Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16
Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.
Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.
Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.
Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 -CKOD 35
Sore itu, tepat jam 4 sore. Seperti biasanya, Bella berada di teras samping karena dia harus menjalani hukuman berlutut yang sudah satu tahun lebih dia lakukan. Dini yang mengawasinya, karena Vivian dan Desy sedang pergi.
Hingga terlihat dua mobil yang datang ke pekarangan. Tiga orang wanita dan satu pria turun dari dalam mobil itu. Leo tampak enggan di gandeng oleh Rachel, tapi Vivian terus memaksa Leo untuk membiarkan Rachel mengandeng tangannya itu.
"Kita ke teras samping, kita pamerkan cincin pertunangan kamu ke adiknya pembunuhh itu!" ajak Desy pada Rachel.
"Ayo Leo!" kata Rachel merangkul lengan Leo.
Leo menepis tangan Rachel.
"Aku masih banyak pekerjaan!" kata Leo yang memilih pergi ke ruang kerjanya.
Rachel tampak cemberut. Tapi Vivian dengan cepat menenangkan calon menantu pilihannya itu. Ya, saat ini memang Rachel adalah calon menantu pilihan Vivian. Karena bagaimana pun ayahnya adalah pengusaha yang baru naik daun, kaya raya dan punya bisnis yang sedang berkembang pesat.
Perusahaan Kelana itu adalah perusahaan yang sedang banyak sekali investornya. Dan dia juga bekerja sama dengan proyek besar keluarga Alexander. Makanya, jika mereka bisa menjalin hubungan keluarga. Tentu saja keuntungan keluarga Alexander akan semakin besar.
"Rachel, kan Leo sudah menemani kita tadi memilih baju pertunangan dan cincin ini. Wajar kalau ada pekerjaan yang pada akhirnya dia harus tangani!" kata Vivian.
"Iya Rachel, ayo kita pamer dulu sama si bodohh itu!" kata Desy menarik tangan Rachel.
Rachel sungguh bersemangat. Ibu mertua dan kakak ipar Bella, sungguh membuatnya merasa dimanjakan sekali. Sedangkan Bella, di anggap seperti sesuatu yang menjijikan untuk mereka lihat.
Ketiganya berjalan ke arah teras samping. Dimana Bella masih berlutut dengan kepala tertunduk. Karena cuaca memang cukup panas.
"Nyonya, nona" sapa Dini yang melihat ketiga wanita yang tatapannya sudah menyiratkan segalanya.
'Wah, bakalan ada tontonan seru nih!' batin Dini.
"Ya ampun, cincin kamu cantik sekali. Berlian yang harganya lebih dari 3 milyar. Wah, ini baru cincin pertunangan loh. Gimana nanti kalau kamu nikah sama Leo. Berapa harga cincinnya?" tanya Desy.
Wanita itu sengaja bicara dengan nada lantang, supaya di dengar dengan baik oleh Bella.
Dan Bella memang mendengarnya. Tapi, dia sungguh tidak perduli. Sementara Vivian duduk di kursi santai dan memperlihatkan semua perhiasan yang diberikan oleh Rachel padanya.
"Kamu pakai tanya segala, Des! lihat ini, Rachel membelikan kita banyak sekali perhiasan. Wajar kalau Leo membelikan dia cincin semahal itu. Berbeda sekali dengan seseorang yang tidak tahu malu, tidak tahu diri, sudah menumpang makan, numpang hidup, tapi gak pernah kasih apapun ke keluarga ini!" sindir Vivian.
Sindiran itu jelas dia tujukan pada Bella. Kalau awal-awal dulu mereka bicara seperti itu, Bella masih sakit hati. Tapi, sekarang dia sudah baik-baik saja. Ada hal yang tidak diketahui semua orang. Yang hanya diketahui oleh Bella, Bagas, dan pemegang saham mayoritas di perusahaan Alexander. Namun, Bella tetap diam. Dia sudah dalam fase dimana tidak ingin bicara lagi pada semua orang yang ada di tempat ini, pada semua anggota keluarga Alexander.
Dan melihat Bella yang tidak bereaksi, padahal Desy ingin sekali Bella terisak karena sangat sedih suaminya mau bertunangan dengan orang lain. Desy menjadi sangat kesal.
Desy mendekati Bella dan menempeleng kepala Bella. Sampai terhuyung dan nyaris terjatuh.
"Heh, punya kuping gak? kamu tulii ya?" pekik Desy.
Bella masih diam.
Dini yang melihat itu juga mulai heran. Biasanya Bella akan menangis kalau diperlakukan seperti itu. Diam memang diam, tapi akan menangis. Sekarang malah tampaknya baik-baik saja dan cenderung tidak perduli. Itu membuat Dini juga merasa aneh.
