Beberapa tahun lalu, berbagai celah ruang-waktu bermunculan, dan Blue Star pun memasuki era supranatural. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membangkitkan “panel permainan”.
Lu Heng secara tak terduga membangkitkan kelas Summoner. Namun, makhluk-makhluk panggilannya tampaknya… agak tidak biasa.
……
【Si Bulat Daging】: Sebagai keturunan Dewa Jahat, setiap kali ia dimakan, ia justru menjadi semakin kuat. Ia juga mampu membuat musuh terjerumus ke dalam kekacauan persepsi.
【Anjing Mesum】: Sebagai kaki tangan yang setia, ia dapat berpindah tempat secara instan dan menampar orang, bahkan memutus semua skill lawan.
【Prajurit Medis】: Memiliki kemampuan menukar kondisi luka, dan juga bisa diam-diam mencuri organ milik orang lain.
【Zirah Keadilan】: Makhluk simbiotik yang dipenuhi energi positif. Bukan hanya memiliki daya tempur yang sangat tinggi, ia juga dapat berdiri di puncak moral untuk mengecam musuh, membuat lawan…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Back Dragon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 Pasti Karena Kamu Kurang Berusaha
“Ha? Tapi sebentar lagi jam pulang sekolah, bagaimana kalau lain hari saja?” Lu Xiaoke mengangkat pandangannya ke arah jam di dinding. Nada suaranya terdengar malas dan sedikit enggan.
“Ehem…” guru bela diri angkat bicara pada saat yang tepat. Tatapannya bergantian menyapu mereka berdua. “Susah payah akhirnya ada lagi murid dengan dasar 100%. Kalian juga sama-sama pengguna pedang. Bagaimana kalau duel satu kali untuk memperdalam teknik?”
Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Begini saja, siapa yang menang akan kuberi satu bongkah bijih besi hitam-emas. Bagus untuk menempa senjata.”
“Baiklah…” Lu Xiaoke menghela napas pelan dan berdiri dengan pasrah.
Ia meregangkan tubuhnya. Sosoknya yang jenjang tampak santai dan malas, lalu ia berjalan perlahan ke tengah arena.
Persaingan antara dua peringkat teratas kelas itu langsung menarik perhatian semua orang.
Para siswa yang semula kelelahan pun kembali bersemangat. Mereka berkerumun mendekat, mata mereka berbinar penuh rasa penasaran dan harapan.
“Waktu itu Jiang Tian cuma butuh lima tebasan untuk dikalahkan. Sepertinya kali ini mau balas dendam.”
“Dua-duanya teknik dasar pedang 100%, dan sama-sama level 9 Black Iron. Harusnya kali ini imbang, kan?”
“Siapa tahu Jiang Tian yang menang?”
“Aku tetap merasa Kak Lu peluangnya lebih besar. Jenius pasti punya kartu truf yang nggak kita bayangkan.”
“Haha! Aku paling suka lihat perempuan berantem!”
“Baiklah…” guru bela diri berdeham. “Kalian mulai saja.”
Lu Xiaoke mengangkat pedang kayunya. Pergelangan tangannya bergetar ringan, membentuk satu putaran pedang yang indah.
Sebaliknya, wajah Jiang Tian tampak serius. Alisnya mengernyit, kedua tangannya menggenggam erat pedang kayu itu.
“Swish!”
Pertarungan pun meledak seketika.
Serangan pertama—Lu Xiaoke menusuk cepat ke depan. Mata Jiang Tian sempat menunjukkan kepanikan sesaat sebelum buru-buru menangkis.
Namun itu belum selesai. Pergelangan tangan Lu Xiaoke kembali bergetar lincah, rangkaian bunga pedang memaksa Jiang Tian mundur terus-menerus.
Lalu ia mengerahkan tenaga dalam satu ayunan kuat, membuat lengan lawannya mati rasa.
Terakhir, sebuah serangan cepat dan ganas—pedang kayu Jiang Tian terlepas dari tangannya. Ia kalah telak.
Orang yang jeli bisa melihat dengan jelas: kali ini Jiang Tian bahkan belum sempat menggunakan teknik pedangnya. Ia sudah ditekan habis-habisan oleh kekuatan, kelincahan, dan kecepatan reaksi Lu Xiaoke yang lebih tinggi.
Para siswa ternganga, wajah mereka penuh keterkejutan.
“Empat jurus… kali ini cuma empat jurus…”
“Gila! Kak Lu memang jenius. Cepat belajar saja sudah hebat, atributnya juga lebih tinggi padahal levelnya sama!”
“Kak Lu keren banget!”
“Hiks… aku jadi minder lagi…”
Dengan tidak rela, Jiang Tian bertanya, “K-kamu bukannya level 9 Black Iron? Berapa atributmu?”
“Nih, lihat sendiri.” Lu Xiaoke dengan santai memperlihatkan panelnya.
【Nama: Lu Xiaoke】
【Tingkat: Black Iron Level 9】
【Atribut: Kekuatan 18, Konstitusi 15, Kelincahan 15, Spirit 11, Total 59】
Jiang Tian terkejut sampai tak bisa menutup mulutnya. “Kenapa atributmu lebih tinggi sepuluh poin dariku?! Bukannya keluargamu tidak punya uang untuk membeli kitab atribut?”
