NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:214.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan telalu ikut campur!

Saat Bianca membuka matanya pagi ini, dia merasa begitu asing. Kepalanya yang masih terasa pening membuatnya berkali-kali mengerjabkan matanya untuk lihat dengan lebih jelas tempat baru itu.

Bianca memegang selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Selimut tebal yang terasa dingin saat menyentuh kulit. Jelas sekali kalau itu bukanlah selimut yang murah. Apalagi ruangan dengan ranjang king size yang ia tiduri saat ini, luas dan mewah.

Tapi Bianca baru sadar kalau bajunya sudah terlepas dan kini hanya menggunakan tanktop serta roknya saja.

Dia gugup setengah mati karena tidak tau siapa. yang melakukan itu kepadanya. Membawanya ke apartemen asing itu, kemudian melepas bajunya.

Bianca takut kalau orang jahat yang membawanya ke sana dan memanfaatkan dirinya. Tapi Bianca mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam.

"Shhhh!" Bianca mendesis karena tiba-tiba merasa pusing. Tapi bukan hanya itu, dia terkejut karena dalam ingatannya ada Elgard yang menariknya keluar dari club. Bukan hanya itu, Bianca ingat saat dia menampar Elgard karena pria itu menciumnya begitu saja.

Bianca mengepalkan tangannya dengan erat. Meski dulu Elgard adalah pria yang ia cintai, tapi dia sama sekali tidak tersipu atau pun berbunga-bunga ketika mendapatkan ciuman dari Elgard. Bianca justru benci berada dalam situasi seperti ini.

Wanita berambut sepunggung itu menyibak selimutnya. Tepat di saat itu dia melihat seseorang yang ia kenal masuk ke dalam kamar. Ternyata saat ini dia berada di apartemen Elgard.

"Sudah bangun Nona?"

Bianca menatap pria yang berjalan dengan tanpa rasa malu dengan menunjukkan senyumnya itu. Setelah tadi malam berniat seenaknya, kini pria itu justru terlihat biasa saja kepadanya.

"Aku sudah menyiapkan sarapan, lekas bersihkan dirimu!"

Bianca tak menghiraukannya, dia turun mengambil bajunya yang berada di sofa kemudian memakainya dalam diam.

"Pakai baju ini saja, aku sudah menyiapkannya!" Elgard mengulurkan bag berisi baju yang ia beli untuk Bianca.

Tapi Bianca hanya diam tanpa berniat mengambilnya. Dia malah fokus menggiatkan kancing kemejanya, kemudian matanya menyapu seluruh ruangan mencari tas dan juga ponselnya.

"Kau mau kemana Bee?!" Elgard sadar kalah Bianca ingin pergi dari apartemennya karena Bianca mengambil tasnya yang berada di atas nakas.

"Terima kasih untuk bantuanmu tadi malam, permisi!" Elgar melempar bagnya tadi, kemudian mengejar Bianca yang sudah keluar dari kamarnya.

"Aku akan mengantarmu!"

"Tidak perlu!"

"Tapi..."

"ELLL!!" Sentak Bianca. Untuk pertama kalinya Bianca membentak Elgard dengan menyebut namanya seperti ini.

Tatapan mata Bianca yang nyalang membuat Elgard tak berkutik.

"Tolong jangan terlalu ikut campur urusanku. Aku mohon padamu!" Pinta Bianca dengan memelas.

"Aku hanya.."

"Kita sudah tidak seperti dulu lagi, kita sudah punya jalan sendiri-sendiri. Jadi tolong jangan seperti ini! Tolong jangan melewati batas!" Pinta Bianca dengan suara yang parau.

Hening...

Tak ada suara apapun di antara mereka selain helaan nafas yang saling beradu. Kedua pasang mata itu saling menatap, meski mereka sama-sama tidak tau apa yang ada di dalam pikiran masing-masing, tapi yang jelas, apa yang mereka lakukan mampu membuat keduanya saling terdiam, bungkam dan membisu. Sampai akhirnya Bianca memutus tautan mata mereka.

Tak ada lagi Elgard yang mencegah kepergiannya. Dia keluar dari apartemen mewah itu begitu saja. Tapi tanpa Elgard ketahui, Bianca buru-buru mengusap air matanya agar tidak ada yang bisa melihat air matanya, bahkan nyamuk yang lewat di depan matanya sekalipun.

Brug..

