🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Sisa-sisa Badai
...Bab 21: Sisa-sisa Badai...
Cahaya ungu perak yang menelan Ibukota perlahan memudar, menyisakan keheningan yang mencekam di atas kawah raksasa yang dulunya adalah pusat kekuasaan.
Han Xuan berdiri di tengah reruntuhan itu, napasnya terasa berat dan setiap embusan udaranya mengeluarkan uap dingin yang membekukan debu di sekitarnya.
Penyatuan dengan Han Zhao tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Di dalam jiwanya, Han Xuan bisa merasakan kesadaran saudaranya itu tidak lenyap, melainkan meringkuk seperti ular hitam yang menunggu saat yang tepat untuk mematuk kembali. Mereka kini berbagi satu tubuh, satu wadah yang retak namun dipenuhi kekuatan yang meluap-luap
"Masih... belum..." gumam Han Xuan parau. Suaranya terdengar asing di telinganya sendiri yang kini mulai bisa menangkap suara-suara frekuensi rendah kembali, meski sangat samar
Ia melihat tangannya. Kulitnya kini memiliki pola urat perak yang berpendar redup. Tingkat Core Condensation miliknya memang telah mencapai puncak, namun pondasinya sangat tidak stabil. Ia seperti sebuah botol kecil yang dipaksa menampung air dari seluruh samudra
Lin Xi merangkak di antara reruntuhan, menatap Han Xuan dengan tatapan yang sulit diartikan. "Xuan? Apakah itu kau?"
Han Xuan menoleh. Pupil matanya yang ganda hitam dan ungu bergetar hebat sebelum akhirnya menyatu kembali menjadi warna perak yang dingin.
"Bawa dirimu dan orang-orang yang tersisa keluar dari kota ini, Lin Xi. Ibukota ini sudah menjadi zona mati. Energi Nihilitas yang tersisa di sini akan menghancurkan meridian siapa pun yang tinggal lebih dari satu jam"
"Tapi bagaimana denganmu?" Lin Xi berdiri dengan gemetar. "Kau baru saja membunuh Kaisar. Kau baru saja menghancurkan simbol dunia ini. Seluruh faksi di luar sana akan memburumu sebagai Iblis Terbesar dalam sejarah"
Han Xuan menatap ke arah langit yang kini mulai menunjukkan rasi bintang lain yang belum pernah ia lihat sebelumnya. "Biarkan mereka datang. Aku tidak lagi bertarung untuk nama klan atau pengakuan dunia. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang mengamati kita dari balik kabut Langit"
Tiba-tiba, sebuah transmisi suara dari cincin tulang miliknya bergetar hebat. Itu bukan dari Wei atau Xiao Mei. Itu adalah transmisi terenkripsi yang berasal dari wilayah jauh di Utara, wilayah yang selama ini dianggap sebagai mitos: The Frozen Wasteland of Gods.
“Anak muda yang berani memakan Inti Dunia... kau baru saja menyalakan mercusuar bagi para Pemburu Bintang. Sembunyikan auramu, atau Benua Cangyuan akan rata dalam satu malam.”
Suara itu terdengar sangat tua, jauh lebih tua dari Mo Shura atau siapa pun yang pernah ditemui Han Xuan.
Han Xuan mengepalkan tinjunya. Ia menyadari bahwa kemenangannya di Ibukota hanyalah permulaan dari kekacauan yang lebih besar. Ia baru saja "keluar dari kolam kecil" dan menyadari bahwa ia berada di tengah samudra yang penuh dengan hiu raksasa.
"Wei! Xiao Mei!" Han Xuan memanggil melalui koneksi jiwanya.
"Kami di sini, Tuan" suara Wei terdengar lemah namun stabil. "Kami berhasil melarikan diri ke perbatasan sebelum ledakan terjadi."
"Temui aku di koordinat Gunung Patah" perintah Han Xuan. "Kita harus segera meninggalkan Benua Cangyuan. Jalur kultivasi tradisional di sini sudah tidak bisa lagi menopang kekuatanku. Kita akan menuju Utara"
Han Xuan mendekati Lin Xi. Ia menaruh telapak tangannya di pundak wanita itu, menyuntikkan sedikit energi perak yang telah ia murnikan. "Gunakan ini untuk membangun kembali Sekte Pedang Awan di wilayah Selatan yang jauh. Jangan terlibat dalam politik kekaisaran lagi. Dunia ini akan berubah menjadi sangat gelap sebelum fajar yang sebenarnya tiba"
Tanpa menunggu jawaban, Han Xuan melompat ke udara. Kali ini ia tidak terbang menggunakan Qi, melainkan ia seolah-olah menginjakkan kakinya di atas lipatan ruang. Setiap langkahnya membuatnya berpindah posisi sejauh beberapa kilometer dalam sekejap.
Di dalam kepalanya, suara Han Zhao berbisik sinis. “Kau pikir kau bisa lari dari mereka, Xuan? Mereka adalah orang-orang yang menghancurkan kita di kehidupan pertama. Kau hanya mempercepat kematian kita.”
"Diamlah, Zhao" sahut Han Xuan dalam batinnya. "Jika mereka datang, aku akan memakan mereka juga. Aku sudah pernah mati sekali. Aku tidak keberatan melakukannya lagi, asalkan aku membawa seluruh Langit bersamaku"
Han Xuan mendarat di puncak Gunung Patah saat matahari mulai terbenam. Di sana, ia melihat kapal terbang kecil milik Wei sudah menunggu. Namun, di samping kapal itu, berdiri sesosok pria berjubah biru yang sedang asyik memancing di udara yang kosong.
Pria itu menoleh dan tersenyum. "Kau terlambat lima menit, Han Xuan. Untuk seorang calon penguasa dunia, manajemen waktumu cukup buruk"
Han Xuan menyipitkan mata. Ia tidak bisa merasakan tingkat kultivasi pria ini sama sekali. Artinya, pria ini setidaknya berada di tingkat Spirit Severing puncak atau bahkan sudah menyentuh tahap Void Trekking.
"Siapa kau?" tanya Han Xuan, tangannya sudah bersiap memanggil kilat ungu.
"Aku? Aku hanyalah seorang pemancing yang bosan" jawab pria itu sambil menarik kailnya. Di ujung kail itu, bukan ikan yang tersangkut, melainkan sebuah fragmen hukum yang bersinar.
"Tapi di dunia ini, orang-orang mengenalku sebagai The Wandering Sage. Dan aku di sini untuk menawarkanmu tiket keluar dari benua yang sekarat ini sebelum para Pemburu itu sampai"
Dapatkan Han Xuan mempercayai The Wandering Sage, dan rahasia apa yang disembunyikan oleh wilayah Utara yang legendaris itu?
<>Cerita Bersambung