NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Cahaya dari ring light yang tadi menerangi sudut dapur Selena akhirnya padam. Aroma wangi kue cokelat gandum yang baru matang masih tertinggal di udara, memberikan efek relaksasi yang instan. Selena melepas apron hijaunya, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu memotong beberapa potong kue sehat buatannya ke atas piring porselen kecil.

Ia melangkah menuju ruang santai, tempat Elvano duduk dengan kaki panjangnya yang bersila di atas sofa cokelat milik Selena. Pria itu tampak sangat kontras dengan suasana rumah Selena yang hangat; Elvano dengan aura mahalnya, namun anehnya, ia terlihat sangat betah di sana.

“Ini, cobalah. Masih hangat,” ucap Selena sambil menyodorkan piring tersebut kepada Elvano.

Elvano menerima piring itu, matanya menatap potongan kue tersebut sebelum beralih ke wajah Selena.

“Terima kasih. Dan terima kasih juga karena sudah mau mengakuiku di depan siaran tadi, ya walaupun tidak menjelaskan secara jelas siapa aku,” ujar Elvano dengan nada suara yang rendah namun terdengar tulus.

Selena tertawa kecil, ia ikut duduk di sisi sofa yang lain, menjaga jarak yang sopan namun cukup dekat.

“Itu demi kedamaian hidupku juga, El. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku menjawab kalau calon suaminya adalah Elvano Alvendra. Bisa gempar dunia persilatan, dan mungkin aku tidak akan bisa keluar rumah sakit dengan tenang besok pagi,” balas Selena dengan nada bergurau.

Elvano tertawa pendek, sebuah tawa yang jarang sekali terdengar di depan kamera media. “Kalimatmu lucu juga ya, dunia persilatan? Sepertinya kamu terlalu banyak membaca novel silat atau memang imajinasimu yang terlalu jauh,” goda Elvano.

Selena hanya membalasnya dengan senyuman lebar. Ia meraih remote televisi, mulai mencari aplikasi streaming film.

“Kamu suka film apa?” tanyanya tanpa menoleh.

“Apapun aku suka, asal ceritanya menarik hati dan tidak membosankan di tengah jalan,” jawab Elvano setelah menyesap potongan pertama kue buatan Selena. Matanya sedikit melebar, terkejut dengan rasanya. “Ini benar-benar enak, Selena. Sama sekali tidak terasa seperti makanan diet yang biasanya hambar.”

“Baiklah kalau begitu, aku akan memutar film kesukaanku saja ya?” tawar Selena sambil melirik Elvano dengan tatapan jenaka.

“Tentu, aku ikut kamu saja. Anggap saja aku tamu yang penurut malam ini,” kata Elvano sambil menyandarkan punggungnya dengan santai. Ia lalu menatap Selena dengan ekspresi yang sedikit lebih serius.

“Oh ya, nanti saat aku berangkat ke Singapura untuk konser, kamu harus membawakanku banyak kue sehat seperti ini. Aku butuh energi tambahan di sana.”

Selena menganggukkan kepalanya mantap. “Tentu saja. Sekalian aku akan membawakan makanan sehat khusus untukmu, biar staminamu tidak drop saat di panggung,” jawab Selena dengan nada bercanda.

Elvano menatapnya selama beberapa detik, lalu sebuah ide muncul di benaknya. “Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja kamu ikut aku ke Singapura selama tiga hari?” tanyanya dengan nada yang terdengar seperti candaan, namun matanya menunjukkan keseriusan.

Selena menatap Elvano dengan wajah terkejut, matanya mengerjap tidak percaya. “Apa? Tidak bisa, El. Aku masih harus kerja di rumah sakit. Jadwal pasienku penuh minggu depan,” tolak Selena dengan cepat.

“Cuti saja tiga hari. Nanti aku yang akan membayar gajimu selama tiga hari itu, berapa pun jumlahnya,” tawar Elvano dengan gaya CEO-nya yang absolut.

Selena tertawa renyah, ia menyandarkan kepalanya di bantalan sofa. “Aku tahu kamu kaya raya, Tuan Elvano. Tapi kalau aku ikut, aku mau gajinya naik tiga kali lipat, bagaimana? Berani tidak?” tantang Selena, masih dalam mode bercanda.

“Tiga kali lipat? Sangat murah. Aku setuju,” jawab Elvano tanpa jeda sedikit pun, membuat tawa Selena semakin pecah.