Bianca menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang kecilnya. Meski ranjangnya tak sebesar milik Elgard di apartemen mewah tadi, tapi tetap saja itu adalah tempat ternyaman bagi Bianca.

Tubuhnya berbaring terlentang, kepalanya menengadah ke atas menatap langit-langit apartemennya yang terkadang basah karena rembesan air dari unit di atasnya.

Perlahan matanya terpejam seiring dengan lelehan air mata yang menyelip melalui ujung matanya. Dia tidak menyangka kalau hari-harinya akan menjadi seperti ini.

Meski Bianca terlihat begitu tegar menghadapi semua ujian dalam hidupnya, tapi terkadang ada saat dimana dirinya benar-benar rapuh dan ingin menyerah.

Sekarang, kalaupun Bianca akan pindah rumah untuk menghindari semua orang, rasanya percuma saja karena penagih hutang yang berada dimana-mana pasti akan menemukannya. Selain itu, dia tidak punya uang untuk menyewa tempat baru. Untuk memindahkan barang-barangnya pun, Bianca juga butuh uang.

Mungkin memang sudah waktunya Bianca merubah segalanya. Dia tidak bisa hidup seperti saat ini terus menerus. Dia harus membuang sedikit egonya demi hidupnya yang lebih baik. Entah nanti hasilnya bagaimana, tapi dia ingin mencobanya lebih dulu.

Di saat Bianca larut dalam pikirannya untuk merubah sedikit hidupnya, ponselnya berdering. Dia mendapat panggilan telepon dari seseorang yang sedang ia pikirkan.

"Halo?" Bianca masih sedikit kaku ketika bicara dengan Kevin.

"Hay Bee, apa kau tidak bekerja siang ini?"

"Tidak Kak!" Bagaimana bisa Bianca bekerja sedangkan saat.dia bangun sudah kesiangan di apartemen Elgard.

"Kau mau keluar bersamaku?!"

"Emm, kebetulan ada yang ingin aku bicarakan Kak"

"Baiklah aku akan menjemputmu!"

1
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh jangan teriak kenceng sakit nih kuping🤣
Tian Fangxin
mending ngk ush bantu dia El. Emang dia pikir sama cowok lain pun bpknya El ngk ganggu. Lu pasti tetap di ganggu.
Nureliya Yajid
lanjut
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga elgard paham maksudmu bee
Cahaya
ku terima bantua.n mu royyyyyyy
Rizka Susanto
hadeehh... kira2 km mau membantu apa roy???
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Bianca juga dulu hatinya sakit ketika kamu meninggalkan nya🥹
Agnezz
mau bantu apa Roy ( marten)? ternyata Bee maaih mencintai El tapi dia gak mau El memjadi susah karena membantunya. Bee tidak mau hubungan Ayah dan anak menjadi musuh karena dirinya.
mama
minta di tonjok tu roy,mundah2n dgn rencana km menjauh dari el semakin membuat km hancur bee..sumpah greget sm bianca.. sok2 n ngelawan ayah ny el,ujung2 ny juga nyerah.. gk liat pengorbanan el km
Teti Hayati
Yaa meskipun hanya pura2.. tapi sakitnya Elgard disaat kejatuhannya itu nyata, dan makiin sakiit dg kepura-puraan mu Bee..
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
mama
semua pengorbanan el gk brrti ap2 di matamu bee,semuanya cwo mom gantung,plan plan..setelah el tau kbr ini aq berharap gk ush deketin bianca lg el..biarkan di dgn keputusan ny.. pergilah jauh untuk menata hatimu el
astr.id_est 🌻
sakit banget /Sob//Sob//Sob//Sob/
Kurnia Swasan
bles baca gue ah 😭
🌷Vnyjkb🌷
ooo, i see,, perSekongkolan toh,😆👍👍
🌷Vnyjkb🌷
impas dah,,,
SasSya
Roy...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
SasSya
💔💔💔💔😢😢😢😢
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!
SasSya
sangat keliru El
kamu menitipkan Bianca Pd Roy
gak kebayang hancurnya kamu 😬😬💔💔💔💔
Hanima
😍/Cry/
Hani Ekawati
Si Roy juga tidak tau diri ih, udah tau Elgard cinta sama Bianca dia kaya ngambil kesempatan disaat Bianca lagi galau. Padahal klo bukan karena Elgard mana kenal sama Bianca.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!