NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 115: Bangkitnya Roda Bintang Pertama

Di atas langit Perbatasan Timur Kerajaan Zhao, sebuah Kapal Roh raksasa berpanji 'Tungku Api' melayang angkuh di balik awan. Ini adalah markas komando Klan Kuno Yao untuk sektor perburuan ini.

Di dalam aula utama kapal yang mewah, aroma darah dan kemenyan bercampur menjadi satu. Yao Yan, Tuan Muda Klan Yao yang arogan dan kejam, sedang duduk di singgasana kulit harimau iblis. Di tangannya terdapat sebuah cangkir giok berisi anggur roh.

Tiba-tiba, seorang tetua berjubah merah berlari masuk dengan wajah pucat pasi, menjatuhkan dirinya berlutut hingga dahinya membentur lantai kayu kapal.

"T-Tuan Muda Yao Yan! Lapor!" suara tetua itu bergetar hebat. "Piringan Jiwa milik Tetua Gu... hancur! Kamp pengumpulan sumber daya kita di Hutan Timur telah diratakan dengan tanah!"

PRANG!

Yao Yan meremukkan cangkir giok di tangannya menjadi debu. Matanya memancarkan api Niat Membunuh yang membakar udara di sekitarnya.

"Tetua Gu adalah ahli Foundation Establishment! Siapa di dunia fana kotor ini yang bisa membunuhnya?!" raung Yao Yan. "Apakah Sekte Langit Absolut melanggar perjanjian pembagian wilayah?! Atau Klan Xiao yang dipimpin oleh wanita gila itu mulai mencari masalah?!"

"B-Bukan keduanya, Tuan Muda," tetua yang berlutut itu menelan ludah dengan susah payah. "Tim pelacak kami baru saja kembali dari sisa-sisa kamp. Tidak ada fluktuasi sihir tingkat tinggi. Tidak ada sisa elemen api, angin, atau pedang terbang. Mayat sepuluh elit Qi Condensation kita ditemukan dengan leher tergorok rapi, dan dada Tetua Gu... hancur oleh hantaman fisik tumpul yang sangat brutal. Mereka dieksekusi dari jarak dekat!"

Yao Yan terdiam. Wajahnya berkedut menahan amarah yang meluap-luap. Di dunia kultivasi, dibunuh menggunakan sihir adalah hal biasa. Namun, dibantai melalui pertarungan fisik jarak dekat tanpa sihir adalah sebuah penghinaan mutlak. Itu berarti musuh menganggap mereka tidak lebih dari ternak yang disembelih.

"Ada tikus fana yang mencoba bermain sebagai pembunuh bayaran, atau ada sekte lokal yang menyembunyikan kekuatan fisik ekstrem," desis Yao Yan, senyum psikopat terukir di wajahnya. "Kirim seratus Pasukan Penegak Darah! Bakar Hutan Timur hingga menjadi abu! Seret setiap manusia fana dalam radius lima puluh mil ke hadapanku. Aku akan menguliti mereka hidup-hidup sampai tikus pengecut itu keluar dari lubangnya!"

"Sesuai perintah Tuan Muda!"

Sementara Klan Yao terbakar amarah, di kedalaman markas rahasia bawah tanah Ibukota Zhao, suasana justru terasa sangat dingin dan hening.

Jue Ying berlutut dengan satu kaki, meletakkan sepuluh cincin penyimpanan dan sebuah kepala berlumuran darah di hadapan Zhao Xuan.

"Misi selesai, Tuan. Tidak ada yang selamat. Tidak ada jejak yang tertinggal," lapor Jue Ying.

Zhao Xuan yang duduk bersila di atas altar batu mengangguk pelan. Mata hitamnya menatap tumpukan cincin penyimpanan itu dengan kepuasan predator. Ia menjentikkan jarinya, dan menggunakan sedikit resonansi kinetik untuk memecahkan segel spiritual cincin-cincin tersebut.

Dalam sekejap, ribuan Batu Spiritual Tingkat Rendah, ratusan Batu Spiritual Tingkat Menengah, dan puluhan botol pil kultivasi tumpah ruah membentuk gunung kecil yang memancarkan cahaya Qi yang sangat pekat di dalam ruangan gelap itu.

Bagi lima bayangan Sekte Langit Asura, energi ini terlalu besar hingga membuat mereka sesak napas. Namun bagi Zhao Xuan, ini adalah hidangan pembuka.

"Kalian boleh pergi dan beristirahat. Jaga perimeter," perintah Zhao Xuan santai. "Dan ingat, apa pun yang kalian rasakan dari ruangan ini dalam satu jam ke depan... jangan pernah masuk."

Jue Ying dan rekan-rekannya segera menunduk hormat dan menghilang ke dalam bayangan.

Zhao Xuan kini sendirian. Ia menutup matanya dan menarik napas panjang. Ia tidak mencoba menyerap Qi itu ke dalam Dantian fana-nya, karena ia tahu tubuh fana tanpa Tulang Emas akan meledak menahan energi sebanyak ini.

Sebaliknya, ia memusatkan kesadarannya pada sesuatu di dalam jiwanya: Sepuluh Roda Bintang Hitam.

Mari kita lihat seberapa rakus kalian, batin Zhao Xuan menantang.

Zhao Xuan merentangkan kedua tangannya di atas tumpukan batu spiritual. Ia memutar kesadarannya, membuka kunci spiritual ke arah Roda Bintang pertama.

WUUUUUSSH!

Bukan hisapan angin, melainkan hisapan ruang dan waktu! Roda Bintang hitam yang tertidur di dalam jiwa Zhao Xuan tiba-tiba berputar. Sebuah pusaran gravitasi spiritual yang sangat mengerikan tercipta.

