NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17. Misi Rahasia

Langit malam di atas sekolah terlihat sangat pekat dan juga tanpa bintang sama sekali. Angin dingin berhembus sangat kencang hingga menggoyang dahan pepohonan di sekitar gerbang belakang gedung sekolah.

Hana Tanaka berdiri dalam kegelapan sambil memegang erat tali tas ranselnya yang terasa sangat berat. Dia mengenakan jaket berwarna hitam pekat agar tubuhnya menyatu sempurna dengan bayang-bayang pepohonan. Di sampingnya, Kaito Fujiwara terus memperhatikan pergerakan lampu sorot milik petugas keamanan dari kejauhan.

Kaito memberikan isyarat tangan yang sangat pelan untuk memberitahu bahwa keadaan sudah cukup aman. Mereka berlima mulai melangkah dengan sangat hati-hati menuju tembok pagar yang sudah mulai retak dimakan usia.

Yuki Nakamura mengeluarkan sebuah perangkat kecil dari saku jaketnya untuk mematikan sensor gerak di area tersebut. Cahaya merah kecil di atas tembok pagar perlahan-lahan padam setelah Yuki menekan beberapa tombol di layar ponselnya.

Ren Ishida menjadi orang pertama yang memanjat tembok tersebut dengan gerakan yang sangat lincah dan juga sangat tenang. Dia kemudian mengulurkan tangan kuatnya untuk membantu Hana dan juga membantu Akane Sato naik ke atas tembok.

Mereka berlima akhirnya berhasil mendarat di area halaman belakang sekolah tanpa menimbulkan suara yang berarti. Suasana di dalam area sekolah terasa jauh lebih mencekam daripada suasana di luar pagar tadi.

Lampu-lampu koridor sengaja dimatikan oleh pihak yayasan untuk menghemat energi listrik di malam hari. Hanya ada lampu darurat berwarna hijau redup yang menyinari pintu-pintu kelas yang tertutup sangat rapat.

Hana bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri yang berdegup sangat kencang di dalam kesunyian malam itu. Dia menghirup aroma pembersih lantai yang sangat tajam dan juga aroma debu yang sangat khas dari gedung tua ini.

Langkah kaki mereka yang terbungkus sepatu karet hanya menimbulkan suara gesekan halus di atas lantai linoleum yang licin. Mereka terus bergerak menyusuri lorong menuju arah tangga menuju lantai bawah tanah sekolah tersebut.

Tiba-tiba terdengar suara langkah sepatu bot yang sangat berat dari arah ujung koridor sebelah kanan. Kaito segera menarik tangan Hana menuju ke balik sebuah lemari besar tempat penyimpanan piala-piala olahraga sekolah.

Ren dan Yuki segera bersembunyi di balik pilar beton yang sangat besar dan juga sangat gelap di dekat tangga. Akane merapatkan tubuhnya ke dinding sambil menahan napasnya agar tidak terdengar oleh siapa pun yang datang.

Cahaya senter yang sangat terang mulai menyapu lantai koridor dan juga menyapu dinding di depan tempat persembunyian mereka. Seorang petugas keamanan berjalan melewati mereka dengan langkah yang sangat lambat dan juga terlihat sangat waspada.

Hana merasakan kehangatan napas Kaito di dekat telinganya saat mereka berdua bersembunyi di ruang yang sangat sempit itu. Kaito masih memegang tangan Hana dengan sangat erat seolah dia ingin memastikan bahwa Hana selalu berada di sampingnya.

Hana merasa pipinya menjadi sangat panas meskipun udara di dalam koridor sekolah sedang terasa sangat dingin sekali. Dia menatap mata Kaito yang berkilau di dalam kegelapan dan dia menemukan sebuah ketenangan yang sangat luar biasa.

Ada sebuah perasaan yang sangat mendalam yang mulai mengalir di antara mereka berdua di tengah situasi yang berbahaya ini. Persahabatan mereka kini telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat dan juga jauh lebih bermakna.

"Tetaplah berada di belakangku dan jangan pernah melepaskan genggaman tanganku ini," bisik Kaito dengan suara yang sangat rendah.

Hana hanya mengangguk pelan sebagai tanda bahwa dia mengerti dan dia juga merasa sangat percaya pada Kaito. Setelah cahaya senter petugas keamanan tersebut menghilang di ujung lorong, mereka semua keluar dari tempat persembunyian masing-masing.

Mereka segera berlari menuju pintu tangga bawah tanah yang menuju ke ruang server pusat sekolah tersebut. Kaito mengeluarkan kunci elektronik yang diberikan oleh Guru Yamada dari saku celananya dengan gerakan yang sangat cepat.

