Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.17
Kaisar Tinus terdiam mendengar ucapan selir Merry, dan menatap ke arah rose yang masih terlihat datar.
"Baiklah, kau bisa beristirahat terlebih dahulu." ucap nya terdiam dan berfikir ucapan selir Merry ada benar nya.
Ratu elli dan putri Felicia terlihat tak menyukai ucapan kaisar. Bagaimana bisa, kaisar tak menghukum gadis itu yang bertindak seenaknya.
"Ayahanda, tapi bagaimana pun juga, ini merupakan pesta kehormatan putra mahkota kerajaan nymeria, seharusnya lady rose tak bersikap seenaknya." protes putri Felicia dengan raut wajah yang tak suka.
"Tapi putri ku sedang, kurang sehat putri Felicia. bahkan wajah nya terlihat pucat saat ini." sela selir Merry dengan tatapan penuh amarah.
Rose yang merasa pusing, menghadapi mereka, akhirnya pura pura pingsan, agar si putri Felicia itu tak lagi menganggu nya. Energi nya benar benar terkuras kali ini.
Brukh.... Entah bohong atau benar-benar tak sadarkan diri, rose terbaring disana, dan membuat bibi Anti, beserta selir merasa Merry kaget.
"Rose! Rose bangun." ucap selir Merry dengan menggenggam tangan nya dan langsung memeluk tubuh rose.
Kaisar Tinus bangkit dari tempat duduk nya. Dan berjalan mendekati rose yang terbaring disana.
Bibi Anti, Langsung sigap menggendong nona kecil nya, dan langsung terburu buru untuk menuju ke kamar lady rose.
Tabib Surya langsung sigap memeriksa kondisi lady rose karena langsung di suruh oleh sang kaisar.
****
Selama 3 harian rose masih belum sadarkan diri, bahkan beberapa kali tabib Surya memeriksa kondisi nya, masih tetap sama, rose masih dinyatakan koma dan belum ada tanda tanda untuk bangun.
"Ini dimana, kenapa tempat nya asing?" gumam nya dengan wajah kebingungan. Seingatnya dia pura pura tak sadarkan diri saat di pesta kedewasaan sang pangeran pertama. Tapi ternyata dia benar benar tak sadarkan diri. dan bahkan dia tak tau mengapa kepala nya terasa begitu pusing saat ini.
Tempat nya begitu aneh, membuat rose merasa seperti sedang terjebak, di dunia lain.
"Selamat datang di dunia ku nona diana." ucap seorang kakek tua dengan jenggot putih nya
"Eh, kenapa ada suara disini?" gumam nya dengan wajah kaget.
"Kau siapa?" ucap nya yang kaget saat melihat sosok pria tua dengan jenggot putih yang tebal di wajahnya, dan berdiri di depan nya.
"Saya adalah leluhurnya Rose. Aku tau kau bukan cucu ku yang asli. Tapi aku beruntung bisa bertemu dengan mu secara langsung. aku ingin mengatakan sesuatu hal yang penting untuk mu. Berlatih lah dengan kekuatan tersembunyi yang kau miliki. Jangan pernah menggunakan nya untuk hal yang jahat. Kau harus selamatkan selir Merry dari lingkaran hitam di istana itu."
"Kau siapa, kenapa aku harus menuruti mu?" tanya rose dengan nada tegas nya.
"Panggil aku kakek guru, karena mulai hari ini, kita bisa berinteraksi dengan ikatan batin. Aku bisa mengawasi mu dari kejauhan. dan satu hal yang ingin aku sampai kan, di istana ada orang yang memakai ilmu hitam, dan kau harus segera membongkar kejahatan mereka semua. Jangan sampai terlambat, atau hal yang buruk terjadi pada mu."
"Tutup lah mata mu, dan aku akan mengirim mu kembali ke raga rose."
"Kakek guru, tapi apa ini semua kenapa semua ini terasa halusinasi?" gumam rose yang tetap menuruti ucapan kakek guru itu dan tak lama dia pun tersadar dari tidur panjang nya itu.
"Engh.....
