NovelToon NovelToon
Ibu Baru Untuk Putra Sang Mafia

Ibu Baru Untuk Putra Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Kurang ajar! Beraninya kalian mengotori rumah tangga kita!" bentak Sandra dengan suara bergetar hebat, air matanya akhirnya tumpah membasahi pipi.

​Sebelum Sandra bisa memberikan pelajaran lebih jauh kepada wanita itu, sebuah benturan keras mendarat di pipi kirinya.

​Plak!

​Tamparan itu begitu kuat hingga kepala Sandra terpelanting ke samping. Rasa perih langsung menjalar di pipinya, meninggalkan sensasi panas yang membakar. Pelaku pemukulan itu tidak lain adalah Anton sendiri. Suami yang selama empat tahun ini ia layani dengan sepenuh hati, kini berdiri tegak dengan mata melotot dan tangan mengepal.

​"Seharusnya kamu sadar, kamu wanita lusuh, jelek, tidak bisa menjaga tubuhmu, aku muak denganmu!" teriak Anton dengan suara menggelegar, melampiaskan seluruh kebencian yang selama ini ia pendam.

​Kata-kata itu menghujam jantung Sandra jauh lebih tajam daripada pisau bermata dua. Wanita lusuh? Jelek? Selama ini ia mengorbankan waktu istirahatnya demi mengurus rumah, sementara Anton

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis-Garis Takdir yang Menyatu

​Hari-hari berikutnya di mansion berlalu bagaikan mimpi indah bagi Sandra. Dengan perawatan telaten dari dokter pribadi keluarga serta perhatian tak henti dari Dante dan Elzard, proses pemulihan luka bakar di paha Sandra berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan.

​Seminggu telah berlalu sejak insiden di restoran. Pagi ini, untuk pertama kalinya, Sandra sudah diperbolehkan berjalan perlahan tanpa bantuan.

​Sandra melangkah keluar dari kamarnya dengan gaun terusan lembut berwarna pastel yang anggun. Langkah kakinya pelan namun mantap, menyusuri koridor lantai dua menuju ke arah balkon utama yang menghadap langsung ke taman bunga di pelataran belakang.

​Udara pagi yang sejuk menyapa kulitnya begitu ia melangkah ke area balkon. Namun, langkah Sandra terhenti saat melihat sosok Dante sudah berdiri di sana. Pria itu membelakanginya, mengenakan kemeja putih kasual yang lengannya tergulung rapi, memandangi hamparan rumput hijau di bawah sana seraya menyesap cangkir kopinya.

​Sandra tersenyum tipis, lalu melangkah mendekat secara perlahan. "Pagi, Dante..."

​Dante menoleh seketika. Sorot mata elangnya yang tajam melunak seketika saat menangkap sosok Sandra yang berdiri tegap di sampingnya. Pandangannya menyapu kaki Sandra sejenak.

​"Kamu sudah bisa berjalan sendiri?" tanya Dante dengan suara beratnya yang menenangkan, tersirat kekhawatiran yang terbiasa ia tunjukkan.

​"Sudah jauh lebih baik, tidak terasa perih lagi," jawab Sandra lembut, menyandarkan kedua tangannya di pembatas balkon marmer. "Terima kasih... untuk semua hal yang sudah kamu dan Elzard berikan padaku."

​Dante meletakkan cangkir kopinya di atas meja kaca kecil di samping mereka. Pria bertubuh tinggi besar itu memutarkan tubuhnya, melangkah selangkah lebih dekat ke arah Sandra hingga jarak di antara mereka terkikis rapat.

​"Aku tidak memberimu apa-apa, Sandra," ucap Dante pelan, menatap lurus tepat ke dalam manik mata bening milik wanita itu. "Kamu yang membawa kembali kehangatan dan tawa yang sudah bertahun-tahun hilang dari rumah ini."

​Dada Sandra berdesir hebat. Tatapan mata Dante begitu dalam dan intens, seolah menguliti seluruh isi hatinya hingga ke relung terdalam.