Dia menempelkan kunci tersebut ke alat pemindai yang ada di samping gagang pintu besi yang sangat tebal itu. Lampu indikator pada alat pemindai tersebut berubah menjadi warna hijau dan terdengar suara klik yang sangat halus.

Pintu besi itu terbuka dengan perlahan dan menyingkapkan sebuah tangga semen yang menuju ke area paling dalam dari gedung sekolah. Suhu udara di bawah tanah terasa jauh lebih dingin dan juga terasa jauh lebih lembap daripada udara di lantai atas tadi.

Suara dengung mesin pendingin ruangan mulai terdengar sangat jelas dan memenuhi seluruh ruang bawah tanah yang sunyi. Mereka menuruni anak tangga satu per satu dengan penuh kewaspadaan karena mereka tidak tahu apa yang menunggu di bawah sana.

Lorong bawah tanah ini terlihat sangat modern dengan dinding-dinding yang dilapisi oleh panel logam berwarna perak yang mengkilap. Ini adalah area terlarang yang selama ini tidak pernah diketahui keberadaannya oleh para siswa sekolah tersebut.

Yuki Nakamura mulai mengeluarkan perangkat peretasnya kembali untuk memeriksa keberadaan kamera pengawas yang tersembunyi di plafon. Dia menemukan ada sepuluh kamera yang terpasang di sepanjang lorong menuju pintu utama ruang server pusat sekolah itu.

Yuki mulai melakukan peretasan secara nirkabel untuk membuat rekaman video palsu yang akan diputar di monitor ruang keamanan. Dia memastikan bahwa layar monitor petugas keamanan hanya akan menunjukkan lorong yang kosong dan juga sangat tenang.

Akane Sato membantu Yuki dengan memantau pergerakan data melalui tablet miliknya yang sudah terhubung dengan jaringan internal sekolah. Mereka bekerja dengan sangat kompak dan juga sangat profesional seperti sebuah tim ahli teknologi informasi yang handal.

Ren Ishida berjalan di depan untuk memastikan tidak ada jebakan fisik yang dipasang di sepanjang jalur lorong bawah tanah itu. Dia menggunakan indra pendengarannya yang sangat tajam untuk mendeteksi suara sekecil apa pun yang mungkin mencurigakan bagi mereka.

Ren merasa sangat bertanggung jawab atas keselamatan teman-temannya di dalam misi yang sangat berbahaya dan penuh risiko ini. Dia sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan Akane dan juga Hana masih mengikuti langkahnya dengan sangat baik.

Persahabatan mereka berlima telah menjadi sebuah kekuatan yang tidak tertandingi oleh sistem keamanan secanggih apa pun saat ini. Mereka memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk meruntuhkan tembok ketidakadilan yang sudah lama berdiri kokoh.

Saat mereka hampir sampai di depan pintu ruang server, Yuki memberikan isyarat agar mereka semua segera berhenti melangkah. Dia menemukan sebuah sistem keamanan biometrik baru yang belum pernah dia lihat di dalam denah yang diberikan Guru Yamada.

Sistem ini memerlukan pemindaian retina mata dari orang yang memiliki otoritas tinggi di dalam struktur yayasan sekolah tersebut. Yuki terlihat sedikit panik karena dia tidak membawa alat untuk memalsukan hasil pemindaian retina mata yang sangat rumit itu.

Suasana kembali menjadi sangat tegang dan mereka semua mulai merasa sedikit putus asa karena hambatan baru yang mendadak ini. Hana Tanaka mendekati Yuki dan mencoba untuk memberikan dukungan moral agar Yuki tidak merasa menyerah begitu saja.

"Kau pasti bisa menemukan jalan keluarnya karena kau adalah orang yang paling jenius yang pernah aku kenal," ujar Hana dengan tulus.

Yuki menarik napas panjang dan mulai mencoba mencari celah keamanan di dalam kode program sistem biometrik tersebut secara manual. Akane berdiri di samping Yuki sambil sesekali mengusap bahu Yuki untuk memberikan ketenangan batin bagi sahabatnya itu.

Dia tahu bahwa Yuki sedang berada di bawah tekanan yang sangat besar untuk menyelamatkan misi mereka malam ini. Akane memberikan sebotol air minum kepada Yuki dan memintanya untuk tetap tenang agar bisa berpikir dengan lebih jernih.

Momen ini memperlihatkan betapa kuatnya ikatan emosional yang ada di antara Yuki Nakamura dan juga Akane Sato saat ini. Mereka saling menguatkan dalam diam melalui perhatian-perhatian kecil yang sangat menyentuh hati para pembaca yang melihatnya.

