NovelToon NovelToon
SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Duda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika dunia seolah runtuh di sekelilingnya, hanya cinta anak-anak yang bisa membangunnya kembali.

Rian baru saja di-PHK ketika rumah tangganya yang sudah berjalan 7 tahun hancur berkeping-keping. Dituduh selingkuh oleh istri, Novi, dan dipermalukan oleh keluarga besarnya, ia tidak punya pilihan selain kembali ke kampung halaman dengan membawa dua anaknya – Hadian dan Alea. Kedua anak itu dengan tegas memilih mengikuti ayahnya, bahkan menolak untuk bertemu dengan ibunda kandung mereka yang kini sudah hidup dengan orang lain.

Di rumah panggung peninggalan orangtuanya, Rian memulai dari nol. Dengan tangan yang terlatih bekerja keras dan dukungan tak lekang dari kedua anaknya, ia mengolah lahan pertanian, membuka peternakan, hingga akhirnya mendirikan perusahaan dan restoran yang sukses.

Setiap langkah kemajuan yang diraihnya tak pernah lepas dari kehadiran Hadian dan Alea. Ketika pertemuan tak terduga dengan Novi dan keluarga barunya terjadi berkali-kali, anak-anak itu tetap berdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. ALEA MENGIKUTI KAKAKNYA

Sinar matahari pagi menyinari lantai kamar anak-anak dengan cahaya yang lembut. Alea duduk di tepi kasur, menatap boneka Kiki yang ada di pangkuannya dengan wajah yang penuh pikiran. Hadian sedang menyusun buku-bukunya di rak, kadang-kadang melihat adik perempuannya dengan perhatian yang penuh kasih.

Kemarin malam setelah Hadian menyatakan pilihan untuk tinggal bersama ayahnya, Alea tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya penuh dengan gambar ibunya yang menangis dan ayahnya yang melihatnya dengan mata penuh cinta. Meskipun dia masih sangat kecil, dia bisa merasakan bahwa keputusan yang akan dia buat akan sangat berpengaruh pada kehidupan keluarganya.

Rian dan Novi masuk ke kamar dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran namun juga harapan. Mereka sudah membicarakan bahwa meskipun Hadian telah memilih dengan tegas, mereka ingin memberikan waktu bagi Alea untuk memikirkan pilihan nya sendiri tanpa adanya tekanan dari siapapun.

“Hai sayang,” ujar Novi dengan suara yang lembut, mendekat ke arah Alea dan duduk bersamanya di tepi kasur. “Kamu sudah bisa memutuskan dengan siapa kamu ingin tinggal?”

Alea melihat ke arah ibunya, kemudian melihat kakaknya yang berdiri di dekat rak buku, lalu melihat ayahnya yang sedang berdiri di pintu kamar dengan tatapan mata yang penuh dengan cinta dan ketakutan akan penolakan. Dia mengangguk perlahan dan mengerucutkan bibirnya seolah sedang mengumpulkan keberanian.

“Aku mau ikut Kakak Hadian dan Papa,” ujarnya dengan suara yang lembut namun jelas, membuat Novi menangis pelan kembali. “Aku cinta Bu Mama, tapi aku merasa aman bersama Papa dan Kakak.”

Dia menjelaskan dengan kata-kata yang sederhana namun menyentuh hati, “Kalau bersama Papa, dia selalu menyanyi lagu untuk aku tidur. Kakak Hadian selalu mau bermain rumah dengan aku dan tidak pernah marah kalau aku salah main mainan nya. Dan Papa selalu ada di rumah ketika aku bangun paginya.”

Alea kemudian melihat ke arah Novi dengan mata yang berkaca-kaca. “Bu Mama sering tidak ada di rumah, dan kalau ada juga sering sedih atau marah,” ujarnya dengan suara yang semakin pelan. “Aku takut Bu Mama akan pergi dan tidak kembali lagi.”

