Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 PINGSAN DAN MEMULAI PERMAINAN
Sinar matahari pagi mulai memasuki kamar Alletha, sedari tadi Alletha merasakan pusing di kepala nya, namun ia tetap bersiap siap untuk berangkat ke sekolah.
Tap
Tap
Tap
Bunyi langkah kaki Alletha yg menuruni tangga.
"Sayang kamu sudah siap, ayo sarapan dulu." Ucap Bu iris
"Iya mah." Jawab Alletha dan berjalan mendekat ke arah meja makan.
"Loh sayang, kamu sakit, wajah mu pucat sekali nak." Ucap pak raider khawatir
"Iya Alleth, kalau sakit kamu istirahat dulu saja ya di rumah, nanti mamah panggilkan dokter." Ucap Bu iris yg juga sama khawatir nya seperti pak raider
Alletha yg mendengar kan itu tersenyum kecil.
"Alleth gak kenapa Napa kk mah, pah, cuma Alleth lupa pakai lipstik sedikit." Jawab Alletha
Pak raider dan Bu iris menatap dalam ke arah anak nya itu, ada rasa Tidak percaya pada diri mereka.
"Alleth kamu kalau sakit tolong bilang sama papah dan mamah, jangan di sembunyikan." Ucap pak raider
"Iya pah." Jawab Alletha
Dan mereka pun akhirnya sarapan pagi bersama tanpa ada pembicaraan.
"Pah Alleth numpang papah ya." Ucap Alletha
"Iya sayang, nanti sepulang sekolah papah jemput, telefon saja papah." Jawab pak raider lembut
"Siap pah." Jawab Alletha
Setelah berpamitan ke pada Bu iris mereka pun berangkat.
Di perjalanan Alletha Masi merasakan pusing, namun ia hanya diam saja karna Tidak ingin membuat papah nya khawatir.
Akhirnya ia pun sampai di depan gerbang sekolahan nya.
"Papah berangkat ke kantor dulu ya sayang, kalau ada apa apa telefon papah." Ucap pak raider
"Assalamualaikum." Ucap pak raider lagi
"Iya pah, waalaikumsalam." Jawab Alletha
Alletha pun berjalan memasuki gerbang dan langsung menuju ke sekolahan nya untuk meletakkan tas nya.
"Assalamualaikum." Ucap Alletha ketika sampai di dalam kelas
"Waalaikumsalam." Jawab teman teman kelas nya
"Sudah ayok Len pakai topi dasi mu sekarang kita ke lapangan." Ucap disha
"Iya dis, baru juga sampai, belum duduk." Jawab Alletha
Alletha pun meletakkan tas nya, dan mengikuti teman teman nya yg sudah keluar dari kelas dan menuju ke lapangan upacara.
Ketika sudah sampai di lapangan, para siswa siswi pun langsung berbaris sesuai kelas dan jurusan masing masing, begitu pun dengan Alletha dan teman teman kls lainnya.
"Len kamu sakit ya." Tanya Oliv, sedari tadi ia pokus melihat ke arah Alletha yg terlihat sedikit pucat
"Ah, gk ah, mana ada aku sakit." Jawab Alletha
"Hem jangan bohong deh, aku pun merasa kamu kayak sakit, karna muka mu itu lo pucat apa lagi bibir mu." Ucap disha
"Shitt diam, upacara sudah mau di mulai ni." Ucap Rinaldi
Mereka sibuk melihat ke arah Alletha yg terlihat pucat, tapi tidak dengan kelas kelas yg lain, dari jauh mereka melihat ke arah Nathanael J yg berdiri tegap di barisan kelas nya.
"Ganteng banget kakak kelas baru kita." Bisik bisik siswi kelas 1
"Iya ih, ganteng banget, tinggi putih lagi." Bisik yg lainnya
"Kira kira udah punya cewek belum ya." Bisik yg lainnya lagi
"Mun.."
"Upacara hari Senin tanggal 1 Januari 2025 di mulai, masing masing ketua kelas menyiapkan pasukan nya."
Mereka yg sedari tadi berbisik bisik pun langsung diam dan pokus ke depan
"Siap gerak, setengah lencang kanan grak." Ucap para ketua kelas
"Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara."
