NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:648
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.

Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.

Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.

Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.

Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.

Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.

Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.

Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia 1020

Fei Xing memanggil sistemnya dengan nada tenang. "Sistem, nonaktifkan unit AI yang sudah disiapkan dan kembalikan mereka ke gudang di rumah saya terlebih dahulu."

[Baik, Tuan! Semua unit AI sudah dikembalikan ke gudang dengan aman. Mereka akan siap untuk digunakan segera setelah pembangunan desa Wu selesai.]

Saat matahari mulai bergeser menjelang sore, Fei Xing mengumpulkan Peng Zuan dan seluruh penduduk yang sedang membantu pembangunan.

".....Sekarang sudah cukup untuk hari ini. Saya meminta kalian semua untuk kembali istirahat dengan baik. Besok kita bisa melanjutkan pekerjaan dengan tenaga yang baru."

Meskipun tubuh mereka terasa lelah, tidak ada seorang pun yang mau menolak. Semua orang merasa puas dan bahagia bisa berkontribusi langsung dalam membangun desa mereka sendiri.

Fei Xing menoleh sebentar ke arah robot-robot yang masih bekerja tanpa lelah, terus menyelesaikan bagian-bagian yang sudah direncanakan.

"......Sistem, tambahkan lebih banyak robot pekerja dan mulai membangun seluruh rumah dengan bahan kayu berkualitas tinggi. Gunakan model yang mirip dengan rumah-rumah di kawasan bangsawan, tapi sesuaikan dengan kebutuhan kita. Buat 8 unit rumah dulu sebagai tahap pertama." Ucap Fei Xing sebelum berbalik mengikuti rombongan penduduk yang sedang berjalan pulang.

[Perintah segera dilakukan, Tuan!]

"Ingat......," tambahnya dengan suara serius sambil berjalan."......Setiap rumah harus memiliki minimal 3 kamar tidur, satu ruang tamu yang cukup, dapur yang dibangun di luar untuk menghindari panas dan asap dalam rumah, serta kamar mandi luar dengan sistem pembuangan yang baik. Jangan lupa buat sumur untuk setiap rumah dan lahan kecil di belakangnya yang bisa digunakan untuk menanam sayuran atau tanaman lainnya. Ukurannya cukup dibuat sedang—tidak terlalu besar tapi juga tidak sesak."

[Semua detail sudah tercatat dengan jelas di basis data tugas para robot! Tuan tidak perlu khawatir, saya akan mengawasi seluruh proses pembangunan selama Anda beristirahat dan memastikan semuanya sesuai dengan instruksi.] Sistem menjawab dengan penuh tekad.

Mendengar janji sistemnya, Fei Xing merasa lebih nyaman. Ia tahu bahwa pekerjaan akan berjalan lancar bahkan tanpa dia harus terus mengawasinya.

Setelah tiba di rumah Peng Zuan, mereka semua disambut dengan hangat oleh istri, anak-anak, ibu, dan nenek mereka yang sudah menunggu dengan penuh antisipasi.

Aroma makanan lezat sudah mulai menyebar ke seluruh halaman.

"Segera cuci diri dan mandi dulu sebelum makan," kata Fei Xing pada mereka dengan agak tak berdaya.".......Kalian semua sudah bekerja keras hari ini dan layak mendapatkan makanan yang lezat serta istirahat yang cukup."

Para pria tidak bisa menolak kesopanan dan perhatiannya, sehingga segera bergerak ke halaman belakang rumah Peng Zuan di mana tempat mandi sudah disiapkan dengan air yang bersih dan segar.

Selama menunggu giliran mandi, para pria tidak sabar untuk berbagi pengalaman mereka selama hari ini.

Mereka mulai bercerita dengan penuh semangat tentang bagaimana gerbang desa yang megah berdiri kokoh dalam waktu singkat, bagaimana robot-robot bekerja dengan presisi yang luar biasa, dan bagaimana tanah yang dulunya kumuh kini sudah siap untuk dibangun menjadi rumah-rumah baru yang indah.

Suara tawa dan kegembiraan memenuhi udara. Bahkan mereka yang tidak ikut membantu langsung pun merasa terpengaruh oleh semangat baru yang menyelimuti desa.

Fei Xing yang duduk di sudut halaman mendengar cerita mereka dengan cermat. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan nada tersenyum lembut di wajahnya.

Meskipun sebagian cerita mereka sedikit dimodifikasi dengan imajinasi yang tinggi, ia tidak keberatan.

Yang penting adalah semangat dan harapan yang tumbuh di hati setiap warga desa Wu—itu adalah modal paling berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Matahari menyinari desa Wu dengan cahaya keemasan yang hangat. Walaupun musim kemarau masih belum berakhir, kedatangan Fei Xing dan para pelayan villanya telah membawa perubahan luar biasa.

