NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:813
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First date

Najwa menahan nafas mendengar cerita dramatis tentang kisah hidup Laluna, ada sesuatu yang mengganjal dalam kalbunya, masa iya seorang ibu sangat membenci putrinya hingga rela mengumpankan hidup putri nya sendiri pada dukun cabul yang tak punya otak.

Sepandai pandainya ibu Widia ternyata dia masih menjalankan ritual kuno, bermain dengan iblis!

Najwa berfikir sejenak, "aneh sekali cerita ini, Luna apakah kamu pernah berfikir dan terlintas di bayanganmu bahwa kamu bukan anak dari Bu Widia itu". Tanya Najwa.

Luna tersentak, kini fikiran nya jadi terkontaminasi oleh apa yang di fikir Najwa, masa iya dia bukan putri nya Bu Widia? Dari kecil sudah ada foto keluarga bahkan ketika Luna bayi yang menggendong juga Bu Widia, foto kenangan keluarga mereka ketika ketiga kakaknya berumur sekitar empat tahun dan Luna baru dilahirkan, pun juga masalah kartu tanda lahir atau akta kelahiran Laluna juga atas nama orang tuanya bapak atas nama pak Rohman dan ibu atas nama ibu Widia, Laluna tak pernah sedikitpun curiga atas asal usulnya.

"Bayangkan Luna, tidak ada orang tua manapun terutama seorang ibu yang kebenciannya sampai langit ke tujuh seperti ibumu itu, setega teganya seorang ibu dia akan merasa sakit dan sedih ketika melihat anaknya menderita tapi tidak dengan ibumu, dia malah rela mempersembahkan ketiga kakakmu pada makhluk laknat seperti itu, dia bukan manusia mungkin saja separuh jiwanya adalah siluman". Jengkel sekali Najwa mendengar cerita tentang ibunya Laluna yang tak punya rasa kemanusiaan itu.

"Sudahlah Mbak, mungkin ini nasib yang harus ku jalani, jika suatu saat ada misteri yang belum terungkap aku yakin kebenaran akan menemukan jalannya". Jawab Luna mengakhiri obrolan mereka, dan akhirnya keduanya pun pulang dengan Luna yang merasa lega karena sebagian beban dalam hatinya telah terlampiaskan, dan Najwa yang bukannya senang mendengar kisah Luna tapi dongkol luar biasa, ternyata semua manusia itu punya cobaan tapi hanya ceritanya yang berbeda.

"kita mampir saja di supermarket, sekalian belanja buat masak nanti malam". Luna membelokkan mobilnya kearah supermarket dan Najwa hanya meng iyakan saja, saat ini Najwa tak selera makan apapun, pikirannya buntu apalagi mendengar kisah pilu yang dialami Luna, membuatnya sedikit dikit bengong, Najwa menutup pintu mobil dengan keras, kemudian dia membuntuti Luna sambil mencari dompet dalam tas cangklong nya, tiba tiba dia menabrak seseorang, dan ternyata mereka adalah dua pasangan kunyuk yang sedang berangkulan seperti dunia ini hanyalah milik mereka berdua.

"aduh seperti nya ada seseorang yang bakal kalah bertarung sayang, dokter Najwa yang hebat ternyata kehebatan mu masih jauh di banding dengan ku, lihatlah suamimu aku ambil dan aku juga hamil anak dari suamimu, hebat kan?, lagi pula jadi wanita mandul sih kenapa tak bisa hamil juga sudah lama menikah". Ejek Ratna, sementara si Kemal membiarkan saja gundiknya itu mengintimidasi calon mantan istrinya.

Najwa tak ingin meladeni omongan Ratna yang di anggapnya sangat tak berguna tak masuk akal dan asal mangap, tapi Ratna menyenggol bahu Najwa hingga Najwa oleng untung lansung di tangkap oleh Luna yang berada di sampingnya.

"Dokter Najwa, seperti nya anda sudah merasa kalah saing denganku, aku muda dan cantik sementara kamu tua dan mandul ". Panas sekali kuping Luna mendengar sahabatnya di ejek.

"Hei kamu Kemal, manusia tak berotak dan berjantung, tak punya nyali sama sekali, memang kamu yakin anak yang di kandung gundikmu itu benih asli dari mu, tidak ada kombinasi dari pejantan lain?" saking barangnya Luna menghardik Kemal, kemal memandang Luna sejenak "Berani sekali gadis ini memanggilku hanya menyebut nama tanpa embel embel, biasanya dia akan menunduk sopan dan selalu memanggilnya Abang Kemal". Fikir lelaki kurang se ons itu.

