NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyummu bagaikan madu

Hidup tidak harus menang atau kalah, jika anda berjalan diatas kebenaran moralitas maka kamu akan mendapatkan kesuksesan jika tidak di dunia tentu saja di akherat tetapi jika hidupmu jadi pecundang sudah pasti kamu akan celaka di dunia dan di akherat tetapi jika kamu di takdirkan beruntung maka dunia akan kamu raih dan akherat ada di tanganmu, teruslah berbuat baik biar Tuhan yang menentukan hasilnya, jika kita tanam rumput teki sudah pasti tumbuh rumput teki tetapi jika kita tanam padi meski akan tumbuh padi juga masih akan ada rumput yang ikutan tumbuh dan cara membersihkannya adalah dengan cara membersihkan hati .

Pagi hari, Mahendra dapat telephone dari Mbak Imah katanya habis di maki maki oleh Maya Diana, si mantan istri Hendra itu menuduh Mbak Imah telah menyembunyikan Mahendra sehingga tidak mau mengatakan keberadaan Mahendra saat ini.

"Mas, dia menuduhku menyembunyikan mu dan bilang aku janda tua tak tahu malu dengan menjadikan kamu sebagai simpanan, simpanan yang mana? Hu hu hu". Terdengar di seberang sana Mbak Imah menangis tersedu sedu, sesak sekali dadanya dengan tuduhan yang tak masuk akal tersebut.

"Sudahlah Mbak, biarkan saja dia dan kalau dia datang jangan di hiraukan, lagi pula dia sudah punya suami baru kan?" Mahendra mencoba menghibur mbak Imah.

"Apa sebaiknya Mbak Imah ikut aku saja sekarang, aku Alhamdulillah sudah punya rumah baru meski sederhana hadiah dari salah satu klien ku yang kaya raya, bagaimana?" tawar Mahendra tetapi mbak Imah menolak, dia tidak ingin meninggalkan toko sembakonya yang susah payah di bangun dari nol, sebagai seorang single parent, mempunyai toko selengkap ini adalah impian semua orang, lagi pula Mahendra juga sudah bisa mandiri dan hidup berkecukupan itu sudah membuat Mbak Imah merasa tenang., lho???

" Kemarin pagi juga tengah malam sebelum subuh ada panggilan tapi tak ada suara, sekarang aku baru faham pasti itu juga dia setelah ku lihat dari Poto profile di wa nya, meski menghadap ke belakang aku faham itu adalah postur tubuh Maya". Mahendra menceritakan tentang panggilan yang di terimanya pada Mbak Imah, Mbak Imah di buatnya makin bingung, ada apa dengan Maya? dan kemarin juga dia datang sendirian tanpa di temani calon suami yang di banggakan itu, ya tentu saja datang sendirian karena niatnya adalah mencari keberadaan Mahendra, ingin kembali? Mungkin saja dia menyesal tapi tidak dengan Mahendra, sekali dia di buang tak akan pernah sudi kembali lagi.

Ketika Mahendra masih berbincang dengan Mbak Imah, dua wanita cantik masuk dengan mengetuk pintu, karena tak ada jawaban Kiara nyelonong begitu saja bahkan sempat di pelototi oleh sang kakak karena dianggap tidak sopan.

"eh Kia, sama siapa?" tanya Hendra yang kini tak memanggil Kiara dengan sebutan Mbak lagi karena Kiara merasa tua jika dipanggil dengan sebutan 'Mbak' ,padahal dia masih ingin dianggap sepantaran dengan checillia.

" itu sama mbak Kiran". Jawab Kiara singkat sambil menoleh kearah pintu sementara Hendra mengikuti pandangan Kiara kearah pintu sambil menurunkan belanjaannya dia berencana masak siang di tempat Mahendra sambil menunggu si bocil pulang.

"Silahkan masuk mbak Kiran, kok diluar?" Hendra mempersilahkan tamu nya masuk, kemudian Kiran masuk sambil minta maaf karena kecerobohan adiknya yang masuk rumah orang tanpa permisi.

"Nggak apa apa lagi, anggap saja rumah sendiri, ini dalam rangka acara apa kok bawa belanja banyak banget?" heran si Hendra melihat belanjaan daging ikan seafood sayur dan lain lainnya yang menggunung, mereka datang hanya berdua tanpa driver, jadi harus repot sendiri.

