NovelToon NovelToon
LUKAS (Luka Membekas)

LUKAS (Luka Membekas)

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Teen Angst
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tabir Senja

Sebuah kenyataan hidup yang sangat pilu dan menyakitkan membuat sebagian orang mengalami kejadian trauma yang sulit dilupakan. Namun, tidak semua orang merasa bahagia menikmati hidupnya yang penuh luka yang membekas di hati mereka.

Kebahagiaan yang diimpikan telah sirna oleh kenyataan pahit yang mereka alami. Disini, akan dibahas dalam sebuah novel LUKAS yang akan menguras emosi dan air mata.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Jangan lewatkan update terbaru dari perjalanan kehidupan yang penuh pilu ini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Semakin Benci Aqila

Keesokan harinya, Clarissa bersiap-siap akan berangkat ke sekolah setelah kemarin izin tidak masuk sekolah. Hari ini, selesai sarapan dirinya dipanggil oleh Dimas di ruangan kerjanya.

"Papa, boleh Clarissa masuk?" ucap Clarissa mengetuk pintu.

"Masuk, Clarissa."

Pintu terbuka, tampak Dimas menandatangani beberapa dokumen di meja. Clarissa duduk di depan menatap papanya menyelesaikan semua tugasnya. Selesai menandatangani, Dimas menutup laporan terakhir dan menatap anak gadisnya dengan tersenyum lembut tapi penuh makna.

"Clarissa. Untuk sementara waktu, uang jajan kamu Papa kurangi," tukas Dimas enteng.

"Hah. Apa Clarissa tidak salah dengar, Pa?" ucap Clarissa memastikan bahwa pendengarannya masih baik.

"Kamu tidak salah dengar. Uang jajan kamu Papa kurangi." terang Dimas lebih jelas lagi.

"But, Why, Papa? Apa salah Clarissa?" tanya Clarissa merasa heran dengan sikap papanya pagi hari ini.

"Kesalahanmu sangat banyak. Papa sudah mendengar semua ini dari Ervin dan Papa percaya padanya. Dia satu-satunya saksi yang melihat kamu dan Mama mengurung Aqila di gudang dekat danau, kan?" tanya Dimas tepat mengenai sasaran.

Clarissa langsung membeku di tempat. "Sialan, Ervin. Berarti dia yang mengadu pada Papa. Awas saja kamu, akan aku adukan pada Mama!" Clarissa berucap dalam hati karena jatah uang jajannya dikurangi.

"Tapi, Pa. Apa buktinya kalau Clarissa ikut andil mengurung gadis kampung itu? Clarissa kan pergi bareng Mama kemarin?" ucap Clarissa beralasan agar tidak dihukum gara-gara Aqila.

"Apa perlu Papa pakai cctv untuk memperlihatkan perbuatanmu dan Mama?" tegas Dimas.

"Sialaan. Kenapa masalah semakin runyam. Ini semua gara-gara Aqila gadis kampung itu. Kalau saja dia tidak ada disini, aku pasti bisa menjadi ratu di rumah ini." Clarissa berkata dalam hati yang diliputi dendam dan semakin membenci Aqila.

Setelah dirinya mendapat ceramah panjang dari papanya. Clarissa pun keluar dengan hati yang penuh dendam dan rasa iri pada gadis itu. Kemudian, dirinya hanya bisa menahan rasa kesal dan kecewa selama dalam perjalanan ke sekolah.

Sampai di sekolah, Clarissa mencari pelampiasan amarahnya dengan menyenggol siapapun yang lewat depan matanya. Bahkan teman-teman Clarissa menjadi sasaran empuk amarah gadis manja itu yang terus mengomel tidak jelas sejak awal masuk gerbang sekolah.

"Sial. Kurang ajar. Apa sih, hebatnya gadis kampung itu. Sehingga membuat Papa membelanya terus menerus?" geram Clarissa seraya mengaduk-aduk makanan yang belum sempat dimakan.

"Woi, tenang Clarissa tenang. Ada apa sih? Dari tadi kulihat kamu marah-marah terus!" tanya Mita teman geng Clarissa.

Namun, Clarissa hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Mita. Dirinya sibuk memikirkan gadis kampung itu yang semakin hari semakin muak melihat gadis itu.

