NovelToon NovelToon
Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:76.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arizkha

Alifa Rizky Aulia..gadis cantik yang sejak kecil selalu terdidik dengan hebat karena sejak usia 4 tahun Alifa sudah merasakan hidup di lingkungan pesantren. Alifa di tuntut belajar belajar dan terus belajar di kala teman seusianya merasakan di manja orang tua.tapi beda dengan Alifa.tak ada istilah manja di kamus hidup Alifa.
karena kehidupan pesantren yang menuntut Alifa hidup dalam kedisiplinan yang ketat akhirnya Alifa tumbuh menjadi gadis manis yang penuh prestasi dia menjadi qori terkenal berkat didikan sang kyai.
suatu ketika Alifa mengenal laki laki lewat media sosial. sejak itu Alifa melabuhkan hati pada sang doi yang baru di kenal nya.
bagaimana hidup sang qori setelah mengenal seorang laki-laki ? ujian dan cobaan apa yang harus di tempuh Alifa sehingga menjadi gadis manis penuh prestasi???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arizkha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. penyambutan Alifa.

Sesampainya di pondok pesantren darul Huda, Alifa pun di sambut dengan suka cita. Teman, ustadz dan ustadzah serta kyai dan ummi menyambut kedatangannya dengan antusias.

"Selamat Alifa..!" ucap teman-temannya silih berganti.

"Selamat datang kembali di darul Huda Alifa, dan selamat atas prestasi yang luar biasa..!" semua ustazah darul Huda pun menyambut Alifa dan mengucapkan selamat atas prestasi yang di raihnya.

Alifa begitu terharu dengan penyambutan yang menurutnya luar biasa.

Tak henti-hentinya ia mengucap syukur atas karunia Allah yang sungguh sempurna.

"Alifa.., sekarang kita ke ndalem dulu menemui kyai dan ummi dulu ya."

"Baik ustazah..!"

Akhirnya ustazah pembimbing dan team yang mendampingi Alifa selama kompetisi berjalan menuju kediaman pimpinan pondok.

Sesampainya di rumah ndalem.

"Assalamualaikum..!" ucap mereka hampir bersamaan.

kyai Abdullah dan ummi khasanah yang memang sudah menunggu kedatangan mereka pun berdiri dan menjawab salam.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

"Silahkan masuk semua..mari."

Sambutan hangat dari kyai Abdullah dan ummi khasanah sungguh menghangatkan hati.

"Silahkan duduk..!"

Setelah masuk ke ndalem mereka pun duduk di sofa ruang tamu kediaman pimpinan pondok pesantren tersebut.

"Alifa.., kami ucapkan selamat atas prestasi membanggakan ini, sungguh kita semua bangga dengan pencapaian ini nak. Terimakasih atas usaha kamu ya mau belajar dengan sungguh-sungguh." ucap kyai Abdullah.

"Ummi juga bangga nak. Tetaplah menjadi juara di hati keluarga besar darul Huda ya..!"

"Terimakasih atas perhatian dan bimbingan serta didikannya selama ini kyai, ummi."

"Terimakasih sudah menerima Alifa dengan baik di darul Huda."

Alifa berucap sopan dan menundukkan kepalanya di hadapan sang pemilik pondok.

Setelah cukup lama berbincang di ndalem, akhirnya Alifa dan ustadzah keluar dari ndalem dan kembali ke asrama masing-masing.

Alifa kembali ke kamar asrama setelah cukup lama berbincang dengan ustadzah Nia dan pembimbing lainnya.

"Kalau begitu saya pamit permisi dulu mau ke kamar ustadzah !"

"Baiklah Alifa. beristirahatlah..! Dan persiapkan dirimu sebaik mungkin di event tingkat provinsi ya..!"

"Terimakasih ustadzah.. saya permisi dulu."

Alifa pun berjalan menuju kamar di asrama yang selama ini di tempatinya.

Banyak santriwati yang berlalu-lalang dan menyapa dirinya sambil mengucapkan selamat kepada dirinya.

"Alifaaaaa.., kangennn..!!" Teriak Zia melihat Alifa berjalan menuju kamarnya.

"Peyukkkkk..!'' Zia berlari kecil menghampiri Alifa dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Alifa.

"Zia apa-apaan kamu ini, lepas ich gelii..!!" ucap Alifa yang melihat kekonyolan teman sekamarnya itu ketika menyambut kedatangannya sambil di peluk dan dicium pipinya.

Ia nampak risih dengan tingkah Zia yang menggelikan menurutnya.

"Lepas Ziaaa.., apaan coba main peluk cium bgini." ucap Alifa sambil mendorong tubuh Zia untuk menjauh.

"issh.. sombongnya yang baru menang."

"Alifa selamat ya fa...!" ucap yang lainnya.

