mata membelalak.

"Mau ditambahi sampai jam pulang sekolah?!" ancam Pak Bambang galak. "Sekarang jalan ke tengah lapangan! Bawa tas kamu, berdiri di sana!"

Valeska menghentakkan kakinya keras-keras ke tanah, merutuki Pak Bambang, sekolah, dan terutama Elang di dalam hatinya. Dengan muka cemberut dan emosi yang meluap-luap, dia berjalan hentak-hentak menuju tengah lapangan di bawah sengatan matahari yang makin membakar.

"Awas aja lo, Elang bangsat! Pak Bambang juga, guru enggak ada otak!" maki Valeska berbisik, matanya menatap tajam ke arah tiang bendera di tengah lapangan. Panas matahari jam sembilan pagi mulai menusuk kulit mulusnya, membuat peluh tipis menetes dari pelipisnya.

Di tengah kekesalannya yang memuncak, suara teriakan melengking dari lantai dua gedung kelas mendadak memecah suasana.

"Cieee! Ratu SMA Nusantara langganan dijemur lagi nih!"

Valeska mendongak cepat. Di atas koridor lantai dua, Jena berdiri bersandar di pagar pembatas bersama beberapa teman segengnya. Cewek itu memegang segelas es kopi dingin sambil tersenyum lebar dengan raut mengejek yang luar biasa puas.

"Aduh, Valeska! Jangan lupa pakai sunscreen ya, nanti kulit mahal lo berubah jadi warna jelutut!" teriak Jena kencang-kencang, suaranya menggelegar ke seluruh penjuru lapangan. "Katanya anak konglomerat, tapi kok hobi banget berdiri kepanasan kayak patung Selamat Datang!"

Gelak tawa langsung pecah riuh dari lantai dua. Tidak berhenti di situ, murid-murid di lantai tiga dan sepanjang koridor yang sedang jam kosong ikut-ikutan menengok ke luar jendela. Puluhan pasang mata kini tertuju pada Valeska yang berdiri sendirian di tengah lapangan luas.

"Lucu banget anjir! Tiap hari dihukum mulu!"

"Uang Papanya banyak, tapi poin BK-nya juga paling banyak!"

"Lihat tuh mukanya, udah merah padam kayak kepiting rebus!"

Bisik-bisik dan tawa ejekan dari murid-murid seantero sekolah bersahut-sahutan. Bahkan beberapa siswa terang-terangan mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam momen memalukan itu dari atas gedung.

Valeska mengepalkan kedua tangannya erat-erat di samping badan, giginya merapat menahan malu yang membakar dada melebihi panasnya terik matahari.

"DIEM LO SEMUA, ANJING!" teriak Valeska melengking ke arah koridor lantai dua, matanya melotot tajam menatap Jena. "JENA! GUE HANCURIN MUKA LO HABIS INI, LIAT AJA!"

Bukannya takut, Jena justru makin tertawa lepas di atas sana, melambaikan tangannya dengan gaya sok anggun. "Dih, takutnyaaa! Hormat bendera dulu yang benar, Ratu Leopard!"

Muka Valeska makin merah padam. Di bawah sengatan sinar matahari dan tatapan tertawa dari satu sekolah, Valeska bersumpah dalam hati akan membalas Jena dan Elang sampai tuntas.

***

Sinar matahari pukul sebelas siang makin membakar kulit Valeska. Pandangannya mulai memburam, warna merah di matanya berubah menjadi bintik-bintik hitam yang menari-nari. Rasa pusing sisa alkohol semalam beradu hebat dengan sengatan terik panas, membuat kakinya gemetar hebat.

"Awas lo... Jena... Elang..." gumam Valeska lirih, napasnya memburu dan dangkal.

BRUK!

Tubuh Valeska ambruk tak berdaya, menghantam semen lapangan sekolah yang panas. Tubuhnya terkulai kaku dengan mata terpejam rapat.

Di koridor lantai dua, sorak-sorai murid-murid justru makin riuh.

"Dih, aktingnya jelek banget!" teriak Jena dari atas sambil tertawa keras. "Pura-pura pingsan biar dibebasin dari hukuman ya, Val?!"

"Iya tuh, klasik banget triknya!" sahut salah satu murid lain dari jendela kelas. "Nanti paling pas dipapah langsung bangun!"

Tak satu pun murid yang turun untuk menolong. Mereka mengira itu hanyalah taktik canggih Valeska agar terbebas dari hukuman Pak Bambang.

Dari pinggir lapangan, Pak Bambang berjalan mendekati tubuh Valeska yang terkapar. Beliau berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepala penuh rasa tidak percaya.

"Valeska! Bangun kamu! Jangan bikin drama baru di sini!" bentak Pak Bambang galak, mengetuk-ngetuk sepatu Valeska pakai mistar kayunya. "Kamu pikir Saya bisa dibohongi pakai gaya pura-pura pingsan begini, hah?! Bangun sekarang!"

Tidak ada respons. Tubuh Valeska tetap bergeming, napasnya makin halus dan dadanya nyaris tak bergerak.

