NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab VI—Status

Langit kota sudah kembali cerah karena boss Outbreak telah di kalahkan oleh Jayendra. Sekarang Jay pergi untuk pulang ke rumah untuk membersihkan badannya yang penuh oleh darah-darah hitam dari goblin-goblin yang telah ia bunuh. Di tangannya masih tergenggam Goblin Bone Sword, pedang putih pucat yang baru saja ia dapatkan dari Goblin Boss. Bilahnya terlihat aneh, seperti tulang besar yang dipoles hingga tajam.

Jay berjalan perlahan menyusuri jalan yang mulai sepi. Goblin masih ada di beberapa tempat, tetapi jumlahnya jauh berkurang dibanding sebelumnya. Sebagian sudah dibunuh oleh manusia lain, sebagian lagi mungkin berpindah ke area kota lain untuk mencari mangsa.

Jay menghela napas pelan. “Cukup untuk hari ini…biarlah orang lain yang membunuh mereka.”

Tubuhnya mulai terasa lelah. Walaupun sistem memang memberinya kekuatan tambahan setiap kali level naik, tubuh manusia tetap memiliki batas. Selain itu, tubuhnya juga dipenuhi darah hitam goblin yang mulai mengering di pakaian dan tangannya. Bau amisnya yang begitu menyengat.

“Sepertinya aku harus pulang dulu,” gumamnya.

Rumah kontrakannya tidak terlalu jauh dari tempat ia sekarang berada. Setelah berjalan sekitar lima belas menit melewati beberapa gang kecil, Jay akhirnya sampai di depan rumah kecil itu. Pintu rumah masih sama seperti terakhir kali ia tinggalkan. Sepi. Sunyi.Jay membuka pintu perlahan.

Cklek.

Ia masuk ke dalam tanpa menyalakan lampu terlebih dahulu. Ruangan itu masih sama seperti sebelumnya. Barang barang tidak berubah sejak kejadian tak mngenakan beberapa hari yang lalu. Namun kali ini Jay tidak lagi memikirkanya.

Dunia sudah berubah. Masalah lamanya terasa jauh lebih kecil dibanding apa yang sedang terjadi saat ini. Sekarang yang ia fikirkan hanya menikmati kekacauan dunia ini dan cara membalas apa yang telah mereka perbuat.

Jay meletakkan pedangnya di meja. Lalu berjalan menuju kamar mandi. Air dari shower langsung membasahi tubuhnya. Darah goblin yang mengering perlahan mengalir turun bersama air ke lantai kamar mandi.

Jay menutup matanya sejenak. Air dingin itu terasa menyegarkan. Beberapa menit kemudian ia keluar dengan pakaian bersih. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan oleh kotoran. Jay kembali ke ruang tamu lalu duduk di kursi kayu dekat meja.

Pedang tulang itu masih tergeletak di sana. Ia menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berbicara.

“Asha.”

Jendela biru langsung muncul di udara. Beberapa detik kemudian suara lembut terdengar.

“Ya Tuan. Ada yang bisa saya bantu?”

Jay bersandar di kursinya. “Aku ingin melihat statusku.”

“Baik Tuan.” Jendela sistem langsung berubah.

Tulisan tulisan biru mulai muncul di depan matanya.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...STATUS...

...Nama : Artha Jayendra...

...Level : 7...

...Job : None...

...EXP : 0 / 120...

...HP : 160...

...MP : 27...

...STAT...

...Strength : 12...

...Agility : 10...

...Vitality : 6...

...Intelligence : 15...

...Luck : 27...

...Stat Point Tersedia : 30...

...SKILL...

...Mirror Of Ability (Legendary)...

...Instinct Combat (Common)...

...----------------...

Jay menatap layar itu dengan serius. “Luck dua puluh lima? Gede banget…” gumamnya.

Nilai itu terlihat jauh lebih tinggi dibanding stat lain. Jay mengingat penjelasan Asha sebelumnya.

“Asha.”

“Ya Tuan?”

“Kenapa Luck milikku jauh lebih tinggi dari stat lainnya?”

Asha menjawab dengan tenang. “Luck merupakan status spesial yang jarang dimiliki dalam jumlah besar. Status ini mempengaruhi banyak hal seperti kemungkinan mendapatkan item langka, keberuntungan dalam pertempuran, serta peluang mendapatkan skill atau job khusus.”

Jay tersenyum tipis. “Dunia yang kacau ini sungguh memihak padaku.”

Lalu ia menunjuk tulisan di layar “Bagaimana dengan stat point?”

