NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi Di Balik Gerbang Kampus)

Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi Di Balik Gerbang Kampus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Lanjutan dari "Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)"

Rachel dan Ronand menapaki jenjang pendidikan kuliah. Jurusan yang mereka ambil pun berbeda. Ronand dengan sifat serius dan sikap misteriusnya membuat banyak orang penasaran. Sedangkan Rachel, dengan gaya selengekannya namun selalu mencengangkan tentang prestasinya.

Di balik gerbang kampus, mereka mengukir cerita yang baru. Dimulai dari kekeluargaan, persahabatan, dan percintaan yang rumit. Semua akan menjadi satu padu dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSPEK

"Kok kalian naik sepeda?" tanya Rachel saat melihat Ronand dan Susan datang ke rumah keluarga Roberto menggunakan sepeda ontel.

Rachel, Susan, dan Ronand sudah siap dengan pakaian khusus OSPEK. Kemeja putih polos dan celana atau rok hitam. Pakaian resmi seperti orang yang sedang magang atau bekerja. Semalam, Susan dan Ronand langsung kembali ke rumah yang sudah dipersiapkan sebelum pernikahan digelar. Sehingga baru pagi ini datang ke rumah keluarga Roberto untuk menjemput Rachel agar bisa berangkat bersama-sama.

Namun yang menjadi perhatian Rachel, keduanya menggunakan sepeda untuk ke kampus. Padahal Rachel pikir mereka akan menjemputnya dengan mobil. Walaupun jarak rumah mereka dan kampus tidak terlalu jauh, namun memakai sepeda bukan pilihan yang bagus.

"Wah... Nggak lihat dan baca chat grup khusus OSPEK Universitas nih," tuduh Susan sambil menggelengkan kepalanya.

"Emangnya ada apaan?" tanya Rachel sambil cengengesan. Ia memang sama sekali tak berniat membuka pesan grup yang isinya sampai ribuan chat.

"Selama OSPEK, semua mahasiswa baru wajib berangkat menggunakan sepeda." ucap Susan memberitahu pengumuman pada grup pesan ijo itu.

"Oh... Kan bisa pakai sepeda motor. Kenapa pakai sepeda ontel? Kalau sepeda ontel kan lumayan, setengah jam lho bisa-bisa sampainya." ucap Rachel membuat Susan menghela nafasnya kasar.

"Emang susah ngomong sama orang yang jago debat. Itu udah peraturannya, Achel." Susan saja sudah pasrah berbicara dengan Rachel, apalagi Ronand. Ia adalah orang yang paling malas berdebat. Apalagi kembarannya itu sangat menyebalkan, tidak akan selesai berdebat jika terus ditanggapi.

"Aturannya itu disuruh pakai sepeda ontel, Achel. Buruan sana ambil sepedamu dan kita berangkat bersama. Keburu terlambat kalau nunggu kamu ngoceh mulu," suruh Ronand menyudahi perdebatan menyebalkan ini.

Melihat waktu di jam tangannya, Rachel bergegas mengambil sepedanya. Apalagi perjalanan yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama karena menggunakan sepeda. Saat Rachel mengambil sepeda, matanya memelotot. Ban sepedanya kempes depan dan belakang. Tentu saja tak mungkin dia bisa membawa sepeda yang kempes bannya.

Abang Onand...

Kenapa lagi tuh bocah?

***

"Ada apa, Achel? Kenapa teriak-teriak begitu? Kamu belum berangkat juga? Udah jam segini lho, nanti terlambat." tanya Chiara yang langsung keluar dari dalam rumah menuju pada teriakan Rachel. Di belakangnya ada Mama Martha, Mika, dan Julian yang mengikuti karena penasaran.

"Kata Abang, harus berangkat ke kampus pakai sepeda. Ban sepedanya kempes semua. Ini gimana dong? Ganti ban mobil aja atau gimana?" rengek Rachel dengan raut wajah paniknya.

"Ndak pelnah dipakai itu, makanya telus tempes bannya." ucap Mika memberitahu.

"Pakai mobil saja, Onty boncel. Tapi jangan bannya dipakai ke sepeda, itu ndak bisa." lanjutnya memberikan ide.

"Nggak boleh, harus pakai sepeda. Nanti juga ada kunjungan museum pakai sepeda. Masa Achel pakai mobil sendiri, bisa kena semprot panitianya." ucap Ronand yang kemudian memeriksa ban sepeda milik Rachel.

Rachel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Bukan hanya kempes ternyata, namun bocor. Ada paku yang masih bersarang pada ban depannya. Ia baru ingat kalau terakhir memakai sepeda waktu itu, bannya bocor kena paku. Ia belum sempat membawanya ke bengkel untuk ganti ban. Rachel menatap Ronand dan Susan dengan tatapan bingung.

"Gimana dong ini? Nggak keburu kalau ke bengkel. Sepedanya cuma ini aja," rengek Rachel dengan tatapan memelasnya.

"Bonceng aja boleh nggak sih?" tanyanya membuat Ronand dan Susan menggelengkan kepala sebagai jawaban.

"Sepeda kita nggak ada boncengannya. Masa iya kamu berdiri atau duduk di depan situ?" ucap Susan sambil menunjuk sepeda yang dipakainya.

"Mama, ini gimana dong?" rengeknya pada Chiara.

"Sudah Mama bilang dari semalam, cek dulu apa yang dibutuhkan buat OSPEK. Kamunya malah santai nonton drama sampai malam. Salah sendiri, pusing kan sekarang?"