"Valeska Aurelia! Berdiri tidak?!" tegur Pak Bambang lagi dengan suara makin keras.

Karena tidak ada reaksi, Pak Bambang berjongkok lalu menepuk-nepuk pipi Valeska agak kencang. Kulit cewek itu terasa sangat panas dan wajahnya sudah pucat pasi seperti mayat, bibirnya yang biasa dipoles lipstik mahal kini membiru kaku.

Pak Bambang seketika membeku. Matanya membelalak panik saat menyadari napas Valeska sangat lemah dan denyut nadinya tak terasa.

"Lho... Ini... Ini beneran pingsan?!" pekik Pak Bambang panik, suaranya mendadak pecah dan kehilangan wibawa. Beliau langsung menoleh ke arah koridor dengan wajah pucat. "PANGGILIN UKS! CEPAT! INI BENERAN PINGSAN!"

Suasana sekolah yang tadinya ramai oleh tawa ejekan mendadak hening seketika. Muka Jena di lantai dua langsung berubah pucat membatu, menyadari situasinya sudah tidak main-main lagi.

***

Di depan teras perpustakaan yang teduh, Caca duduk sendirian di bangku kayu. Rambutnya yang dikuncir kuda sedikit berayun saat angin siang berembus pelan. Cewek itu terlihat sangat fokus menatap lembar demi lembar buku pelajaran Biologi di pangkuannya, kacamata berbingkai tipis bertengger manis di hidungnya.

Elang berdiri bersandar di tiang kayu tak jauh dari sana, memegang dua kotak susu dingin rasa cokelat dan stroberi. Matanya sama sekali tidak teralih dari Caca. Muka polos dan ekspresi serius Caca saat mengerutkan kening membaca materi rumit sukses membuat dada Elang berdebar jauh lebih kencang dari biasanya.

“Lucu banget kalau lagi serius gitu,” batin Elang sambil menyunggingkan senyum tipis yang hangat.

Elang menghela napas pelan, mencoba menetralkan degupan jantungnya sebelum melangkah mendekat.

"Nih, diminum dulu," ujar Elang lembut sambil menyodorkan kotak susu stroberi tepat di samping buku Caca. "Serius banget bacanya, nanti kepalanya pecah lho."

Caca mendongak kaget, lalu tersenyum canggung. "Eh, Kak Elang... Makasih banyak ya, Kak. Tapi aku jadi enak—"

Greb!

Sebelum Caca menyelesaikan kalimatnya, dua lengan mendadak merangkul bahu Elang kencang dari kiri dan kanan. Marco dan Leo muncul tanpa permisi dengan cengiran lebar nan jahil di wajah mereka.

"Aduh, aduh! Mantap betul Bos Elang kita!" celetuk Marco kencang, sengaja memanasi suasana. "Pantesan tadi dicariin di kantin nggak ada, rupanya lagi menyendiri di tempat adem sambil tebar pesona!"

"Mana bawa susu stroberi segala lagi," goda Leo sambil menunjuk kotak susu di tangan Caca pakai dagunya. "So sweet banget, beda banget sama Elang yang biasanya dingin kayak beruang kutub!"

Pipi Caca seketika merona merah karena malu, buru-buru menundukkan kepalanya lagi ke dalam buku. Sementara Elang langsung menyiku perut Marco dan Leo bergantian dengan raut wajah menajam.

"Bisa diam nggak lo berdua?!" bisik Elang penuh penekanan, mukanya ikut memerah menahan kekesalan sekaligus malu luar biasa gara-gara tingkah dua sahabatnya.

1
Paw_chan🐾
bagus seru ceritanya
BUNGA LYONA: makasihh😍
total 1 replies
Fadillah Ahmad
Covernya Bagus... 👍 Cuma yaaa itu, sinopsisnya 'Belum bisa' menggetarkan hatiku 🙏🙏🙏 tidak ada adegan menegangkan, atau situasi menegangkan yang bisa menjadi Pertimbanganku. 🙏🙏🙏 Novel ini, masuk Berandaku soalnya... 😁😁😁🙏 'Mungkin' Lain kali aku akan mampir 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad: Baik Kak 🙏🙏🙏😁 Dari Segi Pemilihan Cover yang aku suka dari Novel ini... 🙏🙏🙏 Cuma, Unruk Sinopsia Kurang Kak 🙏🙏🙏 Kalau, judul sudah bagus 👍 Hanya di Sinopsis saja yang kena... 🙏🙏🙏😁
total 2 replies
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
wkwkwk 🤣🫵
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
He no no ya, gaboleh gitu
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Ko lucu kalo di bayangin 🙈 jadi kaya rival gitu. moga akur nanti
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Hedehhh Valeska Valeska🙂‍↔️🙂‍↔️/Facepalm/
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Hai kaka, aku barusan baca deskripsi nya, dan itu menarik perhatian ku, semoga seru ceritanya. Semangat ya🥰💪
BUNGA LYONA: wahh makasih yaa😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!