Boss Come Here Please Season 1
*Asta harus terpaksa menikah dengan majikannya sendiri demi membayar hutang sang ayah. Namun pernikahannya harus diwarnai dengan kehadiran orang ketiga, Arga sang suami masih mencintai mantan istri yang menghianatinya. Beberapa kali Asta terluka dan mengharapkan cinta sang suami. Namun begitu susahnya menaklukkan hati laki-laki dingin itu.
Akankah cinta mereka berjalan mulus?
Boss Come Here Please Season 2
*Ketika saling mencintai namun tak bisa bersatu, itu adalah hal yang paling menyakitkan. Begitulah kisah cinta Frea dan Zico. Saling mencintai namun tidak bisa saling memiliki.
Percintaan mereka diwarnai intrik dan trik licik oleh adik dan ibu tiri Frea.
Apakah cinta mereka akan bersatu?
pelanggaran hak cipta dalam Pasal 2 UUHC, pelaku plagiarisme dapat dijerat dengan ancaman pidana menurut Pasal 72 ayat (1) UUHC dengan dipida
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Menemukan ku
Sekertaris Wisnu mengarahkan mobilnya menuju Perumahan Jonathan dengan Arga yang duduk di kursi belakang.
Sekertaris Wisnu begitu percaya diri,jika kali ini ia akan menemukanku.
Mobil mereka berhenti di depan rumah Jonathan,kemudian Sekertaris Wisnu turun dari mobil,sementara itu Arga menunggu di dalam mobil.
Sekertaris Wisnu memencet bel di depan pintu gerbang rumah Jonathan
ting tong....
Kami bertiga saling memandang,seolah kami memiliki pertanyaan yang sama,siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini.
Ketika Ibu Jonathan akan beranjak keluar,Jonathan menghentikan ibunya.
"Tunggu sebentar,Bu.Biar Jonathan saja yang membukakan pintu".Jonathan menawarkan diri,di ikuti dengan anggukan dari sang ibu.
Sementara aku lebih memilih melanjutkan makan ku.
Jonathan keluar,Ia nampak tak kaget melihat kedatangan sekertaris Wisnu seolah ia paham,jika Sekertaris Wisnu adalah utusan dari Arga.
"Ada perlu apa?"Kata Jonathan,tanpa membuka pintu pagar nya.
"Apakah anda mengenal nyonya Asta,Anak muda?".Jawab Sekertaris Wisnu.
Jonathan melongok ke arah mobil mewah yang berhenti di depan rumahnya.
Tiba-tiba Arga keluar dengan tatapan penuh amarah.
"Jadi,ini rumah mu!".Seru Arga.
Jonathan hanya membalas perkataan Arga dengan senyuman kecut,seolah menghina Arga.
"Kemana kamu sembunyikan Istriku!".Arga kembali meninggikan suaranya.
"Hei..bos,jangan membuat keributan dirumah orang!".Jonathan nampak menunjukan sikap emosinya yang mulai tak terkontrol.
Mendengar teriakan anaknya,membuat Ibu Jonathan beranjak keluar rumah.
"Bibi mau kemana?".kataku menghentikan suapan ku.
"Asta tunggu sebentar disini,Bibi mau lihat,ribut-ribut apa di luar".Kata IbuJonathan.
Sanyup-sanyup ku dengar suara teriakan Arga,yang spontan membuatku terperanjak dan lari keluar.
Dengan memakai baju yang sama semalam,aku ikut keluar dari rumah itu.
Mataku terbelalak melihat kehadiran Arga,lidahku kelu,karena takut mengecewakan Ibu Jonathan yang begitu baik padaku.
Arga melihatku keluar dari rumah Jonathan,dengan wajah memerah dan mata merah seolah seperti banteng yang siap menanduku hingga tewas.
"Ada apa ini ribut-ribut?".Tanya Ibu Jonathan memandang ke arah Arga dan sekertaris Wisnu.
"Ini,eh..ini kakak laki-laki Asta".Jawab Jonathan,tak mau membuat ibunya serangan jantung karena menyembunyikan Istri orang.
Karena Arga,sangat menghormati semua orang tua,Arga mencoba meredam amarahnya.
"Iya, Nyonya.Saya kakak laki-laki dari Asta".Jawab Arga dengan nada sopan.
"Pantas saja,wajah kalian begitu mirip,kamu bagaimana sih,Jo.Ada tamu kenapa tak disuruh masuk".Ibu Jonathan menepuk pundak anak laki-lakinya,kemudian mempersilahkan Arga masuk.
Sedangkan aku yang berjalan tak bertenaga mengikuti langkah mereka menuju ruang tamu.
"Silahkan duduk".Ibu Jonathan mempersilahkan Arga dan sekertaris Wisnu duduk.Kemudian ingin beranjak ke dapur untuk membuat teh untuk Arga dan Sekertaris Wisnu.
"Bibi,biar Asta saja yang membuatkannya,Bibi duduk disini saja."Pintaku,menahan langkah Ibu Jonathan.
Dengan mata tajam Arga menatapku,seolah seperti pisau yang siap mencabik-cabik tubuhku.
Setelah aku pergi,pembincaraan mereka berlanjut.
"Maaf,Tuan muda,saya mengijinkan Asta untuk bermalam disini,Jonathan bilang,jika Asta sedang tidak akur dengan teman sekamarnya".Kata Ibu Jonathan.
"Tidak akur?".kata Arga,menegaskan kata-kata Ibu Jonathan tadi.
"Iya,Jonathan yang berkata seperti itu,mungkin tuan muda akan menjemput Asta".Imbuh Ibu Jonathan.
Arga melirik ke arah Jonathan,sedangkan Jonathan lebih memilih buang muka.
"Iya Nyonya,saya datang kemari ingin menjemput is....eh..maksud saya Adik saya".Arga hampir saja keseleo Lidah.
Aku keluar membawa nampan berisi 4 gelas teh untuk Arga,sekertaris Wisnu,Jonathan dan Ibu jonathan.
"Asta,kakak mu kemari ingin menjemputmu,kamu lebih baik pulang,kasihan orang tuamu menunggumu".Kata Ibu Jonathan.
"Heheh...Bibi,bolehkah aku menginap semalam lagi disini" .Jawabku dengan tawa tak berdosa.
"Tidak boleh!"Seru Arga penuh emosi,namun sejenak ia mampu meredamnya kembali,"Ayah dan Ibu sudah khawatir menunggu mu".Imbuh Arga.
"Wah...dua orang laki-laki ganteng mampu berakting dengan sempurna,bahkan Arga mampu menahan emosi,jelas-jelas ia ingin melumatku mentah-mentah.
"Mmmhhh...Baiklah kalau begitu,Aku mau minta tolong bilang ke Ayah,tidak boleh kasar lagi padaku".aku mengejek Arga.
Arga nampak mengepalkan tanganya,karena sedari tadi meredam amarahnya.
"Baiklah adik ku sayang".Jawab Arga dengan melirik tajam ke arah ku.
Aku menahan tawa,karena puas.
⤵⤵⤵⤵
Jangan lupa Like serta kritik dan saran.
Terimakasih...
setidaknya Arga bukan tipe arogan bossy...
masih memperbolehkan Asta duduk disebelah nya...👍🏻👍🏻👍🏻