Mendengar suara lenguhan nona kecil nya, Bibi Anti langsung mendekati dan menggenggam tangan mungil rose. Jujur saja, dia begitu merasa bersalah, dan bersedih atas apa yang dialami oleh nona kecil nya, itu.
"Nona, akhirnya nona sadar kembali. Nona apa nona butuh sesuatu?" tanya bibi Anti dengan wajah berbinar saat melihat nona kecil nya sadar kembali.
"Bibi, aku haus." ucap nya yang terasa lemas, seperti seorang yang hampir kehilangan tenaga dalam.
"Baiklah, nona, bibi akan segera mengambilkan nya."
Dengan sigap bibi Anti mengambilkan air minum di gelas, dan memberikan nya kepada rose.
"Glek...glek... "
"Nona, apakah nona sangat haus?"
"Hum, aku sangat haus, dan sekarang aku terasa lapar bibi."
"Ini nona,sup jamur yang enak buat nona kecil. Ini pemberian dari ibu selir Anda nona."
"Apa! Selir merry?" tanya nya dengan wajah kebingungan.
"Benar nona, sepertinya selir Merry begitu perhatian kepada nona kecil. Buktinya, selama beberapa hari ini, dia selalu bertanya, dan meminta bibi untuk menjaga nona dengan sangat baik. bahkan setiap hari, selir agung selalu menyempatkan diri, untuk menjenguk anda." ucap bibi Anti yang memberikan penjelasan tentang ibu kandung nya itu.
"Tunggu bibi, beberapa hari maksudnya apa. Bukan kah aku hanya baru tak sadarkan diri sebentar?"
"Tidak nona, anda sudah tak sadarkan diri hampir 1 Minggu lamanya."
"Deg....
"1 Minggu, bukan kah aku bertemu dengan kakek tua itu hanya sebentar saja. Kenapa waktu nya berbeda. Apa yang terjadi di dunia ini. Kenapa aku harus terjebak di dalam nya. Anti sahabat ku, besti ku dimana kau." gumamnya yang merasa hidup di dunia lebih baik, dibandingkan di jaman ini. Dia juga merindukan sahabat karib nya itu.
"Nona, apakah ada yang sakit. Apa bibi harus memanggil tabib Surya?"
"Tidak bibi, aku sudah baik, baik saja. Oh ya, bagaimana dengan ratu sihir dan putri nya itu?"
"Ratu sihir, dan putri nya. Maksud nona kecil, ratu elli dan putri Felicia?"
Rose terkekeh melihat wajah lugu bibi Anti, dan mengangguk saja.
"Benar, apakah mereka tantrum saat aku tak sadarkan diri?'
"Mereka, hanya terdiam saja nona. Bahkan selir Merry yang kehilangan kendali nya. Dia langsung memarahi sang kaisar, di hadapan orang banyak. Dan dia juga mendapatkan hukuman yaitu menulis kitab etika kuno, dan tak dibiarkan berkeliaran bebas untuk sementara."
"Aku merasa selir Merry sedikit berbeda bibi, kenapa dia membela ku. padahal dulu, jangan kan membela, dia bahkan tak pernah menghiraukan kehadiran ku. tapi kenapa sekarang berubah." ucap nya dengan nafas pelan
"nona, mungkin selir Merry ingin memperbaiki hubungan dengan nona kecil. bibi yakin, dia pasti menyayangi nona kecil ini."
"Tapi semua sudah terlambat bibi." ucap nya dengan pelan dan sorot mata yang penuh arti.
"Karena rose telah tiada, dan hanya ada denada di dalam raga tubuh gadis kecil ini." ucap nya dalam hati dengan tatapan tenang nya.
****
Selir Merry yang berada di kamar nya menatap ke arah satu lukisan yang membuat hidup nya menjadi berubah seperti ini. Kehidupan yang dulunya begitu indah, sekarang hanya sendirian. Dia terjebak disini, dan hanya bisa memandang lukisan itu dengan tenang nya.
"Aku menyesal, karena telah membuat putri ku menjauh dari ku. Aku ibu yang buruk." ucap nya yang meneteskan air mata nya seolah semua nya terasa berat di jalani.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh