NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

025

Mary sudah selesai menjahit pola gaun yang sedang digarapnya.

Mary berpikir untuk mengisi hari-harinya agar lebih produktif dengan membuat gaun-gaun yang nantinya mungkin bisa dijualnya jika ia sudah kembali ke kota.

Mary jadi terinspirasi untuk kembali membuat gaun saat berbelanja kain di kios. Di kampung ini tentu saja penjahit kampung masih lebih diunggulkan daripada seorang designer pakaian.

Namun, apa salahnya berusaha lebih produktif daripada seharian hanya rebahan di dalam kamarnya ataupun berjalan-jalan di sekitar rumah.

Pun jika gaunnya tak bisa dijual, akan ia kenakan sendiri karena tak mungkin selamanya ia mengenakan kebaya milik nenek Roseo.

Roseo bilang kebaya-kebaya tersebut belum pernah dikenakan sang nenek karena beliau keburu meninggal sehingga Mary bisa memakainya daripada Mary mengenakan pakaiannya yang cuci kering pakai.

Menjelang malam terlihat Roseo yang sudah kembali dari ladang. Di saat yang bersamaan, Leo pun datang dengan mengendarai mobil berkabin ganda.

Mary langsung menyambut senang kedatangan Leo, dengan cepat ia melewati Roseo yang berjalan menghampirinya di bale bale.

“Leo!” Seru Mary.

Roseo mendelik gusar melihat Mary yang justru menyambut kedatangan Leo.

Sebenarnya, wanita itu menikah denganku atau dengan Leo?! Kenapa dia malah menyambut Leo! Batin Roseo mengumpat kesal.

Leo turun dari mobil dan disambut dengan Mary yang tersenyum sumringah.

“Leo, aku sudah menunggumu dari tadi! Ayo, aku sungguh butuh koneksi internet”.

Mary menarik lengan Leo, menyeret pria itu ke bale bale.

Roseo benar-benar kesal namun ia hanya bisa diam membiarkan Mary dan Leo bersama.

Mungkin itulah yang disebut sebagai teman sefrekuensi karena Mary dan Leo sama-sama orang modern yang pernah hidup di kota besar.

***

“Wah, Leo, terima kasih banyak, dengan adanya koneksi internet seperti ini, gawai cerdasku benar-benar kembali ke fungsinya,” kata Mary.

“Aku pikir, aku harus pergi ke kota dulu baru bisa mendapatkan koneksi internet. Lele.. Lele, kenapa kamu baru datang sekarang setelah selama ini aku mati gaya!” 

Mary menepuk-nepuk lengan Leo dengan senang.

“Kenapa anda tidak bertanya pada Mas Ros?” Tanya Leo.

“Bertanya pada Roseo sama saja bertanya pada rumput yang bergoyang!” Jawab Mary.

“Hmm, begitu ya, padahal seandainya anda bertanya pada Mas Ros, mungkin Mas Ros bisa menyampaikan hal tersebut pada saya, dan saya tentu bisa memberi panduan via telepon,” kata Leo.

“Oh, benar juga ya! Kenapa tak pernah terpikirkan olehku? Tapi tetap saja, Roseo mana tahu hal-hal canggih! Layar ponselnya saja masih yang dua warna!” Cerocos Mary.

“Oh ya, Leo, ngomong-ngomong, kenapa pria tampan, pandai, dan berasal dari kota besar, mau bekerja di kampung seperti ini?”

“Karirmu pasti lebih cemerlang jika bekerja di perusahaan besar yang ada di kota besar daripada menjadi asisten petani”.

“Yah, dengan wajah dan penampilanmu yang tampan ini, jika di kota besar sulit mendapat pekerjaan pun, kau bisa jadi simpanan wanita kaya di kota”.

Mary terus berkomentar hingga membuat Leo tertawa.

“Haha,” tawa Leo.

Leo menatap ke arah Mary dengan tatapan lembut dan bersahabat.

“Nyonya Mawary, anda sungguh wanita yang memiliki pikiran yang begitu unik dan menarik,” puji Leo.

“Aku rasa pikiran wanita ini bukanlah pikiran yang unik dan menarik, melainkan terlampau modern hingga tidak bisa dikatakan waras!” 

Roseo menimpali sambil membawa nampan berisi makanan yang sudah dimasaknya. Roseo meletakan nampan itu di atas bale bale.

Mary tersenyum melihat ekspresi masam Roseo.

“Bisa-bisanya wanita ini menyuruhmu menjadi simpanan wanita kaya!” Sewot Roseo.

“Haha, Roseo, kau itu sama sekali tidak tahu realita hidup di kota besar jadi tidak perlu berkomentar,” Mary tertawa.

“Ngomong-ngomong, Nyonya Mawary bekerja dimana sewaktu masih tinggal di kota?” Tanya Leo.

“Hmm, bisakah kau menebaknya?” Mary balik bertanya.

“Apakah anda adalah wanita kaya raya yang memiliki pria tampan sebagai simpanan?” Tanya Leo.

“Haha!” Tawa Mary meledak.

Mary sampai memukul-mukul lengan Leo dengan gemas.

“Ubur-ubur ikan lele, kamu lucu banget sih, Le!” 

