NovelToon NovelToon
Pengelana: Batas Negeri

Pengelana: Batas Negeri

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Action
Popularitas:154
Nilai: 5
Nama Author: Ashp

Semoga kalian suka ya.

Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.

Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.

Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proses Penyembuhan

(POV ke Naomi)

–Tiga Hari Kemudian–

Setelah dokter menyatakan bahwa Liam dan Lyra boleh pulang dari rumah sakit dengan catatan untuk istirahat cukup, kami membawanya kembali ke penginapan.

Aku bantuin Stella bantu bawa tas dan barang-barang mereka, sementara Olivia memastikan kedua orang itu duduk dengan nyaman di kereta.

"Kamu sudah bisa jalan sendiri kan, Lyra?" tanyaku sambil menopangnya saat turun dari kereta.

"Ya sudah bisa kok, cuma sedikit kesusahan aja kalau jalan lama," jawabnya dengan senyum lemah. "Terima kasih sudah membantu kita, Naomi."

"Sama-sama, kita kan teman! Kalau kamu atau Liam butuh apa-apa, bilang aja ya. Aku bisa bantuin masak atau beli makanan ke pasar!"

Di kamar penginapan, aku langsung memasak makanan yang mudah dicerna – sup sayuran hangat dan bubur ayam.

Olivia menolongku memanaskan air untuk mereka minum obat, sementara Stella membersihkan luka Liam dan Lyra sesuai petunjuk dokter.

"Kalian harus makan banyak ya supaya cepat sembuh," ucapku sambil menyajikan mangkuk sup di depan mereka. "Ini aku masak sendiri lho, jangan bilang enggak enak ya!"

"Pasti enak kan masakanmu, Naomi," kata Liam dengan suara yang sudah sedikit lebih kuat. "Tapi kamu juga harus istirahat ya, kamu pasti capek membantu kita."

"Enggak papa kok! Selain itu, aku juga mau manfaatin waktu ini buat berlatih lagi sama sarung tinjunya. Kalau aku lebih kuat, lain kali bisa lebih banyak membantu kalian!"

 (POV ke Stella)

Hari berikutnya, aku pergi ke Guild Petualang sendirian untuk mencari informasi tentang teknik melawan makhluk Awan Gelap.

Di sana aku bertemu dengan Pimpinan Guild yang sudah tahu tentang kejadian yang menimpa kita.

"Kabar baiknya, anggota kalian sudah dalam kondisi yang lebih baik ya?" katanya sambil memberikan beberapa buku kecil padaku. "Ini adalah catatan tentang cara mengatasi makhluk yang terinfeksi energi gelap. Ada beberapa teknik khusus yang bisa kalian pelajari."

"Terima kasih banyak, Pak. Kita memang perlu belajar lebih banyak agar tidak celaka lagi seperti sebelumnya," jawabku sambil menerima buku itu.

Saat kembali ke penginapan, aku melihat Naomi sedang berlatih di halaman belakang dengan sarung tinjunya.

Tapi kali ini dia tidak menggunakan kekuatan api yang terlalu besar, melainkan berlatih mengontrol gerakan dan kekuatan pukulnya dengan lebih presisi. Olivia sedang mengamatinya dan sesekali memberikan arahan.

"Lihat ini," ucapku saat masuk ke kamar dan menunjukkan buku-buku itu pada Liam dan Lyra yang sedang duduk bersandar di tempat tidur.

"Ada banyak teknik yang bisa kita pelajari. Mulai dari cara membentuk perisai energi yang lebih kuat sampai cara membersihkan energi gelap tanpa harus menggunakan kekuatan besar," ucapku sembari menunjukkan bukunya.

"Bagus banget itu," kata Lyra sambil melihat salah satu buku. "Meskipun aku belum bisa bergerak bebas, aku bisa belajar teori-teorinya dulu. Kalau sudah bisa jalan lagi, langsung bisa praktek."

(POV Olivia)

Hari ketiga, aku mengajak Naomi dan Stella berlatih di sebuah lapangan kosong dekat pinggiran kerajaan.

Aku ingin mengajari mereka teknik dasar mengendalikan kekuatan api yang tidak hanya digunakan untuk menyerang, tapi juga untuk membentuk perisai dan menyembuhkan luka kecil.

"Kekuatan api tidak selalu tentang menghancurkan," ucapku sambil membentuk bola api kecil di telapak tanganku.

Warnanya tidak merah menyala tapi oranye hangat. "Seperti ini, bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh atau membantu penyembuhan luka ringan."

"Wah keren banget!" teriak Naomi dengan mata yang bersinar. "Boleh aku coba?"

Aku mengajari mereka cara menarik energi api dari alam sekitar dan mengendalikan nya dengan pikiran serta pernapasan yang benar. Meskipun awalnya sulit, akhirnya mereka bisa membentuk percikan api kecil yang terkendali.

Saat kita pulang ke penginapan, Liam sudah menunggu dengan wajah yang lebih ceria. Luka di lengannya sudah mulai mengering dan dia bisa sedikit menggerakkannya tanpa rasa sakit yang terlalu parah.

"Kalian sudah mulai berlatih ya?" katanya dengan senyum. "Aku punya ide nih. Karena kita harus tinggal di kerajaan selama beberapa waktu lagi, mengapa kita manfaatin waktu ini untuk berlatih mengembangkan diri sebisa mungkin?"

"Ide bagus itu!" jawab Naomi dengan semangat. "Kita semua hampir celaka di pertarungan terakhir kan? Kalau kita lebih kuat dan punya teknik baru, lain kali pasti bisa menghadapinya dengan lebih baik!"

"Benar sekali," sambung Liam. "Aku bisa belajar teknik baru untuk menyelaraskan energi elemen yang berbeda. Lyra bisa belajar lebih banyak tentang energi alam dari buku-buku yang kita punya. Stella bisa mengajari kita teknik bertarung jarak dekat yang lebih presisi. Dan Olivia..." dia melihat ke arahku dengan tatapan penuh harapan.

"...Aku akan mengajari kalian semua teknik klan Demon untuk mengendalikan kekuatan api dan melawan makhluk-makhluk energi gelap," sambungku sebelum dia selesai berbicara.

"Selain itu, kita bisa juga mencari anggota Guild lain yang mungkin mau bergabung atau sekadar berbagi ilmu dengan kita," lanjutku.

"Bagus! Jadi mulai hari ini kita punya jadwal latihan sendiri-sendiri dan bersama," kata Lyra yang sudah bisa duduk tegak tanpa bantuan bantal.

"Aku juga bisa mengajari kalian cara membuat ramuan obat dari tumbuhan yang bisa membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh," lanjutnya.

Stella mengangguk dengan setuju. "Aku juga bisa mencari informasi tentang lokasi-lokasi di kerajaan yang cocok untuk berlatih mengendalikan energi elemen yang berbeda. Misalnya ada tempat khusus untuk berlatih energi air dekat sungai, atau energi tanah di lereng bukit dekat sini."

Kita semua berkumpul di kamar, merencanakan jadwal latihan dan hal-hal yang akan kita pelajari selama tinggal di kerajaan.

Meskipun perjalanan kita ke wilayah Demon harus ditunda, kita semua merasa bahwa ini adalah kesempatan emas untuk menjadi lebih kuat dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di depan.

"Kalau kita sudah siap semua," kata Liam dengan tatapan yang penuh tekad. "Kita akan pergi lagi ke wilayah Demon dengan persiapan yang jauh lebih baik. Dan kali ini, kita pasti bisa mencapai tujuan kita!"

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!