"Ada apa dengan Clarissa? Kenapa hari ini sangat berbeda auranya. Seperti habis ketimpa tangga dan bawaannya marah-marah melulu," bisik Mita pada salah satu teman geng lainnya.

"Entahlah. Kita diam saja, daripada kena amukannya."

Di tempat berbeda, Aqila sudah bangun dari tidurnya. Dirinya masih memiliki rasa trauma setelah dikurung seharian di gudang. Aqila sempat terkejut setelah mendengar penuturan dari Tuan Dimas yang kembali menjenguk dirinya di kamar. Bahwa yang mengurungnya adalah Nyonya Davina dan Clarissa.

Sungguh ironi bukan, Aqila yang tak tahu apapun kenapa bisa menjadi amarah besar dari kedua orang itu. Dirinya sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan mereka.

Setelah kepergian Tuan Dimas yang ingin bekerja. Lagi-lagi Aqila sendirian dikamar, lalu dirinya mencoba bangun untuk membantu kedua orang tuanya di dapur.

"Aqila. Kamu istirahat saja. Biar kami yang bekerja," pinta Bu Dalia yang melihat Aqila duduk di kursi dapur.

"Tidak, Bu. Aqila bosan dikamar terus."

"Apa kamu tidak ingin melanjutkan sekolah lagi, Aqila?" tanya Bu Dalia ingin mendengar perkataan anaknya.

"Sejujurnya, Aqila masih ingin melanjutkan sekolah, Bu. Tapi-?" ucapan Aqila terpotong, ragu untuk mengatakan yang sebenarnya pada ibunya bahwa dirinya selalu dibully oleh Clarissa di sekolah.

"Kalau belajar privat di rumah apakah boleh Bu?" tanya Aqila pada ibunya.

"Ibu terserah kamu. Keputusan ada ditangan ayahmu, Aqila," ujar Bu Dalia.

Kemudian, Bu Dalia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya dan membantu yang lain. Baron pun masuk ke dapur saat Aqila sudah kembali ke kamarnya. Lalu, Bu Dalia pun menceritakan segala keluh kesah anaknya pada Baron.

"Nanti aku akan bicara pada Aqila, Bu."

"Ya sudah sana. Mumpung masih ingat. Buruan!" Bu Dalia mendorong suaminya agar membujuk Aqila untuk pindah sekolah lain.

Baron masuk ke kamar Aqila yang memang tidak tertutup rapat. Duduk di tepi kasur, Baron pun membelai pucuk rambut hitam Aqila pelan dan seraya berbicara dari hati ke hati antara ayah dan anak itu.

Selama ini, Baron terlalu sibuk bekerja, hingga tak memikirkan perasaan anak gadisnya itu. Aqila pun meletakkan kepalanya di pangkuan ayahnya yang dirindukan belaian lembutnya.

"Ayah. Aqila boleh panggil guru untuk homeschooling saja?" tanya Aqila lembut agar tidak membuat ayahnya marah dan kecewa terhadap dirinya.

"Kenapa, kamu tiba-tiba ingin homeschooling? Apakah terjadi sesuatu di sekolah?" Baron merasa curiga, bahwa Aqila mendapat perlakuan tidak baik di sekolah. Padahal selama ini baik-baik saja dan aman terkendali.

"Iya ada sesuatu hal yang membuat Aqila tidak nyaman sekolah di sana. Boleh ya Ayah? Please?" mohon Aqila seraya menangis sesenggukan di pangkuan ayahnya.

Baron merasa tidak tega dalam hati dan menganggukkan kepala tanda setuju. Bahwa, Aqila diijinkan homeschooling untuk mengejar ketinggalan mata pelajaran. Kemudian, Baron pun berniat menghubungi kepala sekolah Aqila untuk membicarakan hal ini lebih lanjut.

Setelah menghubungi pihak sekolah tersebut. Baron pun diminta untuk datang sekolah hari ini juga untuk membicarakan tentang masalah Aqila.

Pembicaraan Baron dan kepala sekolah tersebut pun sangat privasi. Baron mulai menceritakan masalah Aqila dan lelaki tersebut juga terkejut saat mendengar penuturannya.

