Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 – Data yang Dihapus
Hujan turun tipis di atas reruntuhan Menara Helios. Air membasahi puing-puing logam dan kaca, menciptakan pantulan cahaya biru samar dari Alpha Raka yang masih aktif menjaga perimeter. Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya—sunyi yang tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang sedang menunggu untuk ditemukan.
Di ruang bawah tanah yang tersisa, Damar terbaring dengan perban melilit bahunya. Kayla duduk di sampingnya, memastikan kondisinya stabil. Liora berdiri tak jauh, matanya sesekali menyala merah, masih sensitif terhadap sisa energi gelap yang tertinggal.
Raka duduk di depan terminal utama yang rusak setengah hancur.
“Apa masih bisa dinyalakan?” tanya Kayla pelan.
Raka mengangguk tipis. “Sebagian server inti masih utuh. Tapi… ada sesuatu yang aneh.”
Layar holografik berkedip, menampilkan folder sistem yang terkunci. Di tengah-tengahnya ada satu direktori dengan label samar:
A-Project: Genesis
Liora mendekat. “Genesis?”
Raka menelan ludah. “Itu tulisan tangan ayahku… Aku pernah melihat istilah itu di catatan lama.”
Damar yang setengah sadar ikut bersuara, “Coba buka… mungkin itu jawaban kenapa Eclipse memburu kita.”
---
File yang Tidak Seharusnya Ada
Raka mengalirkan Alpha ke ujung jarinya, menyentuh panel kontrol. Energi biru menyatu dengan sistem lama, memaksa enkripsi terbuka perlahan. Satu per satu file muncul—beberapa rusak, sebagian besar ditandai merah:
DATA CORRUPTED
ACCESS DENIED
FILE DELETED
Kayla mengerutkan dahi. “Dihapus? Siapa yang menghapusnya?”
Raka membeku. “Bukan baru-baru ini… ini dihapus bertahun-tahun lalu.”
Liora berbisik, “Sebelum orang tuamu menghilang?”
Raka mengangguk pelan.
Di sudut layar, satu file berkedip samar. Tidak terhapus sepenuhnya. Seolah-olah seseorang sengaja meninggalkannya.
Log_Alpha_Zero_Prototype
Jantung Raka berdetak lebih cepat.
---
Rekaman Masa Lalu
File itu terbuka. Hologram dua sosok muncul—orang tua Raka.
Ibunya berbicara pertama, wajahnya terlihat lelah namun tegas.
“Jika kau melihat ini, Raka… berarti semuanya sudah terlambat.”
Suara ayahnya menyusul.
“Proyek Genesis bukan sekadar penelitian energi. Ini adalah fondasi dari sesuatu yang jauh lebih besar. Alpha… bukan kekuatan alami.”
Kayla menahan napas. “Apa maksudnya bukan alami?”
Hologram berlanjut.
“Kami menemukan sumber energi purba yang terpecah menjadi dua frekuensi utama—Alpha dan Omega. Jika keduanya disatukan tanpa kendali… dunia bisa hancur.”
Liora terdiam. Mata merahnya berkedip pelan.
Ayah Raka melanjutkan, “Adrian ingin menggunakan Omega sebagai pemicu dominasi. Tapi dia tidak tahu satu hal… Alpha sejati hanya bisa muncul melalui garis keturunan yang mampu menahan resonansi penuh.”
Raka membeku.
Ibunya menatap langsung ke arah kamera.
“Raka… kau bukan sekadar pengguna Alpha. Kau adalah kunci stabilisasi. Tanpamu, Omega akan menguasai segalanya.”
Hologram tiba-tiba terputus. File itu berkedip lalu rusak sepenuhnya.
---
Kebenaran yang Menyakitkan
Ruangan hening.
Kayla akhirnya berbicara pelan, “Jadi… Adrian tahu tentang ini?”
Raka mengangguk perlahan. “Bukan cuma tahu… dia pasti bagian dari proyek itu sejak awal.”
Damar mencoba duduk meski kesakitan. “Berarti… Eclipse Syndicate bukan cuma organisasi kriminal. Mereka sisa dari Proyek Genesis?”
Liora memegang dadanya sendiri. “Level 0-ku… Omega… itu bagian dari eksperimen mereka, ya?”
Raka menatapnya. “Bukan salahmu, Liora. Mereka memanipulasi energi itu. Tapi kau berbeda… kau memilih mengendalikannya.”
Liora menunduk, matanya bergetar.
---
Data yang Sengaja Dihapus
Damar kembali menatap layar. “Kalau file lain dihapus… berarti ada sesuatu yang lebih besar lagi.”
Raka memindai ulang sistem. Kali ini ia menemukan jejak penghapusan manual—kode lama yang sangat presisi.
“Ini bukan kerjaan Eclipse,” gumam Raka.
“Ini dihapus oleh… orang tuaku sendiri.”
Kayla terkejut. “Kenapa mereka menghapus data penting seperti itu?”
Raka mengepalkan tangan. “Untuk melindungiku. Atau… untuk menyembunyikan sesuatu yang lebih berbahaya dari Adrian.”
Di sudut layar muncul koordinat samar yang hampir tak terbaca.
Lokasi Cadangan – Kota Kedua
Liora membaca pelan. “Kota Kedua?”
Damar mengerutkan kening. “Kita bahkan belum pernah dengar tempat itu.”
Raka menarik napas dalam. “Itu bukan kota biasa… itu fasilitas eksperimen cadangan. Kalau data Genesis disimpan di sana… maka itu pusat dari semuanya.”
---
Adrian Mengetahui
Di tempat lain, jauh di bawah tanah kota, Adrian membuka matanya perlahan.
Senyumnya tipis.
“Jadi kau sudah menemukannya, Raka.”
Pemimpin bertopeng berdiri di belakangnya. “Mereka mengakses file Genesis. Apakah kita harus menghentikan mereka sekarang?”
Adrian menggeleng pelan. “Tidak. Biarkan mereka mencari Kota Kedua. Di sanalah semuanya akan berakhir.”
Matanya menyala merah gelap.
“Alpha dan Omega… akhirnya akan bersatu.”
---
Tekad Baru
Kembali di markas Helios yang hancur, Raka berdiri di depan timnya.
“Kita tidak punya pilihan. Data ini membuktikan satu hal—Eclipse tidak akan berhenti. Dan Kota Kedua… adalah pusat rahasia yang selama ini kita cari.”
Kayla mengangguk tegas. “Kalau itu sumbernya, kita harus sampai dulu sebelum mereka mengaktifkannya.”
Damar tersenyum tipis meski kesakitan. “Berarti perjalanan kita belum selesai.”
Liora menatap Raka. “Kalau Alpha dan Omega memang dua sisi yang saling melengkapi… mungkin kita bukan musuh dari takdir itu. Mungkin kita justru kuncinya.”
Raka menatap mereka satu per satu.
“Arc ini bukan hanya tentang bertahan. Ini tentang menghentikan Proyek Genesis untuk selamanya.”
Cahaya biru Alpha menyala lebih stabil dari sebelumnya—lebih dalam, lebih berat.
Hujan berhenti.
Langit yang gelap perlahan memperlihatkan kilatan merah samar di kejauhan.
Seolah-olah dunia sedang menunggu sesuatu yang besar.
---
Akhir Bab
Data telah dihapus.
Kebenaran mulai terungkap.
Dan Kota Kedua kini menjadi tujuan berikutnya.
Arc 2 bergerak menuju babak yang lebih besar.