Sebagian besar orang saat level 1 Black Iron memiliki total 40 poin atribut.
Di dalam tingkat Black Iron, setiap kenaikan level hanya menambah satu poin atribut secara acak. Artinya, orang normal di level 9 biasanya berada di sekitar 49 poin.
Namun Lu Xiaoke melampaui batas itu—bahkan lebih sepuluh poin.
“Pasti karena kamu kurang berusaha saja…” ujar Lu Xiaoke santai sambil mengambil bijih hitam-emas dari tangan guru bela diri. Senyum tipis penuh kepuasan terlukis di wajahnya.
Tepat saat itu bel pulang berbunyi. Sambil melempar-lempar bijih itu ke udara dan bersenandung ringan, ia melangkah ringan keluar kelas.
Menyisakan teman-teman sekelasnya yang dipenuhi rasa iri, dengki, dan kagum.
Tak lama setelah keluar kelas, Lu Xiaoke menemukan sudut sepi tanpa orang. Dengan sekali “krek!”, ia menggigit dan menelan bijih itu.
【Konstitusi 15 → 16】
【EXP +121】
“Lumayan juga bijih ini, bisa nambah konstitusi.” Ia pun pergi dengan puas.
【Bakat Tingkat Dewa: Pemakan Bintang】
【Deskripsi: Dapat melahap semua material supranatural, lalu mengubahnya menjadi pengalaman, poin atribut, serta bonus khusus.】
Inilah bakat Lu Xiaoke. Meski orang luar pernah menduga ia memiliki bakat tingkat dewa, ia tak pernah mengakuinya.
Sampai sekarang, hanya dia dan Lu Heng yang mengetahui rahasia ini.
Dan atributnya yang lebih tinggi dari orang biasa pun disebabkan oleh hal tersebut.
“Pulang, pulang.” Lu Xiaoke teringat sore ini masih harus menemani kakaknya farming dungeon, jadi ia mempercepat langkahnya.
Sepuluh menit kemudian, ia sudah sampai di rumah.
Begitu membuka pintu, yang ia lihat adalah meja penuh hidangan harum dan tiga panci besar nasi yang mengepul panas.
Mulut mungilnya terbuka membentuk huruf O. Lalu ia berteriak kegirangan, “Babi kecap! Ayam kungpao! Kentang rebus iga! Kak, aku cinta banget sama kamu!”
Sambil berteriak, ia melempar tasnya dan langsung menyerbu meja makan.
“Makanlah.” Lu Heng melepas celemeknya dan menyendok nasi. “Cepat habiskan, kita pergi farming dungeon.”
“Siap!” jawab Lu Xiaoke. Ia langsung makan dengan lahap seperti angin topan menyapu awan.
Dua panci besar nasi habis dalam waktu singkat.
Panci ketiga pun sepertinya tak akan bertahan lama.
Sudut mulut Lu Heng berkedut. “Nafsu makanmu belakangan makin besar, ya? Aku sengaja masak tiga panci besar masih kurang?”
“Iyaaa… salah satu fitur keren bakatku itu bisa makan terus! Dan nggak bakal gemuk!” Mata Lu Xiaoke menyipit seperti bulan sabit. “Tahu nggak, ini impian banyak gadis, hahaha!”
“Bakat tingkat dewa di tanganmu kok cuma jadi kemampuan makan yang paling berguna…” Lu Heng menggeleng tak berdaya.
“Iya.” Dengan mulut penuh makanan, ia menjawab samar. “Bakat ini memang naik level cepat, tapi mahal banget. Nggak cocok buatku.”
Lu Heng berpikir sejenak lalu menghela napas. “Kita harus cari lebih banyak uang. Belikan kamu material tingkat tinggi. Bakatmu nggak boleh disia-siakan. Aku sendiri juga butuh banyak biaya… susah sekali.”
Lu Xiaoke tak memikirkannya terlalu jauh. “Kalau ada uang, mending masuk ke perutku saja. Makan enak bukannya lebih nikmat?”
Lu Heng tertawa pasrah.
Bakat tingkat dewa yang diidam-idamkan banyak orang, tapi adik perempuannya justru tak menganggapnya serius.
Kalau orang lain tahu, pasti iri setengah mati.
“Sudah selesai makan! Siap berangkat!” seru Lu Xiaoke setelah menelan suapan terakhir.
“Kita ke dungeon mana?” tanya Lu Heng sambil membereskan piring.
“Taman Satwa saja, monster di sana gampang.”
Sambil berkata begitu, ia mengeluarkan sebilah pedang besi dari bawah tempat tidur.
“Ini hadiah dari sekolah?” tanya Lu Heng.
“Iya, tapi nggak terlalu berguna. Cuma perlengkapan dasar.” Ia menyerahkan pedang itu.
【Nama: Pedang Paling Sampah di Desa】
【Syarat Atribut: Tidak ada】
【Bonus Khusus: Tidak ada】
【Daya Tahan: 79/100】
【Deskripsi: Sudah gratis masih minta macam-macam? Pakai saja seadanya.】
Lu Heng melirik sekilas. “Memang nggak ada gunanya.”
“Ayo, sekarang kita ke Taman Satwa.”
Bersambung.