Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesal
Abah masih tak percaya laki laki yang iya pilih untuk menjadi pendamping putri satu satunya malah bersikap begitu dingin pada wanita yang datang dan mengaku sebagai ibunya.
" mas " panggil Widya menyadarkan Wisnu dari lamunannya.
" ya, dulu dia ibu ku yang begitu sangat aku hormati dan sayangi bahkan apapun yang ibu lakukan dan inginkan selalu Wisnu anggap sebagai perintah yang harus Wisnu penuhi dan taati sebagai bakti seorang anak pada ibunya " ucap Wisnu.
" tapi nyatanya cinta dan rasa hormat itu malah menghancurkan semua hubungan ibu dan anak tanpa tersisa saat ibu membela anaknya yang sudah jelas jelas salah dan menyakiti hati anaknya yang lain " ucap Wisnu.
" ibu minta maaf dan ibu sangat menyesali apa yang sudah ibu lakukan padamu " ucap Bu Vira sedih karena luka yang iya berikan pada Wisnu begitu membekas di hati Wisnu sampai saat ini.
" Wisnu sudah memaafkan ibu jauh sebelum ibu minta maaf pada Wisnu "
" tapi jika ibu berharap jika Wisnu bisa seperti dulu saat luka ini belum menggores hati Wisnu begitu dalam, maaf Wisnu tidak bisa " ucap Wisnu.
" terima kasih karena ibu sudah datang begitu jauh sampai ke kota ini " ucap Wisnu.
" Wisnu pamit "
" bah, Wisnu lelah, wisnu masuk ke dalam duluan " ucap Wisnu yang memilih masuk ke dalam rumah Abah tanpa ingin menghabiskan waktu cukup lama dengan wanita yang sudah melahirkannya tapi juga memberikan luka terdalam pada dirinya.
" mas, mas mau kemana ?" tanya Widya saat berpapasan dengan Wisnu saat dirinya keluar rumah sambil membawa beberapa teh hangat untuk ibu mertuanya, Abah dan suaminya.
" mas lelah mas ingin istirahat " ucap Wisnu yang bahkan tak ada senyuman saat mengatakan semua itu pada Widya dan Widya bisa memaklumi bagaimana perasaan Wisnu saat ini.
" baiklah " ucap Widya menghormati keputusan Wisnu yang masih belum bisa berdamai dengan orang orang yang sudah menyakitinya di masa lalu.
Widya pun kembali melanjutkan langkahnya menyajikan teh hangat untuk ayah dan ibu mertuanya yang terlihat tampak sedih dengan sikap yang Wisnu tunjukan tadi.
" silahkan di minum Bu " ucap Widya setelah selesai menyajikan minum dan kue yang memang selalu ada untuk tamu yang datang berkunjung ke rumahnya.
" apa Wisnu hidup bahagia di sini ?" tanya Bu Vira penasaran.
" sejauh yang saya tau Wisnu anak laki laki yang baik, santun dan beradab " ucap Abah.
" dan begitu yakinnya saya pada apa yang saya rasakan saat pertama kali melihat Wisnu, saya langsung mengajukan lamaran pada Wisnu untuk putri saya " ucap Abah lagi.
" bahkan saat menjelang pernikahan itu terjadi ada banyak drama yang harus Wisnu hadapi tapi tanpa banyak berpikir Wisnu selalu bersama dan setia mendampingi Widya bahkan Wisnu menjadi tameng untuk setiap masalah yang Widya hadapi " ucap Abah.
" syukur lah jika Wisnu bisa menemukan keluarga yang baik bahkan Wisnu begitu di terima di keluarga mertuanya " ucap Bu Vira yang merasa bersyukur karena Wisnu masih bisa menemukan keluarga lain setelah kehilangan keluarga akibat keegoisannya.
" mungkin Wisnu hanya butuh waktu untuk bisa melupakan semuanya " ucap Abah yang ncpba memahami jika dirinya berada di posisi Wisnu.
" Abah benar, mas Wisnu hanya butuh waktu untuk bisa melupakan luka yang ibu torehkan di hatinya "
" apalagi saat di resort kemarin mantan istrinya pun ada di sana dan mencoba mengusik bahkan berkali kali mempermalukan mas Wisnu di tempat umum" ucap Widya yang ingin ibu mertuanya mengerti dan tak memaksakan diri agar Wisnu bisa kembali bersikap baik seperti dulu.