'Bukannya nona Bella sangat mencintai tuan Leo? kenapa suaminya mau tunangan dia santai sekali?' batin Dini bingung.
"Hehh"
Desy kembali mendorong Bella, kali ini dari belakang ke arah depan. Bella kembali terhuyung, namun dia menggunakan satu tangannya sebagai tumpuan di lantai.
'Tinggal 3 hari lagi, semuanya akan selesai! bertahan Bella, bertahanlah!' batin Bella menyemangati dirinya sendiri.
Rachel yang melihat itu, tidak tahan untuk tidak ikut menyiksa Bella. Dia memegang sebuah air minum kemasan, tepatnya jus buah kemasan yang dibeli di mall tadi.
"Mungkin dia kepanasan, Des. Makanya pendengarannya bermasalah. Bagaimana kalau kita dinginkan kepalanya dulu dengan ini!"
Begitu Rachel membuka jus kemasan botol itu. Dini terkekeh senang. Vivian mendengus dan tersenyum menyeringai. Sementara Desy sangat antusias.
Byurr
Rachel menyiram tepat di atas kepala Bella. Jus yang lengket dan ada bulir buah aslinya itu.
Bella hanya menundukkan kepalanya, dan memejamkan matanya supaya minuman itu tugas masuk ke matanya.
Tapi dia masih tetap diam. Bella tak bergerak, tak bereaksi berlebihan, dan tak bicara atau meminta ampun atau minta mereka menghentikan yang sedang mereka lakukan seperti dulu.
Melihat Bella seperti itu, Rachel dah Desy semakin kesal.
Rachel mendengus kesal.
"Dini, bawa ember yang isinya penuh dengan air bekas pel lantai kemari. Semakin kotor airnya, semakin baik!"
Vivian kembali terkekeh pelan. Sedangkan Desy malah memuji Rachel yang punya ide sangat cemerlang.
"Benar sekali, dia ini sangat bau. Harus di bersihkan dengan air bekas pel lantai!"
"Ha ha ha"
Dini yang berlari ke dalam rumah berpapasan dengan Rara.
"Ehhh, itu air bekas ngepel lantai mau di bawa kemana?"
"Hehh, jangan ikut campur kamu. Ada tontonan seru di teras samping. Nona Rachel mau mengguyur nona Bella pakai air ini!" kata Dini yang langsung berlari ke arah pintu teras samping.
Rara mengusap wajahnya kasar.
"Gak bosan-bosan mereka ya. Bagus, semakin banyak kejahatan yang kalian lakukan pada nona Bella. Tuan Bagas akan meminta kalian membayar berlipat-lipat. Tapi nona Bella, aduh gak bisa ini! aku harus lakukan sesuatu!"
Rara berpikir dengan cepat, satu dua tiga detik saja dia sudah menemukan ide. Rara bergegas dengan cepat melepaskan kucing peliharaan Davin ke arah teras samping.
Dini sudah sampai ke teras samping. Dan meletakkan ember berisi air bekas pel itu ke lantai di samping Rachel.
"Nona Rachel, ini yang nona minta tadi" kata Dini bersemangat.
Dia juga mau melihat pertunjukan yang bagus.
Rachel menyeringai, dia segera mengangkat ember itu dan di arahkan ke atas kepala Bella.
"Rasakan ini!" katanya yang langsung ingin menuangkan semua air di ember itu pada Bella.
"Agkhhh, tolong kucing tuan Davin lepas!"
Meonggg
"Byurrr
Brakk
"Agkhhh!"
***
Bersambung...
Sosok suami yg seharusnya melindungi, justru dia yg paling melukai fisik & hati.. Astaghfirullah..🤦🏻♀️😏
Apalagi perusahaan di ambang bangkrut, ya pasti bingung cari solusi nya..
Mau cara halus ataupun cara kotor pun, sama saja..
Jika masa jaya nya sudah habis, pasti bakal hancur juga..
Beruntunglah Bagas tak menghancurkan perusahaan kalian seutuhnya..
Leo, kau mesti bersyukur, Bagas tak membuat kalian miskin seperti keluarga Kelana.. 😌😏
terlambat 🤣
Orang yang kau rampas hartanya dari pemilik aslinya, justru membantu kesulitan mu saat ini.. Malu kau kan Kel. Celana..? Malu lahh.. 🤣
Yg namanya rezeki itu gak pernah tertuka, meski kau mencuri nya, jika mereka semua harta itu bkn milik mu, maka tak, akan pernah menjadi milik mu.. 😏
Banyak bekas gigitan Curut di tubuh Vivian..
Mana pula tempat nya gak beraturan..
Jika yg mengigit nya laba², dia bakal jadi Spider Woman..
Karena yg mengigit nya tikus, maka Vivian berubah jadi Curut Woman.. 🫣