“Setiap kali Tuan naik level, Tuan akan mendapatkan sejumlah stat point yang bisa dibagikan sesuai keinginan.”

Jay mengangguk pelan. Ia mulai berpikir. Strength meningkatkan kekuatan serangan. Agility meningkatkan kecepatan dan refleks. Vitality meningkatkan daya tahan tubuh. Intelligence biasanya berhubungan dengan penggunaan skill dan mana.

Jay mengingat pertarungannya dengan Goblin Boss tadi. Makhluk itu kuat, tetapi gerakannya lambat. Jika Jay cukup cepat, ia bisa menghindari serangan monster yang lebih kuat.

“Sepertinya kecepatan lebih penting untuk sekarang,” gumamnya.

Jay mulai menggerakkan jarinya di udara. “Tambahkan lima poin ke Agility.”

Jendela sistem langsung berubah.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Agility : 10 → 15...

...Stat Point Tersisa : 25...

...----------------...

Jay melanjutkan. “Tiga poin ke Strength.”

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Strength : 12 → 15...

...Stat Point Tersisa : 22...

...----------------...

Jay berhenti untuk berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata “Empat ke Vitality.”

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Vitality : 6 → 10...

...Stat Point Tersisa : 18...

...----------------...

“Sisanya bagi dua untuk Intelligence dan Luck” Ujarnya.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Intelligence : 16 → 25...

...Luck : 25 → 31...

...----------------...

“Asha, Perlihatkan secara keseluruhan kembali!” Perintahnya pelan.

“Sesuai perintah tuan…” Ucapnya dengan menampilkan status legkap milik Jayendra.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...STATUS...

...Nama : Artha Jayendra...

...Level : 7...

...Job : None...

...EXP : 0 / 120...

...HP : 140...

...MP : 27...

...STAT...

...Strength : 15...

...Agility : 15...

...Vitality : 10...

...Intelligence : 25...

...Luck : 31...

...Stat Point : 0...

...SKILL...

...Mirror Of Ability (Legendary)...

...Instinct Combat (Common)...

...----------------...

Setelah melihat Statusnya, Jay mengepalkan tangannya. Ia merasakan perubahan kecil di tubuhnya. Ototnya terasa sedikit lebih kuat. Tubuhnya terasa lebih ringan. Refleksnya juga terasa lebih tajam. “Begini rasanya ya…”

Jay berdiri dari kursinya lalu mengambil Goblin Bone Sword di meja. Ia mengayunkannya sekali di udara. Gerakannya terasa lebih cepat dibanding sebelumnya. Jay menyeringai mengerikan. “Aku mulai menyukai sistem ini.”

Ia kembali duduk lalu memanggil Asha lagi. “Asha.”

“Ya Tuan.”

“Kapan manusia biasanya mendapatkan Job?”

“Sebagian besar manusia mendapatkan kesempatan memilih Job pada Level 10 tuan.”

Jay mengangguk pelan “Berarti aku kurang tiga level lagi, baru bisa mendapatkannya.”

“Tuan tidak perlu khawatir. Dengan kemampuan Tuan yang gampang beradaptasi dengan situasi, mencapai level tersebut bukanlah hal yang sulit.”

Jay menatap langit malam melalui jendela rumahnya. Retakan di udara yang sudah tak terlihat kembali. Langit yang indah seolah siang tadi tak ada kekacauan sama sekali.

Ia berbatin seorang diri, Dunia tidak akan kembali normal. Tidak, mungkin akan kembali normal, tidak ada yang tahu itu.

Namun kali ini Jay tidak merasa takut. Sebaliknya…ia merasa sedikit bersemangat. “Kalau memang dunia sudah berubah menjadi seperti ini…” gumamnya pelan.

Ia menggenggam pedang tulang di tangannya. “…maka aku hanya perlu menjadi lebih kuat kan? Lagian aku hanya orang yang ingin mati, jadi bagaimanapun kelanjutannya aku ga peduli.”

Jay berdiri lalu berjalan menuju jendela.

Dari kejauhan masih terdengar jeritan monster goblin. Dan di beberapa tempat terlihat kilatan cahaya dari pertempuran manusia lain yang mencoba bertahan hidup.

Jay kembali tersenyum “Besok kita berburu lagi jika masih tersisa...”

Asha menjawab dengan lembut. “Baik Tuan.”

Di tengah dunia yang telah kacau oleh outbreak, satu hal menjadi semakin jelas. Ini bukan lagi kehidupan lama Artha Jayendra. Ini adalah awal dari kehidupan barunya dan awal pembalasannya.

1
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!