NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Gua Perlindungan

Hutan kembali sunyi Namun, kali ini, bukan sunyi yang menenangkan melainkan sunyi setelah badai.

Daun-daun masih bergoyang pelan, seolah mengingat sisa-sisa kekacauan yang baru saja terjadi. Aroma tanah basah bercampur dengan bau samar darah yang tertinggal di udara.

Arlan berlari menembus pepohonan dengan napas berat langkahnya tidak teratur, namun tidak berhenti di pelukannya, tubuh Alana terkulai lemah ringan terlalu ringan seolah seluruh tenaganya benar-benar telah terkuras habis.

Wajahnya pucat.

Bibirnya sedikit terbuka, menghembuskan napas yang begitu pelan hingga hampir tidak terdengar.

“Alana… bertahanlah…” bisik Arlan, suaranya serak.

Tangannya menggenggam tubuh gadis itu lebih erat, seolah takut kehilangannya jika ia lengah sedikit saja.

Cabang-cabang pohon melukai lengannya, namun ia tidak merasakannya.

Rasa sakit itu kalah jauh dibandingkan ketakutan yang menggerogoti dadanya.

Di belakangnya, dua pengawal vampir mengikuti dengan kecepatan yang sama.

Mereka tidak berbicara Namun, mata mereka bergerak cepat, mengamati setiap sudut hutan naluri mereka mengatakan bahaya belum sepenuhnya pergi.

“Ke arah sini,” ujar salah satu pengawal akhirnya.

Suaranya rendah, namun tegas Arlan tidak bertanya ia langsung mengikuti arah yang ditunjukkan Ia tidak punya waktu untuk ragu tidak sekarang.

Beberapa saat kemudian, pepohonan mulai merenggang dan di antara akar besar serta bebatuan yang ditumbuhi lumut terlihat sebuah celah sempit.

Gua.

Tersembunyi dengan sempurna seolah memang tidak ingin ditemukan.

Arlan berhenti sesaat, mengatur napasnya yang hampir habis.

Namun ketika ia melihat wajah Alana yang semakin pucat ia kembali bergerak Masuk tanpa ragu.

Bagian dalam gua cukup luas langit-langitnya tinggi dengan stalaktit menggantung udara di dalamnya dingin, namun stabil.

Tidak ada suara selain tetesan air yang jatuh perlahan dari batu ke tanah.

Tempat ini tenang dan cukup aman untuk sementara Arlan berjalan ke bagian dalam dan menemukan batu datar yang cukup bersih dengan hati-hati, ia menurunkan Alana.

Gerakannya pelan seolah takut menyakitinya Ia berlutut di sampingnya tangannya gemetar saat menyentuh pipi Alana.

“Alana… bangun…”

Tidak ada respon.

Hanya napas lemah Itu saja.

Arlan menunduk Rahangnya mengeras.

“Kenapa…”

Suaranya nyaris tidak terdengar.

Salah satu pengawal mendekat Ia memperhatikan Alana dengan tatapan serius.

“Ia tidak terluka secara fisik.”

Arlan langsung menatapnya tajam.

“Kalau begitu kenapa dia tidak bangun?!”

Nada suaranya meninggi.

Dipenuhi emosi pengawal itu terdiam sejenak seolah mempertimbangkan sesuatu.

“Kekuatan itu… bukan sesuatu yang seharusnya ia gunakan sekarang.”

Arlan mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

Pengawal lain melangkah maju.

“Kekuatan yang tadi ia gunakan… bukan milik manusia.”

Kata-kata itu membuat suasana di dalam gua menjadi lebih berat.

Arlan terdiam Pikirannya kembali pada apa yang ia lihat.

Mata merah gerakan cepat Energi yang menghancurkan.

“Itu… nyata…” gumamnya.

Bukan ilusi bukan mimpi Itu benar-benar terjadi dan Alana adalah pusat dari semuanya sementara itu di luar hutan kakek, paman, dan bibi bergerak cepat.Wajah mereka penuh kecemasan Langkah mereka terburu-buru, namun tetap hati-hati.

Di depan mereka.dua pengawal vampir memimpin jalan.Mereka bergerak cepat, namun sesekali berhenti untuk memastikan arah.

“Kita hampir sampai,” kata salah satu dari mereka.

Bibi menggenggam tangannya sendiri.

“Alana… jangan sampai terjadi apa-apa…”

Suaranya bergetar.

Paman menatap ke depan dengan wajah tegang.

“Aku tidak menyangka dia akan pergi sejauh ini…”

Kakek tidak berkata apa-apa.

Namun langkahnya semakin cepat.

Tatapannya tajam.

Ia bisa merasakan sesuatu.

Energi yang samar.

Namun cukup untuk membuat hatinya berat.