"Pembina upacara memasuki lapangan upacara."
"Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara."
"Kepada pembina upacara hormat grak, tegap grak."
"Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara."
"Lapor upacara hari Senin tanggal 1 Januari 2025 di SMK N 9 SAROLANGUN siap di laksanakan."
"Laksanakan."
"Siap laksanakan."
Skipp
Alletha yang sedari tadi merasakan pusing pun langsung ambruk di tempat.
"Alletha Len, kamu kenapa, Len bangun." Ucap disha khawatir
"Len lo kenapa, woy bangun." Ucap Oliv
"Nak itu kayak nya Alletha pingsan, cepat bawa ke ruang uks," ucap buk Endah khawatir, buk Endah adalah pelatih PMR sekaligus pembina
"Ah, iya buk." Nathanael langsung mengangkat tubuh Alletha dengan enteng nya, dan segera membawa Alletha ke ruang uks diikuti anak anak PMR dan buk Endah
Sedangkan siswi siswi yg lain pada heboh, melihat Alletha yg di gendong oleh cowok yg mereka kagum kan.
Nathanael menatap Alletha sekilas dan kembali pokus ke depan.
Setelah masuk ke ruang uks, Alletha pun langsung di baringkan di atas kasur yg ada di sana, dan segera di periksa oleh anak anak PMR dan buk Endah.
"Saya permisi, mau kembali lagi ke barisan buk." Ucap Nathanael
"Oh iya nak, terimakasih banyak nak karna sudah membantu tugas anak PMR." Ucap buk Endah
"Itu tugas sesama manusia buk." Ucap Nathanael dan berlalu pergi
Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi, dan Alletha sudah sadar, teman teman kelas nya langsung masuk ke UKS untuk melihat keadaan Alletha.
"Nak ini kamu mau di jemput, atau mau di antar saja, kamu Masi kuat kan nak." Ucap buk Endah lembut
"Aku di jemp.."
"Saya buk yg akan mengantarkan Alletha, kebetulan saya sudah di jemput, dan kami memiliki hubungan, jadi biarkan saja saya yg mengantar kan Alletha pulang." Ucap Nathanael tegas
Alletha yg mendengar kan itu pun berbinar dan bahagia, sedangkan yg lainnya terkejut.
"Owh, baiklah nak, tolong jaga Alletha ya, tapi jangan di apa apain." Ucap Bu endah lagi dengan penuh perhatian
"Iya buk." Jawab Nathanael
Nathanael pun langsung berpamitan dengan buk Endah begitu pun dengan yg lainnya yg Masi bertanya tanya.
Nathanael menatap Alletha yg sedang di pegang oleh nya, karna Alletha belum terlalu kuat jika berjalan sendiri.
"Permainan di mulai." Ucap Nathanael dalam hati dan tersenyum sinis
Setelah sampai di mobil Alletha pun langsung masuk ke dalam mobil, dan di suruh untuk tiduran oleh Nathanael.
"Kamu kalau masih pusing, tidur saja dulu." Ucap Nathanael
Dan Alletha hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Eh kalian pasti tau sesuatu kan tentang Alletha dan Nathanael." Tanya Fitri dengan nada kesal ke pada disha dan Oliv
"Ye emang Lo siapa, kepo amat dengan hubungan org lain." Ucap disha jutek
"Huu, penasaran ya, cari tau sendiri." Jawab Oliv, Oliv dan disha pun berlalu pergi
"Hisss, kok bisa si Nathanael dekat dengan Alletha, kapan dekat nya coba." Gumam Fitri kesal, dan menghentak hentakkan kaki nya sambil berjalan ke arah sepeda motor.
"""
"Kepo amat tu si Fitri." Ucap disha
"Iya yak kayak suka aja dia sama si Nathanael." Jawab disha
"Jangan jangan." Ucap mereka kompak
"Dia benaran suka." Jawab disha dan di angguki oleh Oliv
"Ini Tidak bisa di biarkan ni, Tidak boleh hubungan sahabat kita hancur karna nenek sihir." Ucap disha tegas