"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rebutan Fero?
"Pak Aldo suka minum es teler nggak?" Tanya Riana sambil tersenyum malu-malu dan menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.
"Suka, apalagi makannya pas cuaca panas kaya gini," jawab Aldo sambil tersenyum. Mereka berdua berjalan beriringan dan sekilas tampak seperti sepasang kekasih. Di belakang mereka, ada Kiara yang cemberut sambil menyilangkan tangan di dada.
"Maaf, permisi, kalian tidak lupa ada aku di sini kan?" ucap Kiara sambil menyembulkan kepalanya di antara Aldo dan Riana.
"Atau kalau aku mengganggu, apa lebih baik aku pulang saja?" kesalnya.
Riana membola dan menganggukkan kepalanya, seolah ucapan Kiara adalah sebuah ide yang sangat brilian. Kiara mencebik sambil melirik sinis sahabatnya yang dengan gampangnya membuang dirinya demi bisa berduaan dengan Aldo.
"Jangan dong, Saya ingin ngobrol dengan kamu, siapa tadi nama kamu?" tanya Aldo.
"Dia Kiara, dan aku Riana. Kita staff di bagian penjualan," jelas Riana, tanpa di minta.
Aldo tersenyum, "Ayo kita masuk," lanjutnya saat mereka sudah berada di depan sebuah kedai es teller yang cukup terkenal.
Saat mereka bertiga memasuki kedai itu, Kiara dan Riana di kejutkan dengan keberadaan Fero dan Mona yang ternyata sedang asyik berduaan sambil makan es teler.
Kiara merasa kesal, dan moodnya langsung ambyar gara-gara melihat dua orang itu.
"Loh, Fero? kamu juga ada di sini?" tanya Aldo sambil berjalan mendekati meja Fero.
"Iya, Om Aldo nggak sama Om Kai?" tanya Fero, balik. Fero memanggil Aldo dengan sebutan Om karena dia adalah teman pamannya sejak lama, dan Fero sudah terbiasa dengan panggilan itu, meskipun itu terdengar aneh bagi Aldo yang berusia 32 tahun dan di panggil 'Om' oleh orang yang berusia 25 tahun.
"Nggak, aku lagi jalan sendirian aja, malah kebetulan ketemu dua karyawan bagian penjualan, eh kita duduk di sini aja ya? tempat ini lumayan ramai dan udah nggak ada tempat kosong lagi," ajak Aldo pada Kiara dan Riana.
Kiara dan Riana saling pandang.
Kiara menggeleng pelan menandakan dia tak ingin berada di sini, tapi Riana dengan wajah memohon agar Kiara tak pergi dan tetap di sana, demi masa depan Riana yang sekarang sedang ada di dekatnya.
Kiara mendesah dan akhirnya mengangguk.
Aldo, Riana dan Kiara duduk dalam satu baris, sedang Mona dan Fero berada persis didepan mereka.
"Oh ya, ngomong-ngomong kalian berdua mau pesan apa? biar aku pesankan?" tanya Aldo yang sudah bangun dan bersiap-siap menuju meja pemesanan.
"Kami berdua es teler durian aja, Pak" jawab Riana.
"Oke, sebentar aku pesankan," ucap Aldo sambil berjalan menjauh.
"Ngapain kalian berdua ada di mall ini?" ucap Fero sinis sambil melirik papper bag yang berada di dekat Kiara.
"Memangnya Mall ini punya kakek Lu! sampai kami nggak boleh ada di sini?!" ketus Kiara.
"Gue habis temeni Kiara beli gaun buat kencannya besok sabtu! Pacar Kiara itu leb-"
Kiara dengan cepat membungkam mulut sahabatnya. Bisa gawat kalau mulut embernya sampai membuat masalah dan berujung mengacaukan rencana Kiara.
"Bisa diem nggak!" pekik Kiara lirih sambil melototi sahabatnya itu.
"Kenapa sih? justru lu harusnya kan pamer ke dua kutu kupret ini!" geram Riana lirih.
Mona tersenyum sinis, "Ya jelas lah, Kiara nggak mau kasih tau siapa pacarnya, orang semuanya itu cuma omong kosong! dia itu bohong, Ri!"
Riana melotot, "mungkin Kiara akan membohongi kalian, tapi nggak mungkin bohong ke gue! ya kan, Ki?"
Kiara tersenyum, "Aku nggak bohong, kok. Cuma belum saatnya aja aku kasih tau. Aku sedikit trauma. Ya, walaupun aku tau pasti pacarku yang sekarang nggak mungkin dengan mudahnya tergoda pada perempuan MURAH!"
"Lu bilang apa!" kesal Mona sambil menatap nyalang ke arah Kiara.
"Apa? emangnya gue ngomong apa? kok lu tersinggung? lu ngerasa, ya?" tanya Kiara sambil menaikkan sebelah alisnya dan cuek dengan kekesalan Mona.
"Wah, di tinggal sebentar langsung rame aja, lagi ngomongin apa, nih?" tanya Aldo yang tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah Riana.
"Mereka masih ribut berebut gue," ucap Fero dengan penuh percaya diri.
"Eh buset! pede banget lu! maaf ya, nggak ada di kamus gue, ambil sampah yang udah gua buang!" ketus Kiara.