“Kami lengah…” kata salah satu pengawal vampir tiba-tiba.

Suaranya penuh penyesalan.

“Kami mencium bau serigala di sekitar desa… dan berpikir ancaman ada di sana…”

Yang lain melanjutkan,

“Kami tidak menyangka dia akan bergerak sendiri ke hutan…”

Bibi menutup mulutnya.

Air matanya mulai mengalir.

“Ini salah kita…”

Kakek akhirnya berbicara,

“Tidak.”

Mereka semua menoleh.

“Kalian tidak sepenuhnya salah.”

Suaranya tenang Namun dalam.

“Ini… sudah mulai bergerak.”

Beberapa saat kemudian mereka tiba di depan gua kedua pengawal vampir berhenti saling berpandangan.

“Di sini,” kata salah satu dari mereka.

Tanpa menunggu, mereka masuk Kakek dan yang lainnya mengikuti.

Di dalam gua Arlan masih berada di samping Alana tidak bergerak , tidak pergi Ia hanya duduk di sana menunggu dengan kecemasan yang semakin dalam saat suara langkah terdengar ia langsung menoleh.

Matanya membesar.

“Kakek…!”

Bibi langsung berlari.

“Alana!”

Ia berlutut di sampingnya tangannya gemetar saat menyentuh wajah gadis itu.

“Alana… bangun… tolong bangun…”

Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

Paman berdiri di samping mereka.

Wajahnya tegang.

“Bagaimana keadaannya?”

Arlan menjawab pelan,

“Dia tidak bangun sejak tadi…”

Kakek mendekat perlahan tatapannya jatuh pada Alana dan untuk sesaat ia terdiam, seolah memastikan sesuatu kemudian ia menghela napas panjang.

“Seperti yang aku takutkan…”

Paman mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

Kakek tidak langsung menjawab Ia hanya menatap kalung di leher Alana berlian hijau itu kini redup Namun masih memancarkan cahaya samar.

“Segelnya…”

gumamnya pelan.

“mulai melemah.”

Semua terdiam kata itu terdengar asing Namun juga menakutkan.

Arlan menatap kakek.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

Nada suaranya serius tidak lagi ragu ia menuntut jawaban Namun kakek hanya menutup matanya sejenak.

Seolah menahan sesuatu.

“Kalian akan segera tahu…”

katanya pelan.

“Namun bukan sekarang.”

Arlan mengepalkan tangannya.

“Kenapa selalu seperti itu?!”

Suaranya meninggi.

“Semua orang tahu… kecuali aku dan dia!”

Ia menunjuk Alana.

“Apa kalian tidak sadar betapa berbahayanya itu?!”

Suasana menjadi tegang Namun kakek tidak marah Ia hanya membuka matanya.

Menatap Arlan dengan tenang.

“Justru karena berbahaya… kami menyembunyikannya.”

Hening.

Tidak ada yang berbicara hanya suara napas dan tetesan air di dalam gua tiba-tiba Alana bergerak sedikit.

Sangat kecil Namun cukup untuk membuat semua orang membeku.

“Alana…?” bisik bibi.

Jari Alana bergerak kemudian alisnya berkerut Napasnya berubah lebih dalam lebih berat.

Arlan langsung mendekat.

“Alana! Kau bisa dengar aku?!”

Perlahan mata Alana terbuka Namun, ada sesuatu yang berbeda matanya tidak langsung fokus tatapannya kosong dan untuk sesaat kilatan merah muncul di irisnya Sangat cepat Namun cukup untuk membuat dua pengawal vampir mundur refleks.

“Dia… bangun…” bisik salah satu.

Namun nada suaranya tidak sepenuhnya lega.

Alana mengerjap pelan pandangannya perlahan kembali jelas wajah pertama yang ia lihat Arlan.

“Kak… Arlan…?”

Suaranya lemah namun sadar.

Arlan langsung menghela napas lega.

“Ya… aku di sini…”

Bibi menangis pelan.

“Syukurlah…”

Namun sebelum mereka sempat benar-benar tenang Alana tiba-tiba memegang kepalanya.

“Ah…!”

Wajahnya menegang seolah merasakan sesuatu.

“Pusing…" bisiknya.

Bayangan kembali muncul sekilas cepat

Istana sarah dan suara yang sama.

“Kau tidak bisa menghindarinya…”

Alana membeku matanya membesar.

“Kakek…”

Suaranya bergetar.

“Ada… sesuatu di kepalaku…”

Kakek menatapnya dalam.

Ia tahu Waktunya semakin dekat Dan kali ini tidak ada cara untuk menghentikannya sepenuhnya, di dalam gua yang gelap itu kebenaran mulai bergerak Perlahan Namun pasti dan tidak lama lagi semuanya akan terungkap.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!