"Kita berencana masak di sini untuk makan siang, setelah itu ada sesuatu yang ingin kami bicarakan semoga mas Hendra bisa memberikan kami solusi bagaimana baiknya menghadapi persoalan ini". jawab Karina sambil menunduk, tak ada yang tahu setetes air mata jatuh dari kelopak mata indahnya.

Setelah semua masakan selesai tepat ketika Checilia datang diantar oleh ustadzah Zahira, Kiara yang memang ceria dan tak pernah punya hati mendengki kecuali rasa sebalnya pada Ririn dan Devan itu, mengajak Zahira untuk mampir dan makan bersama, Zahira menolak dengan halus sambil melirik checill yang kini nemplok di pinggang Tante cantiknya , hati Zahira bagaikan di pukul martil berdegup dengan kencang 'ada lagi saingan?' batin nya.

"kak Kia kita mau makan sama apa?" tanya si bocil.

" Terserah checill mau makan apa tinggal pilih, tuh lihat ayah sama Tante Kirana yang masak tadi". Jawab Kiara sambil mengedipkan mata kirinya.

Akhirnya mereka menikmati makan siang mereka dan ternyata Mahendra adalah seorang koki yang hebat, masakannya tak kalah enak di banding Toni si kawan baiknya yang memang juga seorang koki handal, dan begitu juga dengan Kirana yang sangat mahir masak Chinese food dan disiang hari yang sangat terik ini mereka seperti sedang mengadakan pesta kecil kecilan, untung saja belum ada klien yang datang.

Setelah selesai makan siang Hendra menyuruh checill mandi dan diapun ingin melaksanakan sholat Dzuhur, Hendra mengajak Karina dan Kiara, Tapi Kiara menolak karena memang lagi halangan dan Karina yang memang sudah lama tak menjalankan sholat itu masih gamang dan perlu persiapan, padahal dia merasa hatinya saat ini sangat kosong, seperti ada yang hilang entah itu apa, dia merasa tak punya pegangan.

" Cobalah untuk menjalankan perintah agama mbak Karin supaya hati tenang, dan jika kita punya permasalahan kita bisa curhat sama yang kuasa". Nasehat Hendra, dan memang ternyata keluarga om Jo adalah muslim meski tidak taat.

"Iya mas, mohon bantuannya lain kali, aku sudah jauh dari ajaran Tuhan sholat pun hanya ketika sholat Ied di hari raya idul Fitri, bahkan puasa saja banyak bolongnya". Jawab Karin malu malu.

"Nanti kita bisa ngaji bersama Tante, checill yang ajarin ya kalau ayah nggak mau?" Checil memberi masukan, sok tua sekali bocil itu, sementara Karina hanya mengangguk sambil tersenyum, maniss dan lembut hingga Mahendra susah untuk lepas dan mengalihkan pandangannya.

"Astaghfirullah ". Ucapnya sambil mengelus dadanya.

"Ada apa yah, ayah lihat hantu ya". Tanya Checil sembarangan.

"enggak, ayo sholat dulu biarkan Tante Karin dan kak Kia istirahat sebentar habis ini kamu tidur". Perintah Hendra pada putrinya karena setelah ini mereka bertiga akan membahas sesuatu yang tak layak di dengarkan oleh anak kecil.

Setelah sholat dan Checil benar benar tertidur ke dua manusia dewasa plus satu gadis belia itu kini duduk bertiga, Karina menceritakan semuanya termasuk apa yang dilihat Kiara, sekata dua kata Kiara pun menyambung cerita dari kakaknya.

" Bukannya aku lancang mbak Karin, tetapi beberapa hari lalu ketika pertama kali nya mbak Karin pulang kerumah, aku juga memergoki mereka berdua lagi didalam mobil". Kata Hendra dan Karin langsung ingat waktu itu pertama kali dia datang suaminya yang izin menelpon klien sampai hampir satu jam tak masuk rumah ternyata tak bisa menahan hasratnya, begitulah iblis ...yang halal sudah di sediakan malah memilih yang haram.

******

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!