“Wah, sepertinya aku sedang berhadapan dengan bank berjalan ya. Sekalian saja kalau begitu, aku ingin menguras seluruh hartamu sampai tidak bersisa,” sahut Selena sambil tertawa hingga matanya menyipit.

Elvano ikut tertawa, sebuah tawa yang hangat dan penuh perasaan. “Dipersilahkan untuk Calon Nyonya Elvano menguras hartaku. Hartaku tidak akan habis hanya untuk membiayaimu belanja seumur hidup,” balas Elvano dengan nada yang entah mengapa terdengar sangat posesif namun manis di telinga Selena.

Mereka pun saling menatap dalam tawa yang perlahan mereda, menyisakan keheningan yang terasa berbeda dari sebelumnya. Ada getaran aneh yang mulai tumbuh di antara mereka.

Malam itu, mereka menikmati waktu berdua bukan sebagai bintang besar dan dokter gizi ternama, melainkan sebagai sepasang manusia yang mulai mencoba saling memahami.

Untuk pertama kalinya, Elvano memutuskan untuk tidak pulang ke apartemennya yang sunyi. Ia menginap di rumah Selena, menempati sebuah kamar tamu yang sudah Selena siapkan dengan sprei berwarna biru laut, sangat sesuai dengan selera minimalis yang disukai Elvano.

**

Mentari pagi Jakarta menyusup malu-malu melalui celah gorden, membasuh ruang makan minimalis milik Selena dengan cahaya keemasan. Aroma gurih omelet sayur dan wangi roti gandum yang baru dipanggang memenuhi udara, menciptakan suasana rumah yang begitu kental. Di balik counter dapur, Selena sedang sibuk menata piring dengan ketelitian seorang dokter gizi yang perfeksionis.

"Wah, aroma apa ini? Perutku mendadak berdemo minta diisi," ucap Elvano yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar tamu.

Suaranya serak khas orang baru bangun tidur, rambutnya yang biasa tertata rapi kini berantakan alami, memberikan kesan manusiawi yang jauh dari citra superstar globalnya. Ia melangkah mendekati meja makan dengan mata yang masih setengah terpejam, tangannya sudah terjulur hendak meraih sepotong roti.

"Eits, berhenti di situ, Tuan Bintang!" seru Selena sambil menepis pelan tangan Elvano dengan spatula kayu.

Elvano terkesiap, matanya langsung terbuka lebar menatap Selena yang sedang berkacak pinggang.

"Kenapa? Aku lapar sekali, Dokter," keluh Elvano dengan wajah memelas yang jarang ia tunjukkan pada dunia.

"Cuci muka dulu, berkumur, dan rapikan dirimu sedikit. Meja makan ini area bersih, jangan bawa kuman bantalmu ke sini," perintah Selena dengan nada tegas namun terselip canda di matanya.

Elvano hanya bisa cengengesan, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Baik, Dokter Sunshine. Perintah dilaksanakan segera," sahut Elvano sambil berbalik menuju kamar mandi dengan langkah gulai.

Selena menggelengkan kepala melihat tingkah pria itu. Ia tersenyum tipis sambil melanjutkan menata gelas jus jeruk segar. Di hadapan kamera dan ribuan fans, Elvano Alvendra adalah sosok dingin, perfeksionis, dan tak tersentuh.

Namun di rumah ini, di hadapan Selena, pria itu hanyalah laki-laki normal berusia 34 tahun yang hobi merajuk jika dilarang makan. Ada rasa hangat yang perlahan menyusup ke hati Selena saat menyadari bahwa hanya ia yang diizinkan melihat sisi rapuh dan santai seorang Elvano.

Beberapa menit kemudian, Elvano kembali dengan wajah yang lebih segar. Ia duduk di hadapan Selena dan mulai menyantap sarapannya dengan lahap.

"Ini enak sekali. Sepertinya aku akan ketagihan sarapan di sini setiap hari," puji Elvano di sela kunyahannya.

"Tentu saja enak, gizinya seimbang dan dibuat dengan penuh perhitungan medis," jawab Selena bangga sambil menyesap teh hijaunya. "Oh ya, bagaimana jadwalmu hari ini? Aku dengar ada rapat besar di kantor?"

"Begitulah. Tapi pikiranku sudah di Singapura. Aku ingin memastikan semuanya sempurna untuk konser nanti," gumam Elvano, matanya mendadak berubah serius saat membicarakan pekerjaan.