Air bersih mengalir dengan cukup untuk semua warga, makanan tidak lagi menjadi kekhawatiran, dan kondisi kesehatan serta tubuh mereka perlahan tapi pasti membaik dengan pesat.

Anak-anak yang dulunya kurus dan wajahnya cekung kini sudah terlihat lebih gemuk dan ceria, berlari-lari riang di halaman dengan wajah yang bersinar sehat.

Para lansia juga tampak lebih bugar, beberapa bahkan sudah bisa duduk bersama dan berbincang santai sambil menikmati pagi yang cerah.

Fei Xing bangun dengan mata yang masih mengantuk, tubuhnya sedikit kelelahan setelah beberapa hari mengawasi pembangunan desa.

Dia melihat ke sekeliling kamar kecil yang menjadi tempat tidurnya—Peng Zuan telah dengan senang hati menyerahkan ranjangnya padanya.

sementara pemimpin desa itu sendiri tidur di lantai dengan kasur lipat yang Fei Xing perintahkan untuk diberikan kepada semua orang.

Saat keluar dari kamar, Fei Xing melihat bahwa rumah Peng Zuan yang tadinya hampir tidak memiliki perabotan apapun kini dipenuhi oleh buntelan-buntelan kasur tidur yang empuk.

Rumah ini memiliki tiga kamar—dua kamar kosong yang tadinya tidak ada apa-apa kini menjadi tempat tidur bagi para wanita dan anak-anak desa.

Sedangkan para pria tidur di ruang tamu yang juga baru saja diisi dengan kasur-kasur baru, masih belum ada meja atau kursi apa pun di sana.

Hanya kamar Peng Zuan yang memiliki ranjang kecil—untungnya cukup panjang sehingga Fei Xing tidak perlu menekuk lututnya selama tidur.

Tanpa ingin mengganggu mereka yang masih tertidur pulas karena kelelahan, Fei Xing berjalan dengan hati-hati melalui lorong menuju halaman belakang untuk mencuci muka.

Setelah bersih dan merasa lebih segar, dia melintas ke teras melalui pintu samping.

Di sana, dua pelayan villanya sudah siap dengan segala persiapan untuk memasak sarapan pagi.

Kompor portabel yang baru menyala dengan nyala api yang stabil, wadah-wadah berisi bahan makanan segar tersusun rapi di sekitarnya.

Melihat Fei Xing bangun, mereka segera menyapa dengan senyum ramah.

"...Selamat pagi, Tuan!" ucap mereka berdua serempak.

"Pagi..." jawab Fei Xing dengan suara yang masih sedikit serak akibat kantuk.

Dia berjalan ke salah satu kursi kayu baru yang ditempatkan di bawah pohon besar di halaman depan rumah, lalu duduk sambil menatap langit yang cerah."Sistem, bagaimana perkembangan pembangunan rumah-rumah baru?"

[Semua sudah selesai, Tuan! Delapan unit rumah pertama telah dibangun sesuai dengan instruksi Anda......Saya juga sudah memasang tempat tidur rotan dengan kasur hangat di setiap kamar... Selain itu, telah dibuat meja makan kecil dan kursi untuk setiap rumah..."

".....Di dapur, tungku tradisional yang biasa digunakan di dunia ini sudah dipasang lengkap dengan peralatan memasak yang dibutuhkan. Ruang tamu, kamar mandi, toilet, dan sumur juga sudah siap digunakan... Mereka hanya tinggal pindah saja!]

"Kerja bagus...."Fei Xing mengangguk dengan wajah yang penuh kepuasan.

Tak lama kemudian, salah satu pelayan datang membawa piring berisi bubur hangat dengan taburan sayuran dan potongan daging kecil, serta beberapa buah bakpao yang masih hangat.

"Terima kasih," katanya sambil menerima makanan. Setelah menyantap beberapa suapan, dia melihat ke arah pelayan yang masih berdiri di dekatnya.

"Pelayan 03, tolong bangunkan seluruh penduduk desa dan ajak mereka untuk sarapan bersama di halaman ini. Beritahu mereka bahwa ada kabar baik yang akan saya sampaikan setelah makan."

Pelayan itu mengangguk dengan cepat dan segera pergi menyampaikan pesan tuannya.

Sementara itu, suara-suara orang yang mulai bangun dan bergerak perlahan mulai terdengar dari dalam rumah dan sekitar halaman.

Suasana pagi yang cerah semakin terasa hangat dengan harapan akan hari yang baru bagi desa Wu.