Novi menangis lebih deras mendengar kata-kata putrinya yang masih sangat kecil itu. Dia membungkus Alea dengan pelukan yang erat dan erat, mencium kepalanya berkali-kali sambil berbisik, “Maafkan Mama ya sayang. Mama tidak sengaja membuatmu merasa takut. Mama selalu cinta kamu dan Kakak Hadian, tidak peduli apa pun.”

Hadian mendekat dan membungkus ibunya serta adik perempuannya dengan pelukan yang hangat. “Kita masih bisa sering bertemu dengan Bu Mama, Kakak Alea,” ujarnya dengan suara yang penuh dengan semangat. “Kita bisa pergi ke rumah Bu Mama atau Bu Mama bisa datang kesini kapan saja.”

Rian juga mendekat dan menepuk pundak Novi dengan lembut. “Kita akan selalu memberikan kesempatan bagi kamu untuk bertemu dengan anak-anak,” ujarnya dengan suara yang penuh dengan penghormatan. “Mereka masih anak-anak kamu, dan tidak ada yang bisa memisahkan cinta antara ibu dan anak.”

Mereka semua saling memeluk erat di kamar kecil itu, menangis bersama-sama namun juga merasa lega karena anak-anak telah membuat pilihan mereka dengan jelas dan penuh keyakinan. Rian merasa sangat bersyukur bahwa kedua anaknya memilih untuk tinggal bersamanya, namun juga merasa sakit hati melihat betapa dalamnya rasa menyesal yang dirasakan oleh Novi.

Setelah suasana mulai mereda, Novi mulai membersihkan beberapa barang pribadi anak-anak yang mungkin mereka butuhkan, sambil juga menyisipkan beberapa baju baru yang dia beli untuk mereka beberapa hari yang lalu. “Ini untuk kamu berdua ya,” ujarnya dengan suara yang lembut, memberikan baju tersebut kepada Hadian dan Alea. “Mama harap kamu selalu tetap sehat dan bahagia.”

Hadian menerima baju dengan rasa terima kasih yang dalam, sementara Alea segera memeluk baju tersebut dengan senyum kecil di wajahnya. “Terima kasih Bu Mama,” ujar Alea dengan suara yang lembut. “Aku akan selalu menyimpan baju ini dengan baik.”

Pada sore hari itu, Novi harus pergi untuk mengurus beberapa urusan pekerjaan dan tempat tinggal baru yang akan dia tempati. Sebelum pergi, dia berpelukan panjang dengan anak-anak dan Rian, berjanji akan datang mengunjungi mereka besok pagi sekali lagi.

Setelah Novi pergi, Rian melihat kedua anaknya yang sedang bermain dengan boneka Kiki di lantai kamar. Hadian sedang menjelaskan sesuatu kepada Alea dengan sangat sabar, sementara Alea mendengarkan dengan penuh perhatian. Rian merasa hati nya menjadi hangat melihat momen itu – meskipun mereka akan menghadapi kesulitan ekonomi yang besar dan hidup yang lebih sederhana, dia tahu bahwa dengan cinta dan kebersamaan mereka satu sama lain, mereka akan bisa melewati segala rintangan yang ada.

Dia mendekat dan duduk bersamanya di lantai, bergabung dalam permainan mereka dengan senyum hangat. “Kita akan hidup bersama dengan baik ya,” ujarnya dengan suara yang penuh dengan tekad. “Papa akan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi kamu berdua, dan kita akan selalu saling mendukung satu sama lain.”

Hadian mengangguk dengan penuh keyakinan, sementara Alea memberikan senyum ceria yang bisa menghangatkan hati siapa saja. Meskipun jalan yang akan ditempuh tidak akan mudah, mereka tahu bahwa mereka memiliki segalanya yang paling penting – cinta satu sama lain dan rasa aman yang datang dari keluarga yang tetap bersama meskipun harus menghadapi berbagai cobaan hidup.

1
Dewiendahsetiowati
ada typo Thor Budi yang harusnya kakak jadi ayah
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!