Ribuan Batu Spiritual di hadapannya meredup dalam hitungan detik. Energi Qi murni ditarik keluar secara paksa, berubah menjadi aliran cahaya kosmik yang melesat menembus pori-pori Zhao Xuan, langsung menuju jiwanya. Batu-batu keras itu seketika hancur menjadi debu abu yang tak bernilai.

Di dalam jiwanya, Qi dari Klan Yao itu dibakar habis oleh Roda Bintang Pertama. Warna hitam pekat roda itu mulai terkelupas, digantikan oleh pendaran cahaya perak keunguan yang memancarkan aura primordial kuno.

KRAAAK! BAM!

Tubuh fana Zhao Xuan bergetar hebat. Tulang-tulangnya retak, lalu menyambung kembali dengan kepadatan yang seratus kali lipat lebih kuat. Otot-ototnya dialiri oleh debu kosmik dari Roda Bintang. Ini bukan Qi Condensation, ini juga bukan Foundation Establishment. Ini adalah metode kultivasi kuno dari Benua Barat yang secara langsung mengubah daging fana menjadi tubuh entitas kosmik!

Zhao Xuan membuka matanya. Tidak ada Niat Membunuh Asura yang biasa, melainkan cahaya bintang perak yang sedingin ruang hampa.

Roda Bintang Pertama telah aktif sepenuhnya!

Kekuatan fisik ini... Zhao Xuan mengepalkan tangan kecilnya. Udara di sekitarnya terkompresi hingga meledak dalam suara letupan kecil. Kepadatan tubuhku sekarang setara dengan Puncak Foundation Establishment. Dan roda ini memberikanku pasif manipulasi gravitasi. Sangat sempurna untuk digabungkan dengan Seni Pembongkar Tulang ku.

Sang Asura tersenyum. Kini, ia tidak lagi membutuhkan manipulasi momentum untuk menghancurkan perisai musuh. Ia hanya perlu meninjunya dengan gravitasi bintang.

Namun, fenomena kebangkitan Roda Bintang itu tidak berlalu tanpa riak.

Tepat pada detik Roda Bintang Pertama Zhao Xuan menyala dengan cahaya perak keunguan, di dalam Istana Kerajaan Zhao, sebuah sisir kayu jatuh dari tangan Sang Ratu.

Trak.

Sang Ratu berdiri mematung di depan meja riasnya. Wajahnya yang selalu tenang kini memucat pasi. Tangannya gemetar hebat mencengkeram dadanya.

Di dalam Dantian-nya yang hancur, tujuh Roda Bintang Hitamnya tiba-tiba bergetar, beresonansi dengan sebuah frekuensi yang sangat ia kenal, namun dengan tingkat kemurnian dan kengerian yang jauh melebihi miliknya sendiri!

"I-Ini tidak mungkin..." bisik Sang Ratu, matanya membelalak tak percaya. Ia melangkah terhuyung ke arah jendela paviliun, menatap langit malam Ibukota.

Selama sepersekian detik, ia bisa merasakan sebuah pilar cahaya bintang yang tak kasat mata menjulang dari arah pinggiran kota, menembus awan dan merobek tekanan spiritual armada Benua Tengah seolah itu hanya jaring laba-laba rapuh.

Ada garis keturunan Klan Dewa Bintang yang bangkit di dekat sini! Jantung Sang Ratu berdebar kencang. Dan kemurniannya... ini adalah resonansi dari Roda Bintang Primordial! Siapa?! Apakah Ayahanda mengirim divisi pelacak ke dunia fana ini? Atau...

Pikiran Sang Ratu berputar liar. Jika Klan Dewa Bintang dari Benua Barat menemukan lokasinya, mereka pasti akan membawanya pulang. Tapi jika itu adalah musuh lamanya yang dulu menghancurkan Dantian-nya, maka seluruh Kerajaan Zhao dan keluarganya akan musnah malam ini juga.

Secara insting, tatapan keibuan Sang Ratu beralih ke arah paviliun tempat Zhao Xuan tidur.

Entah mengapa, ikatan batinnya sebagai seorang ibu merasa bahwa riak kekuatan yang mengerikan itu memiliki kehangatan yang familiar.

"Siapa pun kau yang bersembunyi di kotaku..." gumam Sang Ratu, matanya kembali memancarkan ketegasan seorang pejuang kuno. "...jika kau datang membawa ancaman bagi anak-anakku, aku bersumpah demi langit Benua Barat, aku akan menyeretmu ke dalam kehampaan."

1
eka suci
tahan Xiao Mei jangan ngamuk🤭 ibu 🤣🤣🤣🤣 di balikin setelah kosong tar kalau penuh disita lagi ngga🤣🤣🤣
eka suci
emaknya ngga sadar kekuatan si bungsu bener bener asura kang nyamar sejati
eka suci
aku penasaran musuh yg mengejar ibunya sampai terluka parah dan harus sembunyi
MF
fghuihffxdfgghju
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
alexander
bagus ceritanya
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
gasssdd deuiiii manggg minnnn
saniscara patriawuha.
sikatttttt sudahhhhh
abyman😊😊😊
Hahahah🤣
saniscara patriawuha.
gassssdddd...
Rinaldi Sigar
lnjut
abyman😊😊😊
Bantaiiiiiiiiiiii 💪💪💪
saniscara patriawuha.
wadohhhhhh wadohhhhh
Rinaldi Sigar
lanjut
Yanka Raga
😎🤩
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
ohh yessss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!