Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.
Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?
yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya
terima kasih
Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
sayang kalian semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 16 menyebalkan!
Aku menaruh kantung belanja, di meja dapur, mulai memilah bahan makanan mana yang harus ku rato di kulkas.
"Udah punya ide mau masak apa hari ini? aku lapar!" tanya Bastian
"Belum, aku fikir kamu mau langsung ke kantor lagi!" jawabku sambil mengernyit heran
"Kamu terlalu banyak berfikir, sampai isi kepalamu habis tak tersisa, menurut kamu? aku masih harus mengeluarkan uang untuk makan di luar, setelah aku menghabiskan banyak uang, untuk belanja hari ini?" bentaknya kasar! Lagi-lagi aku salah, aku melirik kesal kearah Bastian yang duduk di meja makan . Apartemen Bastian sebenarnya tidak terlalu mewah, hanya ada dua kamar, satu kamar utama yang Bastian gunakan dan satu kamar tamu. Dapur yang memanjang dan sebuah meja makan dengan 4 kursi di sampingnya, ruang tamu dan ruang tv yang menyatu, hanya di sekat oleh sebuah lemari panjang untuk menatuh tv LeD berukuran 42" .
"Oke maaf, tunggu aku buatkan kamu makanan." Ku buka kulkas, kulihat beberapa makanan mentah yang kiranya bisa ku sajikan dengan cepat , atau laki-laki ini takan sanggup menunggu lebih lama lagi, persis seperti karakter di game dinner dash yang biasa ku mainkan, dia akan perrgi jika terlalu lama menunggu, sayangnya Bastian tidak pergi tapi mengeluarkan taring-taring yang bersembunyi di balik wajah tamapannya.
Aku memutuskan untuk membuat macaroni schotel, karena memang tadi di supermarket sempat terfikirkan.
Ku mulai denganmenyiapkan bahan, menyalakan oven dan mulai mengolah bahan-bahan yang sudah tersedia seperti macaroni, susu full cream , mentega, bawang bombai dan lain-lain.
"Gak bisa lebih cepat perutku sudah sangat lapar" teriak Bastian kini dirinya sudah berpindah di ruang tv
"Tunggu Sebentar lagi!" jawabku,
Setelah menunggu 45 menit akhirnya macaroni schotel siap ku sajikan untuk Bastian, ku bawa sepiringn macaroni schotel yang sudah kupotong untuk ke berikan pada Bastian.
"Nih...!" Aku menyodorkan sebuah Piring berisi macaroni schotel.
"Lama!" ucap Bastian kesal
Huh memangnya aku punya alat Doraemon yang bisa mengadakan sesuatu dengan cepat, kan aku harus memasaknya terlebih dahulu gerutuku dalam hati
"Kamu gak ikut makan?" tanyanya dengan mulut yang berisi makanan
"Aku belum lapar!" jawabku sambil memperhatikannya makan dengan lahap.
"Enak gak?" tanyaku,
"Biasa aja !" jawabnya datar, padahal aku sangat ingin mendengar pengakuan jika makananku enak,
"Ahhh kenyang!" dia menaruh sendok di piring yang sudah kosong, biasa aja tapi abis gumamku
"Aku mau tidur ngantuk, kamu jangan ganggu aku ya!" ucapnya
"Tapi bas, bukannya kamu harus ke kantor?" tanyaku
"Aku lagi malas, lagian ada Aldy yang bisa handle kerjaanku" teriaknya sambil berjalan menuju kamar
Hah aku disini hanya untuk menemaninya tidur, tau gitu tadi aku langan ke kampus, aku pun memilih untuk menonton tv berharap ada tayangan yang bisa menghilangkan kepenatanku hari ini,
Bunyi bel membuatku terpaksa beranjak dari kenyamanan yang hakiki, merebahkan tubuhku di sofa sambil menonton serial drama korea yang ditayangkan salahbl satu stasiun televisi swasta.
"Bastian mana?" Perempuan itu lagi, perempuan yang pernah ku temui di apartemen dan di ruang kantor Bastian.
Bisa lebih sopan kalau bertamu?" tanyaku menahan tubuhnya agar tak langsung masuk kedalam apartemen.
"Aku gak ada urusan sama kamu! aku mau ketemu bastian!" dia terus mendorong tubuhku memaksa masuk , tapi aku mampu menahannya dengan sekuat tenaga.
"Bastian lagi istirahat gak bisa di ganggu! lebih baik mbaknya pulang aja !" usirku pada wanita menyebalkan ini, dia tidak pantas di sebut wanita, melainkan nenek sihir, lihat saja dari penampilannya, yang lebih tua dari umurnya, karena make up yang terlalu tebal, belum lagi baju yang di gunakan seperti kekurangan bahan, panjang dress yang dia pakai tidak pernah melewati lututnya.