**

Sementara itu, di sebuah kediaman megah di kawasan Menteng, suasana pagi terasa jauh lebih formal. Oma Ratna, nenek Elvano yang berwibawa, sedang duduk tenang di meja makan panjang kayu jati. Di sampingnya, berdiri Pak Basuki, pria berusia 50 tahun yang telah menjadi tangan kanan kepercayaan keluarga Alvendra selama puluhan tahun.

"Jadi, bagaimana perkembangan cucu keras kepalaku dengan Selena semalam, Basuki?" tanya Oma Ratna setelah menyesap kopi hitam tanpa gulanya.

Pak Basuki membungkuk sopan sebelum menjawab. "Semuanya berjalan sangat lancar dan aman, Nyonya Besar. Nona Selena tampaknya membawa pengaruh yang sangat baik. Kemarin ia mengantarkan makanan ke kantor Tuan Muda, dan semalam... Tuan Muda menginap di rumah Nona Selena," lapor Pak Basuki dengan nada datar namun tersirat rasa lega.

Oma Ratna meletakkan cangkirnya, sebuah senyum kemenangan terukir di wajahnya yang mulai keriput. "Menginap? Elvano yang benci berbagi ruang pribadi dengan orang asing itu mau menginap di sana? Luar biasa," gumam Oma Ratna senang.

"Benar, Nyonya. Bukan hanya itu, Tuan Muda juga sudah memberikan tiket VIP konsernya di Singapura kepada Nona Selena. Sepertinya Tuan Muda ingin Nona Selena ada di sana bersamanya," tambah Pak Basuki lagi.

Oma Ratna mengangguk-anggukkan kepalanya dengan mantap. "Aku sudah menduganya. Selena adalah satu-satunya wanita yang bisa menembus tembok dingin Elvano. Dia pintar, berpendirian, dan tulus. Aku benar-benar lega Elvano mendapatkan calon istri seperti dia," ucap Oma Ratna penuh syukur.

"Tuan Muda terlihat jauh lebih ceria dan hangat belakangan ini, Nyonya. Pengaruh Nona Selena benar-benar nyata," sahut Pak Basuki setuju.

Namun, senyum Oma Ratna mendadak memudar saat ia teringat sesuatu. "Basuki, pastikan keamanan di sekitar rumah Selena diperketat. Aku tidak mau ada satu pun media atau masa lalu mereka yang merusak rencana ini sebelum pernikahan resmi diumumkan. Terutama pria bernama Max itu," perintah Oma Ratna dengan suara yang berubah dingin dan tajam.

"Baik, Nyonya. Saya sudah menempatkan tim tambahan secara rahasia untuk memantau pergerakan Max dan agensinya," jawab Pak Basuki sigap.

**

Kembali ke meja makan Selena, Elvano baru saja menyelesaikan sarapannya saat ia menatap Selena dengan intens.

"Selena, soal tiket ke Singapura... kau benar-benar akan datang, kan? Aku tidak menerima penolakan," ucap Elvano tiba-tiba, suaranya kembali ke mode CEO yang absolut.

Selena terdiam sejenak, menatap mata Elvano yang seolah sedang mencari kepastian. "Aku akan usahakan, El. Tapi aku punya satu syarat," jawab Selena pelan.

"Apa syaratnya?" tanya Elvano penasaran.

"Jangan biarkan siapapun tahu kalau aku di sana sebagai calon istrimu. Aku ingin menontonmu sebagai fans, bukan sebagai beban yang harus kau lindungi setiap saat," pinta Selena dengan tatapan memohon.

Elvano terdiam cukup lama. Ia ingin sekali mengumumkan pada dunia bahwa wanita hebat ini adalah miliknya, namun ia tahu risiko yang akan dihadapi Selena dan ia paham akan hal itu. Apalagi mereka juga sudah sepakat sejak awal, jika pernikahan ini akan di rahasiakan.

***

1
Sri Murtini
elvano kau benar " cinta ya bukan akting
Sri Murtini
Elfano jatuh cinta se jatuh"nya dipelukan kekasih hati. ternyata tidak selamanya perjodohan itu berdampak buruk.... ini memang ketemu pasangan sejatì
Penta Ning Thiyas
luar biasa
Penta Ning Thiyas
karyamu selalu keren.. dan nagih😍👍 semangat kak
Hugo Hamish
kak up dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!