NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Hati

Emily menatap pantulan wajahnya di cermin kamar mandi. Dia mengagumi parasnya sendiri,hidung mancung dan bibir tipis. Jangan lupakan juga mata yang berwarna coklat alami seperti memakai softlens. Kulit wajahnya yang mulus tanpa satupun noda ataupun jerawat berada disana. Dia membelai wajahnya sendiri dan tiba-tiba saja buliran air mata turun dari kedua mata indahnya.

Gadis itu menangis sesenggukan meratapi dirinya sendiri yang menjadi simpanan suami orang lain. Tak bisa di pungkiri ada rasa sesak setiap kali dia memikirkan semuanya. Dirinya cantik bahkan sangat cantik seperti seorang model ternama. Pendidikannya pun tinggi, sebelum bertemu Jeon hidupnya tidak kekurangan karena dia bekerja sebagai sekertaris di sebuah perusahaan terkenal.

Hanya karena dibutakan oleh cinta,dia berhenti bekerja dan berakhir dengan menjadi simpanan seorang Jeon Respati. Mungkin hidupnya semakin mewah dan terlihat bahagia karena di limpahi begitu banyak cinta dari kekasihnya. Tapi di lubuk hatinya dia ingin sekali menjadi seorang istri dan juga seorang ibu hingga di akui di depan orang banyak.

Matanya memerah dan sembab karena terlalu banyak menangis. Dengan menahan sesak dia membasuh wajahnya dengan cepat. Mereka sudah pulang dari paris seminggu yang lalu dan sampai sekarang Jeon belum datang menemuinya. Pria itu hanya mengatakan rindu tapi tidak bisa berkunjung karena sedang sibuk dengan keluarga besarnya.

Emily merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang berukuran besar. Dia menggigit bibirnya perlahan, berkali-kali dia membiarkan sperma Jeon tertanam di rahimnya supaya dia hamil dan bisa menikah dengan pria itu. Itulah alasannya kenapa dia begitu gigih tidak ingin memakai pengaman saat berhubungan intim dengan kekasihnya.

From : ❤️

Sayang...I miss you so much.

Pesan itu datang lagi seperti hari-hari kemarin.

Emily hanya membaca pesan itu tanpa berniat untuk membalasnya. Sungguh hatinya sesak memikirkan keadaannya saat ini. Satu sisi dia sangat mencintai Jeon dengan segenap hatinya. Tapi di sisi lain dia juga ingin Jeon membawanya ke altar pernikahan.

Emily memejamkan matanya berharap dia segera masuk ke alam mimpi supaya beban pikirannya menghilang.

________________________________________

Ditempat berbeda Jeon Respati masih setia menatap layar ponselnya. Dia bingung dengan kekasihnya yang tidak kunjung membalas pesannya dari setengah jam yang lalu. Apakah Emily sudah tidur,pikirnya.

Sedangkan Jeon tau gadis itu tidak pernah mengabaikan apapun tentang dirinya. Pria itu menghela nafas panjang dan merasa sesak sendiri memikirkannya. Jeon tidak bisa menemui kekasihnya karena sudah seminggu pria itu menginap dikediaman tuan besar Jeon. Ibundanya sakit dan ingin berkumpul dengan keluarga kecil Jeon Respati.

"Dad... sedang apa disini, udaranya dingin"

Sepasang tangan memeluk perutnya yang berotot. Jeon sedikit tersentak karena dia masih membuka room chat milik Emily.

"Belum tidur hmm.."ucapnya sambil mengelus tangan istrinya.

"Aku ingin dipeluk kamu, sudah lama kita tidak.."Nami tersenyum sembari merapatkan badannya ke punggung Jeon.

"Maaf aku sedang lelah banyak sekali pekerjaan di kantor"ujarnya cepat.

Nami tidak membalas ucapan suaminya. Tangannya mengelus perut Jeon dan menggesekan dadanya di punggung suaminya.Bibirnya menciumi punggung suaminya berharap lelaki itu merespon dirinya.

Sungguh Nami sangat menginginkan suaminya malam ini. Entah sudah berapa lama mereka tidak melakukan hubungan suami istri. Dia lelah menunggu suaminya untuk meminta hak nya, sungguh Nami ingin sekali suaminya peka bahwa dia juga manusia biasa yang punya nafsu untuk bercinta.

Biarlah dia merendahkan dirinya sendiri untuk meminta nafkah batinnya. Biarkan dia yang merengek dan mengiba seperti malam-malam sebelumnya. Tak apa-apa pikirnya,toh mereka suami istri.

Jeon berusaha melepaskan pelukan Nami dengan lembut. Tapi perempuan itu tetap gigih untuk memeluk Jeon dan berusaha mengeluarkan desahan demi desahan supaya Jeon terangsang dan ingin melakukan hubungan badan dengannya malam ini.

"Nami...tolong lepaskan,aku benar-benar lelah"

Jeon akhirnya menyentak tangan Nami sedikit kasar sampai perempuan itu terhuyung ke belakang. Jeon menatap perempuan yang berstatus istrinya itu.Mata perempuan itu memerah seperti menahan tangis.

Nami membuka piyama tidurnya dengan cepat. Sembari menahan isak dia mencoba menerjang Jeon dengan tubuh telanjangnya. Jeon berusaha menyingkir dan membiarkan Nami terduduk di lantai sembari menangis.

"Kenapa Jeon...Apa yang salah.."ujarnya sambil terisak.

"Apa ini wajar saat suamiku sendiri tak ingin menyentuh tubuhku lagi, sudah lama sekali kita tidak berbagi kasih di ranjang. Apakah kamu tidak punya nafsu Jeon..?"ucapnya sedikit meninggikan suaranya.

Jeon duduk di atas kasur meninggalkan Nami yang masih duduk di lantai balkon. Dia mengusap wajahnya kasar, sungguh dia juga tidak tau kenapa dia tidak bisa lagi menyentuh atau di sentuh Nami. Tubuhnya tidak merasakan apapun, bahkan saat tadi mendengar desahan Nami sembari mengelus otot perutnya Jeon sama sekali tidak merasakan kejantanannya terbangun.

"Tidurlah...jangan membesar-besarkan masalah" ucapnya sembari melangkah keluar kamar. Dia menutup pintu perlahan supaya tidak menimbulkan kegaduhan. Nami semakin terisak di posisinya. Dia ingin sekali meraung dan membanting semua barang di sekitarnya. Tapi dia masih punya rasa malu jika mertuanya bertanya apa yang terjadi dengan dirinya. Dia akan semakin kehilangan harga dirinya saat semua orang tau suaminya sudah tidak ingin menyentuh dirinya lagi.

"Kenapa Jeonnn..."

Jeon meneguk air dingin di tangannya. Dia menghindari Nami karena tidak ingin melihat wanita itu menangis. Dia duduk di bar kitchen sembari memikirkan Emily. Apa yang sudah dia lakukan sampai gadis itu seperti menghindarinya.

Pria itu menelungkupkan kepalanya di atas kedua tangannya. Rasa sesak kembali hadir saat dia memikirkan gadis itu.

"Emily..."ucapnya lirih.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!