NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Kisah Cinta Jeanne Dan Jeremy )

Cinta Tak Perna Salah (Kisah Cinta Jeanne Dan Jeremy )

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri pertama Cinta Tak Perna Salah mengangkat
Kisah Cinta antara Jeanne dan Jeremy yang berawal cinta itu tumbuh saat mereka usia remaja di sebuah asrama tentara. Kedua orang ini adalah anak tentara ini, Jeanne dan Jeremy sama - sama didik dalam tradisi dan kebiasaan orangtua mereka agar anak - anak ini kuat. Ketika mereka dewasa perpisah terjadi karena tugas dari orangtua mereka. Namun perasaan cinta itu sudah semakin tumbuh. Namun terhalang Karena keakraban orangtua, ditambah orangtua Jeremy menjadikan Jeanne seperti anak perempuan mereka.
Namun takdir berkata lain Jeremy Alexander Purba ditugaskan di Papua, tepatnya di kesatuan yang dulu ditumbuh dan dibesarkan. Dan mereka bertemu kembali setelah Jeanne sudah menjadi dokter, perasaan yang lama tersimpan, kembali bersemi.
Bagaimana kisah cinta Jeanne dan Jeremy ini???
Apakah salah Jeremy mencintai Jeanne yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan

Papanya Jean sudah pensiun. Mereka sudah menempati rumah masa tua mereka bersama yang direncanakan akan tinggal anak dan cucu. Rumah itu sudah di siapkan Jemy dan Jean, agar berdekatan dengan orangtua Jemy. Mereka akan menghabiskan masa tua meraka di desa Salam perbatasan antara Jogja dan Magelang. Desa ini adalah kampung mamanya Jemy dan Joan.

Dan sekarang Joan Purba mendapat promosi jabatan di salah satu bank swasta yang ada di Magelang, akhirnya mami dan papi juga sudah menempati rumah mereka juga. Letak rumah bersebelahan dengan rumah papa Markus dan mama Lisa. Rumah mereka dikampung ada sawah punya Jemy, Jean dan Joan yang letaknya tepat dibelakang rumah mereka.

Kondisi kandungan Jean sudah delapan bulan, kemarin mama dan papa sudah di Jakarta, rencananya mami dan papi juga akan datang ke Jakarta pada saat Jean akan melahirkan. Cuaca di Jakarta sedang musim hujan. Karena musim hujan, Jean sempat mengalami batuk dan flu. Sebenarnya hal seperti ini sebisa mungkin harus Jean hindari. Karena berpengaruh pada kandungannya. Resikonya tinggi bisa tertular janinnya dan bisa terkontaminasi.

Kemarin siang, selesai pemeriksaan klinik, Jean merasa kesehatan tubuhnya sedikit tidak baik - baik saja. Suhu tubuhnya meningkat menjadi tiga puluh tujuh derajat namun dia merasa kedinginan. Jean langsung menelepon dokter Widya. Dia masih di poliklinik. Dokter Widya yang mendapat telepon langsung berlari kesana. Waktu sampai di poli ternyata Jean sudah mengalami pendarahan, suhu tubuhnya panas sekali sampai tiga puluh delapan derajat. Langsung Jean dibawa ke ruangan tindakan. Dokter Ricardo menghubungi Kapten Jemmy.

Mengetahui kondisi Jean istrinya, Musa langsung mengantar ke rumah sakit dan meminta Musa kembali menjemput mertuanya. Jean sudah berada diruang operasi. Dokter Widya dan Ricardo yang akan memberikan tindakan. Jemy langsung di ijini menemani Jean. Demam membuat dia seperti berada di alam bawa sadarnya. Jemy terus berdoa dan mencium istrinya.

Bayi laki - laki itu berhasil dikeluarkan, kondisinya sudah lengkap semua organ tubuhnya sempurna namun sayang bayi yang dilahirkan sudah meninggal didalam kandungan maminya. Dokter Widya dan Ricardo melihat kearah Jemy. Mereka memberi tanda. Namun Jean yang hanya dibius setengah mempunyai naluri yang kuat waktu melihat raut muka pucat dari suaminya.

"Sayang apa adek sudah lahir??? Apa dia baik dan sehat."

 Jemy sudah tidak tega. Dia memeluk istrinya kemudian dia memgambil bayi laki - laki mereka dan memberikan kepada Jean. Air mata Jean keluar. Dia menangis dan kemudian dia pingsan. Dokter Ricardo langsung cepat memeriksa Jean. Dan operasi dipercepat setelah mengeluarkan plasenta.