Leo tersenyum sumringah melihat Mary yang tertawa senang seperti itu. Namun tawa Leo langsung hilang karena Roseo menatap Leo dengan tatapan ingin mencabut nyawa Leo.

“Sebaiknya sekarang kau makan saja, Nyonya yang paling berpikiran modern,” kata Roseo pada Mary.

“Terima kasih, Roseo,” sahut Mary. “Lho, Leo, kau tidak ikut makan?” Tanya Mary.

“Tadi di jalan saya sudah makan, Nyonya,” jawab Leo.

“Oh, begitu, kenapa tadi kau tidak sekalian membawakan makanan untukku? Jujur saja aku ingin makanan yang lebih bervariasi! Setiap hari hanya makan rebusan dan lalapan seperti ini, membuatku merasa menjadi kelinci,” kata Mary.

Roseo yang sedang menyantap sayuran rebus hanya bisa mendelik gusar. Entah berapa kali Mary komplain, namun wanita itu tetap memakannya.

“Kalau kau tidak mau makan, ya sudah, tidak usah! Tapi jangan mengeluh saat kau lapar!” Sewot Roseo.

Leo melihat ekspresi Mary yang berubah masam karena ucapan Roseo.

“Nyonya Mawary, di kota besar bahkan para wanita banyak yang tidak makan karena cemas dengan jumlah kalori. Anda harusnya bersyukur karena bisa memakan makanan segar yang kaya serat dan rendah kalori seperti ini, apalagi semua sayuran ini dipetik langsung dari kebun sendiri,” Leo menjelaskan.

“Oh, begitu ya?!” Komentar Mary.

“Benar! Sayuran yang ada di kebun Mas Ros ini bahkan sudah memiliki pelanggan tetap yang berasal dari restoran-restoran besar dan hotel bintang lima!”

“Hah?! Benarkah?” Mary terperangah.

“Tentu saja, saya bicara seperti ini karena saya yang memegang semua data penjualan! Bahkan Mas Ros dan saya sudah berencana untuk mengekspansi bisnis ini sampai ke luar negeri,” Leo menjelaskan.

“Oh, wah! Aku tak menyangka mentimun yang kumakan di sini sama dengan mentimun yang ada di hotel bintang lima”, kata Mary.

“Leo, sudahlah, kau tidak perlu menjelaskan apapun kepada wanita yang lebih suka makan kulit ayam Kaepsi daripada mentimun kualitas terbaik,” sahut Roseo.

Mary langsung mencomot banyak-banyak mentimun yang ada piring dan memakannya.

“Pantas saja mentimun ini rasanya manis dan segar, barang berkualitas terbaik memang beda ya,” puji Mary.

“Ya, anda sangat beruntung sekali Nyonya, karena bisa makan sepuasnya,” sahut Leo.

***

“Leo, untuk apa kau menjelaskan tentang bisnis kita pada Mawary. Aku rasa wanita itu tidak perlu tahu apapun dan biar saja dia berpikir sesuai dengan pikirannya yang terlampau modern itu”.

Roseo berkata pada Leo yang saat ini sedang sibuk berkutat di depan laptop di kamar Leo.

“Mas Ros,” kata Leo.

“Wanita yang berasal dari kota besar tentu menyukai hal-hal yang besar, para wanita itu juga biasanya memiliki ambisi yang begitu besar. Jadi, jika anda ingin Nyonya Mawary tertarik pada anda, semua yang anda punya haruslah besar, termasuk omongan anda”.

Leo menjelaskan panjang lebar sementara Roseo hanya mengangguk-angguk.

“Saya sungguh tidak tahu mengapa anda bisa menikahi Nyonya Mawary, padahal Nyonya Mawary jelas tidak tertarik pada anda”.

Roseo mendelik gusar, asistennya itu memang orang paling jeli dalam hal menganalisa apapun.

“Apakah anda memaksa Nyonya Mawary untuk menikah dengan anda karena anda mengambil alih tanah perkebunan orang tua Nyonya Mawary?” Tebak Leo.

“Leo, kau salah besar dalam hal itu,” kata Roseo dengan nada bangga yang terselip.

“Salah besar?" Leo terperangah.

"Bagaimana bisa? Menurut saya, hal yang saya kemukakan itu adalah skenario yang biasa terjadi saat ada seorang wanita dari kota besar yang harus pulang kampung. Orang tua Nyonya Mawary pasti memaksa Nyonya Mawary untuk menikah dengan anda,” tutur Leo.

“Haha, Leo! Kau harus tahu ya, justru wanita itu yang datang dan memohon padaku agar aku menikahinya,” kata Roseo dengan penuh kebanggaan.

Leo terdiam dan tak percaya bahwa analisisnya tentang hubungan Roseo dan Mary ternyata salah.

“Oh ya, satu hal lagi, Leo. Apapun yang terjadi, jangan coba membuka pintu kamarmu, untuk Mawary!” Ucap Roseo sebelum keluar dari kamar Leo.

Roseo tentu tidak mau sampai Mary menyelundup masuk ke kamar Leo di tengah malam. Terlebih sekarang ia dan Mary tidur di kamar yang terpisah.

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!