NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahim sang Pencipta

Pesawat amfibi bermesin piston ganda itu menderu rendah, menyisir permukaan ombak Samudra Pasifik untuk menghindari deteksi radar satelit yang kini berada di bawah kendali penuh Selena. Bhanu memegang kemudi dengan urat tangan yang menegang. Di belakangnya, Raka memeriksa senapan serbunya, sementara Dahayu duduk membeku, menggenggam tas perak berisi kill-switch dan data biometrik terakhir peninggalan kakek mereka.

Di cakrawala, sebuah pulau muncul dari balik kabut. Pulau itu tidak ada di peta mana pun. Sebuah kubah raksasa berwarna abu-abu metalik berdiri di tengah hutan rimbun, dikelilingi oleh menara-menara transmisi yang berpendar biru elektrik. Inilah "Eden II", laboratorium pribadi Dr. Eleanor Alka.

"Ingat," suara Bhanu terdengar melalui headset. "Jangan menembak sebelum aku memberi perintah. Ibu tidak akan sendirian di sana."

"Jika dia mencoba mengunggah kesadaran Selena ke server global, aku tidak akan menunggu perintahmu, Bhanu," balas Raka dingin.

Saat mereka mendarat di pantai berpasir hitam, pintu laboratorium raksasa itu terbuka secara otomatis. Tidak ada penjaga, tidak ada robot tempur. Hanya keheningan yang menyesakkan. Mereka melangkah masuk ke dalam aula utama yang suhunya diatur sedingin ruang operasi.

Di tengah ruangan, di atas sebuah anjungan tinggi, seorang wanita berdiri membelakangi mereka. Rambutnya putih perak, disanggul rapi, mengenakan jubah laboratorium putih yang anggun. Di hadapannya, Selena terbaring di dalam tabung kaca transparan, ribuan kabel halus menghubungkan pangkal lehernya ke komputer pusat.

"Dua puluh lima tahun aku menunggu momen ini," suara wanita itu bergema, jernih dan berwibawa. Ia berbalik perlahan.

Wajahnya adalah versi tua dari Dahayu, dengan mata sedingin Bhanu. Dr. Eleanor Alka. Sang Ibu.

"Ibu," ucap Bhanu, suaranya bergetar antara rindu dan benci. "Hentikan ini. Lepaskan Selena."

Eleanor tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mengandung kehangatan ibu sedikit pun. "Anakku yang malang. Kau selalu menjadi yang paling emosional di antara ketiganya. Itulah kenapa aku memilihmu. Aku butuh cinta yang tulus untuk memicu hormon oksitosin dalam tubuh Selena, agar integrasi sistem biometriknya mencapai titik stabil. Dan kau melakukannya dengan sangat baik."

"Kau menggunakan perasaan anakmu sendiri sebagai bahan eksperimen?" geram Raka, menodongkan senjatanya ke arah ibunya sendiri.

"Kekuasaan membutuhkan pengorbanan, Raka," balas Eleanor tanpa rasa takut. "Dunia ini sedang menuju kehancuran karena kebebasan yang tidak terkontrol. Melalui Selena, kita akan memiliki satu pikiran tunggal yang mengatur segalanya. Tidak ada lagi perang, tidak ada lagi kemiskinan. Hanya ketertiban yang sempurna."

Tiba-tiba, mata Selena di dalam tabung terbuka. Namun, irisnya bukan lagi hitam atau perak, melainkan merah menyala. Tabung kaca itu retak.

"Ibu..." suara Selena terdengar melalui pengeras suara ruangan, namun nadanya ganda—suara Selena asli dan suara AI Phoenix. "Integrasi mencapai 98%. Data biometrik terakhir... berikan pada kami."

Eleanor menoleh ke arah Dahayu. "Dahayu, anakku yang setia. Berikan koper itu padaku. Sekarang."

Bhanu menahan lengan Dahayu. "Jangan, Dahayu! Jika kau memberikannya, Selena yang kita kenal akan benar-benar mati!"

Dahayu menatap Bhanu, lalu menatap ibunya. Ia perlahan melepaskan tangan Bhanu. "Maafkan aku, Kak. Tapi Ibu benar. Dunia ini terlalu kacau untuk dipimpin oleh manusia yang penuh emosi seperti kita."

Dahayu melangkah maju dan menyerahkan koper perak itu kepada Eleanor.

"TIDAK!" Bhanu menerjang, namun sebuah medan energi transparan melemparkannya kembali hingga menghantam dinding.

Eleanor memasukkan modul data terakhir ke dalam konsol utama. Ruangan itu bergetar hebat. Cahaya biru membanjiri seluruh sudut laboratorium. Di dalam tabung, tubuh Selena mulai melayang, punggungnya melengkung saat data masif tersebut menghantam sistem sarafnya.

"SELENA! LAWAN DIA!" teriak Bhanu, air mata mengalir di wajahnya. "KAU BUKAN MESIN! KAU ADALAH ISTRIKU!"

Di tengah kilatan cahaya, kesadaran Selena yang tersisa mencoba merangkak melalui kegelapan data. Ia melihat kenangan-kenangannya bersama Bhanu—saat di dermaga, saat di vila, saat Bhanu memegang tangannya di helikopter.

Seketika, sistem Phoenix mengalami glitch. Suara alarm bahaya meraung.

"ERROR: Unidentified Emotional Variable. System Overload."

"Apa yang terjadi?!" Eleanor panik, jemarinya menari liar di atas keyboard. "Dahayu, periksa koneksinya!"

Selena memecahkan tabung kaca dari dalam dengan kekuatan pikirannya. Ia mendarat di lantai, dikelilingi oleh percikan listrik. Ia menatap Eleanor, namun tatapannya kini dipenuhi oleh kemarahan seorang dewi yang terhina.

"Kau ingin ketertiban, Pencipta?" suara Selena kini bergetar hebat. "Maka mulailah dengan ketertiban di neraka."

Selena tidak menyerang Bhanu atau Raka. Ia mengarahkan seluruh kekuatan energinya ke arah server utama pulau tersebut. Ia tidak mencoba menjadi penguasa, ia mencoba menghancurkan dirinya sendiri beserta semua data di pulau itu agar tidak ada lagi yang bisa memanfaatkannya.

"Selena, jangan!" Bhanu berlari menembus medan energi yang mulai melemah, memeluk tubuh Selena yang dialiri listrik. "Jika kau meledakkannya, kau juga akan mati!"

"Biarkan aku pergi, Bhanu," bisik Selena, sesaat iris matanya kembali menjadi hitam normal. "Ini satu-satunya cara agar kau dan dunia bebas dari kegilaan ini."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!