Ardinata Abraham as Shiddiq...
CEO yg tampan dan arogan yg belum mau menikah meski usia sudah matang... karena dia mencintai gadis yang dia tolong saat terluka dan terusir...
Kirana Margaretha Abraham...
Gadis yg berhasil membuat hati Ardinata terpaut dengan kepolosan dan keceriaan nya.. bahkan dia juga adalah gadis yang bisa merubah CEO arogan itu..
Bagi mereka cinta tak mengenal perbedaan status atau umur.. meski berbagai penderitaan menghadang cinta mereka...
Bisakah mereka bersatu..?!
Bisakah cinta mereka bertahan?!
Atau mereka akan menjadi ayah dan anak angkat selamanya..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan bersama...
Ardi menuju ke ruangannya dengan wajah yang terus tersenyum, Hiro dan Marsha terus melihat Ardi yang memasuki ruangannya.
" Hiro.. emang siapa sih gadis SMA tadi?" tanya Marsha.
" itu gadis kesayangan dari bos besar, jangan cari ribut deh," kata Hiro.
Ardi tersenyum melihat Kirana yang berdiri melihat ke luar jendela kaca, Ardi datang dan memeluknya dari belakang.
" Daddy sudah datang," kata Kirana.
" apa Hem, kamu mau makan siang dulu?" tanya Ardi membalik Kirana.
" aku mau, asal Daddy yg menyuapi ku bagaimana?" tawar Kirana dengan wajah imutnya.
" tentu princess, apapun untuk mu Princess Daddy," jawab Ardi sambil tersenyum.
Ardi menelpon Hiro untuk membeli makanan kesukaan dari Kirana, kini Kirana sudah duduk di sofa sambil membuka roti gulung yang dia beli.
Kirana mengambil satu potong dan menyuapkan pada Ardi, Ardi pun tersenyum memakan roti itu, karena seperti mendapat tenaga baru, tenaga Ardi tadi habis karena memarahi semua orang di ruang rapat.
Ardi sedang menghabiskan roti nya sedang Kirana mengambilkan minum, Ardi pun menerimanya.
" apa Daddy begitu sibuk, sampai lupa makan siang?" tanya Kirana sambil melihat jam di tangannya.
" itu sudah biasa, karena ada beberapa proyek yang baru berjalan, dan Daddy tak mau ada kesalahan sedikitpun," kata Ardi.
" tapi Daddy tak boleh melupakan untuk makan, karena Daddy bisa sakit nanti," kata Kirana.
" baiklah princess Daddy," jawab Ardi mengacak rambut Kirana.
ternyata Kevin masuk keruangan Ardi, Kevin membawa beberapa laporan yang harus di tanda tangani oleh Ardi.
Kevin melihat Kirana yang duduk bersila di sofa sedang Ardi masih berkutat dengan semua berkasnya.
" tuan, apa perlu saya minta Marsha membelikan baju untuk nona?" tanya Kevin.
" tak usah om, aku bawa baju, tapi om ambil di mobil ya," kata Kirana tersenyum.
" kenapa kamu bawa baju ganti, jangan bilang itu buat kelayapan setelah sekolah ya," kata Ardi tak suka.
" tidak Daddy, kemarin aunty membelikan aku baju, tapi aku lupa tak membawanya turun saat kemarin pulang, jadilah masih di dalam mobil" kata Kirana.
" oh.. begitu ya, baiklah Kevin tolong ambilkan baju ganti milik Kirana," kata Ardi.
" baik tuan," jawab Kevin.
Kevin turun dan membuka bagasi mobil milik Kirana, Kevin melihat isi godybag dan membawa yang berisi gaun biru muda.
Kevin kembali ke ruangan Ardi dan ternyata Hiro sudah datang, dan membawa makan siang yang sebenarnya sudah telat.
" om.. mau ikut makan juga," kata Kirana yang menerima suapan dari Ardi.
" boleh," kata Kevin.
kini mereka bertiga makan bersama, Ardi makan sendiri dan juga menyuapi Kirana, sedang Kevin yang menyaksikan mereka berdua, seperti bukan melihat anak dan ayah tapi sepasang kekasih yang sedang bermesraan.
" Kirana sudah kenyang Daddy, Kirana boleh pergi ganti baju dulu," pamit Kirana.
" baiklah, kamu sekalian mandi di ruang pribadi Daddy," kata Ardi.
" oke Daddy," jawab Kirana.
Kevin yang melihat ruangan tertutup pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
" apa saya bisa bertanya tuan?" kata Kevin.
" silahkan, kau sudah seperti saudaraku sendiri," kata Ardi.