Fei Xing duduk di sisi meja makan sederhana namun rapi, membiarkan semua orang menikmati sarapan dengan nyaman.

Bubur hangat dengan sayuran segar dan potongan daging membuat suasana semakin hangat, ditambah dengan buah-buahan segar yang diberikan oleh para pelayan.

Anak-anak tertawa riang sambil berlari-lari mengambil makanan kesukaan mereka, sementara para dewasa berbincang santai dengan wajah yang sudah jauh lebih ceria dari sebelumnya.

Setelah semua orang selesai makan dan merasa cukup, Fei Xing berdiri perlahan dan menarik perhatian semua orang.

"......Ada kabar baik yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua," ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh kehangatan.".....Delapan unit rumah baru yang kita rencanakan sudah selesai dibuat dan siap untuk dihuni."

Suara terkejut menyebar ke seluruh halaman.Beberapa orang bahkan tidak percaya mendengarnya.

"Hanya dalam waktu 2 hari?" bisik seorang wanita dengan mata yang membesar.

Namun segera mereka mengingat bahwa pria di depan mereka bukanlah manusia biasa—melainkan "dewa" yang datang untuk membantu mereka.

Segera setelah itu, suara terima kasih yang tulus dan penuh emosi terdengar dari berbagai arah, beberapa bahkan sudah mulai menangis bahagia.

Fei Xing melambaikan tangannya dengan lembut untuk meminta mereka berhenti.

".......Tidak perlu banyak ucapan terima kasih. Yang penting adalah kita semua punya tempat tinggal yang layak sekarang. Sekarang, mari kita pergi ke arah gerbang desa untuk melihat rumah-rumah baru tersebut......Saya juga ingin memberitahu bahwa kediaman Peng Zuan beserta rumah-rumah lainnya di area ini nantinya juga akan dibongkar dan dibangun ulang......."

Semua orang mengangguk dengan semangat yang luar biasa. Tak perlu lama lagi, sebuah rombongan besar mulai bergerak dari kediaman Peng Zuan—baik wanita, pria, maupun anak-anak ikut bersama.

Ada yang berjalan dengan langkah cepat karena tidak sabar, ada juga yang tampak gugup dan penuh antisipasi.

Peng Zuan dan kedua rekannya—Lin Dang serta Dong Ming—juga merasa hati mereka berdebar kencang, tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka lihat.

Saat mereka mulai mendekati lokasi pembangunan, yang pertama kali mereka lihat adalah jalan yang tidak lagi terbuat dari tanah berdebu, melainkan ubin bata yang rata dan bersih.

Semakin mereka berjalan ke depan, bentuk rumah-rumah kayu berwarna coklat tua dengan aksen merah pekat mulai terlihat dengan jelas—berdiri kokoh dengan pagar-pagar kayu pendek yang rapi di sekitarnya.

Air mata tanpa sadar mulai berjatuhan. Para wanita dan pria tidak bisa menahan rasa haru yang meluap—mereka tidak pernah berani bermimpi akan memiliki rumah yang indah dan kokoh seperti ini.

Anak-anak yang melihat pemandangan itu langsung berlari riang ke arah gerbang desa, berteriak-teriak dengan kegembiraan yang tak terbendung.

"Rumah baru! Rumah baru!" teriakan mereka mengisi udara pagi yang cerah.

Fei Xing mendekati Peng Zuan, yang sedang berdiri dengan tubuh yang gemetar hebat. Dia menepuk pundak pria besar itu dengan lembut.

Saat melihat wajah Peng Zuan yang menangis dengan sangat deras, air mata juga hampir keluar dari matanya.

Beberapa orang bahkan berlutut di tanah, menangis sambil memanggil nama keluarga mereka yang telah tiada—berharap mereka bisa melihat betapa baiknya kehidupan yang akan datang bagi desa Wu.

Suara tangisan bahagia dan doa yang penuh harapan memenuhi udara.

Fei Xing mengangkat pandangannya ke atas langit yang biru cerah, tanpa sepenuhnya menyadari bahwa wajahnya juga sudah basah karena air mata yang menetes diam-diam.

"Sekarang...." gumamnya dengan lembut, seolah berbicara dengan diri sendiri maupun dengan makhluk yang ada di langit."....Hidup kalian akan lebih baik dari sekarang."

Rumah-rumah baru yang berdiri kokoh di depan mereka bukan hanya struktur kayu dan tanah yang kuat.

Melainkan bukti bahwa dengan tekad yang bulat dan kerja sama yang erat, setiap kesulitan bisa diatasi dan masa depan yang lebih baik selalu bisa diraih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!