Bukannya memberikan solusi, Chiara malah mengomeli Rachel. Semalam ia sudah meminta Rachel untuk mengecek barang yang akan dibawa dan dipakai. Namun gadis itu malah bersantai ria. Tiba-tiba saja Mika datang dengan sepeda kecil roda tiganya dan meletakkan di hadapan Rachel.

Onty boncel pakai sepedanya Mika saja,

Heh?

Mana bisa? Kaki Onty nekuk dong. Onty nggak bisa kayuhnya itu,

Ndak papa. Yang penting bawa sepeda dalipada dimalahin,

Benar juga ya. Oke, aku bawa sepeda Mika.

Apa?

***

"Paman, sampai sini saja. Biar aku pakai sepeda ke kampusnya. Nanti kalau ketahuan panitia OSPEK malah dimarahi karena naik mobil," ucap Rachel meminta sopir agar diturunkan dari mobil.

Rachel berakhir membawa sepeda milik Mika. Namun saat berangkat, Rachel diantar oleh sopir menggunakan mobil. Tidak mungkin Rachel mengayuh sepeda Mika yang kecil itu. Baginya, sepeda Mika itu hanya formalitas saja yang penting bawa. Jika nanti harus pergi ke museum atau apa itu, pikirkan nanti saja.

"Baik, Nona. Hati-hati, Nona."

"Siap, Paman."

"Ribet amat harus bawa sepeda segala. Nggak semua orang juga punya sepeda," gumam Rachel yang terus menggerutu sambil menggandeng sepeda kecil Mika. Apalagi melihat banyaknya mahasiswa baru yang mengayuh sepedanya memasuki area kampus.

"Abang, Ucan..." panggilnya saat melihat Ronand dan Susan sudah berada tak jauh darinya.

"Dorong," titahnya membuat Ronand menghela nafasnya pelan. Rachel duduk di sepeda Mika kemudian meminta Ronand mendorongnya karena tak bisa mengayuhnya.

"Abang sebelah sana, aku di sini." titah Susan yang memposisikan diri di sebelah kiri Rachel. Sedangkan Ronand, di sebelah kanan Rachel. Posisi Rachel saat ini berada di tengah-tengah Ronand dan Susan.

Bagus, pasangan sua...

Rachel...

Upss...

Saat Ronand dan Susan mendorong sepeda kecil itu dengan kaki mereka, Rachel malah ingin berteriak membuka rahasia status pernikahan mereka. Tentu saja sudah sesuai kesepakatan, mereka akan merahasiakan status pernikahan ini di kampus. Rachel hanya bisa cengengesan saat Ronand dan Susan sudah seperti singa yang siap menerkamnya.

"Jangan bahas itu di kampus. Kita ingin hidup tenang di kampus ini. Pasti kalau tahu kita sudah menikah, dikira hamidun ntar." ucap Susan mengatakan alasannya.

"Iya, santai aja sih. Tadi kan baru hampir keceplosan," ucap Rachel dengan santainya.

"Awas saja sampai keceplosan, aku lakban itu bibirnya biar kaya paket COD." ucap Susan dengan ancamannya.

"Iya, terus nanti paket bibirnya dikirim ke Babang Lucky ya." ucap Rachel dengan mengedipkan matanya sebelah.

Dih... Genit,

Eh... Bukannya Kak Lucky juga kuliah di kampus yang sama dengan kita?

Iya. Tapi dia ada di jurusan manajemen bisnis dan udah lulus tahun kemarin.

Yah... Nggak ketemu sama ayang beb dong,

Nye Nye Nye...

Buruan masuk, 5 menit lagi semua harus berkumpul di barisan kelompoknya masing-masing.

Tak... Tak... Tak...

Kelompok apa nih aku?

Kelompok ikan cupang,

Ha?

1
muhammad ibnuarfan
gak suka nya di sini tu...Chiara terlalu bodoh jadi emak...insting keibuan nya gak tajam sama sekali...boleh positif thinking...tapi juga harus waspada dong...😤
Sani Srimulyani
wow pasti kali ini ronand yang bergerak.
Atik Kiswati
next....
Sani Srimulyani
lucu juga kalo denger ronand debat sama papa Julian, pasti ujung2nya papa Julian yang kena.....
Atik Kiswati
lnjt.....
Ita Xiaomi
Auto sawan😁
Keinara Leticia
baca ulang karena akun hilang🫣🫠
Ayudya
mang kalau keturunan papa dullian ga kaleng kaleng 🤣🤣🤣🤣kalau suruh jail🤣🤣🤣🤣
black secret
next
Atik Kiswati
mangkanya jadi dosen jangan songong....
tia
lanjut thor
Sani Srimulyani
waaahhh ada yang cari perkara nih orang.....
Healer
Lucky dtg ke kampus k utk berjumpa dgn Achel??
Atik Kiswati
nah...lho.....
Aisyah Ajalah
waduh baca bab ini w jadi senyum senyum sendiri,mau ketawa ngakak takut anak kaget karna lagi tidur😃😄😁😆😀😅😂🤣🤭
Ita Xiaomi
Sehat selalu Kk. Istirahat jg.
Atik Kiswati
lnjt...
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
ada2 aja nih achel sama mika nih....tapi kalo ga ada mereka tuh serasa sepi gitu....
tia
eggak papa yg penting update dobel 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!