"Ya, Pak Baron. Saya sempat mendengar berita itu di sekolah. Saya meyakini, Aqila gadis yang baik. Dan saya tidak menyangka ada seseorang yang menyebar berita bohong tersebut.

"Atas nama pihak sekolah. Kami minta maaf yang sebesar-besarnya, Pak." kata Pak Darno selaku Kepala Sekolah tempat Aqila menimba ilmu.

"Mulai senin depan, Aqila boleh masuk sekolah lagi, Pak."

"Baiklah, Pak. Kalau begitu saya permisi." pamit Baron meninggalkan ruangan Kepala Sekolah seraya berjabat tangan.

Masalah telah teratasi. Kini, setelah kesepakatan disetujui oleh kedua belah pihak, Pak Darno berjanji akan mengembalikan nama baik Aqila di depan semua orang, terutama yang telah menyebar berita tidak jelas asal usulnya.

Baron merasa lega dan bersyukur anaknya bisa bersekolah lagi dan tidak terus menerus di rumah. Dirinya tidak ingin, Aqila menjadi anak yang kurang pergaulan. Dirinya ingin membangkitkan semangat Aqila yang dulu penuh tawa dan canda serta membawa kemenangan mewakili pihak sekolah mengikuti lomba-lomba antar sekolah.

1
🎧✏📖
💪💪💪👍👍🙏
🎧✏📖
salam kenal 👋jika berkenan mampir juga😇🙏
🎧✏📖: dukung ya biar seru😇
total 2 replies
𝐙⃝🦜𝒂𝒚𝒂💞
katanya seru alur cetitanya
Bpearlpul
baru sempet mampir, ganbare kak diana
Panembahan Manunggal: semangat kk othor
total 2 replies
blue¹
semangat berkarya kak
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
ngapain kamu melepas pelukanmu pada Bayu, Vin ??
lanjutin aja laaah 😎🤫🥺
Dina⏤͟͟͞R: aamiin ya robbal alamin ret. 🤲
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
haayoooloooh kalian ketahuan deeeh
heeeemmm mau alasan apalagi neeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kamu beneran pengen tahu alasan Bayu bad mood neh Vin...
yaakiiiiin neeeh 🫣🫣🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
waaaah Davina ini gimana seeeeh, kok malah minta Bayu temenin dia saat dia lagi ada arisan
ntar temen arisannya mengira jika Bayu lah suami Davina donk 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
waaaah Bayu kok gak suka di temani oleh Davina di saat dirinya tertidur seeeh
padahal sepasang kekasih itu akan seneng banget jika kekasihnya selalu berada di sampingnya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kamu belum waktunya meninggal laaah....
lha klo kamunya wafat, lalu yang menjaga Aqila siapa donk ???
eeeeiiiiitttssss tapi kamu kan masih terikat dengan pernikahan ya, lalu jaga Aqila gak bisa maksimal deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
jangan trauma ya Mas....
kamu doa aja supaya Aqila selalu dalam lindungan Allah
aamiin ya rabbal alamiin
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
naaah toooooh....
ternyata kena prank ama Kak Dina deeeeh
huuuuuuffttttt syukurlah jika itu semua hanya mimpi belaka
Dina⏤͟͟͞R: wkwkwkek
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
naaaah lhooooo Aqila wafat deeeh
semula dirinya yang ingin membunuh Dimas eeeh ini malah dia sendiri yang wafat 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
oooooooh noooooo 😱😱😱
ada apa ini sebenarnya???
kenapa ada adegan tusuk menusuk seeeh....
Idul Adha kan masih lama tuuuh 🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
naaah lhooooo Aqila berubah jadi garang neeeeh 🥺🥺🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
lhoooo perut Dimas kenapa tiba-tiba jadi terluka 🫣🫣🫣
dan Aqila yang sedang dalam posisi membawa pisau 😱😱😱😱
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
cerdas tuh temannya yang lebih memilih mundur dan gak gabung arisan
karena percuma aja, ikutan ajang kumpul-kumpul eeeh gak membawa pada kebaikan
Dina⏤͟͟͞R: betup banget
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
waaah jadi gak sabar neeeeh...
kapan ya, Dimas akan mergoki Davina ama Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
whaaaaat selama sejam Davina nungguin Bayu yang sedang tidur 😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!