"Cepat panggilkan! dia tidak akan menolak kedatanganku meski dia sedang tertidur, " kali ini dia sengaja menaikan volume nada suaranya, mungkin agar terdengar oleh Bastian.
KREAKKK !! terdenga suara pintu terbuka, Bastian keluar dari kamar hanya dengan menggunakan celana pendek tanpa kaos, memperlihatkan tubuh atletisanya, dada yang bidang dan perut yang berbentuk seperti rotii sobek.
"Ada apa Ra, berisik banget?" tanya Bastian berjalan menghampiriku.
"Sayang...." wanita itu langsung mendorong tubuhku hingga aku hampir terjatuh, dengan gelagat manja menjijikan dia memeluk Bastian yang jelas-jelas tidak memakai baju, membuat mataku sakit melihatnya.
"Loh kamu kok kesini?" tanyanya, sembli melepaskan pelukan wanita itu,
"Aku mau minta maaf, masalah kemarin! dia berbohong, aku tak mengenalnya Bastian!" ucapnya manja, seperti mengharap belas kasih dari bastian.
"Aku sudah lupakan masalah itu! tadi pagi aku coba hubungi kamu , tapi kamu tak menjawab telepon ku, whatsapp ku juga tak kamu balas" jelas Bastian
Ohh pantas saja dari tadi dia terus melihat ponselnya, uhhh ternyata dia menunggu balasan dari nenek lampir ini,
"Iya maaf sayang, tadi ponselku jatuh, tuh...ancurkan!!!!" dia mengeluarkan ponsel dengan layar yang hancur berantakan, seprtinya itu bukan jatuh tapi di banting.
"ohh, yaudah nanti kita beli lagi!" jawab Bastian, terdengar entang sekali, dia bahkan tadi membentakku, hanya karena aku menanyakan dia tidak kekantor, sampai mengungkit uang belanja yang dia keluarkan.
"Yang Benar sayang?" wajah murung nya kini mendadak menjadi ceria, ahhh jelas saja itu hanya akal-akalannya. Aku masih berdiri memegang pintu sambil melihat dua sejoli alay di depanku, tiba-tiba tubuhku terasa panas seperti di gurun dengan terik matahari maximal.
"Iya......yasudah kamu tunggu dulu, aku siap-siap, kita cari ponsel untukmu" Hello....disini ada aku Bastian, kamu yang menjemputku, membuatku bolos di jam kuliah kedua, merusak acara makan baksoku hari ini, finally aku di tinggal di apartemen.Ohh......Clara, yang saat ini harus kamu lakukan adalah berpura-ourang pingsan agar mereka tak jadi pergi, tapi...apa bastian akan perduli? yah aku harus menerima nasib menjadi seorang pemilik raga tanpa bisa memiliki hati nya.
Wanita itu menoleh kearah ku yang berada di belakangnya, ada senyum kemenangan tersungging di bibirnya, aku sengaja tak ingin menunjukan respon kekalahan, aku berlagak tak perduli dengan meraka, ku langkahkan kakiku menuju sofa dan mencari posisi ternyamanku, karena hatiku sedang tidak nyaman.
"Lo cuman serangga kecil di hubungan gue, dan Bastian, sekali tepak lenyap!!" ucapnya, aku hanya melirik dan kemudian memalingkan wajah.,
sabar Clara sabar ini adalah ujian hidup, yah setang memangbterkadang ada dimana-mana dmtidak mengenal waktu dan tempat gumamku sambil mengelus dada.
"yuk aku udah siap!" Bastian keluar dengan style celana selutut, kaos hitam polos dan jacket bomber berwarna navy, dia terlihat begitu tampan dengan tatanan rambut yang dibiarkan sedikit beratakan, ahhhh gayanya memang selaku mengalihkan duaniaku,
"Ayo sayang" Dengan senyum sinis Ayunda menggandeng tangan Bastian,
"Aku pergi sebentar, gak akan lama kok!" ucapnya santai, aku hanya bisa memandangi belakang tubuh mereka hingga menghilang di balik pintu, rasanya aku aku ingin teriak sekencang-kencangnya, aku ini istrinya loh, istri! bisa-bisnaya dia begitu santai berjalan dengan wanita lain di hatianya. Aku begitu kesal hari ini, hingga semua tayangan Tv terasa membosankan, akhirnya aku memutuskan untuk merebahkan tubuhku di kamar dan memejamkan mata setidaknya itu bisa membuatku lupa tenatang Bastian dan Ayunda.
peran utama nya bego banget