- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17 Salah tingkah
"Lo, balik bareng gue! " Ajak Dewa dengan suara dingin, membuat aura meneguk Silvia yang tercekat di tenggorokan nya. Aura menyamakan langkah kakinya dengan dewa, yang menurutnya sangat cepat sekali. Berjalan ke parkiran sekolah, tersebut " Ak-u bisa, balik sendiri ka! " Sahut aura dengan. Suara gugup.membuat dewa menghentikan langkah kakinya. Membalik badannya membuat Aura tersentak kaget, melihat pergerakan dewa.
"Lo, itu masih cewek gue jadi Ikutin aja lagian juga. Kalau misalnya lo kenapa-kenapa gimana?, gue pasti yang bakal di amuk sama bunga dan temen-temen gue! " Terang dewa suaranya sangat dingin sekali. Menusuk ke rongga dada aura, dewa kembali melangkah kan kakinya aura sama sekali. Tidak bisa menghentikan detak jantungnya, yang seperti berirama aura meremas jemarinya selama dua tahun lebih berpacaran dengan riko
Tidak pernah ia merasakan, yang namanya jantungnya berdetak kencang sekali. Dewa berdecak sebal, melihat aura yang hanya mematung di depan mobilnya saja. " Woi!, lo mau jadi patung atau gimana! " Sentak dewa seraya masuk ke dalam mobil, aura merungut mendengarnya "Ck!, ngga peka banget sih di bukain gitu! " Gerutunya dengan suara samar. Lalu membuka pintu belakang, mobil dewa ia masuk ke dalam mobil tersebut.
Terdengar decakan dari dewa, ia memutar badannya ke arah bangku belakang. " Lo, pikir gue supir lo?. Dan lo bos gue?, pindah ke depan! " Katanya penuh sindiran
"Ka dewa, yang terhormat!.. Kalau aku di depan juga aku ngga bisa nyetir jadi. Sama aja kan? " Sahut aura dengan suara bergetar namun. Terdengar lantang membuat dewa berdecak sebal, batinnya bertanya-tanya kenapa gadis tersebut jadi berani?
" Seengaknya, lo temenin gue kek di depan!. Seperti kaya orang-orang pacaran lainnya!. Masa cowok setampan secool gue, lo anggurin sih! " Suaranya penuh kekesalan membuat aura, tersenyum membuat pupil dewa melebar. Melihat senyuman dari gadis cantik tersebut, detak jantungnya jadi tidak karuan tatapannya begitu dalam ke arah sang wanita. Ia samar-samar bersusah payah menelan Silvia nya,
Ketika kedua bola mata bertemu, dunia seolah berhenti berputar. Waktu berhenti, dan hanya ada dua orang yang terhubung dalam tatapan yang tak terputus. Hati berdetak kencang, dan rasanya seperti waktu berhenti sejenak.
Hati mereka berdua seperti dua magnet yang saling tarik Cinta mereka tumbuh seperti tanaman liar yang tak terbendung, Mereka berdua seperti dua tetes air yang menyatu menjadi satu. Hati mereka bagaikan dua api yang membara bersama Cinta mereka adalah petualangan yang tak pernah berakhir.
"Ke-kenapa ka dewa liatin aku, segitunya? " Tanya aura sembari menghampas pandangannya ke arah lain. Pipinya bak kepiting rebus, dewa segera mengerjapkan kedua matanya. "Ngga usah, kepedean lo itu jelek! " Sarkas dewa sembari. Menghadap ke depan lagi, perkataan dewa membuat aura berdecak sebal. Ia membuka pintu mobil lalu, pindah ke bangku depan, kedua mata dewa langsung jatuh ke gadis berbobot besar tersebut.
Memperhatikan, gadis tersebut sedang memasang seat belt dengan kesusah payahan nya. Dewa segera turun tangan, ia segera membantu gadis tersebut jarak yang sangat dekat. Membuat aura bisa menghirup aroma parfum lelaki tersebut, aura merasa detak jantungnya napasnya dan darahnya tidak baik-baik saja. Ketika bersama sama cowok tersebut. Aura refleks mendorong dewa hingga dewa, terhampas hingga terpentok pintu mobil membuat dewa mengusap punggung nya. "Lo, gila ya! " Sarkas Dewa
"Eh, maaf ka gue pikir kaka mau ngapa-ngapain! " Aura menyengir kuda, kedua manik nya memelas kepada dewa. Membuat dewa menghembuskan napas kasar nya, "dasar jorok! Pikiran lo itu! " Cebik dewa sembari menyalakan mesin mobilnya.
Irsyad, tersenyum kala melihat bunga yang sedang asik. Duduk di halte bus membuat irsyad menepikan mobil nya di halte bus, membuat bunga yang sedang asik duduk di halte bus mengangkat pandangan nya ke arah mobil tersebut,
Bunga sangat tahu sekali, mobil tersebut bunga segera bangkit dari halte ia langsung. Menghampiri mobil yang sering singgah di rumahnya, bunga mengetuk pelan kaca mobil tersebut membuat irsyad segera turun dari sana.
"Lo, ngapain disini? " Tanya bunga melihat lelaki berparas tampan tersebut. Berdiri di dekat mobilnya, " Lo, belum balik?. Gue antar! " Irsyad segera membuka pintu mobil nya, bunga menatap sejenak lalu. Mengangguk kan kepala nya, irsyad segera membentengi kepala bunga dengan tangannya agar tidak terkatuk. Bunga tersenyum lalu masuk irsyad segera menutup pintu, mobilnya begitu bunga masuk Ke dalam irsyad segera berlari memutar mobilnya, lalu masuk dan duduk di belakang kemudi.