" mantan istri ?"
" Latisya ?" tanya Abah dan Bu Vira berbarengan.
" ya, jadi akhir akhir ini cukup berat bagi mas Wisnu karena luka lama yang coba iya kubur dan iya kubur dalam dalam malah kembali hadir bertubi tubi " ucap Widya memahami perasaan suaminya saat ini.
" baiklah, ibu pamit dan tolong jaga dan cintai Wisnu dan jangan berikan luka lagi padanya karena ibu tak akan bisa membayangkan bagaimana hancurnya Wisnu jika sampai kembali terluka " ucap Bu Vira lagi.
" iya Bu " ucap Widya yang tetap harus bisa menghormati ibu mertuanya terlepas bagaimana hubungan Wisnu dan Bu Vira saat ini.
" saya titip anak saya pak '' ucap Bu Vira yang benar benar rasa gagal menjadi seorang ibu karena telah melukai hati putranya demi putranya yang lain.
" ibu tenang saja, bagi saja Wisnu bukan menantu tapi anak laki laki saya "
" jadi saya pasti akan menjaga anak laki laki saya agar menjadi laki laki kuat tapi memilihi hati yang besar " ucap Abah lagi.
Setelah mendengar ucapan Abah yang begitu meyakinkan, Bu Vira pun pergi dari rumah Abah tanpa bertemu lagi dengan Wisnu dan Bu Vira tak mempermasalahkan itu meski hatinya sakit saat Wisnu kini benar benar menjaga jarak dari dirinya.
Begitu juga dengan Abah dan Widya yang langsung masuk ke dalam rumah dimana Widya langsung melihat suaminya seolah ingin memastikan kondisi suaminya saat ini.
" mas " panggil Widya tepat di belakang tubuh suaminya yang sedang menatap jendela kamarnya yang Wisnu biarkan terbuka lebar.
" apa ibu sudah pulang ?" tanya Wisnu tanpa melihat ke arah Widya yang kini sudah memeluknya dari belakang.
" ya " jawab Widya singkat.
" apa ibu terlihat sedih ?" tanya Wisnu yang masih memikirkan perasaan ibunya setelah apa yang iya katakan tadi atau mungkin lebih tepatnya Wisnu menyesali kelancangannya saat mengatakan semua itu pada ibunya.
" ibu memahami kenapa mas bisa bersikap seperti itu padanya " ucap Widya sambil mengusap usap dada Wisnu yang debarannya terasa begitu kencang.
" tapi ibu merasa lega dan bersyukur karena mas kini hidup bahagia bersama Widya dan juga Abah yang begitu sangat menyayangi mas seperti anak laki lakinya sendiri " ucap Widya seperti yang Abah katakan tadi saat berbicara dengan Bu Vira.
" lebih baik sekarang mas mandi dan istirahat lah, biar Widya siapkan makan malam untuk kita " ucap Widya sambil melepaskan pelukannya dari Wisnu.
" tetaplah seperti ini " ucap Wisnu sambil menggenggam tangan Widya yang melingkar di dadanya.
" baiklah " ucap Widya yang ingin suaminya bisa jauh lebih tenang dan bisa bersikap seperti biasanya sebelum orang orang dari masa lalunya kembali dalam kehidupannya.
" aku anak yang durhaka karena sudah membuat hati ibu ku terluka dengan sikap dan kata kataku tadi " ucap Wisnu yang terlihat menyesali semuanya.
" tapi aku tak bisa mengendalikan diri dan hatiku saat mengingat apa yang aku alami dan aku rasakan apalagi semua itu akibat keegoisan ibu dan sikap pilih kasih ibu pada kedua anaknya " ucap Wisnu seolah semua bayangan masa lalu kembali menarik dalam benaknya.
" berdamai lah dengan semuanya mas karena semakin lama kamu menyimpan luka itu, itu hanya akan menyakiti kalian berdua " ucap Widya menasehati.
✍️✍️✍️ apa Wisnu bisa mengikuti permintaan dan saran Widya untuk bisa berdamai dengan masa lalunya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