Kaito Fujiwara memperhatikan Hana yang sedang menatap pintu ruang server dengan tatapan mata yang penuh dengan harapan besar. Dia berjalan mendekati Hana dan berdiri sangat dekat di samping gadis yang sangat dia kagumi karena keberaniannya itu.

Kaito menyadari bahwa perjalanan mereka selama ini telah mengubah cara pandangnya terhadap arti sebuah kehidupan yang sebenarnya. Dia tidak lagi merasa sombong dengan statusnya sebagai anak orang kaya yang memiliki segalanya di dunia ini.

Kaito merasa jauh lebih hidup saat dia berjuang bersama Hana untuk membela orang-orang yang selama ini tertindas oleh sistem. Dia berjanji di dalam hatinya untuk selalu menjaga senyum Hana Tanaka agar tidak pernah hilang dari wajahnya.

Setelah bekerja keras selama hampir tiga puluh menit, Yuki akhirnya berhasil menemukan sebuah celah di dalam protokol keamanan biometrik itu. Dia menemukan bahwa sistem tersebut melakukan pembaruan data secara otomatis setiap satu jam sekali melalui server pusat yayasan.

Yuki menyisipkan sebuah kode perintah khusus yang membuat sistem tersebut menganggap hasil pemindaian sembarang sebagai data yang benar. Dia meminta Ren untuk berdiri di depan pemindai retina dan melakukan pemindaian mata meskipun Ren bukan anggota yayasan.

Lampu pemindai tersebut mulai bergerak naik dan turun di depan wajah Ren yang terlihat sangat tenang dan juga sangat serius. Tiba-tiba terdengar suara alarm pendek yang membuat mereka semua langsung tersentak karena merasa sangat kaget sekali.

Namun, alarm tersebut bukan merupakan tanda bahaya melainkan merupakan tanda bahwa akses masuk mereka telah diterima oleh sistem. Pintu ruang server yang terbuat dari logam antipeluru mulai bergeser ke arah samping dengan suara desisan udara yang sangat keras.

Mereka segera masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh ribuan lampu indikator kecil yang berkedip dengan warna-warni yang sangat cantik. Suhu di dalam ruangan ini terasa sangat dingin sekali karena ribuan mesin server harus tetap terjaga suhunya agar tidak terjadi kerusakan.

Hana merasa takjub melihat pusat kekuatan digital yang selama ini mengatur nasib jutaan siswa melalui algoritma gacha kehidupan. Di sinilah semua data manipulasi nilai dan juga data suap pejabat disimpan dengan sangat rapi dan juga sangat rahasia.

Yuki segera mencari terminal utama yang terhubung langsung dengan pusat penyimpanan data rahasia milik Haruo Fujiwara tersebut. Dia menyambungkan kabel datanya ke port server dan mulai melakukan proses pengunduhan data secara massal ke dalam cakram keras portabelnya.

Layar monitor di terminal utama mulai menunjukkan deretan angka dan juga deretan nama yang bergerak dengan sangat cepat sekali. Hana melihat namanya sendiri muncul di dalam salah satu folder yang bertuliskan target eliminasi akademis tingkat tinggi sekolah.

Dia merasa sangat sedih dan juga merasa sangat marah karena dia diperlakukan sebagai objek yang bisa dibuang begitu saja. Kaito merangkul bahu Hana untuk menenangkan perasaan Hana yang sedang sangat kacau dan juga sangat terpukul itu.

Sambil menunggu proses pengunduhan data yang memerlukan waktu sekitar sepuluh menit, mereka semua duduk melingkar di lantai ruang server. Ren Ishida mengeluarkan beberapa bungkus biskuit cokelat dari tasnya dan mulai membagikannya kepada semua teman-temannya di sana.

Mereka makan bersama dalam kesunyian yang penuh dengan rasa syukur karena telah berhasil mencapai titik krusial di dalam misi ini. Meskipun mereka berada di tempat yang sangat dingin, namun kebersamaan mereka memberikan kehangatan yang sangat luar biasa bagi jiwa mereka.

Mereka saling bertukar senyum kecil yang penuh dengan makna bahwa mereka akan tetap bersama apa pun yang terjadi nanti. Akane mengambil foto selfie mereka berlima menggunakan kamera ponselnya untuk mengabadikan momen bersejarah yang sangat berharga ini.

"Foto ini akan menjadi bukti bahwa lima remaja biasa bisa mengguncang dunia yang penuh dengan kepalsuan ini," kata Akane dengan penuh semangat.

Hana merasa sangat terharu mendengar kata-kata Akane dan dia merasa bahwa dia telah menemukan keluarga baru yang sangat luar biasa. Dia teringat kembali masa-masa sulit saat dia harus makan sendirian di pojok kantin karena tidak memiliki teman bicara sama sekali.

