Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Dafa dari dulu memang terkenal lelaki yang dingin, apalagi terhadap perempuan. Meski banyak yang mencoba mendekati dirinya pasti akan berakhir kecewa karan lelaki itu sama seklai tidak merespon apapun untuk menarik perhatiannya.
Tapi sikap dinginya bisa mencair saat bertemu dengan Mila. Pegawai cafe yang ramah dan penuh keceriaan yang menarik perhatian Dafa. Lelaki itu rela bersitegang dengan sang mama hanya demi sebuah restu untuk menikahi Mila jadi istrinya.
Tapi kini cintanya pada Mila sudah pudar karna tingkah wanita itu yang sudah melewati batas. Sekarang Dafa kembali merasakan cinta yang sama pada seorang gadis polos yang bekerja di rumah mamanya. Ia menikahi gadis itu atas perintah mamanya yang menginginkan seorang cucu. Dan itu juga atas ijin dari Mila istri pertamanya.
"Mau di suapin?"tawar Dafa sambil menyodorkan sendok nasi lengkap dengan lauknya. Tanpa menjawab Laras membuka mulutnya dan melahapnya dengan perasaan bahagia.
"Enak sayang. Apalagi makanya di suapin kaya gini makin endol." Dafa tersenyum mendengar ocehan istrinya.
"Kapan kita periksa kandungan kamu?" tanya Dafa di sela menyuapi bumil.
"Terserah sayang saja."
"Kira - kira anak kita laki - laki atau perempuan ya?" ucap Dafa membayangkan anaknya belum lahir.
"Sayang mau yang mana ?" tanya Laras.
"Apa saja, sayang. Mau laki - laki atau perempuan sama saja yang penting sehat." sahut Dafa. Tapi jujur dari hatinya yang paling dalam ia mau mempunyai seorang anak laki - laki biar nanti bisa jadi penerus bisnisnya.
"Tapi kalau menurut aku mending laki - laki, sayang."
"Kenapa?" tanya Dafa heran dengan jawaban istrinya.
"Biar nanti ada yang belain aku dan sebagi penerus papanya kelak." kekeh Laras.
"Kalau tak ada anak lelaki kan ada aku yang jagain kamu."
"Beda, sayang."
"Beda gimana,"
"Kalau suami itu jagain istri pas saat bersama saja, tapi kalau anak jagain mamanya samapi akhir hayat. Suami itu ada bekasnya tapi kalau anak tak ada bekasnya." sesaat Laras termenung setelah mengucapkan kata - kata itu.
"Melamun aja, nanti kesambet baru ta rasa." Dafa menyentak kening istrinya membuat Laras tersadar dari lamunannya dan mengasuh kesakitan.
"Auch..... sakit tau." wajah Laras berubah cemberut.
"Lagian kamu ini ada - ada saja."
"Sayang, apakah kamu akan meninggalkan aku nantinya?" tanya Laras berubah serius.
"Hai ga usah ngomong gitu lagi. Ga ada yang bakal ninggalin kamu." ujar Dafa gemes.
"Tapi bagaimana dengan isi perjanjian itu?" Laras teringat dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati sedari awal.
"Ga usah mikirin penjamin itu, isinya sudah tak berlaku. Nanti aku akan mama untuk memusnahkanya. Sekarang lebih baik kamu fokus sama anak kita saja." ujar Dafa meyakinkan istrinya.
"Sayang." panggil Laras manja.
"Apa?"
"Mau peluk. " rengek Laras seperti anak kecil. Dafa berdecak kesal dengan permintaan istrinya, tapi lelaki itu kemudian memeluk Istrinya dan menciumi pucuk kepala istrinya.
Begitulah Laras makin hari makin manja dan semakin banyak permintaan yang membuat Dafa pusing sendiri. Lelaki itu mesti kesal tapi merasa bahagia dengan remehkan istrinya.
"Sayang cinta ga sama aku?" tanya Laras kemudian saat mereka sudah berada di kamar.
"Kenapa kamu tanya begitu?"Dafa balik bertanya.
"Ingin tau aja."
"Apa kamu tidak bisa merasakan perlakuan aku terhadap kamu selama ini?"
"Perlakuan sayang yang dingin dan agak kasar itu?." sahut Laras.
"Jadi kamu ingatnya yang itu saja, apa kelembutan yang aku berikan tak kamu rasakan?
Laras yang sadar dengan perubahan wajah suaminya langsung menjilat kuping Dafa membuat Dafa tak bisa menahan diri.
"Kamu ini selalu saja membangunkan harimau tidur."
"Mana ada harimau di sini sayang."
"Ada."
"Mana?"
"Jangan buat aku kesal Laras." sebenarnya bukan kesal tapi ke lebih gemes dengan keisengan Laras.
"Sayang kalau marah makin ganteng." goda Laras sambil mengedipkan matanya sambil tanganya membelai rahang tegas suaminya.
"Kamu semakin lancang dan genit sekarang." geram Dafa sambil mengigit pucuk hidung Laras membaut Laras berteriak kesakitan.
"Auch....." Laras mengelus hidungnya yang sakit dengan bibir cemberut.
"Kalau aku genit sama suami sendiri itu wajar, kalau genit sama lelaki lain itu baru salah. Lagian sekali aku ga genit pasti ga bakal di sayang." Laras mengerucutkan bibirnya membuat Dafa gemes dan langsung mengulum bibir itu.
Laras memukul dada suaminya berusah melepaskan pagutan yang membuatnya sesak. Tapi bukan Dafanya jika tak mendapatkan apa yang ia inginkan. Laras hanya pasrah mengikuti kasur yang suaminya baut hingga ia tertidur karna lelah.
...****************...
Assalamualaikum kk thor kembali up ya.
Di tunggu saran dan masukannya serta jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 💪😘🙏🙏