"Apa lu bilang! heh! cewek kolot, gue yang putusin lu duluan! gue yang buang Lu bukan sebaliknya! mabok lu ya!" ucap Fero dengan kesal.
Kiara tersenyum, "Eh? gue kan lagi ngomongin sampah, bukan elu? emangnya.. lu sampah?"
"Weh! stop! stop! kenapa kalian malah berantem begini?" ucap Aldo berusaha melerai pertengkaran Fero dan Kiara
"Maaf Pak, mending Saya pindah meja aja." Lalu Kiara menoleh ke arah Riana, "Lu kalau mau tetep di meja ini, nggak apa-apa kok, Ri, " ucap Kiara sambil lalu bangun dan bergegas pindah meja.
Sebenarnya Kiara ingin pergi saja, namun merasa sayang dengan es teler yang sudah di pesannya. Es teler durian itu lebih berharga ketimbang si muka buluk Fernando itu!
"Mhhmm.. maaf Pak Aldo, Saya duduk sama Kiara saja ya," ucap Riana sambil beranjak dari duduknya.
"Lho? waduh gimana nih, ya sudah Saya ikut kalian saja," Aldo pun ikut bangkit. "Aku pindah tempat duduk ya Fer, aku juga nggak enak kalau mengganggu kalian berdua," ucapnya sambil tersenyum.
Fero yang masih terlihat kesal hanya diam sambil menghela napas.
Aldo duduk tepat di depan Kiara sambil memandangi wajah Kiara yang ditekuk karena kesal. Aldo melirik Riana dan menaikan sebelah alisnya seolah bertanya 'kenapa dia?'
"Ceritanya panjang, Pak. Udah kaya sinetron ikan terbang," ucap Riana.
"Oh ya? cerita dong, sepertinya Saya ketinggalan info nih?"
"Jadi begini..." Riana mulai bercerita, dengan ijin dari Kiara tentunya.
***
"Gue yakin banget Lu masih di sini, bang!"
Kaisar mendongak dan melihat Aldo muncul dengan senyum cerah di ambang pintu ruang kerjanya. Kaisar melirik arloji yang melingkari pergelangan tangannya yang sudah menunjuk di angka tujuh malam.
"Ngapain Lu? balik lagi? mau gue kasih lemburan?" ketus Kaisar
Ya, Kaisar dan Aldo adalah sahabat yang sangat akrab saat di luar jam kerja. Mereka adalah teman kuliah dan Aldi adalah Junior yang selalu mengikuti Kaisar kemanapun Kaisar pergi, seperti anak ayam yang selalu mengintili induknya.
Aldo tersenyum, lalu berjalan mendekat dan meletakkan selembar kertas di atas meja, tepat dia atas dokumen-dokumen yang sedang di kerjakan Kaisar.
"Apa ini?" tanya Kaisar seraya mengambil sepotong kertas kecil dengan deretan angka di dalamnya.
"Ganti duit gue," ucap Aldo.
Kaisar mengernyit, "lu beli gaun? buat siapa? dan kenapa gue harus bayar?!" kesal Kaisar sambil meremas kertas kecil itu dan membuangnya ke sembarang tempat.
"Tadi gue ketemu calon nyonya di mall, dia lagi pilih-pilih gaun buat kencannya besok sabtu_" Aldo sengaja menghentikan ucapannya dan melirik Kaisar yang tampak terdiam saat mendengar ucapannya barusan.
"Ya, sebagai calon adik ipar yang baik -gue wajib membantu dia mencarikan gaun yang cocok, kan? sayangnya dia kelihatannya sedang nggak punya uang untuk membeli gaun itu, jadi gue datang dan bantu dia membayar."
Aldo tersenyum lebar, "tenang aja bang, gue sudah pilihkan gaun yang gampang di buka, jadi lu nggak bakal kesusahan kalau mau melepas gaun itu nantinya. Kancingnya ada di depan, dari atas sampai bawah."
pletak!
"Aduh!" Aldo mengusap kepalanya yang barusan di lempari gumpalan kertas.
"Dasar mesum!" kesal Kaisar, lalu dia mengambil ponselnya dan mulai mengetik, "berapa?" tanyanya.
Aldo terkekeh, "Bercanda bang, gue iklas kok."
"Gue yang nggak iklas! gue nggak mau cewek gue pakai gaun yang di beli dengan duit orang lain!" Kaisar mulai mengetik dan mentransfer sejumlah uang pada rekening Aldo.
Aldo terbelalak saat melihat nominal yang dikirim Kaisar padanya, "banyak amat ini? dia cuma beli gaun seharga lima ratus ribu, kok!"
Kaisar menatap Aldo, "lima ratus ribu? gaun apa yang harganya semurah itu?" gumam Kaisar. Tiba-tiba dia terdiam memikirkan ucapan Aldo yang katanya Kiara kesulitan membayar gaun seharga lima ratus ribu. "Uangnya pasti habis untuk membayar pengobatan ayahnya, kasihan sekali dia..." gumam Kaisar.
"Oh iya, satu lagi, aku baru tahu kalau kakak ipar itu mantannya Fero? gila! Lu pacaran sama mantan keponakan, Lu, bang? nggak salah?"
Kaisar menggeleng, "gue nggak pacaran sama dia, tapi mau menikah dengannya," jawab Kausar singkat dan padat namun sukses membuat Aldo melotot hingga matanya hampir meloncat keluar dari tempatnya.
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