Informasi meninggalnya anak dari dokter Jean, diketahui oleh semua yang bekerja di poli kandungan. Mereka menangis, karena mereka tahu perjuangan dari dokter Jean bagaimana. Mama dan papa Jean sudah menangisi cucu mereka yang sudah meninggal. Mami dan Papi juga Joan sudah tahu. Mereka untung mendapat tiket pesawat hari ini. Mereka langsung berangkat ke Jakarta. Jasad bayi kecil sudah dibawa ke rumah dinas tempat Jemy dan Jean tinggal. Di rumah sudah ada pendeta dan mejelis tempat Jean dan Jemy beribadah. Semua hal yang berhubungan dengan pemakaman si kecil sudah disiapkan.

Mami, papi dan Joan langsung ke rumah sakit. Sampai diruangan Jean. Papinya langsung memeluk anak perempuannya.

"Papi, cucu papi sudah pergi duluan meninggalkan kita."

"Iya, Tuhan sayang sama dia. Boru harus kuat ya?? Papi yakin pasti ada berkat besar lainnya. Jean meminta untuk pulang mesiki pun dokter Widya dan Ricardo melarang, namun dia mau melihat anaknya dan mengantarnya ke tempat dia beristirahat yang terakhir. Di rumah ada Jemy dan papa.

Jemy kaget, karena Jean dalam keadaan lemah datang ke rumah, seharusnya dia masih dirumah sakit, Jemy yakin bahwa kedua mama dan maminya tidak bisa menolak keinginan istrinya. Jemy berlari ke depan langsung mengendong istrinya. Jean kembali menangis dalam pelukannya. Jemy membawa istrinya ke kamar. Sebelum anak mereka di masukan ke peti, Jean mengendong anaknya. Kembali Jean menangis, Jemy mencium istrinya.

"Sayang, harus kuat ya."

Begitu peti datang, ketika mau dimasukan Jean tidak mau memberikan bayi itu. Dia memeluk dan menangis. Bayi itu sempurna, dia ganteng, namun ditubuhnya banyak virus. Ini kesalahan Jean yang sebelum dan sesudah hamil suka menikmati makanan yang mentah. Seperti ikan mentah, bahkan danging yang setengah matangnya.

"Maafkan mami adek, mami tidak bisa menjaga kamu baik - baik."

"Sayang, adek akan menjadi malaikat buat kita berdua, dia akan menjaga maminya dari surga. Iklas ya sayang."

Akhirnya Jean memberikan bayi laki - laki mereka yang sudah pergi menghadap Tuhan. Bayi laki - laki itu diberi nama Jacob Gabriel Purba. Sepanjang ibadah Jean tidak beranjak dari bayinya. Dia terus mengelus kepala dan pipi Jacob anaknya. Waktu sudah mau dibawa ke tempat pemakaman, kembali Jean belum mau petinya ditutup. Jean menangis sampai pingsan. Akhirnya Jemy mengendong istrinya ke mobil. Di mobil ambulans Jacob di temani oleh kedua opa dan omanya.

Jean berada di mobil bersama Jemy dan Joan. Musa yang membawa mobil itu. Rekan - rekan dokter dan ners semua datang selain orang - orang di kompleks tentara. Bahkan anggota tim khususnya yang membantu mereka dalam kedukaan ini. Dan memberi kekuatan kepada dokter Jean dan suami. Dalam rombongan itu ada dokter Vincent juga. Ibadah pemakaman telah selesai.

"Adek, harus tabah ya sayang."

"Adek tidak bisa abang."

"Ade harus kuat."

Suhu tubuh Jean kembali meningkat. Terpaksa Jemy kembali membawa istrinya ke rumah sakit. Orangtuanya yang masih berada di kuburan cucu mereka.

Sampai di rumah sakit, Jean langsung di rawat, oleh dokter Widya dipasang infus kembali. Jemy selalu berada disamping istrinya. Jemy memeluk dan mencium tubuh lemah itu yang mengalami kehilangan.

"Abang...... anak kita di sorga ya."

"Iya sayang. Dia disana menjadi malaikat menjaga kita berdua."

"Maafkan adek abang, tidak bisa menjaganya dengan baik."

"Jacob pasti bangga bisa tubuh dan besar didalam rahim maminya yang menjaganya dengan cinta."

Jean menangis, sangat kencang. Dia tahu bahwa suaminya juga merasa kehilangan itu, namun dia harus kuat buat dirinya.

"Tuhan lebih sayang kepadanya ya abang."

"Iya, abang yakini itu. Dia belum berbuat dosa sayang. Kamu ingat, seharusnya Jacob sudah digugurkan pada usia kandungan tiga bulan, namun kita bedua sudah sepakat untuk membiarkan dia tetap tumbuh dan berada dalam rahim maminya yang hebat ini. Kita berdua berusaha memberikan yang terbaik."