Sekarang dia memiliki empat orang sahabat yang rela mempertaruhkan masa depan mereka hanya demi membantu perjuangan Hana Tanaka. Air mata haru mulai mengalir di pipi Hana dan dia segera menghapusnya agar teman-temannya tidak merasa khawatir kepadanya.

Dia ingin terlihat kuat karena dia adalah inspirasi bagi pergerakan ini dan dia harus tetap menjaga semangat teman-temannya. Kaito memberikan sebuah sapu tangan kecil kepada Hana dengan sebuah senyuman yang sangat manis dan juga sangat menyejukkan.

Proses pengunduhan data akhirnya mencapai angka seratus persen dan Yuki segera mencabut cakram keras portabelnya dengan gerakan sangat hati-hati. Dia memastikan bahwa semua data telah tersalin dengan sempurna dan tidak ada satu pun file yang mengalami kerusakan data digital.

Mereka sekarang memegang bukti paling kuat yang bisa menghancurkan karir politik Haruo Fujiwara dan juga menghancurkan sistem gacha. Namun mereka menyadari bahwa keluar dari gedung sekolah ini akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat daripada saat masuk tadi.

Pihak keamanan sekolah pasti sudah mulai menyadari adanya aktivitas ilegal yang terjadi di dalam ruang server pusat mereka saat ini. Mereka harus segera bergegas keluar sebelum seluruh area bawah tanah ini dikepung oleh pasukan keamanan yayasan yang sangat banyak.

Saat mereka baru saja melangkah keluar dari ruang server, suara sirine peringatan yang sangat nyaring mulai bergema di seluruh lorong bawah tanah. Lampu koridor yang tadinya redup kini mulai berkedip-kedip dengan warna merah yang sangat menyilaukan mata bagi siapa pun yang melihatnya.

Yuki melihat di layar tabletnya bahwa tim keamanan yayasan sudah mulai memasuki pintu tangga bawah tanah dengan membawa perlengkapan lengkap. Mereka terjebak di dalam labirin bawah tanah tanpa memiliki jalur keluar alternatif yang sudah direncanakan sebelumnya oleh mereka berlima.

Ren Ishida segera mengambil posisi di depan untuk melindungi teman-temannya dari kemungkinan serangan fisik yang akan dilakukan petugas keamanan. Kaito menarik Hana untuk berlari menuju ke arah lorong ventilasi udara yang terletak di bagian belakang ruang server tersebut.

"Kita harus masuk ke dalam pipa ventilasi itu jika ingin selamat dari kepungan mereka sekarang juga," teriak Kaito di tengah suara sirine.

Mereka semua segera memanjat rak besi dan masuk ke dalam lubang ventilasi udara yang ukurannya sangat sempit dan juga sangat berdebu itu. Hana merasa sangat sulit untuk bernapas karena udara di dalam pipa ventilasi tersebut terasa sangat panas dan juga sangat terbatas sekali.

Namun dia terus merangkak maju mengikuti gerakan tubuh Kaito yang berada tepat di depannya dengan penuh rasa percaya diri. Persahabatan mereka diuji kembali melalui koordinasi yang sangat ketat di dalam ruang yang sangat terbatas dan juga sangat mencekam ini.

Mereka harus bergerak dengan sangat tenang agar tidak menimbulkan suara berisik yang bisa didengar oleh petugas yang ada di bawah. Harapan untuk memberikan keadilan bagi semua siswa menjadi satu-satunya kekuatan yang membuat mereka terus bergerak maju tanpa rasa takut.

Mereka tidak tahu ke mana arah pipa ini akan membawa mereka pergi namun mereka tetap memegang janji untuk selalu bersama. Setiap tetes keringat dan juga setiap rasa takut yang mereka alami malam ini akan menjadi bagian dari sejarah perjuangan mereka.

Gacha kehidupan mungkin telah memberikan mereka nasib yang sulit namun mereka memilih untuk menulis nasib mereka sendiri mulai sekarang. Kebenaran sudah ada di tangan mereka dan mereka hanya perlu membawanya keluar menuju cahaya dunia yang sesungguhnya.

Perjalanan panjang kelompok lima sekawan masih jauh dari kata selesai dan mereka siap menghadapi segala tantangan yang ada di depan.

1
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah bener" ga adil 😏
Pipin GEMY
ceritanya recommended 👍
votfo
semangat nulis thor
ഒ𝓡𝔂𝓪𝓱𝓪𝓴𝓲
Negara Jepang JD standar/kiblat perkembangan teknologi. Pas bgt! Indo kapan ya? Semangat terus author nulisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!