Ren cuma pegawai kantoran biasa.
Setiap hari, ia mengurus dokumen para Awakened sambil berharap bisa pulang tepat waktu. Tapi setelah sebuah insiden, hidupnya berubah total.
Ia mengalami Awakening … dan mendapatkan kemampuan paling aneh yang pernah ada:
"Tidak Melakukan Apapun."
Kekuatan yang terdengar payah. Tidak berguna. Bahkan memalukan.
Masalahnya, kemampuan itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Klik. Klik. Klik.
Suara tetikus tua di atas meja kayu itu terdengar seperti detak jantung yang sekarat. Ren menghela napas, matanya yang lelah menatap nanar ke arah layar monitor yang dipenuhi angka-angka statistik AFC.
Tiga hari lalu, ia baru saja menggertak entitas Kategori 3 sampai makhluk itu menderita krisis eksistensi. Sekarang? Ia sedang bertarung melawan format tabel Excel yang berantakan.
"Sial, garisnya melenceng lagi," gerutu Ren.
Punggungnya terasa gatal, tepat di bawah tulang belikat yang tak bisa ia jangkau. Bau kopi instan murahan yang sudah dingin menusuk hidungnya, aroma apek yang bercampur dengan debu mesin fotokopi di pojok ruangan.
Ini adalah kantor AFC Cabang Qilin. Tempat di mana para pahlawan kemanusiaan biasanya mendaftar, tapi bagi Ren, ini hanyalah penjara administratif yang membayar tagihan listriknya.
***
Di layar monitor lain, ribuan kilometer dari sana, Diao Manchu sedang memijat pelipisnya yang berdenyut.
"Jue, kau bercanda, kan?" suara Diao terdengar parau melalui sambungan hologram. "Kategori 3. Tipe Raksasa. Hilang. Begitu saja."
Han Jue, yang duduk di ruang kerjanya yang rapi, menyesap teh hijau dengan tenang. Meskipun sebenarnya, jempol kakinya di dalam sepatu sedang menekuk karena tegang.
"Datanya begitu, Diao. Rift Huangxi stabil dalam tiga puluh menit. Tidak ada korban jiwa dari pihak kita," sahut Han Jue datar.
"Aku tidak butuh statistik! Aku butuh penjelasan!" sembur Diao. Napasnya memburu, terdengar seperti suara ban bocor di speaker. "Lima tim Kelas A sudah siap mati di sana. Lalu satu orang masuk, dan semuanya selesai? Siapa dia? Hantu?"
Han Jue terdiam sejenak. Ia teringat momen ketika ia mencoba menguji Ren secara pribadi sebulan yang lalu.
Saat itu, Han Jue mencoba melayangkan serangan api ke arah Ren. Ia terlalu impulsif waktu itu.
Namun, Bukannya menghindar, Ren malah diam. Ia terlihat baik-baik saja setelah menerima semburan api darinya.
"Hee ..." Han Jue mendadak mengeluarkan suara sengau yang memalukan saat ingatan itu lewat. Ia segera berdeham, mencoba mengembalikan martabatnya.
"Intinya," lanjut Han Jue. "Ia Awakened Tingkat C. Tipikal Support."
Ia mengerti sifat frustasi Diao, tapi bersamaan ia juga tak bisa melakukan apapun tentang itu.
Diao tertawa sinis, suaranya pecah di speaker. "Tingkat C? Kau mau bilang monster Kategori 3 itu pulang ke dimensinya karena takut pada staf admin dengan peringkat Awakened Tingkat C?"
"Namanya 'Zero Act', Diao," Han Jue menyandarkan punggung. "Ia mengklaim kemampuannya adalah pertahanan mutlak yang pasif."
"Itu alasan paling bodoh yang pernah kudengar," tukas Diao.
"Memang. Tapi bukankah itu yang menyelamatkan kalian?"
Diao terdiam. Disampingnya kejadian tak masuk akal yang ia saksikan, tetap saja Ren telah membantu menyelamatkan Huangxi.
Jue melanjutkan, ia berdehem. "Tenang saja, aku juga sama bingungnya dengan kalian, untuk sekarang biar kita lihat sejauh mana kemampuannya."
***
Ren sedang mencoba menggarap laporan mingguan ketika printer di sampingnya mendadak menggeram. Suaranya seperti mesin giling yang dipaksa memakan kerikil.
Krrkkk... Jreeeet!
"Kertasnya macet lagi," gumam Ren.
Ia berdiri, mendekati mesin putih besar yang bergetar hebat itu. Tangannya baru saja hendak membuka penutup printer ketika mesin itu tiba-tiba berhenti.
Hening.
Bukan hening yang normal. Ruangan itu mendadak kehilangan suaranya selama satu detik penuh. Seolah waktu sedang mengambil napas.
Lalu, selembar kertas keluar dengan mulus. Bersih tanpa noda.
Ren mengerjapkan mata. "Oh, oke. Terima kasih."
Ia kembali ke kursinya. Ia sadar apa yang terjadi, printer itu rusak. Namun, karena kemampuannya ia membuat seolah printer itu bekerja dengan baik.
Baginya, ini berkah. Bagi hukum fisika, ini adalah penghinaan.
Ia menatap kolom status pada profil Awakened-nya sendiri di sistem internal AFC.
Nama: Ren
Pangkat: C-Rank
Spesialisasi: Pertahanan; Zero Act
Status Kekuatan: Self Preserved
Ia tersenyum, ia merasakan perasaan aneh di dadanya, seolah bulu-bulu halus sedang bergerak bebas di dadanya.
Dan perasaan itu mulai lebih aneh lagi setelah melihat kalimat setelah kolom statusnya.
Batas kekuatan belum terukur, perubahan mungkin saja terjadi
Ia melanjutkan pekerjaannya. Tanpa memikirkan lebih lanjut mengenai konteks kalimat itu. Dari ribuan data yang telah ia kelola, hal itu bagaikan angin lewat baginya.