Jean mulai merasa lega dan sedikit menerima keadaanya, menerima kenyataan bahwa dia harus kehilangan anak pertamanya. Subuh hari jam berdoa Jean tepat pukul lima.

Jemy dikagetkan dengan istrinya yang berdoa dan bernyanyi dalam doa dia berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan yang diberi baginya karena boleh menjadi mami bagi anaknya walau hanya delapan bulan didalam rahimnya. Selesai berdoa, Jemy yang sudah bangun datang memeluk istrinya dan mencium bibirnya.

"Kamu mami yang hebat sayang. I love you."

"Terima kasih abang, i love you more."

"Harus sehat ya sayang. Abang sedih kalau lihat kamu bersedih."

"Abang terima kasih karena sudah mau tetap kuat buat adek walaupun kita berdua mengalami kehilangan."

"Abang yakin, Tuhan pasti mempercayakan berkat yang besar buat kita bedua sayang."

"Amin."

Kondisi kesehatan Jean sudah membaik. Jean sudah di ijinkan keluar rumah sakit dan mendapat ijin cuti satu bulan. Untuk pemulihan.

Akhirnya Jemy membawa istrinya ke Jogja, untuk melihat rumah baru mereka bersama orangtua. Jean sangat mengnikmati suasana di sini. Papi sudah masuk masa purna tugas, jadi papi sudah tidak bertugas lebih banyak di rumah.

Ada dua rumah besar yang sudah diberi pagar didalamnya ada pohon buah - buahan yang sudah lama ada disini namun oleh Jemy kemarin dipangkas agar bisa menghasilkan. Jemy juga membeli pohon buah lainnya seperti kedondong mini, jamu air bahkan anggur pun ditanam. Semua itu ditanam waktu rumah ini direhab. Sekarang mereka sudah melihat hasilnya.

Sore hari mereka sedang menikmati teh bersama kue di teras belakang, tentu kue buatan mama yang dibantu mama, sambil melihat orang yang bekerja di sawah mereka baru selesai menanam padi. Orangtua mereka sangat senang melihat Jean yang sudah kembali segar lagi.

"Papi, senang, lihat Boru papi sudah segar lagi."

"Papi, mami, mama dan papa tidak sedihkan, jean belum bisa memberikan cucu buat kalian."

"Kakak, mami yang hebat. Adek bangga sama kakak. Adek yakin kakak dan abang pasti diberi kepercayaan yang besar sama Tuhan."

Jean memeluk adek perempuannya sangat erat. Orangtua mereka tidak menuntut harus mempunyai cucu. Melihat mereka bahagia saja, Kedua pasang orangtua ini merasa bahagia.

1
Lisa
Bahagia selalu y utk Jean & Jemy..moga adik si kembar segera launching 😊
Lisa
Sukses y utk Jemy..
Lisa: Sama² Kak Ceisye..semangat y Kak 👍
total 2 replies
Lisa
Bahagia selalu y Jean sekeluarga..
Lisa
Puji Tuhan twins baby udh lahir..sehat selalu ya..puji Tuhan juga Jemy udh sadar..sehat² selalu y utk kalian sekeluarga..
Lisa
Puji Tuhan Jean mengandung anak kembar..jaga kesehatan y Jean,debaynya jg sehat sampai HPL nya nanti..
Lisa
Wah ada pengganggu lg nih 🤭
Lisa
Tuhan memberkati kandunganmu y Jean..tetap berharap pada'Nya ya..
Lisa: Sama² Kak Ceisye
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ceisye: terima kasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Lisa
Yg sabar & kuat ya Jean..Tuhan pasti memberikan yg kamu harapkan tepat pada waktunya..Amin..
Lisa
Amin..sehat selalu y Jean & debaynya
Ceisye: terima kasih sarannya 🙏🙏🙏😊😊😊
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
semoga debay ny sehat dan tdk kekurangan suatu apa pun
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤: sama2 kak
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Sama² Kak Ceisye..
total 2 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
lg🤭🤭🤭🤭
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
ganas ah abg purba nixh 🤣🤣
Ceisye: terima kasih, masih terus mendukung karyaku.👍👍👍❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
so sweet ito purba meleleh au mah ito
Ceisye: 😊😊😊😊😊😊😊😊
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
cieee dpt vitamin
Ceisye: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
kasihan ga jd belah duren 🤣🤣🤣
Ceisye: 😊😊😊😊 nanti usaha lagi
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
tanggung
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
asekkk pelantikan sudah selanjut ny ldr 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!