Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?
Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.
Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.
Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....
Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?
Saksikan eklusif disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 04 : Paopao
Seperti malam ini, Jimmy sengaja meminta Clyde untuk mengosongkan jadwal malamnya. Agar keduanya bisa pergi bersenang-senang malam ini.
Akan tetapi, sepertinya rencana mereka berdua untuk bersenang-senang malam ini gagal total. Sih bungsu terbangun dari tidurnya.
Kini kedua tangan mungilnya memegang erat baju Jimmy.
Pertanda bahwa Crystal tidak akan melepaskan sang daddy begitu saja. Gadis kecil itu akan menempel pada gendongannya sepanjang waktu.
"AAAAA........" Teriak Crystal saat Jimmy akan menurunkannya dari gendongannya.
Ke tujuh putra Jimmy lantas langsung melirik tajam kearah adik dan daddy mereka. Sangat menganggu. Merusak suasana mereka menikmati makan malam mereka.
Sop Ikan Gurame Bening spesial buatan mommy mereka. Sop Ikan Bening adalah masakan khas Indonesia yang terbuat dari potongan ikan gurame segar, tomat hijau, kemangi, dan jahe. Makan malam favorit mereka bertujuh serta asisten setia sang daddy, Clyde.
Ikan gurame yang segar memberikan rasa manis alami serta tekstur daging yang lembut, sangat cocok untuk lidah anak usia 2 tahun. Kuah beningnya yang segar kaya akan rempah alami tanpa santan.
Perpaduan antara tomat hijau yang sedikit asam dan daun kemangi memberikan aroma yang sangat harum dan menggugah selera. Jahe dan sedikit bawang putih yang digeprek memastikan kuahnya hangat di tenggorokan dan bebas bau amis.
Sederhana, bernutrisi, kaya akan cita rasa Indonesia dan sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak. Menjadikan Sop Ikan Bening hidangan yang sangat populer di meja makan keluarga.
"Duduk disini dulu, yah." Pintah Jimmy pada putri kecilnya.
Crystal yang khawatir akan ditinggalkan pun menggelengkan kepalanya. Memegang erat kaos sang daddy berlogo buaya itu. Tanda bahwa ia tak setuju dengan permintaan sang daddy.
Jimmy menghela nafasnya panjang.
Putri kecilnya itu memang sangat menempel padanya. Sangking menempelnya ditinggal sebentar saja tidak mau. Padahal Jimmy hanya ingin mengambil mangkuk di dalam Upper Cabinet.
Alice yang melihat kelakuan putrinya menggelengkan kepalanya pusing. Memijit pelipisnya pelan sembari menetralkan aliran darahnya yang tak beraturan.
Rasanya Alice hampir tak percaya melihat putri yang ia lahirkan dan kandung selama sepuluh bulan, sangat tergila-gila pada suaminya Jimmy Kusuma. Sedangkan Alice sendiri sangat membenci Jimmy.
Apa mungkin sih bungsu adalah bayi pertama yang tak sempat lahir yang ia kandung dulu? Oleh karenanya, Putri kecil mereka sangat menempel pada Jimmy. Ia takut ditinggalkan dan dicampakkan oleh sang daddy, untuk kedua kalinya.
"Tidak mau," menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya. Menatap Jimmy penuh harapan.
"Duduk disini dulu, yah. Daddy mau mengambil mangkuk di Upper Cabinet," Bujuk Jimmy pada sih bungsu, sebab ia tak mau hal buruk menimpah putrinya.
"Tidak mau." Kekeuhnya.
"Paopao me." Meremas jari-jarinya di udara meminta gendong pada Jimmy.
"Duduk disini sebentar saja, ok?" Berusaha membujuk Crystal.
"Tidak mau" Teguh dengan pendiriannya.
"Crystal cantiknya daddy. Pintu Upper Cabinet itu sangat berbahaya. Nanti kening Crystal kena pintu gimana?" Pelan, Jimmy berusaha menjelaskan pada putri kecilnya betapa berbahaya pintu Upper kabin bagi bayi seumurannya.
Sementara Jimmy berusaha membujuk putri kecilnya agar mau ditinggal sejenak. Asisten Clyde yang tengah asyik menikmati Sop Ikan buatan istri bosnya, berusaha menahan tawanya sekuat mungkin agar tidak pecah.
Tidak di rumah tidak di kantor sih bungsu memang sangat menempel pada pak bosnya seperti perangko. Jika sudah begini Clyde yakin 100% rencana ia dan bosnya untuk pergi bersenang-senang pasti gagal total.