" saya binggung dengan hubungan kalian, anda akan marah jika Kirana dekat dengan pria, dan sebaliknya juga begitu, apa sebenarnya kalian saling mencintai?" tanya Kevin.
" huh.. aku juga tak mengerti, aku merasa tak rela jika dia tertawa dan bersama pria lain, tapi jika aku tak bisa bersamanya, aku binggung karena usia kami terlalu jauh berbeda," kata Ardi.
tanpa di duga Ardi dan Kevin, Kirana juga sudah mendengar semuanya, bagi Kirana dia hanya ingin bersama Ardi.
" tapi jika seperti itu, anda harus membiarkan Kirana bersama orang yang dia cintai, dan anda tak berhak melarangnya," kata Kevin.
Ardi hanya terdiam, dia juga binggung harus bersikap, dia tak ingin Kirana bersama pria lain, tapi dia tak mau jujur dengan apa yang di rasakan.
Kirana keluar dari kamar pribadi milik Ardi, Kirana cantik mengunakan dress pendek warna biru dengan warna biru berkerah Sabrina.
" bagaimana Daddy?" tanya Kirana.
" selalu terlihat cantik," jawab Kevin melihat Kirana.
sedang Ardi masih terpaku melihat kecantikan Kirana, bahkan Ardi begitu terpukau hingga kehilangan kata-kata nya.
Kevin hanya tersenyum melihat Ardi, sedang Kirana mendekati Ardi dan duduk di sampingnya.
" jelek ya, Daddy bahkan tak bilang sesuatu," kata Kirana sedih.
", emm.... emm.. bukan begitu princess, kamu terlalu cantik, bahkan Daddy tak sadar jika princess Daddy sudah dewasa," kata Ardi.
" uh... terima kasih Daddy, ini pilihan aunty, katanya Kirana harus dandan biar mereka tau jika Kirana itu cantik," kata Kirana.
" seandainya kamu bukan putri angkat Ardi, aku mau loh jadiin kamu istri," goda Kevin.
" seandainya ya om, tapi Kirana sudah punya orang yang Kirana suka," kata Kirana.
" benarkah?" tanya Kevin mencoba menggoda Ardi.
" benar dong dan rahasia ini yang tau cuma aunty,"kata Kirana santai.
tapi Ardi yang mendengar pun merasa tak suka, entah kenapa ada yang sakit saat Kirana bilang dia menyukai seorang pria.
Kirana kembali tertawa bersama Kevin, tak lama ponselnya berbunyi.
" iya hallo Ema," kata Kirana.
" bisakah kita bertemu di mall, aku ingin berbincang dengan mu," kata Ema.
" apa hanya kita berdua?" tanya Kirana.
" tidak.. nanti Rika juga kok, bisakah kamu datang, please..." mohon Ema.
" baiklah.. aku berangkat kesana,see you," jawab Kirana mematikan telponnya.
" oke Daddy aku harus bertemu Ema, jadi Daddy lanjut kerja ya, dan semangat, om Kevin juga, bye... " kata Kirana mencium pipi Ardi.
" hei.. mau kemana?" protes Ardi.
" mau ketemu Ema dan Rika, dan aku gak mau harus tungguin Daddy yang sibuk kerja, aku tak suka menunggu dan cowok gak peka," kata Kirana sambil keluar dari ruangan milik Ardi.
Ardi hanya berdecak melihat kepergian Kirana.
" itu sudah di kode tuh." kata Kevin sambil meninggalkan ruangan Ardi juga.
' benarkah itu kode, apa aku yang gak peka, ' batin Ardi binggung.
Ardi memilih untuk menyibukkan dirinya kembali, sedang Kirana menuju ke mall tempat mereka janjian.
tanpa di ketahui Kirana memang sudah di ikuti oleh seseorang.
" aku ingin membuatmu merasakan bagaimana kehilangan, dan betapa sakitnya saat orang yang kita cintai tersakiti di depan mata kita sendiri, tapi tak bisa berbuat apa-apa," kata seorang pria yang mengikuti Kirana.
pria itu tersenyum menyeringai, saat melihat gadis cantik itu turun di parkiran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
thor bisakah di ceritakan ada suami yg tidak melempem di depan istri barunya tp konflik tetep ada
good job thor 👍
biarkn si Waleed sendri
kmu msih mudah
jglh jngn mau di manfaatin
e tpi syngnya penjhat di lpas
mlhan tmbah msalah
Kirana gak tau brdiri dah di tlong mlhan buat ulah
Kevin kmu yg jauhkn Ardi dng Kirana