"Lancang sekali kamu Luna, seenaknya memfitnah kami, sudah sekarang kalian pergi dari sini jangan membuatku muak dengan kehadiran kalian ". sembarangan si Kemal, padahal keduanya sudah ingin berlalu sejak tadi, hanya gundiknya saja yang lebai dengan menahan kepergian keduanya.

Luna menggandeng Najwa, sebelum pergi Luna menggunakan dua jarinya dan mengarahkan ke kedua matanya kemudian diarahkan lagi ke arah Kemal, mengisyaratkan bahwa "kamu lihat saja nanti setelah tahu semuanya, pasti kamu akan nangis darah".

"Kenapa dunia yang isinya bermiliar-miliar manusia ini ketemunya sama manusia yang itu itu saja, bikin tambah muak saja". Teriak Najwa, Luna menenangkan Najwa dengan menggandeng tangannya .

"Suntuk begini enaknya kita nge-game aja mbak sampai malam, biar ilang suntuknya, gimana setuju?. Ajak Luna dan Najwa yang memang gila game itu dengan senang hati menyetujui nya.

Akhirnya mereka tak jadi belanja untuk menghilangkan suntuk pergilah mereka ke Timezone untuk bersenang senang menghilangkan suntuk, acara belanja gagal total, kadang kita perlu menjadi anak kecil kembali untuk melupakan kepenatan dan stress.

Puas main mereka merasa lapar dan sebelum pulang sempatkan diri dulu makan di food court terdekat, bukan makan istimewa karena mereka hanya pesan mie ayam dan es jeruk, bukan pelit tapi mungkin lagi irit saja, beda tipis antara irit dan pelit!.

Selesai makan sepertinya ada seseorang yang memanggil Luna, suara itu Luna pernah dengar dan tidak asing baginya,

"Tante.. "teriaknya.

"Hai Azka, sama siapa nak?" tanya Luna, si bocil tampan berambut ikal itu menunjuk kearah dua orang yang lagi makan dengan santai, Luna dan Najwa mendekati pasangan itu, entah apa namanya yang pasti mereka adalah cowok dan cewek.

"Dandy , Laila kalian disini? Cie lagi ngedate ni ye?" goda Luna dan kini si cowok kecil yang biasanya anti di sentuh lawan jenis itu malah bergelayutan manja di tangan Luna sambil mempermainkan jari jari Luna, dia menghitung nya, mungkin takut di kira jari Luna ada enam?.

"Halo kak Luna, apa kabar?" Laila kagok dan malu sekali kepergok oleh Luna ketika ketahuan sedang berduaan dengan Dandy.

"ih nggak usah malu kali namanya anak muda, yang penting kan kalian nyaman satu sama lain, ngedate kok ngakak Azka, Azka aku bawa pulang ya bilang sama bunda Ayu, kalian boleh main sesukanya, yang penting tau batasan". Bisik Luna ketika ngomong tau batasan hanya bisikan di telinga Laila.

"kami tadi jemput Azka dari ulang tahun dan Dandy lagi bersamaku membahas sesuatu". Laila memberi penjelasan dan dari tadi Dandy hanya ngelanjutin makan tak perduli atas kedatangan sepupu dan sahabatnya itu.

Luna kemudian memperkenalkan Najwa yang dari tadi diam mematung memperhatikan drama di depannya.

Oh ya, kenalin ini Laila adiknya bang Fadli, dan Laila dia adalah dokter Najwa sepupunya di Dandy". Luna malah yang memperkenalkan keduanya, dan Laila akhirnya bersalaman dengan sepupu sahabatnya itu keduanya saling mengucapkan salam perkenalan.

Azka yang mendengar Luna mau membawanya pulang dengan semangat empat lima menyambutnya dengan suka cita.

"Tante beneran mau bawa Azka pulang?, mau dong senang sekali boleh ya bi?" Azka merengek minta izin Laila untuk nginep di rumah Luna.

"Bentar aku tanya Abi mu, dari pada ntar dia membunuhku". Ucap Laila sembarangan.

Setelah menghubungi kakaknya, Laila memberi izin Azka untuk pulang bersama Luna, Fadli percaya banget pada gadis yang saat ini mampu menggetarkan hatinya itu, secara Azka pun nyawanya pernah di selamatkan Luna dari percobaan penculikan Edward sepupu Fadli yang licik dan culas itu.

Akhirnya mereka berpisah dengan Luna dan Najwa yang membawa Azka pulang dan membiarkan Dandy dan Laila ngedate.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!