Sebentar lagi pasti akan ada drama rengekkan manja putri tunggal kesayangan daddy. Semua orang di mansion Kusuma tahu. Drama putri tunggal kesayangan daddy tidak akan berakhir dengan mudah.
"Hmmm....paopao me." Memeluk erat tangan sang daddy.
"Sebentar daddy mau...."
"Biar uncle Clyde saja yang mengambil mangkuknya." Selahnya menunjuk Cylde yang sedang menikmati Sop Ikannya.
"Uhukkk.....uhuukkk...." Clyde terperanjat kaget mendengar perkataan Crystal. Hampir saja ia tersedak duri ikan gurame.
"Clyde......." Jimmy melirik asistennya sekilas memberi kode, lalu berpaling mengangkat tubuh mungil putrinya.
"Baiklah." Clyde bangkit dari duduknya meninggalkan makan malamnya sejenak. Berjalan menuju dapur guna mengambil mangkuk untuk Tuannya.
Istri Tuannya Ny. Alice memang benar-benar suka cari perkara baru. Apa sulitnya menyiapkan alat makan/ mangkuk untuk Tuannya juga coba? Padahal Alice menyiapkan mangkuk untuk dirinya juga.
Nyatanya Clyde cuma seorang asisten pribadi beruntung yang berkesempatan tinggal bersama Tuannya di mansion mewah milik Tuannya dengan dalih efisiensi waktu dan tenaga.
Jimmy meletakkan Crystal diatas pangkuannya sambil memperhatikan putra-putranya yang tengah menikmati makan malam mereka. Sungguh karunia yang luar biasa bagi Jimmy memiliki delapan anak kembar yang mandiri sejak usia dini.
Jimmy tidak perlu repot-repot menjalani drama anak susah makan, tidak mau mandi, menangis guling-guling, dan sebagainya. Hanya saja Jimmy harus bersabar dengan drama prangko sih bungsu yang selalu ingin menempel padanya.
"Gavinnn......bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Jimmy pada sih sulung berbasa-basi.
"Jangan berbasa-basi, dad." Ketusnya, menyuap Sop Ikan kedalam mulutnya. Jimmy terhenyak mendapati keketusan putra sulungnya.
"Gradyy......" Terpotong.
"Tidak usah basa-basi,dad. Jika kamu membawa adik (Crystal) bersamamu setiap hari. Kami pasti akan baik-baik saja." Selah Grady memotong perkataan unfaedah sang daddy.
"Benar, dad. Bawa saja adik ke kantor bersamamu. Maka kami akan baik-baik saja." Grant putra ketiga Jimmy menimpali perkataan kakak keduanya Grady.
"Itu benar, dad." Findlay, Darragh, Kynan, dan Conor menyetujui pendapat ketiga kakak mereka.
Mereka bertujuh akan baik-baik saja, jika sih bungsu Crystal tidak berada di rumah. Hidup mereka akan terasa tenang, damai, dan tentram bila sih bungsu ikut bersama daddy mereka.
Lain halnya jika sih bungsu ditinggalkan di rumah. Hidup mereka akan dipenuhi oleh keributan dan huru-hara. Ada saja tingkah lakunya yang membuat kepala mereka pusing seribu keliling.
Tidak hanya mereka bertujuh yang merasa stres, terganggu, tertekan, lemah, letih, dan lesuh bila ada sih bungsu Crystal di rumah. Mommy mereka Alice pun merasakan hal serupa.
Para pelayan dan satpam di mansion mereka juga merasakan hal yang sama. Dunia seakan mau hancur bila Jimmy meninggalkan Crystal di rumah bersama istri dan anak-anaknya.
Sebab setiap tiga puluh detik sekali Crystal kecil akan menanyakan keberadaan Jimmy, dan kapan sang daddy akan pulang, kepada setiap orang yang berada di mansion keluarga Kusuma.
Tak terkecuali Pak Mamat dan Pak Slamet, dua satpam yang berjaga di gerbang mansion Kusuma. Di mana jarak antara bangunan utama mansion dengan gerbang tidak kurang dari 200 meter.
Bukan hanya menanyakan keberadaan sang daddy kepada pelayan dan satpam. Crystal juga meminjam ponsel mereka guna meneror sang daddy, asisten pribadinya, dan sekretaris Helena.
Akibat terlalu sering menelpon majikan mereka, sampai-sampai nomor mereka di blokir oleh Jimmy, Clyde, dan Helena karena terlalu menganggu.
Faktanya bukan mereka tidak tahu malu atau sopan santun atau tata krama. Tapi sih bungsu Crystal akan menangis sambil berguling-guling di lantai, andai mereka menolak meminjamkan ponsel mereka pada sih bungsu.