​"Mengenai perjanjian tak tertulis yang kukatakan di ruang kerja waktu itu..." lanjut Dante, suaranya merendah menjadi bisikan penuh penekanan, "... aku rasa aku tidak perlu menunggu sampai satu tahun."

​Mata Sandra membelalak pelan, napasnya tercekat di tenggorokan. "Dante... maksudmu?"

​Dante mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi mulus Sandra dengan punggung jarinya. Sentuhan hangat itu mengalirkan getaran sengatan manis yang membuat tubuh Sandra bergetar halus.

​"Elzard mencintaimu sebagai ibunya, dan aku..." Dante menggantungkan kalimatnya sejenak, mengunci pandangan Sandra dengan kejujuran murni tanpa topeng kedinginannya lagi. "... aku menghormati, mengagumi, dan membutuhkanmu di sisiku bukan lagi sekadar karena sebuah kontrak."

​Rona merah padam membakar kedua pipi Sandra. Kebahagiaan luar biasa meletup di dalam dadanya, melenyapkan sisa-sisa trauma pengkhianatan masa lalu. Sebelum Sandra sempat membalas ucapan itu, suara langkah kaki kecil yang berlari riang mendatangi mereka dari balik pintu balkon.

​"Ibu Baru! Ayah!" seru Elzard dengan senyuman paling cerah, membawa sebuah rangkaian bunga kecil yang ia petik sendiri dari taman. "Lihat! Elzard petik bunga untuk Ibu Baru!"

​Sandra berlutut pelan, merengkuh tubuh Elzard ke dalam pelukannya dengan rasa syukur yang membuncah. Dante menunduk, merangkul bahu Sandra dan putranya dari samping, melengkapi lingkaran pelukan hangat keluarga baru mereka di bawah naungan sinar matahari pagi.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, memori Dante sudah kembali 🙏
Ariany Sudjana
semoga Sandra tetap kuat dan sabar melewati hari-hari yang tidak mudah pasca kecelakaan yang dialami Dante, apalagi sekarang Dante amnesia, semoga memorinya lekas pulih
merry
lh bukn woro ikut ke RS y knp skrg cpt x dia berada di markas🤔🤔🤔
Ariany Sudjana
wah elzard jadi anak baik dan membanggakan papa mamanya
Ariany Sudjana
have a great moment Dante and Sandra 😄🙏
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally congrats yah Sandra dan Dante, juga elzard
Ariany Sudjana
lekas sembuh Sandra
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Anton, jalani saja konsekuensinya, kamu sudah membuang batu permata demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan kalian siap-siap jadi gembel 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
dasar bodoh kamu Anton, katanya pengusaha sukses? masak figur konglomerat seperti Dante, kamu ga tahu?

tapi cocok sih, laki-laki pengecut seperti kamu punya istri pelacur murahan yang ga tahu diri 🤣🤣😂😂 dan kalian berdua siap-siap mati
Ariany Sudjana
ini pengawal Dante kecolongan, gimana ceritanya pelacur murahan dan laki-laki pengecut bisa masuk ke restoran elite
Ariany Sudjana
tenang saja Sandra, Dante itu gentleman kok
Ariany Sudjana
wah seru ini, saatnya Dante bertindak
Ariany Sudjana
waduh mafia bisa juga salah tingkah ya 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ga salah sih, tapi tenang saja Dante, Sandra itu tulus menyayangi elzard, apalagi dengan pengalaman pahit di masa lalu
Ariany Sudjana
good decision Sandra, kamu pasti bisa 💪😄
Ariany Sudjana
betul sekali Dante, kamu harus bantu Sandra membalas sakit hatinya pada mantan suaminya
Ariany Sudjana
benar Dante, kamu harus bantu Sandra membalas sakit hatinya ke Anton, laki-laki pengecut itu
Ariany Sudjana
siap-siap Anton akan jadi gembel 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!