" Wahh...., bisa ada syukuran nanti di kamar kita ini. kan ada yang baru menang. Bisa donk bagi-bagi tumpeng." Zia berucap sambil mengedip-ngedipkan mata.

"Hiii ..ini anak baru beberapa hari pisah kenapa aneh gini ya. Kesambet apa emang si Zia ini ngedip-ngedip kayak jin iprit." Alifa begidik ngeri.

Teman yang lain hanya tertawa melihat Alifa yang geli melihat Zia yang begitu konyol.

"Gimana selama lomba Alifa. Tentu seru ya..!" tanya teman sekamarnya dengan antusias.

"Iya.., deg-degan takut nervous seneng pokoknya rasa yang nano-nano lah! Sulit di ungkapkan. apalagi ketika mau di umumkan. Haddehh panas dinginnnn...!!" Alifa bercerita mengenai MTQ kemarin ke teman-temannya.

Setelah puas mendengar Alifa bercerita mereka pun membubarkan diri untuk beraktivitas masing-masing.

Ada yang ke kantin, ada yang ke kelas, ada yang membaca kitab, buku dan aktivitas santri pada umumnya.

"Fa .., mumpung ada waktu kita ke market yuk aku mau beli jajan dan pulpen ini."

"Aduh Zia.., aku capek mau tiduran." ucapnya sambil merebahkan diri dengan sembarang karena saking capeknya.

"Beneran gak mau nie..!!" padahal aku sudah rencana mau traktir nie karena kamu udah juara 1.

"Di bungkus aja ya Zia.. jangan lupa gak pake sambal dan gak pake es " jawabnya asal karena udah gak kuat nahan kantuk.

" Dasar Alifa lucu. apa yang gak pake sambal sama es coba." gerutu Zia yang mendengar jawaban Alifa asal.

Ia melirik Alifa yang sudah tak respon dengan ucapan nya.

"eeh nie anak ternyata sudah ke alam mimpi." Zia hanya bisa menepuk jidatnya melihat tingkah temannya yang ternyata benar-benar kelelahan.

Akhirnya ia pun keluar dari kamar dan menutup pintu kamar supaya Alifa tidak terganggu tidurnya. ia tau temannya itu sangat kelelahan apalagi menjelang lomba kemarin Alifa kurang tidur karena berlatih ekstra dan mempersiapkan diri dengan baik.

Akhirnya Zia pun menuju kantin untuk membeli kan makanan kesukaan Alifa yang tidak pake sambal dan tidak pake es.

'Hehe....dasar Alifa. makanan apa coba gak pake sambal dan es!' batinnya.

Ada-ada saja Alifa.

_______________

1
گسنيتي نيي
lnjud doung thor
Herry Murniasih
senangnya ketemu teman berasa saudara 🥰🥰
Nur Baeti
masih setia D alur cerita ini, semangat kk buat cerita nya
Herry Murniasih
bisa jadi Gus Al , mungkin saja sekarang ada di pesantren
Herry Murniasih
Apa memang sengaja Al tidak memberi khabar pada Alifa, ternyata kangen juga yah 😁😁
Herry Murniasih
awas Alifa nanti ada yang diam2 sama lo 😁😁
Herry Murniasih
ustadzah Arin sangat bijaksana, tadi saya kira Alifa akan di hukum 😁😁😁, benar itu kalau jodoh pasti ketemu, ayo semangat Alifa kejar cita2nya
Herry Murniasih
Duhh.. Alifa keceplosan deh kan semua pada tahu 😂😂
Herry Murniasih
bagus juga kalau Alifa tetap tinggal di pesantren walaupun melanjutkan kuliahnya, biar selalu dekat dengan Kyai dan Umi
Herry Murniasih
benar kata ustadzh Nia langitkan doa semoga ada jalan keluarnya.
Herry Murniasih
semoga saja Ustadzh Nia bisa membantu dan dapat di percaya
Herry Murniasih
tu kan ustadzh Nia saja kaget, aduhh semoga ga nyebar kemana mana deh
Herry Murniasih
benar kata Alifa cincin itu biarlah Umi yang simpan takut hilang atau jadi bahan ghibahan para santri, sabar ya Al kalau jodoh takkan kemana
Herry Murniasih
kayaknya Al kebelet nikah ini, benar kata Alifa harus minta izin dan restu dulu sama ayahnya
Herry Murniasih
khitbah saja dulu Al menikahnya nanti tunggu Alifa menyelesaikan studynya
Herry Murniasih
Alifa mungkin bingung menjawab khitbahnya Al , semoga ada jalan terbaik
Herry Murniasih
ga usah kaget gitu Alifa dengar dulu apa kata kyai
Herry Murniasih
kami juga bingung Alifa sekaligus penasaran
Herry Murniasih
walaupun mereka diam di asrama ponpes masih bisa ghibah sama teman2 nya 😁😁
Nur Baeti
kk knapa blm update juga🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!