(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Hai hai gengs... 😀😀
Maaf ya kalo cerita aku terlalu cepet atau apa lah ya. hihi 😂😂
aku gak bisa harus ngebikin yang banyak cerita nya gimana gengs... aku gak bisa kalo kebanyakan tokoh di dalam nya 🤣🤣
ya udah happy reading aja yay !!!
..._____...
"Aku akan membuat nya tidak akan pernah meninggalkan ku." Ujar Ibnu dengan seringai licik yang masih berada di atas tubuh Laras.
"A.. apa.. maksud bapak." Ucap Laras yang bergetar ketakutan.
"Bukan nya ini yang kau dan Renata ingin kan ?? Aku akan memberikan nya sekarang juga." Titah Ibnu yang menatap Laras dengan tajam.
Laras yang berada di bawah Kungkungan Ibnu memberontak ketakutan dan hendak melarikan diri. Ia benar benar sangat takut dengan sikap Ibnu kali ini. Seperti nya, laki-laki itu sedang dalam pengaruh alkohol yang berlebih
"To-tolong, lepasin saya pak !" Pinta Laras dengan suara gemetar.
Bukan nya melepaskan, Ibnu semakin mencengkram ke dua tangan Laras memaksa nya untuk diam.
"Diam lah, jangan terus memberontak !!!" lirih Ibnu pada Laras.
"Bukan nya ini yang kau dan Renata inginkan hah.. ??? Aku akan memberikan nya sekarang juga. Aku akan mengabulkan ke inginan nya sekarang juga agar dia tidak akan meninggalkan ku." Kecam Ibnu dengan nada yang meninggi nya seraya terus mencekal lengan Laras yang terus memberontak di bawah tubuh nya.
Laras mendorong kuat tubuh Ibnu hingga ia tersungkur di lantai. Laras segera bangkit hendak melarikan diri, namun Ibnu berhasil menangkap tubuh Laras dan kembali merebahkan nya di atas ranjang lalu menindih nya.
"A..aku mohon pak, lepaskan aku."Lirih laras yang sudah menangis dan terus memohon pada Ibnu agar melepaskan nya.
Ibnu menjatuhkan tubuh nya di atas tubuh Laras dengan lutut sebagai penyanggah. Ia menahan ke dua tangan Laras di sisi kepala nya.
"Kau kan sudah menjadi istri ku, jadi diam lah dan layani aku" Ujar Ibnu tanpa perduli dengan Laras yang sudah menangis ketakutan karena nya.
Laras sudah kehabisan tenaga untuk melawan pria yang tenaga nya lebih kuat dari nya itu. Bukan nya dia tidak mau melayani suami nya di atas ranjang. Tapi bukan dengan cara seperti ini yang diinginkan nya. Ia hanya bisa menangis dan pasrah saat Ibnu terus menjamah setiap tubuh nya tanpa laki-laki itu berada pada alam sadar nya
Setelah puas mencium bibir Laras, ia turun menuju leher jenjang Laras yang putih bersih. Mengecup nya, hingga Ibnu menggigit kecil kulit leher perempuan itu sampai meninggalkan jejak kepemilikan nya disana.
Ibnu sudah merasa tidak tahan lagi, ia segera membuka semua pakaian nya tanpa menyisakan sehelai benang pun. Hawa panas dalam diri nya kian membuat nya semakin gila. Dengan cepat nya ia merobek baju tidur yang dikenakan Laras dan membuang nya kelantai.
Kini tubuh Laras sudah polos tak tertutup apa pun, Ini benar benar sangat menggoda untuk Ibnu yang sudah kehilangan akal nya.
"Ternyata, tubuh mu juga tak kalah indah dari Renata, bahkan kau sangat menggoda ku malam ini" Ujar Ibnu dengan nada yang terdengar lebih mengejek.
Laras yang sangat merasa malu, ia berusaha meraih selimut untuk menutupi tubuh nya. Namun lagi lagi tak berhasil karena Ibnu mencegah dan membuang selimut nya ke lantai.
"Kau sungguh semakin menggoda jika kau terus memberontak dan malu malu seperti ini sayang..." bisik Ibnu di depan telinga Laras, mengecupi telinga perempuan itu dan memberikan suara-suara yang akan menjadi melodi di tengah-tengah suasana yang semakin panas.
Sedangkan Laras sudah tak kuat lagi jika harus terus melawan. Ia hanya bisa pasrah jika suami nya akan mengambil kehormatan nya dengan cara seperti ini.
'mama...!' gumam Laras dalam hati memanggil mama nya,
Dia memang sudah bertekad untuk menjadi seorang istri yang baik untuk Ibnu. Melayani nya secara lahir dan batin. Mengabdi dan memberikan seluruh hidup nya hanya kepada nya, karena Laras sudah mulai menerima Ibnu sebagai suami nya.
Dia akan belajar untuk mulai mencintai nya, dia pun berharap untuk Ibnu juga kelak bisa menerima ke hadiran nya. Hidup bahagia, dengan jalinan rumah tangga yang damai bersama ke dua istri nya. Tak apa lah, meski diri nya sebagai istri ke dua laki-laki itu.
Laras menangis, Ibnu menyatukan milik nya dengan milik Laras sangat kasar tanpa memperdulikan Laras yang berteriak menangis karena kesakitan. Ia tak perduli dengan lengan nya yang terus di cakar oleh Laras karena menahan sakit akibat permainan gila nya. Laki-laki itu begitu dingin kepada nya selama ini, tapi mengapa berubah sangat buas dan menakutkan saat berada di atas ranjang seperti ini.
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
Aku ngetik nya ini semalem gengs...😂😂
tapi aku baru sempat up hari ini.. 🤣🤣
maaf sedikit ya. Karna aku akan ngetik lagi untuk bab selanjutnya. Ini aku pisah jadi dua bab ya..
Jan lupa dukungan nya gengs...
Like, komen, dan vote nya dong...🙏🙏🙏
terimakasih...
sehat sehat ya kalian... ❤️❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak